NovelToon NovelToon
teror zombie

teror zombie

Status: tamat
Genre:Horor / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:25.2k
Nilai: 5
Nama Author: rajaby

Entah dari mana kekacauan ini berasal, kita mengenal zombie hanya didalam film film barat, tak menyangka hal itu benar benar ada di dunia nyata.
Awal kisah ini adalah dari pesta pantai anak anak muda disebuah pulau indah milik salah satu anak konglomerat ternama.
Pesta itu tidak hanya pesta miras, tapi juga pesta sex. Penuh gairah, nafsu, juga musik keras membuat monster tidur yang ada di pulau itu terbangun.
Dengan tertatih tatih mahkluk itu menuju asal suara, menuju ke tempat yang dipenuhi gairah.
Disalah satu tenda berwarna merah,terlihat samar sepasang sejoli sedang memadu kasih, saling membelit satu sama lain, tubuh yang saling menyatu. Penutup tenda tidak tertutup dengan benar, mahkluk itu dengan mudah menerobos masuk dan langsung menerkam pria yang sedang memadu kasih tersebut. Wanita yang berada dibawahnya menjerit ketakutan melihat prianya dirobek dan dikunyah oleh orang yang tidak dikenal. Teriakannya tidak ada yang mendengar, ditelan suara musik yang keras. Dengan susah payah wanita itu ingin melepaskan diri, tapi apa daya,tubuhnya terhimpit oleh dua orang manusia, satu oleh kekasihnya yang kemungkinan sudah tiada dan yang satunya lagi orang gila yang sedang menyantap kekasihnya. Tidak lama kemudian sang kekasih bergerak, wanita itu terkejut dan memanggil kekasihnya, tapi ternyata kekasihnya malah menerkamnya dan menyobek lalu memakannya. Musik terus menghentak tidak menghiraukan kejadian aneh di dalam pulau itu sampai pagi menjelang,semua orang hilang entah kemana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rajaby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian ke-2: BERTEMU DENGAN ERICK

Jason dan Amat mengendap-ngendap di depan sebuah gedung.

" Aman" Bisik Amat sembari mengintip kedalam gedung, kemudian mendorong pintu depan yang tidak terkunci. Setelah menutup pintunya, mereka berdua langsung menuju kesebuah ruangan yang terlihat terang untuk mengintip kedalamnya, sebelum Jason mendengar sesuatu dan buru-buru mencegah sahabatnya itu. Jason meletakkan telunjuk kanannya di depan bibirnya, Amat mengernyit melihat tingkahnya sambil menajamkan pendengarannya. Terdengar Geraman Zombie dari dalam ruangan yang akan mereka masuki tadi, buru-buru mereka bersembunyi kebawah meja yang ada disitu.

Gedung yang mereka masuki adalah sebuah rumah susun berlantai tiga yang berada di belakang sekolahan. Mereka terperangkap di bawah meja jaga, setelah berhasil melarikan diri dari kepungan Zombie di sekolah, ketika mereka bersembunyi di sebuah kelas dan mereka terpisah dengan kelompoknya, temannya Azelia dan Bu Yani. Ketika itu, dia sedang panik dan sibuk melarikan diri, tanpa memikirkan bagaimana nasib yang lain, hanya sahabatnya yang berada disampingnya yang sempat ditariknya dan kemudian berakhir ditempat itu. Jason dan Amat saling berpandangan ketika melihat bayangan seseorang keluar dari ruangan itu, entah manusia atau Zombie, mereka sudah gemetaran sebelum akhirnya wajah seseorang melongok kebawah meja, memandang mereka. Amat yang sudah memejamkan matanya dan menutup kedua telinganya dengan tangannya bernapas lega, setelah melihat kehadiran seseorang yang terlihat ramah. Orang itu seorang pemuda Amerika, seumura dengan Jason dan Amat, berbadan kurus tinggi, dengan rambut pirang pucat dan kulit merah karena terbakar matahari Indonesia. Tapi suara geraman itu masih terdengar dari dalam ruangan itu, Amat melirik Jason ketika pemuda itu memberi isyarat untuk mengikutinya.

Di dalam ruangan itu ternyata sebuah mini market, bermacam makanan instan dan bahan mentah ada disitu. Amat terlonjak kaget ketika melewati sesuatu yang menggeram, dan ternyata itu sebuah tape yang memutar suara erangan Zombie.

"Help prevent to them" Ujar pemuda itu menjelaskan.

"Are you alone?" Tanya Jason.

"No, my friends helped your friends, from the problem at school" Pemuda itu duduk di atas meja kasir.

"You know? My friends?" Tanya Amat yang mengerti sedikit bahasa asing.

"We watch over you" Ujar pemuda itu menunjuk kedua matanya dengan telunjuk dan jari tengahnya.

