NovelToon NovelToon
GOD OF MARTIAL

GOD OF MARTIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Lin tian seorang remaja yang tinggal bersama ayah nya seorang pemabuk. suatu hari tiba tiba ayah nya berbicara dan mengasih warisan keluarga untuk anak nya dapat berkultivasi. seperti pepatah mengatakan "di balik kekuatan hebat terdapat musuh yang kuat"
Mampu kah Lin Tian bertahan dari banyak nya musuh yang datang.
mari kita cari tau bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Labirin Ilusi Tujuh Emosi

​Guncangan dari hancurnya Batu Penguji Bakat masih menyisakan bisik-bisik tegang di penjuru Alun-Alun Pusat, namun ritual seleksi tidak pernah berhenti untuk satu orang pun. Setelah jeda selama satu jam untuk membersihkan sisa-sisa pilar batu yang hancur dan mengelompokkan kandidat yang lolos, diaken penguji kembali berdiri di tepi panggung giok putih.

​"Ujian Pertama selesai! Dari tiga puluh ribu pendaftar, hanya seribu dua ratus orang yang berhasil memicu cahaya Hijau ke atas dan berhak melanjutkan ke babak ini!" Suara diaken itu bergaung berat, dibantu oleh formasi pengeras suara spiritual. "Ujian Kedua: Labirin Ilusi Tujuh Emosi!"

​RUMBLE...

​Begitu kata-kata itu dijatuhkan, sepuluh Tetua Sekte Pedang Azure yang duduk di panggung utama serentak membentuk segel tangan yang rumit. Aliran Qi berwarna perak melesat dari ujung jari mereka, menghantam formasi raksasa yang tertanam di bawah lantai alun-alun.

​Tanah berguncang pelan saat kabut berwarna ungu pekat mulai menyembur keluar dari sela-sela ubin batu. Dalam hitungan detik, kabut itu menggulung dan membentuk sebuah struktur bangunan masif tak kasatmata yang menutupi seluruh area panggung. Dari luar, tempat itu tampak seperti labirin raksasa yang terus berubah bentuk, diselimuti aura mistis yang mengacaukan kesadaran.

​"Labirin ini tidak menguji kekuatan fisik maupun tingkat kultivasi kalian," lanjut sang diaken, matanya melirik sekilas ke arah Lin Tian yang berdiri tegak di barisan depan. "Ini adalah formasi ilusi tingkat tinggi yang akan memancing keluar titik terlemah dalam jiwa kalian: kegembiraan, kemarahan, kesedihan, ketakutan, cinta, benci, dan hasrat. Kalian memiliki waktu dua jam. Mereka yang tidak mampu keluar sebelum waktu habis, atau pingsan di dalam karena jiwanya hancur, dinyatakan gagal!"

​"Para kandidat, masuk!"

​Seribu dua ratus remaja bergerak maju secara serentak. Begitu kaki mereka melangkah melewati batas kabut ungu, tubuh mereka seketika menghilang dari pandangan dunia luar, terisolasi ke dalam ruang ilusi mereka masing-masing.

​Lin Tian menarik napas dalam-dalam, memantapkan langkahnya, dan berjalan masuk ke dalam kabut.

​Begitu kabut ungu menyelimuti pandangannya, hawa dingin yang aneh mencoba menyusup lewat pori-pori kulitnya, merayap naik menuju otaknya. Itu adalah energi formasi yang mencoba memanipulasi ingatan dan emosinya.

​‘Mencoba mengacaukan jiwaku?’ Lin Tian tersenyum dingin di dalam hati.

​Di dalam Dantiannya, esensi Qi emas dari Fisik Suci Yang Terbalik berputar dengan arah berlawanan, memancarkan kehangatan yang langsung membakar habis hawa dingin ungu tersebut sebelum sempat menyentuh kesadarannya. Terlebih lagi, jiwanya dilindungi oleh keberadaan Cincin Ruang Angkasa Roh Abadi yang tertanam di dalam kesadarannya. Energi ilusi tingkat rendah di sub-domain fana ini tidak lebih dari sekadar embusan angin sepoi-sepoi bagi kekuatan jiwanya yang agung.

​WUSH!

​Pemandangan di sekeliling Lin Tian mendadak berubah. Kabut ungu menghilang, digantikan oleh pemandangan sebuah aula istana emas yang teramat sangat megah. Di atas takhta tertinggi, duduk sosok dirinya yang mengenakan jubah kekaisaran naga, dikelilingi oleh ribuan kultivator kuat yang berlutut menyembah, menawarkan harta karun keduniawian dan ribuan wanita cantik.

​Ini adalah Ilusi Hasrat dan Kegembiraan. Seseorang yang haus akan kekuasaan dan kejayaan akan selamanya terjebak di sini, menikmati ilusi menjadi penguasa dunia.

​Lin Tian menatap pemandangan itu dengan mata keemasannya yang dingin dan jernih. "Hanya ilusi murahan. Kejayaan sejati di puncak bela diri dicapai dengan tangan dan pedangku sendiri, bukan dari fatamorgana yang diciptakan oleh susunan batu."

​KRETEK... PYAR!

