NovelToon NovelToon
Air Mata Istri Setia

Air Mata Istri Setia

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Suami amnesia / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:113.7k
Nilai: 5
Nama Author: Florensia Dita

Menjalani pernikahan hasil perjodohan bukanlah hal mudah. Fay harus sabar menghadapi kejamnya sikap sang suami sebab hanya terpaksa menikah dengannya. Di sisi lain, Nero sang suami juga tega bermain api secara terang-terangan dengan wanita lain di depan Fay. Tersiksa lahir oleh ringan tangan Nero, tersiksa batin sebab dikhianati, kehidupannya sebagai seorang istri setia akankah terus bertahan?

Semua kisah lengkapnya ada di Air Mata Istri Setia.

⚠️⚠️ PERINGATAN KERAS! ⚠️⚠️
BEBERAPA ADEGAN MENGGAMBARKAN KEKERASAN DAN MENGANGKAT KONTEN DEWASA. TOLONG BIJAK MEMAHAMI CERITA. SEMUA GAMBAR MERUPAKAN ILUSTRASI ADEGAN DAN BUKAN PENGGAMBARAN PATEN MASING-MASING TOKOH. WAJAH TOKOH PASTI BERBEDA-BEDA DI SETIAP ILUSTRASINYA.
SELAMAT MEMBACA, JANGAN LUPA FOLLOW, LOVE, BERI DUKUNGAN, DAN SEMOGA BETAH.
THANK YOU 🙏🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Florensia Dita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati yang Luka

Seminggu kemudian Ance memberi kabar soal keberhasilannya bernegosiasi. Ia sukses membujuk satu karyawan untuk membantunya.

Ance memanfaatkan posisi karyawan yang sedang dikejar hutang. Ia berjanji akan membantu melunasi asalkan mau kerja sama.

Karyawan itu minta waktu satu minggu. Ia harus bergerak hati-hati agar tidak ketahuan. Fay berjanji akan transfer imbalan yang dijanjikan Ance dengan satu syarat.

Fay minta karyawan itu harus bawa bukti video yang mereka cari atau bukti lainnya soal perselingkuhan Widi. Ia tidak menerima tangan kosong.

Tahap selanjutnya, Ance dan Galen akan mencoba meretas semua titik CCTV, mengaturnya mati otomatis di waktu tertentu.

Nero kebagian tugas memantau Widi. Ia harus bersikap manis seperti biasanya, tujuannya agar bisa bertanya aktifitas perempuan itu dengan leluasa.

Fay tetap harus menjalankan perannya sebagai istri yang bahagia di depan keluarga besar.

*****

"Mas!" Fay beberapa kali mengetok pintu kamar utama. Sama sekali tidak ada sahutan.

Sejak kepulangan mereka dari rumah Ance, suaminya tampak lebih murung. Ia sering melewatkan makan malam.

Awalnya Fay membiarkan saja, tapi lama kelamaan ia sudah tidak tahan. Ini jelas di luar kebiasaan Nero yang tidak pernah absen makan malam.

"Ayo makan malam, Mas!" ajak Fay untuk kesekian kali.

Hening, tidak ada sahutan suara. Fay semakin heran. Ia mencoba berpikir positif, mengira Nero sudah tidur. Diketuknya pintu sekali lagi. Tetap tidak ada sahutan.

"Apa aku buka aja, ya?" Fay menimbang-nimbang keputusannya. Diraihnya gagang pintu, perlahan ia gerakkan. Pintu terbuka, ternyata tidak dikunci.

Fay membuka pintu semakin lebar, ia edarkan pandangan ke seluruh ruangan. Kamar itu kosong, tempat tidur Nero tertata rapi.

Perlahan, ia beranikan diri masuk ke dalam. Pintu ke arah balkon tertutup sempurna, jelas Nero tidak ada di balkon.

Melihat pintu kamar mandi yang terbuka, Fay langsung menebak kemungkinan Nero di sana. Pintu kamar mandi akan selalu ditutup jika tidak digunakan. Was-was dan perlahan, Fay berjalan mendekati kamar mandi.

Ia spontan meneriakkan nama Nero, tatkala mendapati tubuh Nero tergeletak di samping bak mandi. Pakaian kantor masih melekat di badan.

"Mas Nero!' teriak Fay berlari menghampiri tubuh Nero, menepuk pipinya berkali-kali. Pria itu tidak kunjung bangun.

Menyadari kepala belakang Nero berdarah, Fay semakin panik.

Fay langsung menelpon tim medis agar datang menolong. Ia juga meminta Galen untuk datang membantu.

