Sekar tidak menyangka jika dirinya harus mendatangani surat kontrak pranikah.Kesalahannya yang berawal tidak sengaja menabrak mobil mewah seseorang.Mengakibatkan dirinya harus rela menjadi istri kontrak seorang duda kaya.
Abizhar Malik, laki-laki tampan berumur 30tahun yang menawarkan kesepakatan pernikahan kepada gadis yang baru ditemuinya karena ingin membuktikan jika isu tentang dirinya adalah laki-laki lemah gemulai atau impoten tidaklah benar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Cywill", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benda Halus dan Panjang.
Pagi telah datang, dikediaman Abizhar Malik. Sang pemilik rumah sudah bangun dari tidurnya, kini dia sudah nampak rapi mengenakan baju kantor seperti biasanya. Setelahnya dia akan turun untuk memulai aktivitas selanjutnya yaitu sarapan sebelum berangkat ke kantor dimana dia bekerja sebagai CEO di perusahaan ternama di kota itu.
Namun ada yang terlihat berbeda hari itu, Gadis yang tak lain istri kontraknya tengah menyiapkan sarapan pagi untuknya. Dengan senyum yang mengembang di bibirnya Sekar membuatkan Abi nasi goreng dan jus untuk sarapan pagi suami kontraknya.
Pokoknya sekarang aku harus bisa mengalihkan pikiran rubah itu agar tidak belok lagi, senyum-senyum menyeringai.
Sekar memutuskan untuk bersikap seperti bagaimana perlakuan seorang istri, semalam setelah melihat bagaimana reaksi Ibu Abi yang sangat bahagia saat tau jika anaknya membawa seorang wanita yang dikenalkan nya sebagai wanita yang di cintai dan bahkan Abi mengaku sudah menikahinya, karena itu Sekar bertekad ingin merubah jati diri sebenarnya Abi yang terlahir sebagai laki-laki.
Yah, Sekar masih berpikir jika Abi mempunyai kelainan.Dan dia bertekad ingin merubahnya kembali ke jalan yang benar, dia tidak tega melihat ibunya.
Abi sudah di meja makan, dia duduk dan menatap ke arah Sekar, dia mengartikan senyum yang ditunjukkan Sekar seperti tengah merencanakan sesuatu.
Dia sedang memikirkan apa ? kenapa sampai tersenyum begitu.
Bibi pelayan berdiri ketakutan di belakang tuannya.
" Maaf tuan, saya sudah melarang Nona. Tapi beliau terus memaksa." Ucap Bibi pada Abi, dia tau mungkin tuannya sejak tadi diam karena melihat istrinya tengah bekerja di dapur.
"Tidak apa-apa, lebih baik bibi melakukan pekerjaan lain saja. Biarkan istriku yang menyelesaikan semua."
Mendengar itu bibi merasa lega, dengan sigap dia langsung pergi hendak menyelesaikan pekerjaannya yang lain.
Sekar sudah selesai, dia sudah mengambil nasi goreng buatannya ke piring makan dan juga segelas jus jeruk. Sekar langsung menaruhnya dihadapan Abi.
"Silakan mas." Ucap Sekar, setelah itu dia menarik kursi di samping Abi dan mulai menjatuhkan bokongnya.
"Panggil saya seperti itu jika ada orang lain saja dan sebaliknya jika hanya kita berdua panggil dengan sebutan Tuan seperti biasa." Setelah mengatakan itu Abi langsung memasukan satu sendok nasi goreng ke mulutnya. Kunyah-kunyah pelan dan telan hanya itu yang Abi tunjukan.
Sekar hanya mencebik, dia tidak bisa menolaknya karena itu salah satu kesepakatan mereka berdua.
Sekar sudah menunggu setidaknya Abi memberi komentarnya terhadap rasa masakannya.Namun semua itu hanya angan-angan nya saja. Bahkan untuk mengucapkan kata terima kasih pun tidak Abi katakan.
Abi hanya menelan beberapa suapan dan minum seperlunya, sejak tadi hanya suara dentingan sendok dan piring yang beradu saja yang terdengar.Sekar juga tidak berani bersuara, dia hanya duduk tenang dan tidak berani menatap Abi.
Begitu Abi selesai dengan sarapannya lalu dia bangun dan menggeser kursinya kebelakang.
Mendengar bunyi gesekan kursi Sekar masih bergeming, dia hanya melirik piring yang masih tersisa.
Apa nasi gorengnya tidak enak yah?
" Jangan banyak berharap dengan hubungan ini dengan melakukan ini semua, kau tau jelas kalau ini hanya pernikahan kontrak saja. Jadi biarkan bibi yang melakukan seperti biasa." Abi mulai berbalik hendak pergi. Ucapannya menyentak Sekar yang terlihat melamun.