​Hanya dengan satu kalimat yang sarat akan tekad baja, istana emas di depannya retak dan hancur berkeping-keping bagaikan cermin yang dipukul palu.

​Pemandangan berubah lagi dengan cepat. Kali ini, Lin Tian mendapati dirinya kembali berada di halaman gubuk reyotnya di Desa Angin Sepoi. Di depannya, sang ayah, Lin Xiao, terkapar di atas genangan darah dengan dada yang tertembus pedang besar klan Gu. Gu Hong dan Gu Wei berdiri di samping mayat ayahnya sambil tertawa terbahak-bahak, menghina garis keturunan mereka.

​Rasa marah yang luar biasa dan kebencian yang membakar mendadak melonjak di dalam dada Lin Tian. Ini adalah Ilusi Kemarahan dan Kesedihan, memanfaatkan titik emosional terdalam dari ingatan masa lalunya.

​Napas Lin Tian sempat memburu selama satu detik. Tangan kanannya secara tidak sadar bergerak menuju gagang pedang besar di punggungnya. Namun, tepat ketika kemarahan itu akan mengambil alih logikanya, pola perunggu kuno di lengan bawahnya memancarkan denyut energi yang menenangkan.

​Lin Tian memejamkan matanya, mengembuskan napas panjang. ‘Ayahku adalah seorang ahli tiada tanding yang menyembunyikan kekuatannya. Bahkan jika seluruh sub-domain Azure ini bersatu, mereka tidak akan mampu menggores sehelai rambutnya. Ilusi ini... terlalu cacat.’

​Ketika Lin Tian membuka matanya kembali, sorot matanya telah kembali tenang sedalam lautan. "Hancur!"

​BOOM!

​Dunia ilusi bertema Desa Angin Sepoi itu meledak abu-abu, runtuh total di bawah kekuatan mental Lin Tian yang tidak tergoyahkan.

​Sementara Lin Tian berjalan dengan santai mematahkan satu demi satu lapisan ilusi emosi di dalam labirin, situasi di luar panggung justru sangat kacau. Baru tiga puluh menit ujian berjalan, sudah ada lebih dari dua ratus kandidat yang terlempar keluar dari kabut ungu. Wajah mereka pucat pasi, beberapa berteriak histeris karena ketakutan, dan yang lainnya menangis meraung-raung akibat ilusi kesedihan yang menghancurkan mental mereka.

​Gu Wei berada di dalam labirin, berjuang dengan sangat keras. Wajahnya dipenuhi keringat dingin saat dia terjebak di dalam Ilusi Ketakutan, di mana dia terus-menerus melihat bayangan Lin Tian dengan mata emas raksasa yang siap menginjak tubuhnya hingga hancur. "Pergi! Jangan mendekat! Aku adalah jenius Klan Gu! Aku tidak takut padamu!" Teriak Gu Wei histeris sambil mengayunkan tinju apinya ke udara kosong.

​Di panggung utama, para Tetua Sekte Pedang Azure terus mengawasi jalannya ujian menggunakan bola kristal pemantau jiwa.

​"Tahun ini kualitas kandidat agak menurun. Baru tingkat ilusi keempat, sudah banyak yang bertumbangan," desah salah satu Tetua wanita dengan nada kecewa.

​"Tunggu, lihat pilar kristal nomor tiga! Mengapa indikator fluktuasi emosinya tetap berada di angka nol?!" Tetua Mo Feng tiba-tiba berdiri dari kursinya, menunjuk ke arah kristal pemantau yang terhubung dengan ruang ilusi Lin Tian.

​Biasanya, sekuat apa pun mental seorang kandidat, indikator tersebut akan mendeteksi riak emosi—baik itu kemarahan atau ketakutan—saat mereka melewati ujian. Namun, indikator milik Lin Tian benar-benar datar, menunjukkan bahwa jiwanya sedingin es batu dan tidak terpengaruh sedikit pun oleh formasi tingkat tinggi tersebut.

​"Ini... apakah formasi kita rusak khusus untuknya?!" Tetua lainnya terbelalak tak percaya.

​WUSH!

​Belum sempat rasa terkejut para Tetua mereda, kabut ungu di sisi timur labirin mendadak terbelah. Sosok remaja berjubah hitam dengan pedang besar di punggungnya melangkah keluar dengan santai, seolah-olah dia baru saja menyelesaikan jalan-jalan pagi di taman.

​Lin Tian menjadi orang pertama yang berhasil keluar dari Labirin Ilusi Tujuh Emosi, hanya dalam waktu empat puluh menit dari dua jam yang disediakan!

​Tetua Mo Feng menelan ludah dengan susah payah. Bakat spiritual tingkat Legendaris, dipadukan dengan kekuatan mental baja yang kebal terhadap ilusi jiwa. Pemuda bernama Lin Tian ini bukan lagi sekadar jenius sejati, dia adalah monster berwujud manusia yang dikirim langit untuk mengubah peta kekuatan Benua Azure.

1
Alia Chans
Hadir Thor
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉
Herman: mimin ucapkan terimakasih kak atas komentar nya. jangan lupa ikuti terus cerita nya. semoga gak bosen bosen ya. 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!