Tak butuh waktu lama, Fay dan Galen berhasil membawa Nero ke rumah sakit. Tim medis bertindak dengan cepat.

Keduanya duduk di ruang tunggu ICU. Fay berusaha tenang, ia terus mengirim doa lewat batin. Berharap semuanya baik-baik saja.

"Sebenarnya kejadiannya gimana, Fay?" tanya Galen sekali lagi. Ia masih belum puas dengan jawaban ketidaktahuan Fay.

"Aku bener-bener nggak tahu, Len. Niatku cuman ngajak dia makan malam. Tapi, tahu-tahu Mas Nero sudah tergeletak di kamar mandi."

"Apa dia kebentur?" Galen mencoba mengira-ngira. "Fay, gue tadi sempat lihat tongkat bisbol di kamar mandi."

"Di mana?"

"Di samping jendela ... dan jendela itu terbuka," ungkap Galen.

"Jangan bikin gue ketakutan, Len! Nggak ada orang lain selain gue dan Mas Nero di rumah. Satpam juga selalu berjaga di depan, kok."

"Gue periksa lagi, loe di sini saja. Bokap juga bakal ke sini."

"Jangan balik sendiri! Gimana kalau beneran ada orang jahat dan dia belum pergi? Gue nggak mau loe kenapa-kenapa."

"Tenang aja, gue nanti minta ditemani satpam rumah loe. Kabarin aja perkembangan Nero."

Galen langsung pergi tanpa menunggu persetujuan Fay. Ia benar-benar ingin memastikan penyebab insiden ini dengan mata kepalanya sendiri.

Fay hanya pasrah melihat punggung Galen yang pergi menjauh dan menghilang. Setelahnya, matanya kembali tertuju pada pintu ICU yang tak kunjung terbuka.

"Aku tahu kamu pasti baik-baik aja, Mas," bisik Fay penuh harap.

*****

Nero sudah dipindahkan ke kamar rawat VVIP. Kedua ayah mereka datang melihat kondisi Nero dan baru saja pulang.

Sebenarnya mereka ingin ikut menginap, Tapi Fay mencegah sebab tidak mau merusak jam istirahat. Lagipula masih ada dirinya dan Galen yang bisa menjaga.

Fay hanya mengijinkan Arya dan Danu datang menjenguk tanpa menginap di rumah sakit. Mengingat keduanya juga sudah tak lagi muda walau belum terlalu tua.

Fay duduk di samping tempat tidur, Nero masih tertidur lelap. Kepalanya diperban sebab pendarahan yang ia alami.

Dokter mengatakan Nero mengalami luka akibat benturan benda tumpul. Untung saja tingkat keparahannya tidak tinggi. Ia juga memiliki beberapa memar di lengan kanan dan kiri, juga di kaki. Semua akibat pukulan benda tumpul.

Fay semakin yakin kalau ada seseorang yang coba mencelakai suaminya. Dirogohnya HP dalam saku celananya. Ditekannya tombol telpon, mencoba menghubungi Galen.

"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, silakan coba kembali atau tinggalkan pesan setelah bunyi nada berikut."

Tiga kali Fay mencoba melakukan panggilan, hanya suara operator yang terdengar. Pikirannya mulai tidak tenang, takut terjadi sesuatu.

"Ance," cetus Fay spontan. Segera ditelponnya Ance. Memintanya datang ke rumah sakit. Setidaknya ada seseorang yang dia percaya untuk menjaga Nero. Dia harus secepatnya memastikan kondisi Galen.

Tak berapa lama, Ance datang. Fay berpesan untuk langsung mengabarinya bila Nero bangun.

Setengah berlari Fay meninggalkan rumah sakit, mencari taksi, berharap secepatnya tiba di White Land. Berharap akan menemukan Galen di sana.

"Fay!" teriak Galen dari halaman rumah sakit. Rupanya ia baru saja datang. Saat hendak masuk rumah sakit, ia melihat Fay berdiri di pinggir jalan depan rumah sakit.

Fay mengurungkan niatnya pergi dan berlari menghampiri Galen. Wajahnya tampak lega melihat kondisi sahabatnya yang baik-baik saja.

"Loe kenapa nggak bisa dihubungi?" tanya Fay ngos-ngosan karena lari.

"HP gue mati. Loe mau ke mana?"

"Nyari loe! Takut gue kalau loe kenapa-kenapa!" omel Fay kesal.

"Mas Nero gimana? Siapa yang njagain?"

"Ada Ance. Tadi orang tua kita sempat ke sini, tapi mereka udah cabut. Loe yang kasih tahu?"

"Satpam rumah. Dia panik, terus telpon bokap."

