Kisah gadis yatim piatu yang bernama Arti Aurora, dia terpaksa bernyanyi dari panggung ke panggung untuk membantu perekonomian keluarganya.
Suatu hari dia di jual oleh Tante dan Omnya yang mengadopsinya sejak kecil, dengan seorang pengusaha muda sukses yang bernama Adriansyah Alrizzi.
Yang langsung melamarnya tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk berpikir terlebih dulu.
Arti terus berusaha melarikan diri dari pernikahan yang tidak diinginkannya itu, karena dia tidak mengenal siapa Adriansyah Alrizzi sebenarnya.
Dalam pelariannya dia bertemu dengan seorang mucikari yang menjualnya kembali kepada Tuan Muda Adriansyah Alrizzi dengan harga yang sangat fantastis.
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?
Apakah Arti dan Al akhirnya bisa bersatu dan saling mencintai?
Atau mungkin akan saling membenci?
Mau tau kelanjutan ceritanya silahkan baca!
Happy reading guys!
Mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat dan kejadian yang ada dalam cerita novel ini.
Semuanya murni hasil dari imajinasi author semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khardha love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur! episode#19 "Memandangmu"
Happy reading guys!
Sore harinya Arti terbangun dari tidurnya, dia membuka matanya perlahan lalu mengerjabkan indera penglihatannya itu. Arti mengulas senyumnya ketika mendapati pemandangan indah di depannya, sebuah mahakarya ciptaan Allah subhanna wata'ala. Dia memandangi wajah tampan suaminya dengan sangat intens lalu menyentuh kening, mata, hidung, pipi dan berakhir di bibir nan seksi milik kekasih halalnya itu. Arti memangkas jarak antara mereka berdua lalu mencium bibir suaminya sekilas. Al menahan kepala istrinya untuk memperdalam ciumannya karena sejak Arti menyentuh wajahnya tadi, dia sudah terbangun karena merasa terusik dalam tidurnya. Namun Al sengaja tidak membuka matanya karena ingin tahu apa yang akan dilakukan kekasih halalnya itu selanjutnya.
"Kamu sudah membangunkan king cobra yang sedang tidur sayang, jadi jangan salahin aku bila menginginkannya lagi." Ujarnya lalu mencumbu istrinya kembali.
Hingga akhirnya terjadilah kembali apa selalu dilakukan pasangan suami istri, bila sudah saling memberi dan menerima satu sama lain. Arti hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya sebab selama sakit dan ditinggal pergi oleh Al dia sering membaca artikel dan hadits tentang cara membuat suami betah di rumah dan membahagiakannya.
🌿Seorang suami boleh menggauli (menyetubuhi) istrinya melalui farji (***********) dari arah mana saja, baik dari arah depan istri, belakangnya, atau posisi apapun. Hal ini berdasarkan firman Allâh Azza wa Jalla : نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ “Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki” [Al-Baqarah/2:223].
Setelah benar-benar puas menyemburkan bisanya dengan berbagai macam posisi bercinta, akhirnya king cobra itu menundukkan kepalanya. Al menggulingkan tubuhnya di samping istrinya sambil memejamkan matanya kembali karena kelelahan sehabis bercinta.
"Hubby aku laper." Bisik Arti dengan nada sangat manja ditelinga suaminya.
"Kita mandi dulu ya sayang." Sahut Al sambil membelai wajah cantik istrinya.
"Aku mandi duluan ya Hubby." Ujar Arti lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Iya sayang." Al menganggukkan kepalanya.
Arti beranjak dari tempat tidurnya lalu melangkahkan kakinya hendak masuk kedalam kamar mandi, namun karena kurang hati-hati dia menginjak selimut tebal yang dipakainya itu. Dia juga merasakan sakit di area sensitifnya yang terasa lecet sekaligus perih akibat ulah suaminya.
Awww... Arghhh...Pekiknya sambil berusaha bangun sendiri.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Al sambil beranjak dari rebahannya lalu menghampiri istrinya.
"Sakit." Jawab Arti dengan lirihnya.
