NovelToon NovelToon
Kau Berkhianat, Aku Membalas!

Kau Berkhianat, Aku Membalas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami
Popularitas:19.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Velicia, seorang wanita yang sedang hamil delapan bulan, dipermalukan dan disiksa oleh suaminya sendiri. Michael adalah Bos Mafia yang lebih mempercayai wanita lain bernama Sania, dibanding istrinya sendiri.

Dituduh tanpa bukti dan dipaksa berlutut di depan wanita yang membencinya, Velicia akhirnya menyadari bahwa cinta yang ia perjuangkan selama dua tahun hanyalah ilusi.

Namun Michael tidak tahu satu hal, Velicia bukan wanita biasa. Di balik diam dan lukanya, ia menyimpan identitas tersembunyi sebagai bagian dari dunia mafia yang jauh lebih gelap dari keluarga Kensington.

Saat Michael akhirnya menyesal, akankah Velicia memaafkannya dan kembali padanya? Atau memilih pria lain yang datang di waktu yang tepat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 22.

Hujan deras mengguyur di luar apartemen kumuh yang menjadi tempat persembunyian sementara. Mansion mewah yang dulu ia tinggali kini hanya tinggal kenangan. Para pelayan yang dahulu selalu siaga telah menghilang bersama kehidupan lamanya. Status sebagai menantu keluarga Kensington yang selama ini memberinya perlindungan juga telah runtuh.

Kini yang tersisa hanyalah Sania, seorang wanita yang kehilangan segalanya. Dan di dalam hatinya, kebencian terus tumbuh, semakin besar dari hari ke hari, hingga perlahan menjadi satu-satunya alasan baginya untuk bertahan.

Layar televisi di ruang sempit itu menampilkan berita bisnis internasional. Wajah Leon Romanov muncul sebentar dalam liputan mengenai salah satu perusahaan legal milik keluarganya. Namun yang membuat Sania membeku bukan Leon, melainkan sosok yang berdiri di samping pria itu—Velicia.

Velicia mengenakan gaun putih sederhana, menggendong anaknya. Begitu terlihat anggun dan tenang, terlihat seperti wanita yang tidak pernah kehilangan apa pun.

Tangan Sania langsung mengepal, matanya memerah. "Kenapa dia selalu mendapatkan semuanya?"

Remote televisi terlempar keras hingga menghantam dinding.

Brak!

Layar televisi berkedip sesaat, tetapi amarah Sania tak kunjung surut.

Ia masih ingat bagaimana Velicia pernah berlutut di bawah kakinya. Saat itu, wanita itu menangis tanpa daya, sementara Michael selalu berdiri di pihak Sania. Kala itu, Velicia hanyalah seorang wanita yang kehilangan segalanya dan hidup tanpa dukungan siapa pun. Namun, keadaan telah berbalik. Kini, Velicia bukan lagi wanita yang bisa diinjak sesuka hati. Wanita itu telah kembali sebagai putri keluarga Romanov.

Michael menyesal, dan seluruh dunia bawah mulai menghormatinya.

Sedangkan dirinya? Bersembunyi seperti buronan.

Pintu apartemen terbuka, Ramon masuk sambil membawa beberapa kantong makanan. Begitu melihat keadaan berantakan, pria itu langsung menghela napas.

"Kau membuat keributan lagi?"

Sania tidak menjawab pria itu.

"Kau menonton berita tentang Velicia lagi?" Ramon meletakkan barang-barang yang dibawanya di meja, pria itu menghembuskan napas panjang.

Masih tidak ada jawaban.

Ramon sudah tahu, setiap kali Velicia muncul di media suasana hati Sania akan berubah buruk.

"Sania, kita harus pindah malam ini."

Sania menoleh dengan wajah terkejut. "Ada apa?"

"Orang-orang Black Throne mulai mencari kita."

Wajah Sania berubah, namun bukan karena takut tapi justru karena penasaran. "Kenapa?"

"Aku tidak tahu."

"Itu bohong."

Ramon mengusap wajahnya. "Aku benar-benar tidak tahu."

Sania menatap pria itu dengan dalam, lalu kembali bertanya. “Organisasi itu sekuat apa?"

Ramon langsung membeku.

"Sania."

"Aku hanya bertanya."

"Sania!" Nada suara Ramon berubah lebih keras, jelas terlihat ia tidak menyukai arah pembicaraan ini.

Namun, senyum tipis justru terukir di bibir Sania. "Michael menghancurkan hidupku. Velicia merebut semua yang seharusnya menjadi milikku. Sementara keluarga Romanov tetap berdiri di puncak, seolah tak tersentuh siapa pun. Bahkan sekarang, mereka menjadikanku target hanya demi membela putri kesayangan mereka."

"Sania..." Ramon mulai memiliki firasat buruk.

"Aku hanya ingin tahu siapa yang cukup kuat untuk menghancurkan mereka."

Tatapan Ramon berubah, untuk pertama kalinya ia benar-benar merasa tidak mengenali wanita yang ada di depannya.

Malam itu setelah Ramon tertidur di kamar lain, Sania diam-diam keluar dari apartemen. Ia mengenakan mantel hitam panjang, topi, dan masker.