Fay yakin kalau ayahnya pasti dikabari mertuanya. Makanya mereka langsung datang ke rumah sakit.

"Gimana? Loe nemu sesuatu yang mencurigakan, nggak?"

Galen belum mau menjawab pertanyaan Fay, ia mengajak sahabatnya itu pindah ke taman samping gedung utama rumah sakit.

"Gimana?" tanya Fay sekali lagi begitu keduanya duduk di salah satu bangku taman.

HP yang Galen keluarkan dari saku jaket ia letakkan di tangan Fay. "Gue nemu rekaman yang sepertinya nggak sengaja kerekam. Ada di galeri video."

Fay langsung mengenali kalau itu HP milik suaminya. Ia buka galeri dan putar video terbaru. Terlihat gambar langit-langit kamar mandi setelah goncangan gambar. Sepertinya HP Nero terjatuh dari sakunya, tanpa sengaja ia menekan tombol kamera.

Ada dua suara di sana, satu suara milik Nero dan suara lainnya milik seseorang, entah siapa yang jelas dia laki-laki.

🎞️🎞️🎞️

"Siapa kamu?" bentak Nero pada seseorang.

"Siapa gue itu nggak penting. Dasar bajingan!" bentak seseorang, suara pria itu asing bagi Fay.

"Mau apa kamu? Jangan mendekat!" perintah Nero panik.

Bug! Bug! Bug!

"Argh! Sialan! Berhenti memukul!" teriak Nero kesakitan.

"Jauhi Widi! Gue udah bilang ini berkali-kali sama loe! Widi milik gue!" racau laki-laki asing itu sembari terus melakukan tindakan entah apa yang jelas Nero teriak kesakitan.

Sesaat kemudian terdengar suara seseorang jatuh. Suara Nero tak terdengar lagi, suasana mendadak sunyi. Tak berapa lama, muncul suara panik Fay yang menemukan Nero sudah tergeletak di kamar mandi.

🎞️🎞️🎞️

"Kita harus tunggu Mas Nero bangun, gue yakin dia kenal orang itu," komentar Galen yakin.

"Tapi dia di rekaman itu juga bertanya, Len," sanggah Fay.

"Setidaknya pria itu sempat mengatakan kalau dia pernah menyuruh Mas Nero buat ninggalin Widi. Mereka sebelumnya pasti pernah bertemu atau setidaknya komunikasi. Apapun itu, kita tunggu dia bangun."

Mereka berdua kembali ke kamar rawat Nero. Ance sudah tertidur pulas di sofa. Galen yang kelelahan pun menyusul.

Fay memutuskan tetap berjaga, ia duduk di samping ranjang Nero. Suaminya tampak tidur lelap. Dokter tadi memberikan obat agar Nero bisa istirahat total sebab staminanya cukup lemah akibat kurang tidur.

"Istirahat, Mas," bisik Fay pelan.

"Widi ... Di ... Widi ..." gumam Nero pelan tapi cukup jelas di telinga Fay.

Nero sepertinya mengigau. Air matanya menetes. Raut wajah Nero tampak sendu.

"Sedalam itukah perasaanmu untuk Widi, Mas?" batin Fay pedih. Ia semakin yakin, Nero benar-benar terluka oleh penghiantan Widi.

Sayangnya ia tidak bisa berbuat apa-apa sebab hatinya terlanjur dalam mencintai Widi. Setelah segala hal menyakitkan yang dilakukan Widi di belakangnya, masih belum mampu menghapus perasaan Nero padanya.

Fay sangat yakin betapa hati suaminya sangat terluka oleh cinta yang menyakitkan. Hatinya juga merasa perih oleh cinta bertepuk sebelah tangan dari Nero.

Tak tahan menahan sesaknya dada, Fay perlahan berjalan keluar, berharap luka hatinya sedikit mereda saat ia menjauh sebentar dari Nero.

Tanpa ia sadari ada sepasang mata yang mengamatinya. Galen terdiam melihat Fay keluar kamar. Hatinya juga perih.

"Harusnya gue yang miliki hati loe, bukan pria sialan itu," desis Galen geram. Sesaat kemudian, diam-diam diikutinya Fay. Hanya memperhatikan dari jauh, memastikan Fay tetap aman.

