NovelToon NovelToon
I Choose To Love You

I Choose To Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Cut Ria

Katanya jodoh itu adalah cerminan diri.
Tapi ... mengapa pria ini begitu egois dan ketus?

Dinda Gandis (25) desainer baju pengantin, mendapat kesempatan kedua setelah menerima donor jantung milik seorang wanita muda yang kini mengubah hidupnya.

Satu pertemuan tak terduga mengubah takdir keduanya dengan tak terduga.

Johan B. Bastian (33), pengacara sukses yang penuh misterius, terus terusik dengan sifat Dinda yang membawanya pada sosok wanita yang ia cintai dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut Ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Keesokan paginya, dirumah sakit Pertamedika terlihat Dodi duduk disofa kamar tempat Johan dirawat. Kejadian kemarin sore benar-benar mengegerkan pihak hotel dan kepolisian. Namun dengan cepat Dodi bisa mengatasi pihak awak media kriminal yang telah siaga untuk menulis artika hot new itu dilaman berita pagi ini.

Sehingga sampai saat ini tidak ada pemberitaan kasus pengacara Johan B. Bastian masuk dalam protal dilaman media mana pun.

Tik...ketuk tust laptop Dodi mengakhiri balasan emailnya yang terlihat masih banyak. Ia mencoba merenggankan tubuhnya sesaat seraya melihat keatas tempat tidur pasien.

Perlahan-lahan Johan tersadar. Dan ia berusaha untuk bisa mengenal sekeliling dengan cepat. Dodi yang sadar bosnya telah terjaga, menghampiri tempat tidur Johan dan melihat kondisi bosnya tersebut.

" Anda sudah sadar pak?? sebentar saya panggil perawat!!," ujarnya seraya menekan bel disisi atas tempat tidur Johan.

Dan tak berselang lama, beberapa perawat wanita datang kedalam kamar Johan dengan terburu-buru. Dodi yang menyadari lalu berusaha memberi ruang untuk para perawat memeriksa kondisi atasannya yang terlihat lemah.

Beberapa saat setelah dirasa kondisi Johan baik-baik saja, kedua perawat itu keluar dari kamar Johan. Dodi mendekat.

"???"

" Anda mendapatkan 8 jahitan diperut kanan"

"..."

" Video telah saya simpan, hanya pada saat kejadian ada beberapa barang yang dirusak"

" Segera kirim laporan, beri butki terakurat hingga wanita itu membusuk dipenjara" ujarnya dingin.

Perlahan Johan bangun dari tidurnya, yang disambut Dodi dengan sigap, dan membantu tubuh Johan untuk bisa sedikit terduduk. Dan sempat beberapa desiran Johan keluar menahan sakit pada bekas jahitan diperut kanannya. Setelah dirasa pas Johan meminta air mineral pad Dodi.

" Bawa kesini laptop!!" perintahnya pada Dodi.

Dodi dengan patuh mengambil laptop miliknya dan menyerahkannya pada Johan.

Dan Johan terkaget dengan foto pada destop laptop Dodi yang memperlihat kan foto pernikahannya. Seketika ia tersenyum simpul.

" Maaf, seharusnya kau masih punya sisa cuti 5 hari lagi" ucap Johan menyesal pada anak buahnya yang paling setia.

" Saya kembali karena memang sudah seharusnya saya kembali pak!!" ujarnya

Mendengar hal itu membuat hati tak enak, namun ini telah terlanjur. Jadi ia membuang perihal pribadinya, dan ia berjanji akan memberi rewead untuk Dodi karena telah setia.

"pak!!"

" Hhmm" ujarnya yan tengah melihat dengan seriua berkas-berkas yang telah Dodi selesaikan sementara.

" Mengapa anda melibatkan nona Dinda??"

Seketika jemari Johan terhenti, ia hampir lupa bahwa pada saat kejadian Dinda berada disana bersamanya dan Dinda laah yang menyelamatkan dirinya.

"..." Johan tak bisa menjawab.

"dia??"

