Kubiarkan Takdir menghempas diriku, membawaku ke suatu masalah yang tak ada habisnya.
Langit dan Bumi ku lawan, Dewa dan Dewi ku tantang, seluruh Semesta menyebutku Yang Mulia.
Atas Nama Jalur Kultivasi Dewa, Sang Kaisar Kultivasi ~ Fang Wei ~
***
Update : Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu.
***
Sistem kultivasi dunia fana...
1. Tingkat Ahli
- Awal
- Menengah
- Akhir
2. Tingkat Ksatria
- Awal
- Menengah
- Akhir
3. Tingkat Jendral
- Awal
- Menengah
- Akhir
4. Tingkat Raja
- Awal
- Menengah
- Akhir
5. Tingkat Kaisar
- Awal
- Menengah
- Akhir
6. Tingkat Bumi
- Awal
- Menengah
- Akhir
7. Tingkat Langit
- Awal
- Menengah
- Akhir
Sistem kultivasi Domain Dewa...
1. Tingkat Kesengsaraan
- Kesengsaraan Angin
- Kesengsaraan Api
- Kesengsaraan Petir
2. Prajurit Dewa
- Merah
- Hitam
- Putih
3. Jendral Dewa
- Jendral Dewa Bumi
- Jendral Dewa Langit
4. Raja Dewa
- Raja Dewa Semesta
- Raja Dewa Surgawi
5. Kaisar Dewa
- Kaisar Dewa dunia Bawah
- Kaisar Dewa dunia Atas
6. Penguasa Dewa
- Tingkat Abadi
- Tingkat Menguasai
#Selalujagakesehatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TEGUH APRIANSYAH PUTRA SEMBIRING, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 19 ~ Masa Lalu Tang Shan
"Huh...hah...huh... akhir nya aku...bisa menguasai Teknik Pedang Thai Chi. Meskipun masih mendasar,tetapi setidaknya cukup untuk menyelamatkan sekte."Fang Wei terengah-engah ketika selesai menguasai tiga Teknik Thai Chi. Ia berharap,dengan teknik-teknik tersebut ia bisa menyelamatkan gurunya dan Sekte Cahaya Api Ilahi.
"Weiwei,sudah saatnya kau kembali dan menyelamatkan mereka."Ucap Api Langit secara tiba-tiba.
"Tapi, Yan Yan...aku seperti merasa ada firasat buruk tentang guru. Sebaiknya kita secepat nya kembali."Ucap Fang Wei tertunduk lemas ketika membayangkan keadaan gurunya sekarang.
"Pergilah."Ucap Api Langit.
Fang Wei mulai mengembalikan kesadaran nya pada dunia nyata. Ketika ia kembali,yang ia lihat adalah tempat nya tadi.."Aku harus kembali...!!!"Ucapnya lalu berdiri dan berlari menuju remang-remang cahaya.
Klang...Klang...Klang...
Dentingan pedang terdengar membuat suasana hati Fang Wei kian memburuk. Sebenarnya tadi ia pergi kedalam ruangan pribadi milik tamu khusus,seperti klan atau sekte besar. Tetapi,ia tak melihat seorang pun didalam. Menandakan ada sesuatu yang aneh dan membuat nya curiga.
Suara dentingan pedang semakin terdengar dengan jelas. Ketika ia sampai pada remang remang cahaya tadi,ia hanya menemui sesuatu yang membuat hatinya miris.
***
Arena Grup A...
"Tetua Ke-tiga...tidak usah memaksakan diri. Kau cukup disana saja dan menunggu aku menghabiskan si br**gsek ini."Ucap Tetua Ke-dua ketika melihat Ming Xiao berusaha untuk berdiri.
"Aku...tak...boleh diam...saja..." Terlihat Ming Xiao jatuh lagi ketanah ketika berusaha berdiri.
