NovelToon NovelToon
Alma3 Ratu Siluman

Alma3 Ratu Siluman

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:250.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Alma Fatara, gadis sakti yang muda belia, kini menjelma menjadi Ratu Siluman, pendekar cantik jelita yang memimpin satu pasukan pendekar sakti dan besar.

Berbekal senjata pusaka yang bernama Bola Hitam, Alma Fatara langlang buana demi mencari kejelasan siapa sebenarnya kedua orangtuanya.

Sejumlah kedudukan istimewa sudah dia raih di usia belia itu, menjadikannya sebagai pendekar muda yang fenomenal, disegani sesama pendekar aliran putih dan membuat pendekar jahat ketar-ketir, ditaksir banyak pemuda dan dihormati oleh pendekar tua.

Kali ini, Alma Fatara akan menghadapi dua kerajaan besar dan melawan orang yang tidak terkaalahkan. Petunjuk yang mengarahkan mendekati orangtuanya semakin terbuka satu demi satu.

Sampai di manakah kemampuan Alma Fatara dalam perjalanannya kali ini? Temukan jawabannya hanya di novel “Alma3 Ratu Siluman”.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akarmani 19: Menembus Benteng Timur

*Api di Kerajaan Jintamani (Akarmani)*

Akhirnya sekitar lebih dua puluh prajurit berkuda yang dipimpin oleh Genggam Sekam dan Sumirah, tiba di titik berkumpulnya pasukan pimpinan Adipati Lalang Lengir.

Pertemuan gelap-gelapan antapemimpin pasukan pun terjadi. Namun, pertemuan dalam gelap itu tidak ada modus sedikit pun. Sumirah yang punya hubungan khusus dengan Genggam Sekam pun tidak mau usil mencuri kesempatan di dalam gelap. Maklum, Sumirah memiliki tipikal berani terhadap lelaki untuk urusan ser-seran.

“Kami semua akan menyamar sebagai pasukan Jintamani yang kalah dan minta masuk ke dalam benteng,” ujar Genggam Sekam menyampaikan rencananya. “Alangkah baiknya jika separuh dari pasukan Perguruan Pisau Merah ikut menyamar dan menyusup masuk.”

“Baik, kita dapat banyak kuda dan punya banyak seragam mayat prajurit Jintamani. Dua puluh murid Pisau Merah akan bergabung menyamar,” kata Adipaksa, murid utama Perguruan Pisau Merah yang memimpin pasukan perguruan.

Jadi, dengan bergabungnya dua puluh prajurit Perguruan Pisau Merah yang kemudian menyamar sebagai prajurit Jintamani, maka ada lebih dari 40 prajurit berkuda yang dipimpin oleh Genggam Sekam.

Sebagai tanda bahwa mereka adalah pasukan berkuda Kerajaan Jintamani, salah satu prajurit membawa panji pasukan yang sebelumnya Genggam Sekam pungut di titik penyergapan pertama.

Pasukan berkuda itupun menyiapkan diri di dalam kegelapan. Beberapa prajurit ada yang memakai baju terbalik karena tidak jelas mana bagian depan dan mana bagian bawah. Namun, itu tidak jadi masalah, asal jangan salah pasang celana.

Sementara itu bagi Sumirah, karena dia wanita sendiri, jadi dia harus menutupi kewanitaannya demi kelancaran pasukan penyamaran itu. Maksudnya menutupi wajah dan kepalanya serta menyamarkan sembulan dua gunungnya.

“Pasukan, siaaap?” teriak Genggam Sekam bertanya.

“Siaaap!” jawab puluhan prajurit yang sudah siap di kudanya masing-masing.

Suara teriakan mereka tidak akan sampai ke pendengaran prajurit di atas benteng timur Ibu Kota karena jarak yang jauh.

“Majuuu!” teriak Genggam Sekam.

“Heah heah heah!”

Pasukan itupun menggebah kuda-kudanya dengan keras. Mereka pun berlari kencang di jalan gelap yang sudah dirapikan dan sudah tidak ada batang pohon yang melintang lagi. Mereka tetap tidak membawa obor penerang.

Sementara itu di depan sana, lautan api sudah mengecil. Meski masih menyala, tetapi diduga kuat bisa dilompati dan diterabas oleh para kuda.

