NovelToon NovelToon
Karma Suami Durhaka

Karma Suami Durhaka

Status: tamat
Genre:Pelakor / Keluarga & Kasih Sayang / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Miss Ra

​"Aku menceraikanmu, Hana. Hari ini, detik ini, saat ini juga."

​Hana Anindita terpaku, tangannya yang gemetar mengusap perutnya yang sudah memasuki bulan ketujuh.

Di hadapannya, Bima Erlangga - pria yang berjanji akan menjaganya sehidup semati - menatapnya dengan sorot mata penuh kebencian.

Demi mengejar cinta masa lalunya yang kembali, Bima tega membuang belahan jiwanya sendiri. Bima mengira Hana akan bersimpuh di kakinya, memohon agar tidak ditinggalkan demi janin di rahimnya.

Namun, dugaannya salah besar. Hana hanya tersenyum tipis, mengemasi barang-barangnya, dan pergi tanpa menoleh lagi.

​Saat Bima mulai menyadari bahwa Clarissa tidak sesempurna bayangannya, dan saat Hana mulai bersinar di tangan pria lain, sanggupkah Bima menjilat kembali ludah yang telah ia buang?

Atau selamanya ia hanya akan menjadi orang asing bagi anak yang dulu ia tolak kehadirannya?

Kita simak cerita selanjutnya yuk di karya Novel => Karma Suami Durhaka.
By: Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

"Ada saatnya penyesalan bukan lagi soal air mata, melainkan tentang bagaimana meruntuhkan seluruh dunia yang telah kita bangun di atas kebohongan. Di episode ini, Bima akhirnya mengambil langkah radikal untuk menumbangkan sang parasit, namun ia lupa bahwa badai yang ia ciptakan di rumah tangganya telah merembet hingga ke fondasi kekaisaran bisnisnya. Saat harta mulai menguap dan kehormatan dipertaruhkan, akankah Bima mampu bertahan, ataukah ia akan ikut hancur bersama puing-puing Erlangga Group?"

.

.

Lampu jalanan Jakarta yang temaram tampak meluncur cepat di sisi mobil sport milik Bima. Tangan pria itu mencengkeram kemudi dengan sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

Amarah yang meledak di club tadi tidak lantas padam, justru ia kini merasa memiliki energi gelap untuk menghancurkan apa pun yang menghalangi jalannya.

Ia meraih ponselnya yang tergeletak di jok samping, menekan panggilan cepat ke asisten pribadinya, Panji.

"Halo, Pak Bima?" suara Panji terdengar parau, sepertinya ia baru saja terlelap.

"Panji, dengarkan instruksiku baik-baik," suara Bima berat dan dingin, tak menyisakan ruang untuk bantahan. "Kosongkan apartemen unit 12-B malam ini juga. Seret semua barang milik Clarissa, termasuk pakaian, tas, sepatu, semuanya, masukkan ke karung sampah dan buang ke lobi atau bakar sekalian jika perlu. Ganti kode akses pintunya sekarang. Jangan biarkan wanita itu masuk meski hanya untuk mengambil sehelai rambutnya."

"Tapi Pak, ini sudah hampir jam dua pagi, apakah tidak sebaiknya ..."

"LAKUKAN SEKARANG!" raung Bima. "Dan satu lagi, besok pagi kumpulkan semua bukti transaksi kartu kredit yang ia gunakan secara ilegal. Kita akan melaporkannya atas dugaan pencurian aset. Aku ingin dia tidak punya tempat sembunyi di kota ini!"

Bima memutus sambungan telepon dengan kasar. Napasnya memburu. Ia merasa sedikit puas membayangkan wajah histeris Clarissa saat mendapati dirinya terusir secara hina.

Namun, kepuasan itu sirna saat mobilnya memasuki pelataran rumah utama keluarga Erlangga. Ia melihat lampu ruang tengah masih menyala benderang, sebuah pertanda bahwa sang ratu, Bu Sarah, belum memejamkan mata.

