NovelToon NovelToon
Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Status: tamat
Genre:Romansa / Aksi / Sistem / Tamat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

"Hai guys! Biar petualangan MC kita makin epic dan nggak banyak gangguan kata-kata typo, Thor memutuskan untuk melakukan revisi dan perbaikan total pada bab-bab novel ini. Mohon ditunggu sebentar ya, Thor lagi ngebut mempercantik ceritanya!

​Sembari nunggu novelnya selesai diperbaiki, yuk bantu amankan posisi novel kita dengan tetap klik LIKE, ramaikan KOMEN, dan klik FOLLOW profilku. Jangan lupa juga buat kasih rating BINTANG 5 di halaman depan, ya! Sampai jumpa di versi novel yang lebih mantap! 🚀"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Racun Asmara, Kelancangan di Atas Ranjang

​Krieeek...

​Pintu jati berukir phoenix emas itu menutup dengan desis pelan, mengunci Lin Huang di dalam atmosfer kamar tidur utama yang remang-remang. Cahaya dari belasan lilin malam berwarna merah memantulkan bayangan yang bergetar di atas dinding sutra, mempertegas kesan intim yang pekat. Aroma dupa mawar bercampur dengan wewenang gaharu yang manis mengapung di udara, terasa begitu berat hingga sanggup memabukkan indra penciuman manusia fana mana pun.

​Putri Zhao Linger melangkah mundur dengan keanggunan seekor rubah liar, jubah sutra hitamnya yang longgar menyapu karpet bulu dengan desau halus. Dia berjalan menuju sebuah meja giok bundar di dekat jendela, di mana sebuah teko perak berbentuk naga dan sepasang cangkir giok kecil telah disiapkan.

​"Duduklah, Tuan Muda Lin. Di dalam kamar tidurku ini, kau bukan lagi pengawal luar yang harus berdiri kaku," Zhao Linger menoleh, sepasang mata rubahnya berkedip dengan pendaran cahaya yang penuh dengan permainan manipulatif.

​Lin Huang tidak menolak. Dengan gaya flamboyan yang santai dan langkah kaki yang tegap, dia berjalan mendekat lalu duduk di kursi giok seberang Sang Putri. Seringai tebal khasnya tetap terkembang di wajah penyamarannya, menyembunyikan Kesadaran Ilahi-nya yang diam-diam sedang menyapu seluruh sudut ruangan. Dua puluh pengawal rahasia yang tadi siang mengintainya kini tidak ada; Zhao Linger tampaknya sengaja mengosongkan ruangan ini untuk sebuah konfrontasi yang jauh lebih personal.

​"Sebuah kehormatan besar, Yang Mulia. Tapi saya khawatir, jika para tetua kekaisaran melihat pengawal baru sepertiku duduk semeja dengan Putri Sulung, kepalaku akan dipenggal sebelum fajar," Lin Huang terkekeh pelan, melirik tangan kiri Sang Putri.

​Zhao Linger tertawa renyah, sebuah suara yang terdengar bagai denting lonceng perak yang merdu namun mengandung pesona alami yang berbahaya. Jemari lentiknya yang dihiasi cat kuku merah meraih teko perak, menuangkan cairan berwarna merah pekat bagai darah ke dalam kedua cangkir giok.

​Glek... Glek...

​Saat cairan itu dituangkan, aroma yang teramat manis dan membakar seketika menyembur keluar.

​BZZZZT!

​Tato jam pasir di pergelangan tangan kiri Lin Huang berdenyut hangat, memuntahkan peringatan digital di dalam kesadarannya.

​[Peringatan! Mendeteksi zat asing: 'Darah Rubah Asmara' (Ramuan Perangsang Jiwa Tingkat 3 Kekaisaran).]

[Deskripsi: Ramuan ini bekerja langsung pada garis darah dan lautan kesadaran, melemahkan pertahanan mental, dan memaksa target untuk menuruti keinginan pemberi ramuan.]

​Menarik. Ternyata putri rubah ini masih tidak memercayai penyamaranku dan ingin menggunakan racun asmara untuk menguras rahasiaku, Lin Huang membatin, senyumannya justru semakin melebar penuh kegilaan sejati seorang anti-hero.

​Zhao Linger mendorong salah satu cangkir giok ke depan Lin Huang, lalu mengangkat cangkirnya sendiri. "Ini adalah Anggur Darah Phoenix, ramuan khusus keluarga kekaisaran untuk menghangatkan meridian tubuh di malam yang dingin. Minumlah bersama ku, Lin Huang... sebagai tanda bahwa kau benar-benar mendedikasikan hidup dan kesetiaanmu padaku."

​Mata rubah Zhao Linger menyipit tajam, mengunci setiap gerak-gerik Lin Huang. Jika pemuda ini menolak, itu berarti dia memiliki motif tersembunyi. Jika dia meminumnya, dia akan jatuh ke dalam kendali mental Sang Putri. Sebuah jebakan tanpa jalan keluar.