" Nona Dinda terlihat histeris melihat anda jatuh bersimbah darah, ia bahkan terus menunggu anda ketika diruang operasi sampai ia tak beranjak pulang dan memilih tidur disisi ranjang anda tanpa berkutik, hingga tadi pagi saya memaksanya untuk pulang berganti baju" jelasnya.

Johan terdiam, wajah simpatinya terlihat disana. Salahnya yang ceroboh membawa Dinda kedalam misinya. Ia bahkan tak percaya bahwa misinya bisa sejauh ini melenceng dari dugaan awal bahwa ia akan diracun namun ia malah dapat tusukan dari Wanita kejam yang telah membuat luka mendalam diingatannya.

Johan tak menjawab, ia kembali meneruskan melihat laporan Dodi.

" Apa anda lapar??" tanya Dodi menebak.

" Makanan anda telah tersedia sedari tadi"

Johan menghela nafas panjangnya.

" Tanyakan pada dokter, kapan aku bisa keluar dari rumah sakit?? segera??"

Dodi paham, tapi ia tak menjawab.

🍃🍃🍃

Tepat pukul 1 siang, Johan tengah berusaha untuk bisa berdiri. Ia benar-benar berusaha untuk bisa mendapatkan ijin dari dokter untuk bisa keluar dari rumah sakit.

Dodi yang telah pergi pamit sebentar untuk pulang kerumah, karena ia telah meninggalkan istrinya sedari kemarin sore untuk mengurus Johan yang terluka.

Namun tak lama, pintu kamar Johan terbuka. Sehingga sosok Dinda yang masuk dengan terpaku melihat sosok Johan yang tengah berusaha berdiri dari tempat tidur pasien. Seketika tas bekal ditangannya jatuh begitu saja, ia berjalan menghampiri Johan untuk lebih dekat dan wajahnya kaget tak percaya.

" Anda?? Anda bangun??" ujarnya seraya meraba wajah dan tangan Johan dengan tak percaya. Dan seketika air matanya jatuh begitu saja, ia benar-benar terharu.

" Bodoh?? bagaimana anda bisa membuang nyawa anda yang berharga ini untuk pekerjaan bodoh itu!!, " serunya dengan menangis lega. Dan Dinda memukul dada Johan beberapa kali karena kesal atas kebodohan Johan.

" Lain waktu aku tak akan ikut dalam tugas bodoh itu lagi!!" tukasnya kesal dan tangisnya pun kian pecah dihadapan Johan tanpa ia pedulikan siapa pria yang ia tangisi.

Johan terpaku menerima simpati Dinda yang benar-benar menangis untuknya. Dengan nalurinya ia meraih tangan Dinda yang memukul dadanya, lalu menjatuhkan wanita ini kedalam pelukannya.

" Maaf!!" ucapnya penuh sesal.

Kata-kata "maaf" itu seolah membuat hati Dinda sedih. Dan tangis Dinda kian menjadi. Johan tak bisa berbuat apa-apa, ia hanya terdiam seraya berusaha menepuk-nepuk pelan punggung Dinda yang benar-benar terguncang.

🍃🍃🍃

Setelah puas menangis, kini terlihat Dinda duduk disofa dengan sedikit malu. Ia mengupat untuk dirinya sendiri ketika bisa dengan bodohnya menangisi pria yang berada didepannya.

" Jadi siapa yang memerintahkan mu untuk datang ke kamar itu lebih cepat 20 menit??"

Dinda hanya menggeleng ragu.

" Habis, aku tak bisa tenang kalo harus nunggu 20 menit lagi" kilahnya beralasan.

Johan menghela nafas panjangnya.

" Aku yakin pasti kau sempat berpas-pasan dengan mereka" ujarnya dingin.

" Apa kau tau, 1 menit saja kau ceroboh maka nyawamu pun akan dalam bahaya!!," ujarnya tajam.

Yang sontak membuat Dinda mengidik ngeri. Ia benar-benar tak sanggup membayangkan hal buruk itu.

" Ah, sudah-sudah!!" ujarnya membuang pikirannya buruk jauh-jauh.