Beberapa saat kemudian sebuah mobil hitam berhenti di tepi jalan. Pintu belakang terbuka, Sania masuk. Di dalam sudah duduk seorang pria berusia sekitar empat puluh tahun. Wajahnya biasa saja, namun matanya tajam.

"Jadi kau benar-benar datang."

Sania menatap orang itu dengan wajah tegang. "Kalian yang menghubungiku."

Pria itu tersenyum tipis. "Perkenalkan, namaku Joseph Bonanno. Aku bekerja untuk seseorang."

"Apa yang kalian inginkan?" Sania tidak tertarik pada basa-basi.

Joseph tetap terlihat santai saat menyandarkan tubuhnya pada jok mobil. Namun sorot matanya sama sekali tidak ramah. "Kami ingin beberapa informasi."

"Sebagai gantinya?" tanya Sania.

"Kami bisa memberimu kesempatan."

Kesempatan, satu kata itu cukup membuat mata Sania berkilat. "Bicaralah, aku akan mendengarkan."

Joseph tersenyum tipis, karena ia sedang berbicara dengan orang yang tepat.

...*****...

Sementara itu.

Romanov Estate.

Velicia baru saja selesai menidurkan Vincenzo, bayi itu kini berusia hampir dua bulan. Jauh lebih sehat dan jauh lebih kuat. Dan... menjadi satu-satunya bagian hidup Velicia yang mampu melunakkan hatinya.

Saat keluar dari kamar bayi, ia mendapati Lorenzo berdiri di koridor.

"Kau belum pulang?"

Lorenzo menggeleng. "Ada laporan baru."

Ekspresi Velicia langsung berubah serius, mereka berjalan menuju ruang kerja. Antonio dan Leon ternyata sudah menunggu. Begitu Velicia masuk, Antonio langsung melempar sebuah foto ke meja.

Velicia mengambilnya, matanya menyipit. Foto Sania, di dalam sebuah mobil hitam.

"Di mana ini?"

"Empat jam lalu." Antonio menjawab.

"Lalu?"

"Mobil itu milik Black Throne."

Velicia kembali menatap foto tersebut, tidak ada keterkejutan di wajahnya. Namun matanya menjadi jauh lebih dingin.

Leon menyilangkan tangan. "Tampaknya... dia telah memilih pihak."

"Kita awasi dia!" Lorenzo memperhatikan foto yang sama.

Antonio mengangguk. "Itu juga pikiranku."

Namun Velicia justru meletakkan foto itu kembali, dia menatap mereka satu-persatu. "Tidak! Biarkan dia."

"Kenapa?" Antonio mengernyit.

"Karena orang seperti Sania tidak pernah puas menjadi pion." Mata Velicia perlahan berubah tajam. "Dia akan mencoba naik lebih tinggi, dan saat itu terjadi... dia akan membawa kita langsung kepada orang yang berada di puncak."

Lorenzo tersenyum tipis, sekali lagi ia melihat alasan mengapa Velicia begitu berbahaya. Ketika orang lain fokus menghentikan ancaman, Velicia justru memikirkan cara menggunakan ancaman itu untuk menemukan musuh sebenarnya.

Dan jauh di suatu tempat, tanpa disadari Sania. Ia baru saja melangkah masuk ke permainan yang jauh lebih besar daripada ambisi dan kebenciannya sendiri.

1
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
ρυтяσ kang'typo✨
wow keren thor... makin seru aja, semangat terus yaaaaaa
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
ρυтяσ kang'typo✨
(perasaan itu masih bisa tumbuh kembali pada orang lain)

apa g nyesek tuh Michael 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rere🌠: Nyesssss 🤣🤣🤣
total 1 replies
ρυтяσ kang'typo✨
Lorenzo... u. harus lebih percaya diri lagi dan jangan pernah menyerah untuk mendapatkan Velicia
ρυтяσ kang'typo✨
ok trimakasih ka....terus semangat yaaaa
Ariany Sudjana
Sania kenapa kamu harus marah sama velicia? velicia itu putri konglomerat, dan kelasnya jauh di atas kamu, yang hanya pelacur murahan 🤣🤣😂😂 dan tempat yang pantas buat kamu ya di tempat sampah 🤣🤣😂😂
Rere🌠: Udah bener di tempat sampah, skrg malah mau gaul sm kubangan darah. ampun dah ah🤣
total 1 replies
MataPanda?_
semangat trus kak lanjut terus 😅💪
gina altira
Sania ga ada kapoknya
Rere🌠: Mau jadi ratu kyk Velicia, ngimpi kali ah😬😬😬
total 1 replies
gina altira
lanjutt
gina altira
Michael bodoh
gina altira
Michael terlalu percaya diri
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Diana Dwiari
pemain catur yang sangat handal....
ρυтяσ kang'typo✨
Sania mau main" sama Velicia🤣🤣🤣salah pilih lawan oooyyy
ρυтяσ kang'typo✨
hayo loh.... siapa kah yang menyerang di balik kekacauan yang sedang terjadi saat ini🤔🤔🤔
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
tuti raniati
Seru Thor... 👍🏻👍🏻👍🏻
iyas
ayo berdamai lah kalian karena musuh sebenarnya sudah mulai memperlihatkan hilalnya😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!