NovelToon NovelToon
Madulah Aku, Suamiku

Madulah Aku, Suamiku

Status: tamat
Genre:Poligami / Romansa / Tamat
Popularitas:90.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: Ocean Na Vinli

Tak pernah terbersit di benak Yuda Anggara bahwa sang istri Intan Nawangsari, wanita yang sudah lama mengarungi bahtera rumah tangga bersamanya, memintanya menikah lagi.

Jika para pria akan bahagia, tapi tidak dengan Yuda, justru dia menolak dengan tegas permintaan sang istri.

"Jangan gila, Intan! Sampai kapanpun aku tidak akan menikah lagi! Aku sangat mencintaimu, Intan! Apa kau tidak mencintaiku lagi?!" Yuda menatap lekat Intan, mencari jawaban atas keresahan hatinya.

Intan hanya diam, menatap balik Yuda dengan mata berkaca-kaca.

Namun lambat laun, setelah di bujuk rayu, akhirnya Yuda terpaksa mengiyakan permintaan Intan. Menikahi Sinta Kumala, anak pak Kades dari sebelah desa, wanita muda yang dipilih langsung oleh istrinya.

Tanpa Yuda ketahui, Intan menyimpan sebuah rahasia besar yang membuat dirinya rela berbagi suami bersama wanita lain.

Penasaran? Ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Angry

"Maafkan aku, Mas," ucap Intan ketika berada di ruang tengah. Wanita berhijab hitam itu menyentuh pundak Yuda, hendak menenangkan suaminya.

Yuda menatap lekat Intan. "Untuk apa kau meminta maaf, Intan? Sudah berapa lama Mbak Wulan seperti itu padamu? Apa ini alasanmu memintaku menikah lagi? Karena kakakku memperlakukan mu tidak baik," tanyanya dengan menggebu-gebu.

Intan menghela nafas kasar. "Sebenarnya sudah lama, tapi aku tak mau membuat hubungan kalian rusak karena ulahku." Dia menggeleng pelan. "Tidak, Mas, bukan itu alasanku memintamu berpoligami."

"Rusak?" Yuda bertanya ulang, seakan tak mengerti isi pikiran istrinya. Dia semakin bertambah bingung, lalu apa motif di balik Intan ingin di madu. "Intan, kau tak perlu meminta maaf padaku, karena nyatanya Mbak Wulan lah yang bersalah, sekarang aku mau bertanya padamu. Apa dia sering mengatakan dirimu mandul?" Pria yang memiliki warna mata hitam legam itu, menangkup kedua pipi Intan.

Mendapat pertanyaan dari Yuda. Membuat Intan di terpa dilema. Takut jika hubungan kakak beradik itu semakin renggang. Dia pun tak menyangka hari ini berani melawan Wulan.

"Intan, cepat katakan padaku?" Yuda sangat tak sabaran saat Intan tak langsung menyahut.

"Tidak, Mas, hanya sekali dua kali saja," kilah Intan. Nyatanya Wulan selama beberapa tahun belakang melontarkan kata-kata pedas yang membuatnya sakit hati.

"Walaupun hanya sekali dua kali, sama saja bagiku! Mbak Wulan benar-benar keterlaluan!" Yuda murka, secepat kilat menurunkan tangannya kemudian melangkah pergi dari hadapan Intan.

"Mas!" Intan terkejut melihat pergerakan Yuda. Dia pun hendak mengejar, namun rasa sakit di kepalanya tiba-tiba muncul.

"Shft, ah..." Intan memegang kepalanya yang rasanya di hantam ribuan bebatuan. Setengah sadar, dia menyenderkan kepalanya ke dinding, menarik nafas panjang, berusaha meredakan rasa sakit yang menderanya sekarang.

Sekitar lima menit, Intan berdiri sambil menarik dan menghembuskan nafas, berharap rasa sakitnya segera hilang namun tak kunjung pula reda.

Intan memutuskan pergi ke kamarnya, ingin mengambil obat. Dia pun berjalan tertatih-tatih dengan tangannya menumpu di setiap sudut tembok.

Sesampainya, di dalam kamar. Intan langsung mengambil obat di dalam laci dan menelan obat pahit itu bulat-bulat tanpa air putih. Setelah itu dia merebahkan dirinya di atas kasur, lalu melihat isi botol yang terlihat kosong melompong alias obatnya sudah habis.

"Riko belum pulang, bagaimana ini, kepalaku semakin sakit, Ya Allah bantulah hambamu, hilangkan lah rasa sakit di kepalaku ini," gumam Intan pelan. Dia menatap langit-langit kamar, tengah mencari cara agar sakit dikepalanya tak kembali datang.

Ting.

Bunyi pesan masuk terdengar dari ponsel Intan yang berada di atas nakas. Secara perlahan ia meraih benda mini tersebut, lalu menggeser layar sejenak, melihat nama Riko menghiasi ponselnya.

...Intan, aku sudah di kampung tapi aku tak bisa lama, karena aku harus kembali ke Kota, mari kita bertemu sebentar di tempat biasa, ada yang mau aku bicarakan....

