.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuanzero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
Isabella berdiri tegap di depan meja resepsionis, dia memberikan senyuman tipis kepada wanita yang ada di sana.
Pandangan mata Isabella yang percaya diri membuat wanita itu tersenyum canggung. Apa lagi urusannya wanita ini denganku? bukankah dia sudah mendapatkan pekerjaan? Hmph! menyusahkan saja.
"Ada yang bisa saya bantu?" Wanita itu bertanya sambil menahan senyumnya. Entah mengapa saat melihat pakaian Isabella, membuatnya memandang rendah wanita itu.
Mungkin memang apa yang mereka lihat akan menjadi penilaian mereka terhadap orang lain, sudah sangat sering hal seperti itu terjadi di kalangan masyarakat, bahkan wanita yang ada dihadapannya pun melakukan hal yang sama.
Isabella hanya bisa memaklumi sikap wanita itu kepadanya. "Aku ingin bertanya beberapa hal, apakah kamu ada waktu?"
"Silahkan..." Jawab wanita itu menanggapi Isabella.
"Kemarin aku lupa bertanya tentang pekerjaan yang harus kulakukan, dan sepertinya Pak Zai juga tidak membahasnya kemarin. Apakah kamu mengetahui sesuatu atau mungkin Pak Zai meninggalkan sebuah pesan?"
"Sepertinya tidak ada..." Wanita itu meletakkan tangannya di dagu seperti sedang mengingat waktu lampau.
"Benarkah? lantas apa yang harus kulakukan hari ini?" kini Isabella yang malah kebingungan. Dia tak tahu harus melakukan apa karena belum mendapatkan perintah.
Ada-ada saja perbuatan wanita ini! membuat pekerjaan ku bertambah saja, Huh! untung suasana hatiku sedang baik. Dengan malas wanita itu menyambungkan teleponnya, Isabella tak tahu siapa yang dihubungi olehnya, namun sepertinya itu ada hubungannya dengan permasalahan yang baru saja disampaikan oleh Isabella.
"Begini ––" wanita itu mulai menyampaikan keluhan Isabella.
"Oke... Hmph, baiklah," dia berbicara di telepon untuk beberapa saat dan setelah itu kembali menutupnya.
"Aku baru saja bertanya dengan karyawan divisi yang berdekatan dengan kantor Pak Zai, dia bilang Pak Zai sedang tidak ada ditempat dan tidak meninggalkan pesan apapun." kata wanita Itu menjelaskan.
Bukannya mendapatkan jawaban Isabella malah bertambah bingung. Sebenarnya apa yang direncanakan oleh pria busuk itu?! apakah dia tengah permainkanku? sekarang apa yang harus kulakukan? aku tak mungkin kembali begitu saja tanpa melakukan apapun.
Isabella berfikir sejenak dan menemukan sebuah ide, dia beranjak dari tempat itu dan pergi menuju salah satu divisi yang tak jauh darinya saat ini.
Aku memperkenalkan diriku saja kepada mereka, dengan begitu setidaknya aku memiliki sesuatu untuk dilakukan. Isabella berdiri di tengah meja-meja karyawan divisi yang tak diketahuinya, dia memperhatikan sekitarnya dan agak sedikit canggung karena tidak ada yang perhatikan kedatangannya.
Mereka semua sibuk pada pekerjaan mereka masing-masing dan fokus pada layar monitor, bahkan saat Isabella berpura-pura batuk pun tak ada yang merespon.
Semua orang sangat fokus pada pekerjaan mereka, Isabella malah bertambah canggung karena dia terlihat seperti sedang mengganggu para karyawan lainnya dalam bekerja.
Ayoo, beranikan dirimu Isabella. Jangan takut... mereka tidak akan menggigit mu. Isabella membatin.
Dia menarik nafas dalam-dalam bersiap untuk mendapatkan perhatian oleh para karyawan lainnya, semoga saja itu berjalan dengan lancar dan tidak membuat karyawan lainnya terganggu.
"Maaf semuanya... boleh aku meminta waktu kalian sebentar?" kata Isabella menginterupsi seluruh divisi itu, mereka semua menghentikan pekerjaan mereka dan fokus dengan apa yang akan di sampaikan oleh Isabella.
"Aku karyawan baru di sini, jadi... mohon bantuannya semua!! " kata Isabella sambil menundukkan kepalanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SaLaMnOlNoL (⌐■-■)
dan Justin gimana ceritanya??
mudah-mudahan ga terlambat
jangan lupa like dan comment
terimakasih
Gmn mau ks like & vote klo ceritaNya putus2...
Autor hy bikin yg baca jd penasaran..