" Kau cukup lakukan peranmu sebagai istri jika ada keluargaku saja, selebihnya bersikaplah seolah tidak mengenalku." Sarkas nya kemudian.
Setelah mengatakan itu Abi benar-benar pergi dari ruangan itu. Dia sama sekali tidak perduli dengan Sekar yang masih duduk menatapnya bingung.
Ternyata Abi berpikir jika apa yang dilakukan Sekar terlalu berlebihan menanggapi hubungan mereka. Padahal sama sekali bukan seperti itu, mereka sama-sama salah paham.
"Apa maksudnya?" Sekar masih belum mengerti ucapan Abi.
"Tunggu! apa maksudnya aku melakukan ini semua karena untuk menggodanya begitu? hah, benar-benar percaya diri sekali dia.Ini tidak bisa di biarkan aku harus memberitahu kebenaranya sekarang." Ucap Sekar begitu Abi sudah pergi.
Sekar langsung menyusul Abi ke depan, dia tidak terima dengan ucapan Abi yang berpikir jika dia tengah menggoda dan berharap Abi akan mulai menyukainya.
Dengan kesal Sekar menghentakkan langkahnya, dia ingin Abi tidak berpikir berlebihan. Namun saat sampai di pintu dia melihat sekretaris Johan tengah berdiri terlalu dekat berhadapan dengan Abi.Johan tengah membetulkan dasi Abi yang miring, namun jika di lihat dari posisi Sekar sekarang, dia mengira kalau mereka sedang bertatapan mesra karena tubuh Johan yang tertutup tubuh besar Abi apalagi Sekar melihat tangan Johan yang melingkar di kerah kemeja Abi saja. Jadi Sekar tidak tau ekspresi Johan sebenarnya yang datar tanpa ekspresi.
Kurang ajar, bisa-bisanya mereka melakukannya terang-terangan. Apa mereka tidak takut apa kalau ada yang melihat perbuatan menjijikan kalian.
" Sekretaris Johan biar aku saja yang melakukannya." Sekar langsung menyingkirkan tangan Johan yang masih memegang dasi Abi hendak membetulkannya.
Enak saja kalian akan melakukan hal menjijikkan begitu di hadapanku, bisa-bisa mataku sakit melihat perbuatan dosa kalian. Dalam hati Sekar mengumpat.
Sekar masih berusaha mengikat ulang dasi Abi, sesekali matanya melirik Abi dan Johan.sebenarnya dia sama sekali tidak bisa melakukannya. Boro-boro mengikatnya, melihat langsung benda halus dan panjang itu saja baru sekali ini dia menyentuhnya.
Apa yang kamu lakukan Sekar, kau tidak sadar jika ini malah membuat rubah tengik ini berpikir kau sedang menggodanya. Tapi aku juga tidak bisa membiarkan mereka terlalu dekat. Kalau bukan karena Nyonya Malik, aku tidak sudi menyentuhnya.
Ucap Sekar dalam hati, dia membodohi tindakannya sendiri. Tapi dia juga terpaksa melakukannya.
Abi masih membiarkan apa yang dilakukan Sekar padanya, ingin tau apa Sekar bisa mengikat dasinya.
Johan yang melihat Sekar sepertinya tengah kesusahan dia berinisiatif untuk maju ingin mengambil alih kembali, namun langsung di cegah Abi dengan mengangkat tangannya.
"Haaa,,,sebentar ya tuan, aku bisa kok." Sekar tertawa kaku, dia masih berusaha padahal keringat dingin sudah keluar di dahinya.
Awalnya Abi tidak perduli, namun lama kelamaan Abi merasa tidak nyaman apalagi wajah mereka yang terlalu dekat membuat Abi menahan nafasnya dan membuat jantungnya sedikit bergetar.
Kenapa dia lama sekali sih ! dan itu kenapa juga aku ingin mengusap dahinya? oh ayolah Abi,,, apa yang kau pikirkan?
Karena tidak tahan dengan posisi itu Abi pun langsung melepaskan tangan Sekar di dasinya dengan kasar. Hingga membuat Sekar nampak terkaget.
"Sudah aku bilang jaga sikapmu Sekar!" setelah mengucapkan itu Abi langsung pergi begitu saja, dengan sigap Johan langsung membukakan pintu dan Abi masuk ke mobilnya.
Sekar menatap nanar pada mobil yang mulai menjauh, dia masih bergeming ditempatnya meskipun mobil Abi sudah tak terlihat. Hingga pandangannya teralihkan dengan mobil lain yang masuki gerbang rumah mewah Abi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dgn kekayaan dan kuasa dia menjatuhkan harga diri wanita...