1
Novi Sri
gmn nih ceritanya mau lanjut apa the end aja lama bgt up nya
Ahzaira NuAmoorea Beltim
Thor update 1 tahun sekali ni kayanya.. 😢
Ayu Dwi S
lama sekali dgan drama yg d ulang² konflik nya sama saja
Putri Chaniago
kelamaan ingatan Nero kembali, mending Fay pergi aja deh
Florensia Dita: well ....
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Jgn cpt menyerah Fay, Nero itu suami kamu... Pertahankan rumahtangga kalian dari anasir jahat sundal bolong seperti Widi.... dasar pelakor luknut...kayak ketandusan perigi yg kontang🤭😅😅
lakukan apa saja Fay singkirkan Widi yg menjadi racun perosak hidup kamu dan Nero....💪💪💪
Florensia Dita: well mari melakukan sesuatu
total 3 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Fay lakukan apa saja utk menikung Widi, kerana Nero adalah suami kamu .. ayuh bergerak cerdas dan terus semangat semoga Nero mulai sedar dari amnesia.. sebelum Nero pulih Fay harus menerima segala sikap tdk baik Nero pdnya ..😢
Florensia Dita: iya Kak, semangat terus ... doain yak <<---dari Fay
total 1 replies
astr-asis
bodoh amat loh fay... setiap mlm laki lo bercinta dgn widi.. sebelah bilik lg.. lagian kamu d KDRT... aduhhhhh... mau² nya kamu cinta sama lelaki semacam.. sisi mananya yg buat kami jatuh cinta.. baik jgk nggak.. cinta itu buta.. biarin dia dibohongin dgn widi.. napa susah mau tolongin laki yg sejak nikah cuma nyakitin lahir dan batin
Florensia Dita: cinta memang buta kali, ya? <--- dari Fay
total 1 replies
astr-asis
idih... kan dlm perjanjian.. pasangan bebas dgn sesiapa pun n ngak ikut campur.. laki munafik.. kejam lg.. tinggalin aja laki jenis gituan.. kabur jauh²..
Florensia Dita: help kak ... please
total 1 replies
Putri Chaniago
ah Fay jg bodoh percaya dg Albie, geram dg Nero. pisahkan aja Fay dg Nero thor
Florensia Dita: sabar, Kak. Fay masih belum tahu siapa Albie yang sesungguhnya
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Fay jauhi Albie krn ada rancangan jahat antaranya sama Widi... semoga Fay dijauhi dari sebarang kejahatan, dan kandungan Fay jg slmt...terus cuekin Nero...😅😅
Florensia Dita: ini ide yang bagus
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
kasihan Fay....trllu bnyk ujian utk kamu... harap cinta Fay pd suaminya Nero akan menemui kebahagiaan selepas Nero pulih dari amnesia.... Widi dan Albie dua manusia luknut yg terobsesi dgn cinta terlarang utk memiliki org sudah memiliki status yg halal di sisi agama dan negara...
Florensia Dita: aamiin... kata Fay makasih untuk doanya...
well orang jahat memang selalu makan hati ya?
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Aku yakin suatu saat nnti Nero akan menyesal atas perbuatan serta layanannya terhadap Fay... ya Fay singkirkan Widi dari suami kamu yg amnesia.... jg minta bantuan sama Galen
Florensia Dita: ide yang bagus kak...bisa Thor pertimbangkan 😎
total 1 replies
christie Ciciz
kalo jadi fay mending ga usah blg hamil mending kabur minggat lbh baik klo nero sdh sadar dan inget pasti bakal nyari juga trs nyesel
Florensia Dita: terima kasih kakak untuk pendapatnya.
total 1 replies
hinata~san
Setuju sih istri bodoh kan dia bukan org kampung yg lucu,knp ga ungkap aja semuanya. Kecuali si laki masih bersikap sopan dan kita cinta ya gpp lah bucin dikit
Florensia Dita: sabar kakaak
total 1 replies
Ayu Dwi S
gk suka sih kalo konflik yg d ulang²
Florensia Dita: Terima kasih sudah mampi Kakak....terima kasih pendapatnya....
total 2 replies
yuni ati
top
Florensia Dita: Makasih kakak..
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Fay kabarin aja sama keluarga mertua bahawa kamu hamil... kemungkinan Nero sendiri tdk mengakui anak yg dikandung oleh Fay kerana Nero amnesia.... Fay...kamu harus kuat jgn dibiarkan Nero kembali kpd Widi....
Florensia Dita: semangaaat
total 3 replies
Jauza Nabil
Thor up lagi & buat Fey pergi jauh dari Nero
Florensia Dita: Well....mari kita pikirkan caranya...soalnya dia kan lagi hamil
total 1 replies
christie Ciciz
knp ga pergi aja sih fay biarin lah nero sm widi km cr kebhagianmu sendiri
Florensia Dita: sabar
total 1 replies
Putri Chaniago
usah repot-repot Fay, tinggalkan aja Nero bego itu
Florensia Dita: sabar kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!