"Hahaha...aku puas,aku sangat puas. Ekspresi kalian yang menyedihkan itu membuat hatiku sangat puas."Senyum jahat terlihat di wajah Tang Shan."Saatnya aku bermain-main."Lanjutnya lagi.
Ia lalu menghilang kan pedang Tenaga Dalam nya. Tetapi,selanjutnya ia mengeluarkan pisau dari balik jubahnya."Saatnya menguliti kalian."Ucapnya sambil tersenyum ganas.
"Dasar...! Ku bunuh kau...!"Sebuah teriakan anak-anak terdengar. Membuat semua orang menoleh kearah tersebut dan menemukan Fang Wei sedang berlari menuju Tang Shan.
"Wei'er jangan...!"Teriak Ming Xiao ingin. menghentikan langkah kaki Fang Wei. Tetapi yang terjadi selanjutnya membuat matanya melebar.
Fang Wei memukul perut Tang Shan hingga Tang Shan mundur beberapa langkah dan memuntahkan seteguk darah kental. Tang Shan tadinya entah kenapa tidak dapat bergerak ketika melihat kedua mata Fang Wei.
Tang Shan menatap kearah Fang Wei tak percaya sambil bergumam."Teknik Thai Chi. Teknik yang telah lama hilang."
Fang Wei melebarkan kedua matanya. Ia tak berharap ada orang yang mengenali jurus yang ia gunakan. Ia lalu bergumam. "Bagaimana bisa kau tahu itu...?"Tanya Fang Wei kemudian.
"Karena pengguna teknik tersebut adalah istriku."Jawab nya lagi masih dengan tatapan tak percaya.
"Kau...kau sangat mirip dengannya. Siapa namamu...?"Tanya Tang Shan secara tak terduga.
"Tak perlu basa-basi lagi. Bersiaplah pergi ke neraka."Ucap Fang Wei dan mempersiapkan kuda-kuda nya.
Tang Shan masih menatap Fang Wei tanpa mempersiapkan kuda-kuda nya. Ia hanya menatap tanpa berbicara sedikitpun.
Berbeda dengan Fang Wei yang mulai maju ke depan untuk menyerang Tang Shan. Fang Wei terus maju hingga ia mulai memperagakan jurus Tapak Thai Chi yang ia pelajari tadi.
Satu persatu tapak telah dilepaskan oleh Fang Wei. Dan semua itu tak satupun terkena tubuh Tang Shan. Karena Tang Shan terus menghindar sambil sesekali mundur satu demi satu langkah.
Fang Wei yang mulai kesal dengan keadaan tersebut mulai memperagakan Teknik Tendangan Thai Chi. Meskipun begitu,Tang Shan masih saja tak terluka sedikitpun.
"Kau sampai kapan ingin menghindar...?"Teriak Fang Wei yang sudah kehabisan kesabaran.
"Oh...kau ingin aku tak menghindar. Kalau begitu aku takkan menghindar anakku."Jawab Tang Shan dengan senyum lembutnya. Berbeda dengan senyum jahat yang selalu ia tunjukkan pada semua orang.
Terlihat sekilas wajah Fang Wei dan Tang Shan sangat mirip. Bahkan sorot matanya sungguh mirip.
"Tetua Ke-tiga...entah hanya perasaan ku atau apa. Aku rasa mereka terlihat seperti ayah dan anak ketika mereka bertarung."Gumam Tetua Ke-dua sedikit bertanya.
"Itu bukan hanya perasaanmu saja. Aku rasa mereka ada hubungan darah."Jawab Ming Xiao sambil selaku memperhatikan Fang Wei dan Tang Shan.
"Cih...aku lebih baik menjadi budak daripada aku memiliki ayah seperti mu."Jawab Fang Wei dengan nada pedas nan menusuk.
Tang Shan hanya tersenyum lembut sambil berhenti untuk menghindar. Alhasil,seluruh tapak dan tendangan Fang Wei selalu mengenai tubuh Tang Shan.
