NovelToon NovelToon
SANG PEMBURU KEGELAPAN

SANG PEMBURU KEGELAPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:813
Nilai: 5
Nama Author: AL

Mengerahkan segenap kekuatannya, Arya menyerang Alam Dewa!

Awalnya Arya ditugaskan para dewa untuk memburu Pangeran Kegelapan yang telah menciptakan berbagai teror di dunia. Namun, di balik tugas ini, ada konspirasi yang busuk!

Para dewa rupanya berusaha melenyapkan keabadian dan kekuatan sang ayah yang ada di dalam dirinya. Kelak Arya akan memimpin perang melawan para dewa. Di perang besar ini dia akan menunjukkan kehebatan dan kesaktiannya yang tiada tara!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SPK 33

Terang saja kemunculan Mahesa dan Arya membuat 6 orang teliksandi itu terkejut hebat, "Bagaimana bisa ada dua orang di dekat kita tanpa kita ketahui?" bisik salah satu dari mereka.

"Entahlah, tapi sepertinya ini tidak baik," sahut temannya lalu menelan ludahnya.

"Kalian dari kerajaan Gandara ingin menguasai kerajaan Kanjuruhan, jangan bermimpi! Selama aku masih hidup, tidak akan aku biarkan siapapun ingin menjajah tanah kelahiranku!" ancam Mahesa. Tubuhnya menunduk mengambil beberapa kerikil lalu menggenggamnya.

"Sebentar lagi kerajaan ini akan kami kuasai! Lebih baik menyerah dari pada timbul banyak korban!" Salah satu teliksandi berusaha mengintimidasi.

"Sudah lama aku tidak membunuh orang. Tapi saat ini sepertinya tanganku harus kembali berlumuran darah." Mahesa menyentilkan salah satu kerikil di tangannya dengan kecepatan yang tak terlihat mata.

Salah satu teliksandi tiba-tiba jatuh tergeletak di tanah dengan dahi berlubang hingga tembus bagian belakang kepala. Untuk sesaat darah tidak mengalir keluar sama sekali, namun beberapa detik berikutnya darah mengucur deras dari dahi yang berlubang itu.

Rasa takut seketika menghinggapi pikiran 5 teliksandi lainnya. Lutut mereka bergetar kuat, bahkan ada yang sampai terkencing di celana.

Mereka sadar, yang bisa membunuh tanpa bergerak sama sekali dari tempatnya jelas merupakan pendekar tanpa tanding, dan tak mungkin mereka bisa melawan.

Sempat ada niat untuk lari sekencang mungkin, tapi mereka sadar bahwa hal itu percuma belaka. Hanya dalam satu kedipan mata saja mereka pasti akan terkejar.

Seorang teliksandi kembali terjatuh ke tanah sambil memegangi lehernya. Suara bagai sapi yang tergorok terdengar memilukan, seiring tarikan nafas yang berhenti hanya sampai di tenggorokan. Tak lama, teliksandi itu pun tewas. lehernya berlubang dan tulangnya remuk terhantam kerikil yang dilesatkan Mahesa.

Arya terkagum-kagum melihat kemampuan Mahesa. Sahabat karib ayahnya itu menunjukkan, bahwa membunuh bisa juga dilakukan tanpa bergerak dari tempatnya. Hanya pengerahan tenaga dalam serta ketepatan membidik ternyata bisa menjadi senjata yang ampuh.

4 orang teliksandi tersisa akhirnya mengambil keputusan untuk melarikan diri. Namun keputusan itu pun juga tidak bisa membuat nyawa mereka selamat. Mahesa melesatkan beberapa kerikil sekaligus dan membuat keempat teliksandi itu terjungkal ke tanah dengan nyawa sudah tidak berada di tubuh mereka lagi.

Mahesa dengan tepat membidik bagian belakang kepala mereka berempat hingga tembus ke depan.

Desahan kuat terdengar keluar dari bibir Mahesa. Kurang lebih 30 tahun dia tidak membunuh orang, tapi malam ini enam nyawa sekaligus mati di tangannya.

Tanpa disadari mereka berdua, dari jarak yang cukup jauh, 4 orang teliksandi kerajaan Gandara ternyata mengetahui apa yang Mahesa lakukan. Meskipun keadaan gelap, tapi sinar bulan yang bersinar cukup terang membuat bayangan hitam tubuh 6 teman mereka masih bisa terlihat. Begitu juga di saat mereka terjatuh ke tanah dan tak bergerak lagi.

Teriakan kematian yang sempat terdengar dari salah satu teliksandi, membuat para prajurit kerajaan Kanjuruhan berlarian turun dengan pedang terhunus di tangan. Namun setelah melihat Arya dan Mahesa juga berada di bawah, mereka segera memasukkan kembali pedang ke dalam sarungnya.

"Bersihkan mayat-mayat itu. Jangan sampai ada darah yang tertinggal agar tidak menimbulkan jejak!" perintah Mahesa.