" Tapi anda harusnya berterima kasih , dengan keputusanku untuk cepat bergerak, aku jadi bisa menyelamatkan anda lebih cepat," ujarnya membela diri.

Johan tak membalas ucapnya Dinda. Ia tak akan mengatakan ini salah, karena permainan waktu benar-benar tak bisa diprediksi, bahkan kemungkinan kecil dengan kecerobohan Dinda yang datang lebih cepat 20 menit benar-benar telah menyelamatkan nyawanya.

" Apa anda sudah makan?? aku ada bawakan bubur sup, ini baik untuk anda," ujarnya yang meraih tas bekal yang tadi sempat ia abaikan karena pria sombong ini.

" Tidak, aku sudah makan tadi"

" Kapan??," balas Dinda berani.

" Pagi sekitar jam 10!!" sahut Johan meremehkan.

" Apa?? jam 10?? dan sekarang sudah jam 7 malam?? anda belum makan??," ujarnya tak percaya pada Johan.

" Aku tidak lapar!!"

" Tapi tubuh anda lapar!!," sahut Dinda dengan membawa kotak bekal pada meja samping tempat tidur Johan.

" Pantas dokter bilang anda gizi buruk, anda menyiksa diri anda sendiri rupanya!!"

" Apa? siapa yang gizi buruk?? aku??" ucapnya tak percaya.

" Ya, dokter bilang gitu kok, mas Dodi juga denger sendiri"

Johan sepeti disambar petir mendengar bahwa ia gizi buruk.

" Apa dokter itu bodoh?? bagaimana bisa aku gizi buruk??," ujarnya mengelengkan kepalanya.

" Hey Tuan Johan!! wajar kalo anda gizi buruk, aku juga merasakan hal itu, tubuh anda terlalu kurus untuk ukuran cowok idel," ujar Dinda menatap tubuh Johan dari atas kebawah.

Johan reflek mengidik dan meraba tubuhnya sendiri.

" Kau??"

" Kau apa?? berat kita malah nyaris sama, aku 50kg anda 55kg!!, " timpal Dinda membalas telak Johan dengan sengaja menjahili..

" aku makan makanan terbaik selama ini"

"HAH?? maaf ya Tuan Pengacara!! baik aja gak cukup, itu tuh kudu lengkap dan tepat waktu makannya," potong Dinda mematahkan omongan Johan yang tak mau kalah.

" Roti aja gak cukup, perut anda perut Indonesia yang kudu mempan kalo sudah makan nasi, itu baru makan namanya!!," ucapnya seraya mengarahkan sendok yang telah berisi sup nasi kehadapan mulut Johan yang kesal karena kalah debat.

Dan dengan tidak ikhlas Johan membuka mulutnya untuk menerima suapan sup nasi dari Dinda.

Maka senyum kemenangan Dinda pun terkembang jelas.

1
inchieungill
perlahan bukan berlahan.
inchieungill
hati tenang
ione
Luar biasa
Putri Purwanti
Biasa
Dara
Wah....Author ngendorse juga rupanya ya👍😂😂😂😂
arfan
up
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ¢ᖱ'D⃤ ̐NuR❗☕𝐙⃝🦜
Karya yang sangat luar biasa keren,cerita yang sangat bagus dan selalu terkenang......
Lis Ha
suka banget sama ceritanya,,, semangat terus thor
Rini Haryati
,bagus
sukses
semangat
mksh
Febrysofia Dejesus
aku udah bca kelnjutanya...pengacara topan...bagus banget ceritanya
Mariana Frutty
Mariana Frutty
🥺
Mariana Frutty
✖️
Susanti Deliana
happy ending ya thor
Ris Andika Pujiono
ini mah de best di NT
Ris Andika Pujiono
aku terharu. Kakak author pintar
Halimah Tusahdiah
baik
Ris Andika Pujiono
keren nih keknya ceritanya 🥰🥰🥰🥰
Daudia Ramadani
👍👍👍
dream
Ter Love....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!