leyria yg rela harus menerima sebuah perjodohan yg diatur oleh kedua orang tuanya. leyria selalu sabar menerima perlakuan suaminya yg tak lain Arkan, pria yg tidak pernah mencintainya. pernikahan yg diatur untuk mempererat hubungan persahabatan diantara dua keluarga dan mengabulkan permintaan ibu Arkan yg ingin segera memiliki cucu. Arkan yg dingin sedingin es balok, Akankah mencair oleh kelembutan hati istri cantiknya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salikha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
💞Jangan lupa kasih like dan vote yang banyak biar author rajin update 😚
"oh iya.. dari semalaman kau kemana saja? sampai tadi pagi kau kesiangan seperti itu? " tanya Doni.
"aku pergi minum-minum bersama Aldo.. " ucap arkan sambil memakan makanannya.
Namun pertanyaan Doni itu membuat arkan ingat kalau dia ingin menanyakan hal semalam saat dia pulang, apa benar dengan seorang wanita atau malah mungkin Aldo yang mengantarnya pulang.
"Ohh.. pantas saja" ucap Doni kemudian melihat Arkan menghentikan makannya lalu mencari ponselnya yang ia taruh diatas meja.
"buang itu.. " ucap Arkan menyuruh doni membuang makanannya.
"bukankah kau baru saja makan beberapa suap? " tanya Doni
"aku sudah tidak bernafsu lagi" ucap Arkan
"tapi ini masih banyak sekali.. haruskah aku membuangnya?" tanya Doni ragu
"Kalau kau mau, makan saja" ucap Arkan
Doni juga tidak sudi memakan sisa makanan Arkan itu lalu hanya menuruti atasannya untuk membuangnya ke tempat sampah.
"kau keluar saja dulu.. aku ingin menelpon seseorang" ucap Arkan
"jadi kau mengusirku?" ucap doni yang seakan menampakan rasa sedihnya.
Arkan malas meladeni tingkah Doni, dengan tatapan mata dinginnya membuat Doni langsung paham dan berlalu meninggalkan ruangan Arkan.
Kemudian Arkan melihat ponselnya yg ternyata ada panggilan tak terjawab dan beberapa pesan dari seseorang.
Pada notif itu tertera nomer telpon yang tidak dikenal. hingga membuatnya penasaran kemudian membuka pesan itu.
pesan dari +62856...
'Assalamualaikum..'
'mas.. aku ijin untuk pergi keluar
sebentar menemui temanku'
'bolehkan aku pamit keluar mas?'
Setelah menyadari bahwa pesan itu dari istrinya Arkan hanya mengabaikannya. kemudian dia segera menelpon Aldo.
"Hallo.. " ucap Arkan
"iya hallo" ucap aldo lalu mengindari leyria dan vina yang saat ini sedang mengobrol.
"kau dimana? apa bisa kita ketemu? aku ingin menanyakan sesuatu" tanya Arkan
"aku sedang ada urusan diluar.. katakan saja sekarang" ucap aldo
"semalam kau yang mengantarku pulang?" tanya Arkan
"semalam aku pergi ke toilet.. tapi saat aku kembali lagi kau sudah tidak ada.. kupikir kau masih sadar dan bisa pulang sendiri, aku juga melihat mobilmu sudah tidak ada diparkiran" ucap aldo
Jawaban Aldo membuat arkan bingung, lalu siapa yang mengantarkan pulang kalo bukan Aldo? berarti memang ada benarnya juga mungkin saja ada seorang wanita yang mengantarnya, seperti bayangan yang sempat diingat arkan.
Semua itu membuat arkan penasaran dengan Leni. karena siapa lagi yang tau rumah pribadi Arkan kalo bukan orang-orang terdekatnya.
"hallo.. hallo.. apa telpon ini terputus" ucap aldo
"ah iya.. ini aku hanya melamun saja.. ya sudah kalo sedang sibuk. lanjutkan urusanmu.. aku tutup telponnya" ucap Arkan
"aa.. " belum sempat Aldo melanjutkan ucapannya telpon itu sudah diputuskan oleh Arkan.
Memang Arkan selalu bertingkah seenaknya pada orang lain. Membuat aldo semakin geram padanya. untung saja sahabatnya, kalo orang lain mungkin sudah dia memaki-maki habis orang itu.
Padahal aldo juga ingin membicarakan maksud dia waktu itu ingin bertemu dengan arkan. Tapi malah diabaikannya.
"huh.."
"kenapa ka Aldo..?" tanya leyria yang melihat muka masamnya aldo.
"ah tidak apa-apa ko ria.. tadi hanya orang salah sambung terus malah marah-marah" ucap aldo sengaja berbohong.
"oh iya.., sudah mulai sore. aku harus segera pulang" ucap leyria
"oh ya sudah.. kamu pulang dengan kak Aldo saja ri.. " ucap vina
"tidak usah aku malah nanti merepotkan" kata leyria memasukan kotak bekal nya yang sudah bersih kedalam paper bag.