​"Karena Yang Mulia yang meminta, jangankan anggur hangat... racun pemutus jiwa pun akan kuminum tanpa berkedip," Lin Huang menjawab dengan nada suara yang sarat akan kelancangan yang berkarisma.

​Tanpa ragu satu milidetik pun, Lin Huang menyambar cangkir giok tersebut dan menenggaknya habis dalam satu tegukan murni.

​Glek.

​Cairan merah itu meluncur masuk ke dalam tenggorokannya, seketika berubah menjadi aliran api yang teramat panas yang mencoba membakar garis darahnya dan melesat naik untuk meracuni lautan kesadarannya. Namun, sebelum racun asmara itu sempat menyentuh jiwanya, Fisik Dewa Kuno (Fase Awal) di dalam tubuh Lin Huang bergetar hebat. Aliran energi emas murni bersama dengan setitik Api Suci dari teknik pemurnian jiwanya langsung mengepung zat asing tersebut, mengisolasinya di dalam sudut Dantian dan membakarnya menjadi uap tidak berbahaya dalam sekejap.

​Bagi Lin Huang yang memiliki ketahanan fisik tingkat dewa, ramuan tingkat 3 ini tidak lebih dari sekadar air hangat yang sedikit pedas.

​Namun, untuk mengelabui Sang Putri, Lin Huang sengaja mengubah tatapan matanya. Fokus matanya melonggar sejenak, wajah penyamarannya merona merah fana, dan napasnya dibuat sedikit terengah-engah seolah-olah dia telah terpengaruh sepenuhnya oleh racun tersebut.

​"Anggur yang... sangat kuat, Yang Mulia," Lin Huang bergumam parau, bangkit berdiri dari kursinya dengan langkah yang sengaja dibuat sedikit limbung.

​Zhao Linger yang melihat reaksi tersebut tersenyum puas di dalam hatinya. Dia ikut bangkit, berjalan mendekati Lin Huang dengan tatapan mata yang penuh kemenangan. "Sekarang, katakan padaku, Lin Huang... siapa kau sebenarnya? Dan apa tujuanmu mendekati—"

​Sebelum Zhao Linger sempat menyelesaikan kalimat interogasinya, Lin Huang mengambil langkah gila.

​Sret!

​Tangan kanan emas transparan Lin Huang yang bebas dari racun melesat maju secepat kilat, mencengkeram pergelangan tangan Zhao Linger, lalu memutar tubuh Sang Putri dengan sentakan fisik mentahnya yang luar biasa dominan. Dalam satu kedipan mata, Lin Huang mendorong tubuh molek Zhao Linger lurus ke arah ranjang raksasa di belakang mereka.

​Bruk!

​Tubuh Zhao Linger jatuh telentang di atas kasur sutra merah marun yang empuk. Sebelum Sang Putri sempat memproses keterkejutannya, Lin Huang sudah melompat ke atas ranjang, memposisikan tubuh tegapnya di atas tubuh Zhao Linger—mengunci kedua tangan Sang Putri di samping kepalanya dengan satu cengkeraman tangan kanannya yang kokoh bagai besi dewa.

​"Kau—! Kelancanganmu sudah kelewatan, Lin Huang!" Zhao Linger tersentak panik, mata rubahnya membelalak lebar. Dia mencoba mengerahkan Qi murni Ranah Inti Emas-nya untuk meledakkan Lin Huang, namun kedekatan fisik mentah Fisik Dewa Kuno Lin Huang memancarkan tekanan gravitasi samar yang mengacaukan aliran Qi-nya sejenak.

​Wajah penyamaran Lin Huang berada hanya satu jembatan dari wajah Zhao Linger. Tatapan matanya yang semula longgar kini berubah menjadi sangat tajam, liar, dan memancarkan kegilaan murni seorang pembantai yang membuat jantung Sang Putri berdetak dua kali lebih cepat karena ketakutan sekaligus sensasi kegembiraan yang aneh.

​"Yang Mulia... jika Anda ingin bermain api dengan seorang anti-hero sepertiku, Anda harus siap terbakar bersama," Lin Huang berbisik langsung di dekat bibir merah Zhao Linger, suaranya mengandung dominasi absolut yang membuat Sang Putri yang biasa mengendalikan pria kini justru merasa sepenuhnya tunduk.

​Sembari mengunci tubuh Zhao Linger yang mulai bergetar karena kombinasi panik dan pesona liar, tangan kiri Lin Huang yang bertato jam pasir sengaja merayap turun, menyentuh tiang kayu ranjang bagian bawah yang terhubung langsung dengan kompartemen rahasia tempat penyimpanan pusaka.

​BZZZZT—!!!

