Time travel ke tubuh gadis yang bunuh diri, membuat Elliana kembali mendapatkan penampilannya yang dulu. Dia ingin mengubah takdir bagi Sabrina, pemilik tubuh yang tertekan dengan semua bullyan teman-temannya di kampus.
Elliana juga mencairkan tabungannya untuk membantu Sabrina dalam perubahan yang akan dilakukannya.
Apakah Elliana akan berhasil dan kuat dengan tubuh baru tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyesalan
"Gue harus bagaimana?"
Tia dengan cemas, karena nasibnya kini terancam jatuh ke tangan Johan, seandainya dia tidak mau memberikan konsekuensinya atas kerjasama yang sudah mereka sepakati.
"Iya gitu Tia, Lo coba bicara sama Riyan. Siapa tahu dia ada solusi yang bisa membantu Lo." Anna memberikan usulan.
"Tapi... Tapi Gue malu," sahut Tia cemas.
Dia tidak ingin temannya itu tahu tentang permasalahannya kali ini, apalagi masalah ini melibatkan Sabrina juga, yang justru dikeroyok preman-preman yang dia sewa atas rekomendasi dari Johan.
"Tapi Lo gak ada pilihan lain. Dari pada Lo mengalami nasib yang sama seperti Gue, Lo mau dijadikan ayam kampus sama Johan?"
Anna memberikan pilihan yang sulit bagi Tia, tapi ini juga solusi yang tepat untuk dirinya. Akhirnya Tia menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan dan nasehat Anna. Dia tidak ada pilihan lain, selain memberitahu Riyan supaya temannya itu mau membantu dirinya lepas dari Johan.
Tapi nyatanya, Riyan justru mendengar pembicaraan mereka secara tidak sengaja, yang menyebut namanya sedari tadi.
"Lo pada ngomongin Gue?" tanya Riyan dari jarak sekitar dua meter.
"Ehh..."
"Umh..."
Tia dan Anna tentu saja terkejut dengan keberadaan Riyan, yang tidak pernah mereka sangka-sangka.
"Ada apa?" tanya Riyan ingin tahu
Dia melihat wajah kedua temannya itu bersitegang, dan juga cemas. Apalagi sedari tadi membicarakan namanya dan juga namanya Johan.
Akhirnya dengan terpaksa, Anna dan Tia memberitahu Riyan tentang kegiatan Johan selama ini.
Riyan sangat terkejut ketika Anna memberitahunya tentang kegiatan yang dilakukan oleh Johan soal ayam kampus. Dia merasa bahwa dia harus mengambil tindakan untuk membantu Anna dan gadis lain, yang mungkin juga menjadi korban kegiatan Johan yang satu ini.
"Ternyata apa yang Aku dengar-dengar dulu benar. Tapi kenapa kamu baru bicara Anna?"
Anna terdiam dan hanya menundukkan wajahnya saja. Dia tidak berani menatap wajah Riyan, atau menjawab pertanyaan tersebut. Dia juga merasa bersalah atas semua yang terjadi pada dirinya sendiri.
Setelah mendapatkan laporan dari kedua temannya itu, Riyan mencoba mencari tahu lebih banyak tentang kegiatan Johan. Dia segera menghubungi seseorang untuk mengamati gerak-gerik Johan, supaya mencari dan l mendapatkan informasi dari orang-orang yang mungkin tahu tentang semua kegiatan yang dilakukan oleh Johan.
Dalam waktu singkat, Riyan akhirnya menemukan bukti yang cukup untuk membuktikan bahwa Johan melakukan kegiatan yang mencurigakan.
Setelah Riyan mendapatkan bukti yang cukup, dia memutuskan untuk meminta bantuan dari Elliana, yang sekarang ini sudah menjadi kekasihnya.
"Sebenarnya Aku tidak mau melibatkan Kamu dalam permasalahan ini. Tapi Aku juga tahu, jika Johan sedang mengincamu. Jadi kemungkinan besar tidak akan langsung masuk perangkap."
"Ok, Aku siap." Elliana menjawab dengan tegas bahwa dia sanggup membantu Riyan.
"Tapi Kamu harus tetap berhati-hati. Aku tidak mau jika terjadi sesuatu padamu. Yang pasti, Aku akan tetap menjagamu sebaik mungkin."
Elliana menganggukan kepalanya paham, dengan maksud perkataan Riyan.
Setelah meminta bantuan dari Elliana, Riyan menghubungi Anna, memberikan penjelasan kepada Elliana, tentang apa saja yang harus dilakukan.
Elliana sangat terkejut dengan penjelasan Anna, sehingga dia segera memutuskan untuk membantu mereka untuk mengungkap kegiatan Johan yang meresahkan itu.
