Cerita tentang seseorang yang berasal dari Indonesia berpindah ke sebuah dunia fantasy, dimana terlihat gunung berbentuk pedang dan pulau melayang itu biasa. Untuk bertahan hidup dia yang tak memahami kemampuan peningkatan di fiksi memililih menggunakan Teknik dari Indonesia yang menggunakan Tenaga Dalam yang dia ubah beberapa caranya. Isi dari novel ini hanya perjalanannya mencari cara untuk membuat kemampuan tenaga dalam milik Indonesia bisa menyaingi peningkatan kemampuan di dunia tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TrueRuler, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14: Penyihir
Bayi tersebut menangis, Binatang yang tertarik dengan suara mulai menyerbu ke arah bayi. Tanpa aba aba sebuah meteor menghantam segerombolan Binatang itu. Dari belakang meteor tersebut terlihat celah ruang yang dibuka, seorang manusia yang terlihat bersinar muncul.
“Berani sekali kalian mengacau di dunia ini”
“Bayi itu adalah batu loncatanku”
“Dunia ini belum boleh hancur sebelum kukuasai”
Terlihat manusia itu mengangkat tangan petir dari langit turun menghantam rombongan binatang dan membunuh langsung induknya.
“Anggap saja itu adalah bunga yang kuambil dari kalian”
Mahluk humanoid lalu mengambil bayi tersebut dan masuk ke retakan ruang yang terbuka lalu tertutup setelah mahluk tersebut masuk. Didalam ruang tersebut terlihat mahluk itu memperlihatkan wajahnya yang benar benar mirip dengan manusia.
“Nak”
“Mulai sekarang kau akan menjadi pembawa pesanku”
Waktu terlihat di skip ke 5 tahun dimana anak tersebut sudah bisa berjalan di ruang putih, anak itu terlihat membaca buku. Lalu orang yang sama keluar dari retakan ruang.
“Rupas”
“Apakah kau sudah menyelesaikan tugas yang kuberikan?”
“Ah” Rupas terlihat senang melihat ada orang tersebut datang.
“Ibu dewa Luna”
“Aku sudah menyelesaikannya”
“Aku juga sudah mencoba meneliti teknik yang anda serahkan”
“Teknik ini sangat bagus dan bisa meningkatkan kemampuan untuk menyerap energi dunia”
“Aku menyebutnya circle”
“Kau benar benar orang yang tepat nak”
“Aku akan memberikanmu energi alam untuk Latihan selanjutnya”
Terlihat Luna mengangkat tangan dan seperti meraih ruang kosong lalu melepaskannya. Sebuah energi terlihat mengelilingi anak tersebut.
“Gunakan energi itu untuk memantapkan teknik yang dikembangkan”
“Aku akan mendatangimu 5 tahun lagi”
Orang tersebut menghilang masuk ke celah ruang kembali, tapi kali ini dia terlihat berjalan Anggun ke sebuah istana di Tengah the void menemui mahluk lain yang sama sama mirip manusia. Terlihat di singgasana tertinggi seorang kakek tua berbadan kekar membuka matanya dengan efek petir. Luna menunduk.
“Tuan Zeus”
“Anak tersebut mulai bisa mengolah energi dunia”
“Luna”
“Tetaplah berhati hati”
“Keinginan dunia itu terlalu kuat kita hanya bisa mengikis energi sedikit demi sedikit, karena itu kita perlu anak itu menyebarkan teknik yang telah kita bawa”
“Sebelum si avatar dari pemimpi itu datang, kita harus bisa masuk ke dunia itu”
“Baik tuan”
“Oh dan juga para Ksatria sialan itu” Zeus terlihat marah sambil menggenggam singgasananya.
“Kita juga harus mencari cara untuk menghilangkan mereka!”
“Tapi bagaimana tuan?”
“Mereka bahkan bisa memotong hukum”
“Sedangkan di bagian lain dari dunia itu hukum adalah kata kata mereka”
“Kita akan pikirkan setelah anak itu berhasil menciptakan kemampuan itu”
Seorang dewa selanjutnya berbicara.
“Hmmm”
“Ah tuan Odin”
“Kau berhati hatilah, dunia itu juga memiliki jejak para dewa dewa timur itu”
“Mereka itu cukup pintar untuk mempengaruhi dasar yang telah kita letakkan”
“Baik tuan”
Sebuah debu Bintang selanjutnya menutupi penglihatan beralih lagi ke Rupas. 5 Tahun setelahnya.
“Aku berhasil”
“Ini circle”
*Crack muncul kembali retakan
“Ah siapa kau?!”
“Jangan takut” seorang pria muda berpostur kekar sambil membawa palu muncul.
“Aku Thor”
“Sekarang aku akan mengajarimu dasar manipulasi energi alam untuk mencapai kami”
“Tapi bisakah kau menjelaskan terlebih dahulu sistem kemampuan yang telah kau ciptakan?”
