Lucia seorang Gadis yang sangat mencintai Abraham bahkan ia meminta kedua orangtuanya untuk menetap di indonesia selama beberapa tahun, hingga akhirnya mereka bertunangan, di saat Lucia merasa Abraham akan jadi miliknya, ada satu kenyataan pahit yang Lucia terima saat itu, Abraham tidak menganggapnya sebagai seorang wanita melainkan Lucia di mata Abraham sudah seperti adik kandung.
Hal itu membuat Lucia kesal sekaligus marah, terlebih lagi Abraham mencintai orang lain.
Ia pada akhirnya menyerah pada takdirnya yang tidak bisa bersama Abraham, Lucia tidak ingin memaksa Abraham untuk bersama dengannya karena setiap manusia berhak untuk bahagia dengan pilihannya sendiri.
" Kak Abraham jangan pernah berpikir untuk mendapatkan cinta dariku lagi perasaanku kepadamu sudah hilang di telan waktu,"
"Kau selamanya Milikku Luc, jangan berpikiran untuk menikah dengan orang lain selain denganku, maaf telah melukai perasaanmu selama ini," ucap Abraham sambil menggendong tubuh lucia menuju kamar hotel.
Selamat membaca.
Salam dari Author alay & gila. 😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ChanHun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"Tidak sanggup Berbohong"
Kiara kini sedang berada di bioskop bersama dengan Kakaknya Lucas mereka duduk di lokasi strategis begian belakang sehingga mempermudah untuk menikmati liburan di depannya.
" Kiara kau tunggu di sini sebentar kakak ingin keluar ada yang harus kulakukan"
Ucap Lucas berdiri dan meletakkan camilan di tangannya.
" Mau kemana..? "
Tanya Kiara tidak ingin di tinggalkan sendirian, ia memegang tangan Lucas erat.
" Sayang cuma sebentar kok.. Lima menit ok"
Lucas mencoba memberikan pengertian untuk adiknya karena ada hal penting yang harus di selesaikan segera.
"Ok... 5 menit dari sekarang, jika kakak terlambat aku akan marah"
Lucas segera melangkah dan menelepon seseorang karena tadi ia melihat seorang wanita yang akan membuat Kiara syok jika bertemu dengan wanita itu.
"Aku harus mencegah kiara agar tidak bertemu dengan wanita itu jika tidak semua kebenaran yang kami sembunyikan akan terbongkar"
Gumannya memegang erat ponselnya karena merasa marah atas kejadian belakangan ini.
Lucas kembali ke tempat duduknya sesuai waktu yang di berikan kepadanya ia melanjutkan untuk menonton Film , sesekali ia melihat jam tangan karena merasa sangat gelisah.
Kiara melihat tingkah laku dari Lucas merasa sangat heran namun ia tidak ingin bertanya apa yang terjadi kenapa kakaknya ini.
Setelah menyelesaikan seluruh Film yang di tontonnya Kiara mengajak Lucas untuk ke restoran karena merasa sangat lapar.
Kiara sudah memesan beberapa makanan yang akan di santapnya.
"Kakak Lucas kamu mau mencoba ini.. "
Ucap kiara menyendok sebuah sup ikan kesukaannya. Lucas memakannya lalu mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela.
"Ada apa kak.. Kenapa kau sangat gelisah tidak seperti biasanya"
Ujar kiara mengikuti pandangan Lucas.
"kiara sayang.. Apa kau akan bisa menerima sebuah kenyataan pahit yang akan kami katakan suatu hari nanti"
Ujarnya dengan wajah yang sulit di tebak kini Lucas bahkan tidak sanggup berbohong lebih lama kepada adiknya yang polos.
Kiara menyegirkan kening.
"Kenyataan apa..? Aku tidak mengerti ucapanmu kakak, jangan megacau deh makan sajalah.. "
"Suatu saat kau akan mengetahuinya, dan di saat hari itu kuharap kau bisa tetap tegar sayang kakak, mama, dan papa selalu berada di sisimu"
Kata Lucas menatap wajah Kiara serius, ia tau jika hari dimana Kiara mengetahui kebohongan sahabatnya selama ini pasti adiknya itu akan syok berat.
" Jangan gacau kakak.."
Ujar kiara kesal karena menganggap ucapan dari lucas tidak serius.
***
Di tempat lain Lucia sedang menikmati hidup barunya bahkan ia sudah liburan bersama Saudara kembar dan sepupunya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya di London.
"Luc apa yang terjadi kenapa kau tiba-tiba kembali kemari, bukannya beberapa bulan lagi pernikahanmu dan Abraham akan di gelar"
Tanya sepupu Lucia yang bernama Tom usianya tidak jauh berbeda dari Lucia.
"Jangan bahas itu lagi.. Pertunanganku sudah di batalkan"
Ucapnya sudah malas membahas masalah yang akan membuatnya semakin sakit hati.
"Kau Gila Luc.. "
Kaget Leon kakak lucia atau saudara kembarnya. Leon juga tidak menduga bahwa adik kembarnya akan berkata seperti itu.
"Sudahlah.. Oh ia besok aku ingin ke kampusmu aku ingin kuliah di sana juga bantu aku yahhh kak" sela lucia cepat .
Mereka berdua hanya menghela napas mendengar ucapan dari lucia yang tidak menjawab pertanyaannya. Tom menganggukan kepalanya sedangkan Leon menunjukkan wajah datar.
Sifat Loen dan Lucia sebenarnya mirip karena ajaran dari mamanya Sisca namun di keadaan yang serius Leon akan bertindak sok Cool, ia tidak suka membuka pembicaraan terlebih dahulu.
Namun Jika mereka sudah bersama dengan keluarganya Leon dan Lucia akan menjadi seorang yang akan cepat mencairkan suasana kaku.
.
.
.
.
.
Tbc..!!!.