"Bagian mana yang sakit?" Tanyanya lagi dengan mengerutkan keningnya.
"Itu." Tunjuk Arti dengan matanya karena malu mengatakannya secara langsung.
Al mengikuti arah pandangan mata istrinya sampai pada satu titik yang ditunjuknya. Dia mengulum senyumnya karena sangat mengerti apa yang dirasakan kekasih halalnya itu.
"Kamu tunggu disini ya sayang, aku siapin air hangat dulu buat berendam untuk mengurangi rasa sakitnya." Ujarnya sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Arti duduk dilantai sambil menunggu suaminya menyiapkan semuanya, dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar villa tersebut.
Kamar ini kelihatannya mewah banget, kalau cuma untuk beristirahat sebentar kenapa harus menyewa tempat seperti ini? Berapa ya kira-kira uang yang harus dikeluarkan suamiku?" Gumamnya dalam hatinya.
Setelah mengisi bathtub dengan air hangat dan sabun aromaterapi Al kembali menghampiri istrinya lalu menggendongnya menuju kamar mandi. Sesampainya di sana dia menurunkan kekasih halalnya itu didalam bathtub lalu ikut berendam bersamanya.
"Aku pijitin ya sayang." Ujarnya sambil duduk di belakang istrinya.
Arti hanya menganggukkan kepalanya sembari menikmati pijatan suaminya. Padahal seumur hidupnya tuan muda Adriansyah Alrizzi itu belum pernah sekalipun memijit orang lain, namun demi wanita yang sangat dicintainya itu dia rela melakukan apapun termasuk jadi tukang pijatnya.
"Kapan kita pulang ke rumah?" Tanya Arti dengan nada lembut.
"Seminggu lagi gimana?" Bukannya menjawab Al justru balik bertanya.
"Aku takut kalau terlalu lama disini Hubby." Jujur Arti karena masih teringat akan traumanya bila berada di dekat laut.
"Apa sebenarnya yang kamu takutkan sayang?" Al memutar badan istrinya supaya menghadap ke arahnya.
"Aku trauma dengan kejadian yang menimpaku dan kedua orang tuaku di masalalu." Jawab Arti dengan suara bergetar menahan tangisnya.
Ternyata masih ada yang belum ku ketahui tentang masa lalu istriku." Batin Al sembari menatap sendu kearah istrinya yang ada di hadapannya itu.
"Maafin aku ya sayang, aku gak tau tentang semua itu." Ucapnya sambil merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya lalu menciumi puncak kepalanya.
"Bisakah kita pulang malam ini juga." Pinta Arti dengan lirihnya sambil mendongakkan wajahnya menatap wajah tampan suaminya.
"Baiklah sayang." Al menganggukkan kepalanya." Tapi ada syaratnya." Ujarnya seraya tersenyum penuh makna.
"Syaratnya?" Arti melepaskan pelukan suaminya lalu menaikkan satu alisnya menatap wajah tampan suaminya yang hanya berjarak beberapa centi darinya.
"Layani aku sampai benar-benar puas." Bisiknya dengan nada sangat menggoda ditelinga istrinya.
"Apaaaa?!" Arti sangat terkejut mendengarnya." Ini aja masih sakit banget Hubby." Keluhnya sambil meringis menahan sakit diarea sensitifnya.
"Kalau kita sering melakukannya rasa sakit itu gak akan terasa lagi sayang, yang ada hanya rasa nikmatnya. Makanya jangan tegang apabila kita sudah melakukan penyatuan, aku yakin kamu pasti bakalan ketagihan bila menikmatinya dengan rileks dan santai." Ujar Al dengan tangan yang tidak bisa dikondisikan.
Arti hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya hingga akhirnya mereka berdua kembali melakukannya berkali-kali dengan gaya yang berbeda-beda tergantung keinginan Al yang begitu lihai mengajari istrinya. Sebab dia sering menonton film dewasa bersama Rano secara diam-diam di dalam bioskop mini milik sahabatnya itu.
Setelah istrinya benar-benar lemas dan hampir pingsan di buatnya barulah tuan muda Adriansyah Alrizzi itu menghentikan permainannya yang seolah menjadi candu untuknya itu.
