Cerita ini mengkisahkan seorang wanita cantik yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik seorang pria terhormat,sesuatu terjadi pada kedua nya dan memaksa mereka untuk menikah dan mengikat sebuah status di antara mereka,namun keterpaksaan menikah di antara kedua nya membuat mereka yang dekat tinggal satu atap tapi berasa berjarak.
pernikahan ini, hanya mereka dan keluarga yang tahu,tak ada satu orang pun yang di perusahaan yang mengira mereka adalah suami istri,kira - kira seperti apa kisah Rara dan Rehan menjalani status suami istri mereka,Yuk di simak.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19 - Seorang Pacar
Di kamar Rara.
Rara menatap langit - langit kamar nya,sembari ia memegang surat yang harus ia tanda tangani itu.
"*Kenapa Pak Rehan harus membayar orang untuk menjadi pacar nya,apa jangan - jangan dia Gay,astaga.... aku memang banyak melihat cowok - cowok ganteng di berita kalau ternyata sebagian mereka Gay,tapi apa Pak Rehan juga seperti itu." Gumam Rara memikirkan yang tidak - tidak.
"Dia kemana - kemana slalu saja dengan Sekretaris Rans,apa jangan - jangan mereka....Ya ampun Rara,apa yang kau pikirkan." Rara memukul - mukul pelan kepala nya*.
Tok
Tok
Tok
Rara mendengar suara ketukan pintu kamar nya dan lekas beranjak berdiri dan membuka nya.
"Nenek." Ucap Rara karena Nenek nya yang berada di depan kamar nya.
"Apa boleh nenek masuk?." Tanya Nenek
"Iya Nek,ayo nek." Ajak Rara.
Nenek Rara lalu duduk di tepi tempat tidur cucu nya. "Ada apa nek?,Apa nenek butuh sesuatu?." Tanya Rara.
"Tidak,nenek hanya rindu saja mau bersantai di kamar mu bersama kamu,akhir - akhir kamu selalu pulang malam,nenek jadi rindu." Ucap Nenek.
"Nenek...."Rara memeluk Nenek nya yang duduk di samping nya.
"Maafin Rara ya Nek." Ucap Rara.
"Kamu sudah menjadi kepala keluarga dalam keluarga ini,maafkan nenek yang menyusahkan mu ya."
"Nenek bilang apa sih,Rara gak merasa nenek nyusahin Rara kok,Rara malah senang,bisa kerja dan hasil kan uang untuk nenek,Hanya Nenek yang Rara punya,nenek juga selama ini bekerja untuk membesarkan Rara dan Yogi,Makasih Ya Nek." Ucap Rara dan masih memeluk nenek nya dari samping.
Nenek mengelus tangan Rara dan tersenyum. "Nenek senang kamu sudah punya pacar,semoga saja dia serius dan bertanggung jawab menikahi kamu,agar nenek juga tenang jika nenek harus pergi." Ucap Nenek dan membuat Rara terkejut dan melepaskan pelukan nya dan menatap nenek nya dengan heran.
"Pacar?,Siapa nek?,Rara belum punya pacar."Jawab Rara.
Yang selalu jemput kamu setiap pagi itu,bukan kah itu pacar mu." Tutur Nenek.
"Nek,itu pak Dion,atasan Rara,dia jemput Rara karena gak mau Rara telat terus ke kantor dan juga kita searah rumah nya."Ujar Rara.
"Tapi nenek lihat dia seperti nya anak yang baik,dia juga terlihat menyukai kamu,nenek pikir dia pacar kamu." Ucap Nenek.
"Bukan Nek." Saut Rara malu - malu.
"Pak Dion Memang baik Nek,di belakang sikap tegas nya di kantor,ternyata di luar,dia orang yang sangat baik." Gumam Rara.
•••
Keesokan harinya.
Dion menjemput Rara seperti biasa nya dan seperti rutinitas hari - hari,Rara yang sudah menolak terus karena tidak enak pun sudah pasrah saja di jemput setiap pagi oleh Dion.
Siang hari saat jam makan siang. Rara yang berada di meja kerja nya tiba - tiba di kagetkan dengan kedatangan Rehan yang sudah berdiri di hadapan nya.
Semua teman teman kantor Rara melihat termaksud Rini sangat terkejut karena pak Rehan menghampiri Rara.
"Pak Rehan." Kata itu keluar dari mulut Rara,sembari mengamati teman - teman di kantor terdiam dan melihat ke arah mereka.
"Ayo ikut." Rehan meraih tangan Rata dan menarik nya.
"Tapi saya banyak kerjaan pak." Ucap Rara gugup.
Rehan lalu melihat sekitaran dan pandangan nya terhenti di Rini. "Terus kan kerjaan nya." Ucap Rehan Pada Rini.
"Baik Pak." Jawab Rini dengan cepat.
Rara lalu meraih tas nya dan mengikuti langkah Rehan keluar dari ruangan kerja nya.
Rehan memegangi tangan Rara sampai. membuat seluruh karyawan lantai 1 juga melihat dan saling berbisik,Rara jadi malu di jadi kan perbincangan mereka,pemandan
Rara dengan cepat menepis tangan Rehan dan berjalan sejajar dengan Rehan,membuat Rehan sedikit terkejut namun tetap berjalan keluar dari kantor mereka.
Seperti biasa,mobil sudah terparkir di depan menandakan Rehan sudah memang mau keluar dan mengajak nya.
"Masuk!."Ucap Rehan. Rara tak mengatakan apa pun dan menuruti ucapan atasan nya itu.