Mereka yang lemah tidak akan pernah bisa hidup dengan mudah, sedangkan mereka yang kuat akan semakin kuat.
Beberapa tahun silam, seluruh Dunia tampak tidak terkendali, terlihat kekacauan dimana-mana karena disebabkan oleh para Siluman, Datanglah seorang Pria dengan membawa sebuah Pedang bersama dengan rekannya ia membantu untuk menyelamatkan Istana Singtan yang saat itu tengah diambang kehancuran. Kedua Pria itu siapa sangka mampu mengalahkan para Iblis. Namun karena ulah dari Raja Iblis tubuh salah satu Pria harus terluka parah, setelah kejadian itu mereka menghilang tanpa jejak~
Tahun berlalu, kehidupan mulai kembali seperti sedia kala. Namun, semua terlihat tidak baik-baik saja bagi Putri Geisya, kedua orangtuanya diculik oleh Raja kejam, karena hal itu Putri Geisya harus berusaha untuk menyelamatkan mereka, ia pernah mendengar perihal Pedang yang sempat dibawa oleh salah seorang Pria, dan itulah tujuan dari Putri Geisya, ia harus merebut Pedang itu dan menyelamatkan kedua orang tuanya.
Semua dimulai dari pertemuan mereka~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Ovita Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 19
Di Gua Yatapa.
Pagi hari Geisya yang tertidur di sebuah bebatuan yang cukup besar segera membuka kedua mata nya.
Dia memperhatikan di sekitar Gua. Terdengar suara Orang yang tengah bertarung dari luar Gua.
Geisya yang penasaran segera bangun dan berjalan untuk melihat apa yang tengah terjadi di luar sana.
Geisya melihat Haili dan Changyi sedang berlatih, kemudian dia menatap langit yang masih gelap itu.
"Hak."
Suara haili dan Changyi yang tengah berlatih. Geisya memperhatikan ke dua pria itu.
"Hmm, jurus bela diri nya sangat luar biasa, siapakah dia sebenarnya?." Dalam benak Geisya.
Changyi yang sedang berlatih memandang Geisya yang sudah bangun dari tidur nya.
"Hai, apakah semalam tidur mu nyenyak?."
Geisya berjalan menghampiri ke dua pria itu. Haili menghentikan latihan nya dan memandang Geisya yang berjalan mendekat ke arah mereka.
"Hmm, iya terimakasih sudah mengizinkan ku untuk bermalam di sini."
Ucap Gadis itu sambil memandang pedang yang di genggaman oleh Haili.
"Syukurlah, oh ya jika kau mencari dimana singa mu berada dia masih tertidur di atas Gua. Aku sangat heran mengapa dia memilih tempat yang mengerikan untuk beristirahat, jika singa mu itu terjatuh dia pasti akan terluka." Ucap Haili yang memandang Geisya.
Gadis itu menatap atas Gua terlihat Singa nya tengah tidur sangat nyenyak di sana.
"Dia peliharaan ku yang sangat cerdas. jadi tidak mungkin dia akan terjatuh, oh iya Changyi hari ini bukan kah kau akan melatih ku ?."
Ucap Geisya memandang Changyi. Pria itu yang tengah mengambil pedang yang di genggam oleh Haili segera menjawab tanya Geisya.
"Oh, iya jadi kau ingin melakukan nya sekarang juga?."
"Ah, bisakah kau memberikan ku sedikit waktu untuk diriku membersihkan diri?."
Changyi memperhatikan Geisya yang tubuh nya memang terlihat kotor.
"Baik lah, di ujung sana ada Sungai kau tinggal mengikuti jalan setapak ini saja maka kau akan segera sampai."
Ucap changyi sambil menunjukkan jalan kepada Geisya. Gadis itu memperhatikan Changyi.
"Baiklah, terimakasih."
Geisya segera berjalan menuju arah yang sudah di katakan oleh Changyi.
"Ingat, terus berhati-hati."
Geisya yang belum cukup jauh berjalan menghentikan langkahnya dan memandang Changyi yang berada di samping Gadis itu.
"Baik."
Changyi memperhatikan Geisya yang berjalan menjauh dari hadapan nya. Kemudian Haili yang berada di samping kawan nya itu, segera mengejutkan nya dengan menepuk pundak Changyi.
"Kita lanjutkan lagi."
Ucap Changyi memandang Haili. Haili segera mengambil kembali pedang nya yang berada di tangan Changyi.
"Sebenarnya ada hubungan apa kau dengan Gadis itu? apakah dia itu memang lah benar kekasih mu, heh aku sungguh tidak menyangka kau memiliki Seorang Kekasih."
Ucap Haili yang sedang memutarkan pedang milik nya.
Changyi memperhatikan Haili yang telah salah faham dengan diri nya dan geisya.
"Apa maksud mu itu ? Dia bukan kekasih ku."
Haili menatap Changyi yang di rasa nya telah membohongi dirinya.
"Hmm, sudah lah tidak perlu malu untuk berkata jujur terhadap ku."
"Jika dia kekasih ku mana mungkin dia tidak mengenali ku, apa kau itu bodoh?."
Haili kemudian tersadar dan mulai memikirkan ucapan dari kawan nya itu.
Haili segera menghentikan latihan nya dan memperhatikan Changyi.
"Lalu mengapa kau bisa mengetahui keberadaan Puteri Geisya itu dimana? dan bukan kah kau sudah tau tujuan nya mengembara adalah untuk mencari Pedang Jiwa milik mu?." Ucap Haili dengan heran.
yuhuuuu ini lah yg aku cariiii...mc cewek yg tangguh😍😍😍
entah lah...lnjut aja dulu baca nya🤗🤗
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)