“Oh baik tuan Thor”
“Kemampuan circle adalah kemampuan untuk menciptakan sebuah jalur didalam bagian inti tubuh contohnya jantung”
“Circle akan membuat jantung bisa mengalirkan energi alam untuk menjadi bagian dari penyebutan atau penulisan yang sesuai”
“Dan energi alam itu disebut Mana”
Thor lalu menggaruk kepalanya.
“Sepertinya aku tak terlalu paham”
“Aku akan memanggil seseorang yang paham”
Thor lalu masuk kedalam celah ruang yang dia buka sebelumnya, hanya saja celah ruang kali ini tak ditutup. Anak tersebut terlihat menunggu dengan patuh, tak lama seorang Wanita yang terlihat sangat tegas muncul.
“Aku Hera”
“Sekarang saatnya dirimu mempelajari cara menggunakan sihir”
Hera terlihat menarik sebuah buku keluar dari ubun ubunnya.
“Ambil ini”
“Buku ini berisi bahasa sihir yang telah kuterjemahkan sesuai dengan dunia kalian”
“Terima kasih tuan Hera”
Hera lalu pergi masuk ke celah ruang setelah memberikan buku tersebut. Thor muncul dengan wajah tersenyum.
“Baiklah aku akan melatih fisikmu”
“Dan juga menjadi teman untuk melatih kemampuanmu”
Didalam beberapa tahun terlihat Thor mencipatakan gunung dari artefak, untuk melatih anak tersebut. Lalu memasukkannya kedalam sebuah labirin tanpa batas, dan menjelaskan kepadanya tentang manusia di saat istirahat.
“Manusia adalah mahluk yang rapuh”
“Hanya saja dunia terus ingin menghancurkan mereka”
“Itulah yang terjadi pada desamu dulu”
“Kami yang tak tahan berniat menolong hanya saja kami perlu kau untuk membuka celah dimensi agar kami bisa bermanifestasi di dunia tersebut”
Thor terus menceritakan tentang mereka yang berniat masuk ke dunia tersebut untuk menyelamatkan. Anak tersebut terlihat sangat percaya, dia bahkan berjanji untuk membuat para dewa tersebut itu bisa masuk. Sudah 15 tahun anak tersebut berlatih dan Thor memutuskan untuk mengirim anak tersebut menjalankan tugasnya segera.
“Nak”
“Kurasa kau sudah siap untuk menjadi pembawa pesan kami ke dunia itu”
“Tuliskan”
“Dan sebarkan”
“Jangan biarkan dunia itu melukai kalian sampai kami benar benar turun”
“Baik tuan Thor”
“Aku pasti gak akan mengecewakan kalian”
Anak tersebut terlihat membaca sebuah mantra dan celah ruang terbuka, dia tersenyum dan melangkah masuk. Saat dia sampai sebuah perang besar terjadi dimana monster monster menyerang Kerajaan.
“Hah”
“Ini saatnya aku unjuk gigi”
Anak tersebut melompat, lalu mengukir di batu yang dia ambil di tanah tulisan tulisan rune. Lalu melempar ke tiap sudut luar dari benteng.
“Aktifkan”
Perisai itu terlihat aktif anak tersebut yang sekarang berada di circle 8 tersenyum puas akan performanya.
“Tenanglah manusia”
“Aku penyelamat kalian telah datang”
“Selanjutnya aku tak akan membiarkan kalian dihancurkan oleh dunia ini”
Orang orang bersorak bahkan sampai ada yang menyebutnya sebagai dewa.
“Ya tapi aku bukanlah dewa”
“Yang mengajariku kekuatan inilah dewa”
“Akan kupastikan kalian menyembah pelindung asli dunia ini”
Para Ksatria terlihat agak pesimis.
“Anak itu” seorang ksatria tua berbicara.
“Kemampuannya bukankah mirip dengan para penyerbu?”
“Ya aku juga merasa” seorang ksatria yang lebih muda menjawab.
Mereka terlihat mendekati anak itu.
“Nak siapa kau?”
“Oh aku adalah nabi bagi kalian Rupas”
“Apa maksudmu” Berbicara dengan niat membunuh.
Rupas yang merasakan itu, langsung kabur. Dirinya lalu mengangkat sebuah gunung yang menjadi gunung melayang sekarang.
“Orang orang tua itu”
“Sepertinya tak memiliki niat baik padaku”
Penglihatan ditutup sampai disitu saja, Cakra sadar kembali jikalau dirinya telah selesai menulis dan melihat lagi tulisannya terpotong.
“Jadi hanya sampai sini aku bisa melihat”
Cakra meletakkan penanya merasa sangat lelah. Marisa melihat itu langsung menopang tubuh Cakra.
“Ada apa?”
“Tidak apa apa aku hanya sedikit lelah”
“Ambillah buku ini kau akan tau kebenarannya”
Marisa pun menerima buku tersebut setelah membantu Cakra berbaring, dan mulai membaca.
Hiss memang lagi mode survival tapi jangan kebanyakan atuh...