"Baik, Tuan."

"Perketat penjagaan dan jangan sampai ada teliksandi lawan yang berhasil memasuki tempat ini!" Arya menambahkan.

Selagi para prajurit membersihkan jasad 6 orang teliksandi kerajaan Gandara, Arya dan Mahesa bergegas menuju tenda. Hari sudah mendekati pagi, dan mereka belum tidur sama sekali. Mereka berdua butuh beristirahat untuk sekedar merebahkan tubuh.

Arya dan Mahesa sadar, jika teliksandi lawan sudah memasuki tempat itu, berarti pasukan kerajaan Gandara sudah tidak jauh lagi.

Sementara itu, 4 orang teliksandi lawan mengendap-endap pergi dari bukit tandus. Sebelum matahari terbit, mereka harus bisa keluar dari tempat itu dan melaporkan apa yang sudah mereka lihat kepada Raja Barawijaya.

Matahari pagi menyingsing indah menunjukkan kegagahannya. Hangatnya sinar yang dipancarkannya membuat akktifitas di bumi kembali semarak, setelah semalaman ditelan keheningan.

Setelah mendapat laporan dari prajurit tentang terbunuhnya 6 teliksandi lawan dini hari tadi, Dharmaseta mengumpulkan para punggawa kerajaan untuk dilakukan rapat darurat.

Senada dengan yang ada dalam pikiran Arya serta Mahesa, Dharmaseta berkeyakinan jika pasukan lawan sudah tidak jauh lagi dari bukit tandus. Sambil menunggu Arya dan Mahesa yang lebih mengetahui detil tentang

kejadian dini hari tadi, Dharmaseta membuat kebijakan sementara memasang para prajurit di berbagai titik untuk mengawasi wilayah sekitar bukit tandus.

Menjelang siang, barulah Mahesa dan Arya terlihat memasuki tenda besar yang memang dikhususkan untuk menggelar pembicaraan terkait perang yang sudah di depan mata.

"Bagaimana ceritanya para teliksandi lawan bisa memasuki tempat ini, apa tidak ada prajurit yang berjaga?" tanya Mandala penasaran.

Dharmaseta dan yang lainnya tampaknya juga sudah tidak sabar ingin tahu lebih jauh tentang kejadian yang terjadi dini hari tadi.

"Para prajurit tetap berjaga seperti biasanya. Namun Tuan tahu sendiri jika teliksandi mempunyai kelebihan dibanding prajurit biasa," jawab Arya menutupi kesalahan prajurit yang memang tidak berjaga malam tadi.

"Apa kira-kira tidak ada yang berhasil lolos?" Dharmaseta mengajukan pertanyaan.

"Aku rasa tidak. Tapi tadi malam aku sempat mendengar jika ada 4 teliksandi lainnya yang masih berada di belakang. Tapi sampai aku membunuh mereka, 4 teliksandi yang lain tidak terlihat," jawab Mahesa.

"Aku dan Paman Mahesa punya pemikiran jika mereka pasti tidak jauh lagi dari tempat ini. Jadi malam ini aku mau menyisir lokasi di sekitar sampai berjarak beberapa kilometer dari sini."

Arya membuka lembaran peta di atas meja. Dia menandai beberapa titik dan menunjukkannya kepada Dharmaseta. "Nanti Paman pasang teliksandi di titik yang sudah aku lingkari."

Dharmaseta mengangguk. "Kita harus membuat strategi lain jika posisi kita di tempat ini sudah diketahui mereka."

"Paman benar. Pastinya Paman lebih handal tentang masalah itu," sahut Arya sambil tersenyum.

"Kau juga pandai membuat strategi, Arya. Terbukti paduka lebih memilih untuk memakai strategimu," ucap Dharmaseta merendah.

Pembicaraan itu terus berlanjut hingga hari menjelang sore. Strategi cadangan perlu dimatangkan untuk menjaga kemungkinan posisi mereka di tempat itu sudah diketahui lawan.

Menjelang matahari bergulir ke ufuk barat, Arya dan Mahesa memutuskan untuk berangkat melakukan penyisiran.

Di saat yang sama, 4 teliksandi lawan yang berhasil lolos, ternyata sudah bergabung dengan pasukan kerajaan Gandara. Mereka bergegas melaporkan apa yang sudah didapatkan dari pengintaian di bukit tandus kepada Raja Barawijaya.

Penguasa kerajaan Gandara itu tidak bisa menahan kegeramannya kepada Jalaksora. "Ternyata benar dugaanku, bukan? Para prajurit yang kau beri perintah membunuh Dharmaseta telah gagal melaksanakan tugasnya. Sekarang tugasmu membuat strategi lain secepatnya!"

1
anggita
like👍, 2x☝☝iklan. untuk dukung novel laga nusantara
anggita
bocah kuckuk🤔🤭😅
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
🚬🗿☕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!