Fang Wei melebarkan kedua matanya tak percaya. Tetapi ia tetap memukul dan menendang tubuh Tang Shan.
"Uhuk...uhuk...uhuk..." Tang Shan mengeluarkan seteguk darah lagi. Dan semburan darah tersebut mengenai Fang Wei.
Fang Wei mulai menghentikan serangannya. Ia menatap tak percaya kearah Tang Shan. Ia terheran heran melihat apa yang dilakukan oleh Tang Shan."Kenapa kau...tak menghindar...?" Tanya Fang Wei yang tak tahan dengan rasa penasaran nya tadi.
"Untuk apa aku menghindar jika anakku ingin kematian ku...?"Tang Shan balik bertanya. Dan pertanyaan itu pulalah yang membuat Fang Wei sedikit gugup.
"Apakah benar...?"Tanya Fang Wei sedikit penasaran dengan hal tersebut.
"Mungkin kau tak mengenal siapa ayahmu. Tetapi begitulah,aku ini ayahmu."Jawaban yang diberikan oleh Tang Shan memang singkat. Tetapi bisa menjelaskan semua yang ada.
"Tidak...tidak mungkin."Gumam Fang Wei masih dengan rasa penasarannya.
"Ketahuilah anakku,aku adalah Dewa Petir. Ibumu bukan lah makhluk satu angkatan denganku. Ia adalah Dewi Kehidupan,pencipta Teknik Thai Chi. Semenjak kematian nya,Teknik tersebut hilang entah kemana."Jelas Yang Shan dan membuat Fang Wei sedikit tertarik.
"Pada saat itu aku dan ibumu bertemu. Kami saling mencintai dan ingin hidup bersama layaknya keluarga yang bahagia. Tetapi hal yang aku tak duga. Ternyata...Penguasa menginginkan nya untuk...menikahi Dewa Kematian.
Aku hancur saat itu. Aku ingin sekali menikahinya. Meskipun aku harus kehilangan seluruhnya."Ucapan Yang Shan terhenti ketika bulir-bulir air mata jatuh ke pipi nya. Ia terisak-isak sambil terus berusaha untuk bercerita.
"Aku...aku membawanya pergi dari Domain Dewa menuju Bumi. Kami pun hidup bagai rakyat biasa,saling mencintai dan melengkapi,kehadiranmu bagai pelengkap kebahagiaan kami. Hingga hari dimana ia melahirkan..."Ucapan Yang Shan terhenti ketika dirinya mulai tak sanggup untuk bicara.
"Dewa...Dewa Kematian bersekongkol bersama Dewa Iblis untuk membumihanguskan diriku. Kami...kami terkejut. Tapi apa daya,kekuatan kami telah...hilang sepenuhnya.
Setelah ia melahirkan,ia meletakkan mu disebuah sungai dan menghanyutkan dirimu. Dan aku...aku dibunuh oleh mereka."Lanjutnya lagi. Kini tidak hanya air mata yang menetes,tetapi darah dari mulut nya juga mulai mengalir.
"Ia...ia dibawa pergi mereka. Tetapi...karena cinta dan janji kami untuk selalu bersama...ia bunuh diri. Sedangkan aku diselamatkan oleh Sekte Dewa Iblis.
Sejak itu aku menjadi sesosok orang yang dingin dan mulai menyukai pembunuhan."Tubuh Tang Shan ambruk ketanah. Ia berlutut sambil memohon sesuatu."Tolong bunuh aku...! Tolong bunuh aku,sebagai rasa penyesalan ku ini."Tang Shan menggigit bibir bawahnya dengan keras. Ia tak tahan dengan kenyataan matinya istrinya.
"Ayaaah..."Sebuah suara yang ia tunggu terdengar. Sebuah pelukan hangat yang ia nantikan akhirnya datang. Fang Wei memeluk Tang Shan dengan erat tanpa ada mau melepaskan nya.
calon murid aja blom bisa berkultivasi suruh bunuh binatang buas.... pekok