"kata siapa merepotkan, ayo.. aku tunggu di bawah " ucap aldo berlalu meninggalkan mereka berdua untuk turun ke bawah.
"Tapi kaa... " ucap leyria berteriak namun Aldo sudah sampai bawah tangga
"Sudah tidak usah tapi tapian.. paling juga suamimu tidak akan marah, toh kak Aldo cuma nganterin kamu pulang doang" ucap vina.
Leyria pun akhirnya mau untuk pulang bersama Aldo. dia turun ke lantai bawah ternyata Aldo sudah didalam mobil menunggunya depan cafe vina.
"ayo.. " ajak Aldo
"iya kak.. " jawab ria kemudian masuk kedalam mobil
Ketika leyria sudah duduk,
"kau melupakan sesuatu?" tanya Aldo
"Tidak.. sepertinya semua sudah aku bawa" jawab leyria
"maksudnya ini" ucap aldo kemudian memasangkan seatbelt mobil.
leyria seketika kaget, namun juga malu berdekatan dengan Aldo apalagi dia juga sudah menikah.
"Terimakasih" ucap leyria
"iya sama-sama" ucap aldo tersenyum kemudian mulai menjalankan mobilnya.
"kita kerumah mertuamu kan?" tanya Aldo
"tidak ka.. aku dan mas Arkan sekarang sudah tinggal dirumah pribadi mas Arkan" ucap leyria.
"hmm tunggu sebentar.. alamatnya..." belum sempat leyria melanjutkan ucapannya Aldo sudah memotong.
"iya aku sudah tau.. aku dulu pernah kesana" ucap aldo.
"Oh ya.. arkan gimana sikap dia terhadapmu? apa masih kasar.. " tanya aldo
"itu bukan urusan kakak.. kumohon jangan mencampuri kehidupan rumah tanggaku dengan menanyakan sikap mas Arkan, dia adalah suamiku sudah sepatutnya aku menutup semua aib rumah tangga kami" ucap leyria.
"aku tidak bermaksud, maaf telah menyinggungmu" ucap aldo, sebenarnya dia hanya kawatir akan sikap Arkan yang seperti itu malah bisa menyakiti leyria.
"iya tidak apa-apa ka" ucap leyria
Kemudian kembali sunyi didalam mobil, Sampai akhirnya mereka tiba di depan rumah Arkan. leyria pun turun.
"makasih ya kak.. " ucap leyria
"kau tidak mengajakku mampir kedalam? " ucap aldo dari jendela mobilnya
"maaf ka.. mas Arkan belum pulang. tidak baik jika aku menerima tamu laki-laki padahal suamiku tidak dirumah. nanti apa kata tetangga disini" ucap leyria menjelaskan
"hahaha.. aku hanya bercanda. kau selalu saja menganggapnya serius" ucap aldo
"ya sudah.. aku pamit pulang ya.. " ucapnya lagi sambil melambaikan tangan.
"hati-hati dijalan" ucap leyria
Setelah kepergian Aldo. leyria membuka pintu rumahnya yang gelap karena hari juga sudah petang, apalagi lampu rumahnya tidak ada yang menyalakan. leyria juga tidak menginginkan adanya pembantu karena menurutnya masih sanggup membersihkan dan merawat rumah suaminya sendiri.
🥀
Setelah menghubungi Aldo, ponsel arkan bergetar tanda ada pesan masuk. kemudian Arkan membukanya.
pesan dari Leni💔 :
'hai apa kabar? bisa kita bertemu? ada yang ingin aku bicarakan dan jelaskan padamu.. 😭'
Arkan :
'ya kabarku baik..'
'oke.. mau bertemu dimana?'
Leni 💔 :
'gimana kalo ditempat biasa saja..'
Arkan :
'cafe roolls garden?'
Leni 💔 :
'ya.. kau masih ingat juga kenangan kita disana'
Arkan :
'tidak usah mengungkit masa lalu.. sekarang aku langsung kesana. aku tunggu di ruang VIP'
Arkan tidak ingin banyak orang tau tentang pertemuannya dengan Leni. maka dari itu dia memesan ruangan yang privasi. Dia penasaran apa yang ingin Leni jelaskan kepadanya. lalu ia menunda rapat dikantornya dan bergegas pergi menemui Leni.
.
.
.
.
Bersambung. . .
💕💞💕💞💕💞
Ikutin terus ya novel ku. maaf kalo masih banyak typo bertebaran dimana - mana 🙏. maklumin aja ya karena author tergolong anak baru 😆 tapi tenang aja pelan - pelan auhor akan menulis rapi😅 dengan kosa kata yang baik juga. jangan lupa like jempolnya 👍😃
mampir ya author
lahh ini cerita nya nge gantung
gimaana cerita tamat nya