"Makasih sayang untuk semuanya." Ucapnya setelah mereka berdua menyelesaikan ritual mandi plus-plus nya.
Arti hanya menganggukkan kepalanya dengan lemah lalu memejamkan matanya setelah memakai pakaiannya, dia berbaring kembali di atas ranjang karena badannya terasa remuk akibat ulah suaminya yang tidak ada puasnya bercinta dengannya. Al mengusap kepala istrinya dengan lembut lalu mengecup keningnya dengan penuh cinta.
"Kamu mau makan apa istirahat dulu sayang?" Tanyanya sambil duduk di samping istrinya.
"Perutku laper banget Hubby tapi badanku rasanya lemes banget." Jawab Arti dengan lirihnya.
"Ya udah aku pesankan lewat room service aja ya." Al meraih handphonenya lalu menghubungi petugas villa.
Karena menu yang ada di sana selalu disajikan dengan masakan yang selalu fresh, satu jam kemudian barulah pesanan Al diantarkan oleh pelayan restoran yang ada di area villa tersebut.
Tok...tok...tok..." Room service!" Seru pelayan yang mengantarkan pesanan Al.
Arti yang terlelap kembali karena kelelahan langsung membuka matanya perlahan, dia merasakan berat diatas perutnya dan pahanya karena suaminya memeluknya bagaikan guling hidupnya.
"Hubby." Panggil Arti dengan suara serak khas bangun tidur.
Hemmm... Jawab Al sambil mengeratkan pelukannya seakan tidak mau melepaskannya.
"Makanannya sudah datang, aku mau bukain pintu dulu." Bisik Arti ditelinga suaminya.
"Kiss dulu sayang." Al memajukan bibirnya tanpa membuka matanya.
Cup...Arti mengecup bibir suaminya sekilas barulah Al melepaskan pelukannya.
Arti segera beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan menuju pintu.
Ceklek...kunci pintu dibuka oleh Arti, sang pelayan mengulas senyumnya.
"Ini makanan pesanan atas nama Tuan Adriansyah Alrizzi." Pelayan itu menyerahkan makanan dan minuman yang dipesan oleh Al.
"Terima kasih." Ucap Arti sambil menerima pesanan tersebut.
"Sama-sama Nyonya, silahkan di nikmati makanannya. Kalau perlu sesuatu silahkan hubungi kami lagi." Ujarnya dengan sangat sopan.
Arti menganggukkan kepalanya, lalu membawa nampan berisi makanan dan minuman itu kedalam kamar. Dia segera meletakkannya di atas meja kecil yang ada di samping tempat tidur lalu membangunkan suaminya.
"Hubby bangun, ayo kita makan sama-sama." Arti menepuk pipi suaminya dengan lembut.
Al membuka matanya perlahan, lalu duduk sambil bersandar di headboard tempat tidurnya.
"Suapin aku sayang." Pintanya dengan nada manja sambil membuka mulutnya lebar-lebar.
Arti mengulum senyumnya, lalu menuruti permintaan suaminya yang bertingkah seperti anak kecil itu. Al menatap lekat wajah cantik istrinya yang begitu telaten menyuapinya hingga dia lupa bahwa kekasih halalnya itu juga belum makan apa-apa sejak tadi.
"Kenapa wajahmu pucat banget sayang?" Al mengerutkan keningnya menatap wanita yang sangat dicintainya itu.
"Aku gak papa kok, kamu makan sampai kenyang dulu ya." Jawab Arti sambil menahan sakit diperut dan kepalanya.
Al menyentuh kening dan leher istrinya untuk memastikan kondisinya.
"Gak panas kok." Ujarnya sembari menatap intens kearah kekasih halalnya itu.
Krucuk... Krucuk...Perut Arti berbunyi tanda minta diisi secepatnya.
Mendengar suara dari perut istrinya Al langsung tersadar, dia segera mengambil alih sendok yang ada di tangan kekasih halalnya itu lalu menyuapinya.