“Musang Kurap!” panggil Delik Aduan kepada Gawe Isang. Mereka berdua menjadi operator pelontar gentong minyak di atas benteng pada malam itu.

“Ada apa, Musang Mendoan?” tanya Gawe Isang dengan lirikan yang sinis.

“Aku sayup-sayup mendengar suara lari pasukan berkuda,” kata Delik Aduan.

“Ah, kau mengigau,” kata Gawe Isang tanpa serius menanggapi.

“Ada pasukan kuda yang datang!” teriak Banding Undak yang berposisi di mesin panah belalang. Dia dengan serius menunjuk ke depan jauh.

Semua prajurit di atas benteng segera dengan serius memandang jauh ke depan, ke dalam kegelapan yang ada di seberang lautan api.

Panglima Galagap yang baru mulai makan bubur kacang merah hangatnya yang kedua, jadi terdiam dengan posisi sendok sudah di depan mulut yang menganga. Telinganya yang lebih tajam pendengarannya dibandingkan para prajurit biasa, telah mendengar jelas suara lari pasukan berkuda.

“Jangan ada yang mencuri buburku!” teriak Panglima Galagap sambil cepat berlari menuju tangga.

Di tangga, panglima yang urusan buburnya belum kelar-kelar itu, melakukan dua lompatan saja untuk sampai ke atas benteng.

“Gusti Panglima, ada pasukan berkuda!” lapor Pajrit Kerismon.

“Aku sudah lihat,” kata Panglima Galagap.

Memang, pasukan berkuda pimpinan Genggam Sekam sudah muncul dari dalam kegelapan dan mendekati pagar api.

Semakin dekat kepada api, maka penampakan pasukan berkuda itu semakin terlihat. Model dan warna seragam sudah menunjukkan identitas pasukan itu, terlebih salah satu prajurit terdepan membawa panji yang dikenali.

“Buka pintu gerbaaang!” teriak Genggam Sekam sambil menunjuk-nunjuk ke arah pintu gerbang benteng.

Meski suara Genggam Sekam belum sampai ke telinga Panglima Galagap, tetapi sang panglima sudah mengerti maksudnya. Namun, sang panglima tidak langsung merespon.

Cahaya api tidaklah seterang cahaya matahari, jadi cahaya api di malam itu tidak bisa memberi gambaran secara terang benderang para penunggang kuda tersebut, terlebih Genggam Sekam menyembunyikan tongkat besinya di badan kuda.

“Gusti Panglima, mereka dikejar musuh!” teriak Pajrit Kerismon.

“Iya, aku juga lihat!” sahut Panglima Galagap.

Memang, Panglima Galagap dan pasukannya cukup dibuat terkejut, ketika melihat kemunculan lebih seratus prajurit yang berlari keluar dari kegelapan di belakang pasukan berkuda. Terkesan bahwa pasukan pelari itu sedang mengejar pasukan berkuda.

Pasukan berkuda sudah melompati pagar api dengan mudah.

“Buka pintu gerbaaang!” teriak Genggam Sekam lagi sambil memandang ke atas benteng dan menunjuk pintu gerbang yang tertutup rapat.

Kali ini, Panglima Galagap dan pasukannya sudah bisa mendengar teriakan Genggam Sekam.

“Buka pintu gerbang! Panah belalang, bidik pasukan musuh!” perintah Panglima Galagap kepada pasukannya.

“Buka pintu gerbang! Pasukan berkuda ingin masuuuk!” teriak Pajrit Kerismon kepada Para prajurit yang bertugas di balik pintu gerbang.

Pasukan Genggam Sekam yang sudah melewati pagar api, terus melaju kencang menuju gerbang benteng.

Sementara itu, seratus pasukan berseragam prajurit kadipaten yang mengejar pasukan berkuda terpaksa berhenti di depan pagar api, karena mereka tidak bisa melompati api yang masih setinggi dada orang berdiri.

“Panah!” perintah Adipati Panji Gumo yang memimpin pasukan pelari yang pura-pura mengejar.

Puluhan prajurit yang berhenti di depan api segera memasang pose memanah. Mereka membidik ke arah pasukan berkuda yang mereka kejar.

Set set set ...!