Sebuah pesan singkat, membuat Intan tersenyum tipis, sebab sepertinya Allah mendengar doanya barusan. Secepat kilat dia membalas pesan Riko, mengatakan berjumpa nanti nanti dan memintanya membawa obat.

Intan terlonjak kala Yuda menyelonong masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu. Tak mau menimbulkan kecurigaan dia langsung menyembunyikan botol obat di bawah bantal, kemudian memainkan sesaat ponselnya.

"Intan, kenapa mukamu pucat, kau sakit?" tanya Yuda panik, melihat wajah istrinya sangat pucat.

Intan tersenyum tipis. "Hanya kecapean, Mas, nanti pasti akan sembuh sendiri, aku hanya butuh tidur saja."

Yuda mendekat, lalu berbaring di sebelah Intan.

"Yakin? Apa lebih baik kita ke puskesmas?" ucapnya sambil menempelkan punggung tangannya di kening Intan yang terasa hangat saat ini.

"Tidak usah, Mas, ini demam biasa. Tadi aku sudah minum obat." Kekeh Intan.

Yuda menghela nafas berat. "Baiklah, kalau kau masih demam, aku akan memanggil dokter atau mantri untuk ke rumah."

Intan mengangguk saja. "Iya, Mas, kau tak berkelahi kan dengan Mbak Wulan?" tanyanya penasaran.

"Tidak usah kau pikirkan Intan, sekarang kau tidur lah," Yuda mengalihkan topik pembicaraan. Dia tak mau Intan merasa bersalah, sebab dirinya barusan memang beradu mulut dengan Wulan.

Intan menatap dalam suaminya. Menebak jika Yuda dan Wulan berkelahi. "Baiklah, aku hanya tak mau menjadi istri perusak hubungan kakak dan adiknya, Mas."

"Intan, sudah jangan di bahas lagi, kau tidur lah, aku harus kembali berkerja, sepertinya aku akan pulang malam," ucap Yuda sambil mengecup kening Intan.

"Iya, Mas. Berhati-hatilah, maaf aku tak bisa mengantarmu ke depan."

"Tak apa," pungkas Yuda kemudian mencium lagi pipi Intan.

*

*

*

Menjelang sore, Intan terbangun dari tidurnya. Sesuai rencana ia akan bertemu Riko. Beruntung Sinta tak ada di rumah, sepertinya wanita itu pergi ke rumah Bunda Ema. Intan pun bergegas ke desa sebelah menggunakan motor matic-nya.

"Intan, ini obatmu." Riko langsung menyodorkan sebotol obat pada Intan.

Intan mengambil obat tersebut dan memasukkannya ke dalam tas. "Terimakasih, Riko, jadi apa yang mau kau bicarakan."

"Begini– awh!" Riko mengaduh kesakitan kala seseorang tiba-tiba memukul punggungnya.

"Mas Yuda!" Intan membekap mulutnya sambil bangkit berdiri, melihat Yuda berdiri tegap dihadapannya dengan tangan terkepal kuat.

1
AyuNia
🫰🏻🫰🏻🫰🏻❤️❤️
Irma Windiarti
Luar biasa
Erni Kusumawati
laki2 semuanya sama aja.. awal2 aja bilang cinta gak mau menikah lagi tp bgtu udh ketemu ikan asin pret lah.. dimakan jg bahkan dia melupakan siapa yg tuan yg memberikan ikan asin tsb. 😡😡😡
Nur Lela
luar biasa
Nami chan
ini cerita bawang bgt 😭
hanyut bacanya walau kisah singkat.
ceritanya bagus, tp buat yg ga kuat jangan coba2
Nami chan
ih 😭
Nami chan
sakit hatiku 😭
Nami chan
bege jg ah intan.. kelakuan sinta kek gt kok rela kalo dia ga ada nanti suaminya didampingi wanita kek gt
Nami chan
terlalu banyak ikut campur
Nami chan
ya terus aja bersikap ky gt shinta.. bukannya dapat cint yudha malah bakal makin dibenci
Nami chan
ya gmn ga apes idupmu kalo sifatmu kek gt
zahra ou
ya gini ini sok2 an gk mau ngmong lg sakit parah marah nyuruh pria lain. kan jd boomerang
❥␠⃝ ͭ🍁DH💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ
bagus
sandi Gelau
kisah anknya sma sinta tk ada..
Dewi Indriyani
kyak sinetron Indosiar aja
Sri Sunarti
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Vivin Yulistian Pradesti
lanjut lagi ka
Zifa
bolak balik baca part ini ttp aja nangis aku thor 😭😭
Hanipah Fitri
pengalaman berharga, berterus terang lah pada suami apapun kondisinya hingga kesalahpahaman tdk akan terjadi, Intan menanggung sendiri penyakit' nya karna merahasiakan penyakit parsh dari suaminya.
walaupun talak sdh diikralkan tetapi cinta keduanya tdk akan hilang hingga dibawa mati
Hanipah Fitri
ceritamu bikin aku nyesak nangis sampai meler nih ingus, kamu berhasil thor sdh bikin aku 😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!