​Denyutan panas yang luar biasa pekat kembali meledak di pergelangan tangan kirinya, memuntahkan teks digital hijau dengan kecepatan gila.

​[00:01:30]

​[Kontak Area Pusaka Terdeteksi! Mempercepat asimilasi paksa 'Cermin Giok Batil'...]

[Progres Asimilasi: 65%... 70%... 75%!]

[Kemampuan sekunder 'Ilusi Bayangan' mulai beresonansi dengan lautan kesadaran Anda!]

​Lin Huang menikmati lonjakan energi ungu pusaka yang mengalir masuk menembus tangan kirinya, memperkuat fondasi Ranah Fondasi Jiwa Tingkat 1-nya hingga bergetar di ambang terobosan berikutnya.

​Namun, di tengah posisi yang sangat intim dan panas di atas ranjang istana tersebut, Lin Huang yang memiliki Kesadaran Ilahi tajam mendadak merasakan hawa dingin yang teramat menusuk jatuh dari langit-langit kamar.

​Ting.

​Sebutir kristal es kecil yang teramat murni jatuh dari celah atap kayu yang tersembunyi, mencair tepat di atas tiang ranjang di samping kepala mereka. Hawa dingin dari air es yang mencair itu membawa niat membunuh yang begitu pekat dan murni, sebuah tanda bahwa Ye Qingyue—sang Dewi es dari Alam Atas—sedang mengintai tepat di atas kepala mereka sejak tadi, menyaksikan seluruh adegan kelancangan di atas ranjang ini dengan kemarahan yang berada di titik didih.

​Lin Huang menyeringai tipis di dalam hatinya, menyadari bahwa dia tidak hanya sedang menjinakkan seorang putri rubah di bawahnya, tetapi juga sedang memicu amukan badai es dari istrinya sendiri di atas langit-langit. Ketegangan di kamar tidur ini telah mencapai batas tertingginya sebelum fajar menyingsing.

1
Muchtar Albantani
koq tamat
Luthfi Aamiin
top markotop
jos gandos
Mak nyusss
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Luthfi Aamiin
🐉1🐉
🗿🗿🗿🗿
👻👻👻👻👻
Luthfi Aamiin
1
🐉🐉🐉🗿🗿👻👻👻🗿🗿🐉🐉🐉
Danzo28
"Hai guys! Biar petualangan MC kita makin epic dan nggak banyak gangguan kata-kata typo, Thor memutuskan untuk melakukan revisi dan perbaikan total pada bab-bab novel ini. Mohon ditunggu sebentar ya, Thor lagi ngebut mempercantik ceritanya!

​Sembari nunggu novelnya selesai diperbaiki, yuk bantu amankan posisi novel kita dengan tetap klik LIKE, ramaikan KOMEN, dan klik FOLLOW profilku. Jangan lupa juga buat kasih rating BINTANG 5 di halaman depan, ya! Sampai jumpa di versi novel yang lebih mantap! 🚀"
Duan Iwan
nih tak kasih onevote and secangkit kopi tukmu Thor
Duan Iwan
Lanjoooooooooooot
Duan Iwan
Mantaaaaaaaaaap Lanjoooootken Ceritamu Thor
Danzo28: Terima kasih semangatnya! Cerita baru ini akan terus berlanjut dan makin seru. Mohon dukungannya selalu dengan cara like, komen, share, dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu (bintang 5) di halaman depan novel ini, ya! Happy reading! 🥰"
total 1 replies
Yudi Wahyudi
mantul👍
Danzo28: "Wah, terima kasih banyak ya! Senang banget kalau kamu suka ceritanya. Jangan lupa tinggalkan like dan komen di bab-bab selanjutnya ya, dan bantu share juga ke teman-teman pembaca lainnya biar aku makin ngebut ngetiknya! Happy reading! ❤️"
total 1 replies
Victor Pai
cemburu ya...
Victor Pai
seru...
Danzo28: ​"Siap, terima kasih banyak dukungannya! Akan aku lanjut terus sampai tamat. Jangan lupa ajak teman-temanmu buat ikut baca juga ya, share link-nya kalau bisa! Ditunggu ya bab selanjutnya! 😊"
total 1 replies
Victor Pai
sampai di sini mantul ceritanya...
Victor Pai
luar biasa...
Danzo28: "Siap, terima kasih banyak dukungannya! Akan aku lanjut terus sampai tamat. Jangan lupa ajak teman-temanmu buat ikut baca juga ya, share link-nya kalau bisa! Ditunggu ya bab selanjutnya! 😊"
total 1 replies
Luthfi Aamiin
👰👰👰👰👰5🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👰🤔💪👰🐉🐉👰💪💪💪💪🐉👰🐉👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉👰💪💪💪
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉7
Luthfi Aamiin
9🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉👰
Luthfi Aamiin
8👰👰👰👰👰👰🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉🐉🐉👰👰👰👰👰👰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!