Amat dan Jason saling berpandangan, mencoba bertukar pikiran, menebak apakah pemuda didepan mereka adalah orang yang bisa dipercaya ataukah seseorang yang sama seperti Ipul.

"Kalian sudah memasuki kandang harimau, sekolah itu telah dikuasai oleh Zombie yang lebih smart" Jelas pemuda itu ketika melihat Jason dan Amat keheranan.

"Lebih baik kalian makan sesuatu" Lanjutnya dengan bahasa Indonesia yang lancar, menunjuk makanan yang tersusun dirak.

Jason dan Amat mulai mengambil roti dan air mineral yang ada disitu, dan mulai memakannya, seraya memperhatikan pemuda itu yang sedang mengasah belatinya.

"Tusuk otaknya (memperagakan menusuk sesuatu dengan belatinya di udara kosong) atau kalian bisa menyemprotkan parfum itu kemuka Zombie ( Tunjuknya dengan dagunya kearah berbagai botol parfum dan obat nyamuk semprot) membuat mereka buta sementara" Lanjutnya, kembali mengasah belatinya.

Beberapa jam kemudian terdengar suara orang diluar, membuat pemuda itu mengintip ke depan sebelum kemudian membukakan pintu untuk orang-orang yang datang.

"Azelia !" Panggil Jason ketika melihat orang yang baru masuk, dia bersama Bu Yani dan 2 orang asing lainnya. Gadis itu menangis kemudian memeluk Jason, membuatnya tertegun.

"Mana yang lain?" Tanya Amat. Bu Yani menggeleng sambil terisak.

"Tidak ada jalan keluar, mereka sudah dikepung. Sekolah itu dipenuhi oleh Zombie jenius. Pintu masuk sekolah itu digembok oleh Arman, sebentar lagi dia akan datang" Ujar salah satu orang yang membawa Azelia dan Bu Yani. Pemuda itu mengangguk mendapat info dari temannya. Jason dan Amat masih tidak mengerti dengan maksud yang mereka bicarakan. Pemuda itu kemudian mengunci pintu ruangan yang mereka tempati.

"Aku akan kembali ke Kalimantan dengan Arman setelah siang, biarkan dia bejaga malam ini di atas. Kita bisa istirahat sebentar, kalian ikutlah bersama kami" Tunjuknya kepada Jason dkk, mereka saling memandang bingung.

"Perkenalkan, namaku Erick, si bule dari Kalimantan. Penyelamat kalian, akan membantu kalian ketempat paling aman didunia" Ujarnya tersenyum, membuat kedua temannya pura-pura muntah lalu terbahak-bahak.

"Ellleh,,,jangan sok-sokan kamu, mentang ada gadis cantik. Kenalkan nama ku Ami, dan dia Udi, Zombie ga akan berani dekat-dekat dengannya, karena dia bau" Ledeknya yang langsung ditimpuk Udi dengan sebungkus roti.

"Sialan" Senyumnya.

"Zombie memang buta dengan bau, parfum misalnya, membuat mereka bingung sementara, cukup untuk kita kabur dari mereka. Indera penciuman mereka sensitif" Jelas Udi. Beribu pertanyaan berkecamuk di kepala Jason, membuatnya tidak tau harus menanyakan apa. Akhirnya mereka tertidur dengan Ami dan Udi yang berjaga, sudah mereka putuskan bahwa mereka akan ikut ke Kalimantan.

1
Diana Sujito
ah..akhir selesai jg..seru ceritany thor
Trioboy: novelnya lnjut ke fizzo😍 judulnya mutasi zombi. author trioboy
total 2 replies
Aminya Syauqi
Kok ngantung se thor
Trioboy: novelnya lnjut ke fizzo😍 judulnya mutasi zombi. author trioboy
total 1 replies
Fina Novita
lanjut thor masih penasaran sama jalan ceritanya
Fina Novita
bukannya tadi haji udin udah jadi zombie kok masih hidup
Trioboy: novelnya lnjut ke fizzo😍 judulnya mutasi zombi. author trioboy
total 2 replies
bunny kookie 🐰💜
wah aku suka sekali dengan ceritanya jarang ada orang yang bikin novel zombie seperti ini biasanya orang lebih suka dengan novel romantis , novel romantis itu sangat membosankan menurutku terus semangat ya Thor 💪😁
Trioboy: novelnya lnjut ke fizzo😍 judulnya mutasi zombi
total 1 replies
Aryn🐥
kk dh boom like loo ni..sekalian lh mmpr ke karyaku"2LOVE jgn lp di like/vote/rate5
ya kk
smgt terus..brjg ...
dada
kkk ee..ditggu loo kmntnya😆😆😆
Trioboy
apakah harus ditamatkan atau dilanjut yaa...
Trioboy: novelnya lnjut ke fizzo😍 judulnya mutasi zombi. author trioboy
total 7 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!