Elliana melakukan apa-apa yang bisa membuat Johan menerimanya nanti, seakan-akan dia sedang memerlukan bantuan Johan. Tapi semua yang dilakukan oleh Elliana, dipantau sedemikian rupa oleh Riyan dan seorang teman Riyan yang sudah profesional.
Temannya Riyan juga sudah menyiapkan tim untuk menangkap Johan atas kegiatannya itu. Mereka ingin menemukan Johan dan menangkapnya dengan semua bukti yang akan memberatkannya.
Selama ini Johan memaksa gadis-gadis untuk melakukan hal-hal yang tidak mereka inginkan, dengan menggunakan kekerasan untuk mengancam gadis-gadis jika mereka tidak melakukan apa yang dia inginkan
Ternyata kegiatan Johan ini sudah lama dilakukan, dengan menjerat banyak mahasiswi-mahasiwi yang masuk ke dalam perangkap, kemudian dijadikan ayam kampus.
Ayam kampus sendiri merupakan istilah yang diberikan untuk pekerja sekks komersial (PSK) dari kalangan mahasiswi. Jika dibandingkan dengan PSK di lokalisasi, keberadaan ayam kampus lebih sulit dilacak keberadaannya. Saat diperhatikan, penampilan dan keseharian mereka di kampus terlihat sama dengan mahasiswi-mahasiswi lainnya.
Inilah yang membuat Johan juga tetap aman sampai saat ini.
"Memangnya apa yang selama ini kamu lakukan Anna?"
"Apa Kamu dapat tamu yang harus Kamu layani dari Johan, atau Kamu cari tamunya sendiri?" Elliana mencoba mencari tahu dari Anna, yang sudah lama ada dalam posisi jeratannya Johan.
"Gak gitu Brin. Gue hanya menunggu instruksi darinya, jika ada yang harus Gue kerjakan ya Gue dihubungi sama dia. Tapi jika tidak ada ya Gue enggak ada kerjaan juga."
"Ini sama saja sih seperti PSK pada umumnya, tapi perbedaannya hanyalah mereka sebagian besar terang-terangan menjalankan pekerjaannya. Salah satunya dengan mangkal di sejumlah lokalisasi atau prostitusi. Ayam kampus, jelas terselubung," kata Anna melanjutkan jawabannya.
"Johan mengkoordinir Ayam kampus dengan memilih jalur independen yang bernaung lewat mucikari khusus atau biasa disebut agensi atau broker. Untuk pemesanan, calon konsumen mesti lebih dulu mengontak "Mami"-nya. Kemudian bisa order, booking, janji temu, dan seterusnya."
"Hal ini untuk menjaga kerahasiaan selama operasi berjalan. Di luar itu, ada juga yang bergabung di sejumlah kafe tertentu dengan konsep window shopping. Jadi, sebelum "membeli", lelaki hidung belang bisa lebih dulu memilih-milih layaknya melihat barang di etalase toko."
"Wadah lain yang tak kalah subur buat operasi ayam kampus adalah tempat hiburan karaoke dan tempat spa. Mereka berkedok sebagai pemandu karaoke atau biasa disebut Lady Companion (LC) serta terapis kesehatan."
Elliana dan Riyan mendengarkan semua penjelasan yang diberikan oleh Anna, begitu juga dengan Tia.
Tia sendiri hampir saja menjadi korbannya Johan, jadi dia tersenyum miris mendengar cerita dari Anna kali ini.
"Jadi Gue minta maaf pada kalian semua, jika selama ini Gue gak bilang-bilang. Gue malu, tapi Gue juga butuh uang."
Anna mengatakan bahwa, kehidupan dan pergaulan para mahasiswi yang bak sosialita, juga mempengaruhi jalan pikiran seseorang untuk bisa mendapatkan uang dengan cara cepat dalam jumlah yang banyak. Akhirnya mereka banyak yang melakukan jalan pintas, sama seperti dirinya.
"Gue gak mau jika kalian membully Gue, sama seperti yang Lo lakukan pada Sabrina. Gue, Gue... hiks hiks hiks..."
Anna menangis mengingat bagaimana kesedihannya selama ini, yang juga tertekan karena keadaannya. Dia tidak mau jika teman-temannya tahu, kemudian mengolok-oloknya juga.
"Gue minta maaf ya Brin."
Akhirnya Anna meminta maaf pada Sabrina, sebab dulu dia juga sering mengikuti apa yang dilakukan oleh Tia pada Sabrina.
Tuhhh kan, penyesalan selalu datang di belakang, sama seperti yang terjadi pada Anna.
dan skrng Lolli memng pntas klo sampai kehilangn rasa percya diri krn putus kakinya akibt kecelakaan yg dibuat sndri...