Di dalam rumah, Bu Sarah duduk di sofa kulit yang dingin. Di depannya berserakan berkas-berkas laporan keuangan yang membuat kepalanya seolah ingin pecah.

Keningnya dipijat berulang kali, mencoba mengusir rasa pening yang luar biasa.

Kenyataan yang ia temukan jauh lebih buruk dari yang ia bayangkan. Erlangga Group bukan hanya sedang goyah, perusahaan itu sedang sekarat.

Suntikan dana dari aset luar negeri miliknya pun tidak akan cukup untuk menambal kebocoran yang disebabkan oleh kelalaian Bima dan pengkhianatan diam-diam dari dalam.

Tepat saat itu, Bima melangkah masuk dengan wajah merah padam, sisa-sisa emosi dari club masih membekas di raut wajahnya.

Ia tampak berantakan, kancingnya sudah ia longgarkan, dan aroma alkohol samar-samar tercium dari tubuhnya.

"Dari mana saja kamu?" suara Bu Sarah datar, namun menusuk.

Bima berhenti di tengah ruangan. "Aku baru saja mengakhiri semuanya dengan Clarissa, Ma. Aku sudah membuangnya. Aku memerintahkan Panji untuk mengosongkan apartemennya malam ini."

Bu Sarah mendongak, menatap putranya dengan tatapan yang sangat menghina. "Oh, jadi kau baru saja menjadi pahlawan bagi dirimu sendiri setelah membuang sampah yang kau pungut? Kau pikir itu prestasi, Bima?"

"Ma, aku sudah sadar! Aku melihatnya berselingkuh malam ini! Aku sadar betapa rendahnya dia dibanding Hana!" bela Bima dengan suara meninggi.

**BRAK** !!!

Bu Sarah menggebrak meja marmer di depannya hingga dokumen-dokumen itu berterbangan. Ia berdiri dengan mata berkilat marah.

"Hana! Hana! Berhenti menyebut nama menantuku dengan mulutmu yang bau alkohol itu!" bentak Bu Sarah. "Kau sibuk mengurusi pelacur itu sementara kerajaanmu sedang terbakar! Lihat ini!"

Bu Sarah menyambar satu bundel laporan dan melemparkannya tepat ke dada Bima.

"Saham kita anjlok 15% dalam satu minggu. Vendor-vendor besar menarik diri karena mereka tidak percaya pada kepemimpinan seorang CEO yang lebih sering masuk infotainment karena skandal daripada masuk ruang rapat! Bank sudah mulai mengirimkan surat peringatan. Aset Mama di London pun terkunci karena ada audit mendadak. Kita sedang berada di ujung tanduk, Bima!"

Bima tertegun. Ia mengambil berkas itu, matanya menyisir angka-angka yang memerah. Ia memang tahu perusahaan sedang sulit, tapi ia tidak menyangka situasinya seburuk ini.

"Kenapa... kenapa bisa separah ini? Bukankah proyek di Kalimantan sudah berjalan?" tanya Bima gagap.

"Proyek itu mandek karena dana operasionalnya kau gunakan untuk membiayai gaya hidup mewah Clarissa melalui kartu perusahaan! Dan kau tahu siapa yang memenangkan tender tandingan di sana? PT. Wijaya!" Bu Sarah tertawa getir. "Perusahaan yang bekerja sama dengan kekasih simpananmu itu untuk menghancurkan kita!"

Bima jatuh terduduk di kursi, tangannya gemetar. "Clarissa... dia benar-benar mengkhianatiku hingga ke akar-akarnya."

"Bukan Clarissa yang menghancurkan kita, Bima. Tapi dirimu sendiri! Keangkuhanmu, nafsumu, dan ketulianmu tentang keuangan setahun yang lalu!" Bu Sarah melangkah mendekati Bima, menatapnya dengan penuh rasa muak.

"Sekarang, pilihannya hanya dua. Kau menyerahkan seluruh sisa sahammu kepada Mama agar Mama bisa melakukan restrukturisasi total, atau kita semua akan jatuh miskin dan mendekam di penjara karena gagal bayar pajak dan utang vendor."