"Kamu yang dari tadi bilang laper banget. Kenapa gak langsung ikut makan sambil suapin aku?" Al menatap tajam kearah istrinya." Kalau kamu sakit gimana? Siapa yang repot? Kamu kira aku bisa tenang liat kamu menderita karena aku? Kenapa kamu selalu mementingkan kepentingan orang lain? Sedangkan dirimu sendiri selalu menderita? Aku gak mau kamu kenapa-napa." Ujarnya dengan menekankan kata-katanya.
Arti menatap sendu kearah suaminya, matanya mulai berkaca-kaca karena sangat terharu mendengar kata-kata yang diucapkan oleh kekasih halalnya itu. Dia segera beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamar mandi kemudian mengunci pintunya, supaya suaminya tidak melihat air matanya yang sudah tidak bisa dibendungnya lagi. Arti menangis tersedu-sedu didepan cermin wastafel sambil menyalakan kran airnya agar suara tangisannya tidak terdengar dari luar.
Al bergegas menyusul istrinya lalu mengetuk pintunya.
Tok...tok...tok..." Sayang kumohon maafin aku ya!" Pintanya dari balik pintu.
Karena tidak ada sahutan dari istrinya Al menyandarkan tubuhnya di daun pintu lalu merosot ke bawah hingga terduduk di lantai.
Setelah selesai melampiaskan emosinya melalui air matanya, Arti lalu membuka pintunya.
Ceklek...Pintu terbuka Al langsung terjatuh telentang di lantai, dia meringis kesakitan karena kepalanya membentur lantai cukup keras.
"Maafin aku ya Hubby." Arti mengulurkan tangannya untuk membantu suaminya bangun.
"Sakit sayang." Keluh Al sambil meraih tangan istrinya.
Lalu menariknya dengan kuat hingga Arti terjatuh tepat di atas tubuhnya. Al mengulas senyumnya lalu merangkul pinggang istrinya dengan posesif, dia memandangi wajah cantik kekasih halalnya itu dengan penuh cinta begitu juga sebaliknya dengan Arti.
Tiba-tiba terdengar bunyi handphone Arti dengan nada sambung ringtone lagu dangdut yang berjudul.
🌿Memandangmu🌿 By Ikke Nurjanah feat Aldi Bragi
Memandangmu walau selalu
Tak akan pernah beri jemu di hatiku
Menyapamu walau selalu
Masih terasa merdu bagai diawal jumpa
Mencari apa yang aku cari
Merangkai rindunya hatiku
Bulan bawa bintang menari
Iringi langkahku
Malam hadir bawa diriku Berjumpa denganmu
Dua hati satu tujuan
Melangkah bersama
Cinta hadir bawa diriku Menyentuh indahnya
Memelukmu walau selalu
Tak akan pernah sanggup aku melepasnya
Membelaimu walau selalu
Masih terasa harum lembut di hatiku
Mencari apa yang aku cari
Merangkai rindunya hatiku
Bulan bawa bintang menari
Iringi langkahku
Cinta hadir bawa diriku
Berjumpa denganmu
Dua hati satu tujuan
Melangkah bersama
Cinta hadir bawa diriku Menyentuh indahnya
...*****...
Bersambung...
Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian melalui tanda cintanya, mawar merahnya, like yang tiada henti, komen yang sesuai alur ceritanya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
See you next time!
jangan2 mau dikecup2 basah..wkwkwk🤣
maaf ya baru mampir..🙏
Semoga Tuan Al cepat sadar dan mencari Arti lagi... 😭 Itu namanya bukan Bucin Eonni, tapi perasaan seorang istri yg terdalam. 😤
Oalah pantesan Eun Hye pengin balas dendam. Tapi kan Al gak sengaja... 😨
Jangan percaya Al, itu bukan Arti... 😭 Ya ampun Al... 😭 Jangan sampai amnesia si Tuan Al itu... 😭
Mungkin aja Arti itu adalah adik mu, hei wanita. 😤 Ganti rencana sih, tapi malah lebih parah, semoga Tuan Al gak percaya y...
Duh mudah2n kalian berdua cepat d pertemukan... 😢