Puluhan anak panah dilepas melambung ke udara tinggi. Padahal sebenarnya mereka asal memanah karena hanya pura-pura, demi keberhasilan drama pasukan berkuda. Maka pastinyaa tidak ada satu pun anak panah yang mengenai prajurit berkuda ataupun kudanya.

“Panaaah!” perintah Panglima Galagap kepada operator mesin panah belalang.

Set set set ...!

“Munduuur!” teriak Adipati Panji Gumo saat melihat ada serangan panah dari atas benteng.

Buru-buru pasukan Adipati Panji Gumo berbalik dan berlari menjauhi pagar api.

“Aaak!” jerit seorang prajurit yang telat mundur.

Satu dari hujan panah itu mengenai paha kiri si prajurit, sementara puluhan panah yang lain menancap di tanah sekitarnya.

Melihat ada rekannya yang terluka, dua orang prajurit kadipaten segera berbalik menjemput prajurit yang terpanah lalu memapahnya untuk mundur, sebelum datang lagi hujan panah dari atas benteng.

“Buka pintu gerbaaang!” Genggam Sekam masih berteriak sambil mendekati pintu gerbang yang mulai dibuka bersama pasukan.

Di bawah penerangan obor-obor dari atas benteng, Panglima Galagap mencoba memerhatikan para prajurit berkuda itu dengan seksama. Meski tidak begitu jelas, Panglima Galagap yakin bahwa dia tidak mengenal wajah penunggang yang memimpin pasukan itu. Namun, itu bukan ukuran untuk curiga. Sebab, dia tentunya tidak mungkin harus mengenal semua wajah prajurit Kerajaan Jintamani, apalagi beda divisi.

Gerbang pintu benteng timur pun akhirnya terbuka lebar. Pasukan berkuda pimpinan Genggam Sekam masuk dengan leluasa melewati pintu gerbang dan Panglima Galagap sendiri tidak curiga.

Genggam Sekam terus membawa pasukannya masuk ke Ibu Kota dan meninggalkan area benteng. Dia tidak mau langsung membongkar penyamaran dan berurusan dengan pasukan penjaga benteng. (RH)

1
asta guna
hahaha Q bisa bayangkan
asta guna
gaya tulisan om Rudi benar2 diluar Nurul hahah
Om Rudi: jiahahaha
total 1 replies
🇬 🇨 🇦 🇸 ¹
aku udh serius baca wkwk malah akhir kalimat bikin ktawa🤣🤣🤣 ga ada yg ngajak kopi bersama🤣
🇬 🇨 🇦 🇸 ¹
awokaowk keliatan klo ompong🤣🤣🤣 berjendela giginyanitu🤣🏃‍♀️
🇬 🇨 🇦 🇸 ¹
lah kirain sunat beneran 🤣🤣🤣 ternyata surat wwkk
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
hebat ya debur sama ayu Wicaksana membela ratu mekar Arum
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
namanya debur ku kira🤧ayang ayu Wicaksana
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
mampir di karya thor
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
Hihihi... Gusti Senopati melongo gak jelas, pengen marah ya harus marah 😅
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
itu pukulan kasih sayang paman, biar paman mau manggilku perempuan cantik.. Ha ha ha
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
Sabar Ning Ana, kak Alma emang seperti itu, lempar kaki sembunyi tangan 😅
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
kocar kacir dah semua pasukan karena seorang Alma gadis cerdik dan pintar... ih si Ana bahagianya
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
masih kecil lo si Ana nekat banget sih dia apalagi jatuh cinta sama om" 😁
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
aku suka dengan tingkah konyol Ayu... pacarnya Debur dipanggil bubur 🤣
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah ternyata alma fatara sangat hebat dalam mengalahkan musu. dgn seorang diri dia berani menyerang walau wanita
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah, jangan maju kalau gitu, prajurit berkuda saja semua kalah, kalau kamu berani berdual alamat bisa mati ditangan wanita itu
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
iya, nih mana ada sih musuh ngecoh memakai daun. mungkin dia hanya ingin bermain saja
R. Yani aja
yang ini kunci slotnya karatan nggak?
R. Yani aja
rak kayunya, isinya apa om?
R. Yani aja
otak gue ngeleg. baca "personel pembawa obor" jadi ponsel pembawa obor... lah maksudnya gimana??? 🤣🤣🤣✌✌✌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!