Bima menengadah, matanya yang merah menatap ibunya. "Ma, beri aku kesempatan. Aku akan memperbaiki semuanya ..."

"Baiklah, Mama akan memberikan kamu satu kesempatan. Kalau sampai gagal, kau pasti akan menyesal, Bima!"

Bu Sarah melangkah pergi menuju kamarnya, meninggalkan Bima yang membatu di ruang tengah yang luas dan sunyi. Penyesalan itu kini berubah menjadi obsesi yang berbahaya di kepala Bima.

Ia merogoh sakunya, mengeluarkan kotak anting berlian itu lagi. Ia tidak peduli jika perusahaan hancur. Ia tidak peduli jika ia jatuh miskin. Di kepalanya, hanya ada satu skenario.

Ia tidak boleh kehilangan Hana. Jika ia jatuh miskin, maka ia harus menarik Hana kembali ke sisinya, bagaimanapun caranya.

Bima mengambil ponselnya kembali, mengirim pesan kepada asistennya.

"*Cari tahu detail pernikahan Hana. Aku akan menggagalkan semuanya*."

Ikuti terus kelanjutannya yaaa ...!

...----------------...

**To Be Continue** ....

1
Anonim
Ibu tiri sama adek nya juga perlu di jasih pelajaran
Dewi 1234
bagus cerita nya thooorrr..susunan kalimat dan kata2 nya juga bagusss...
Lina Suwanti
maaf kak,,bab sebelumnya Saka manggilnya "Pa...Ma ..." skrg berubah
Siska Febriana
lho bukany nomor bima udah diblokir,kartu ny dah dibuang...
Virlytha
tapi prtma asisten ngantarin surat cerainya di rumah neneknya hana, koq skrang bima mala nyari2 hana
Lisa sari katriani
Karya yang bagus thor 👍

Halo kakak2, jangan lupa mampir yadi karya pertamaku.
Judul : janji yang kau ingkari

Terimakasih 🙏
Lisa sari katriani
Semangat thor 💪

Temen2 dukung dan baca juga karya pertamaku yaa.
Judul : janji yang kau ingkari

Terimakasih 🙏
Hendra Budiarto
seneng cerita nya
echa purin
👍👍
melody17
thorr ayolah kenapa ini cerita jadi begini 🤣
melody17
gak dijelasin kpn dokter ini ketemu lagi sama Hana
Nha_A
hadeeuuhh thoorrr..novel emang tempatx halu sehalu2x..tapi ya kaleeee..masa amburadul banget alurx,udah semangat baca eehh malah bikin gak mood,maaf sampe sini aja bacanya 🙏🏻
Patrick Khan
aku suka😍😍
Ria Lita
ih sibbima gelok pisan ei
~Ni Inda~
Ingat...emosimu yg meledak² begini yg bikin hidupmu makin rumit
Belajar dong mengendalikan emosi.
Untung ada Panji
~Ni Inda~
Ikhlas ya Bima
Semoga hal ini menjadi bara penyemangatmu utk menjadi Bima yg baru & lbh baik
~Ni Inda~
Nahh..gt dong
Fokus utk memperbaiki dirimu
~Ni Inda~
Benar² bodoh
Kau beli sendiri Avanza baru cuma 200 jutaan...kuat kau bw sampai Jateng sana
Cuma gengsimu msh terlalu tinggi...memilih sedan simbol kemewahan pdhal sdh tua & tak bertenaga
Mantan CEO tp tak bs berpikir taktis
~Ni Inda~
Hadeeeuuhhh...entahlah kek mana mau ngomong
Dah tau bangkrut bknnya berhemat malah foya² gaje
~Ni Inda~
Adakah lelaki bodoh diperbudak pelacur seperti ini di dunia nyata?
Milyaran manusia di muka bumi ini & kurasa ini jg pernah menjadi kisah nyata salahsatu atau bahkan bnyk lelaki bodoh di dunia ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!