Menjadi seorang anak yatim piatu yang ditinggalkan kedua orang tuanya karena kecelakaan, kini Ayuna Kinanti Pradipta diasuh dan dibesarkan oleh om nya, Davian Robert adik dari Ibu Ayuna.
Biasa tinggal bersama Davian, membuat perasaan Ayuna perlahan berubah, jantung Ayuna bahkan berdebar kencang saat berada di dekat Davian.
Tak bisa lagi menahan perasaannya, Ayuna pun akhirnya mengungkapkannya kepada Davian.
Lantas bagaimana tanggapan Davian saat keponakannya sendiri mengungkapkan cinta padanya?
Akankah Davian menolak perasaan Ayuna atau justru menerimanya?
Ikuti ceritanya yuk di novel berjudul You Are My Sunshine, hanya di Noveltoon!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 1PM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 19
"Winda," ucap Yuna senang saat tahu jika Winda saat ini mengulurkan tangan untuk membantunya bangun.
Ayuna pun menerima uluran tangan Winda, mencoba bangun dengan sedikit kesusahan, untung saja jatuhnya Ayuna tadi tidak mengenai tangannya yang terluka.
Ayuna berdiri dan membersihkan roknya yang sedikit kotor kemudian menatap Winda.
"Maka…"
Ucapan Yuna terhenti saat Winda malah mengalihkan pandangannya dan menatap adik kelas yang tadi tidak sengaja menabrak Yuna.
Sang adik kelas meminta maaf pada Yuna, dan Yuna pun mengangguk memaafkannya karena bagaimanapun dia tidak sengaja, dan lagi itu juga bukan kesalahan dia sepenuhnya, karena Yuna juga merasa dirinya salah, karena berjalan sambil melamun.
Tapi tidak dengan Winda yang sekarang justru memarahi anak yang menabrak Yuna tadi, hingga mata anak itu berkaca-kaca.
"Sudah Winda tidak apa-apa, lagian dia sudah minta maaf dan lagi dia juga tidak sengaja tadi," ucap Yuna yang berusaha menghentikan Winda.
Winda menoleh ke arah Ayuna, menatapnya tajam dan kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Tidak apa-apa," jawab Yuna saat anak tadi kembali minta maaf padanya.
Kemudian dirinya mengejar Winda yang kini terus berjalan menjauh darinya.
"Winda tunggu!" Teriak Yuna tapi tampaknya teman Ayuna itu tidak mau berhenti dan terus melanjutkan langkahnya.
Ayuna berhenti saat merasa tidak bisa mengejar Winda lagi, dia kemudian masuk ke dalam kelas, toh nanti dia akan kembali bertemu Winda, karena gadis itu sekelas bahkan sebangku dengan Ayuna.
Yuna masuk dan berjalan menuju bangkunya kemudian duduk di sana, tanpa memperdulikan sekitar. Tak lama bel masuk berbunyi, Ayuna terus memainkan penanya sambil terus menatap pintu menunggu kedatangan Winda. Tapi Winda tidak kunjung masuk sampai guru mereka masuk.
Ayuna meluruskan satu tangannya dan menidurkan kepalanya di atas meja. Seketika dia tidak bersemangat untuk mengikuti pelajaran.
Bahkan Ayuna tidak mendengarkan saat gurunya menerangkan pelajaran. Hingga dia langsung menegakkan badannya saat mendengar suara orang yang sejak tadi di tunggunya.
"Winda," Yuna menatap Winda tapi Winda melengos begitu saja, seakan malas untuk melihat Yuna.
"Winda aku minta maaf," lirih Ayuna, dirinya begitu sedih saat teman perempuan yang dia miliki satu-satunya malah mengabaikannya. Di tambah dirinya yang teringat jika Davian memiliki kekasih, membuat perasaannya semakin sakit, karena kini orang-orang yang menyayanginya semakin jauh.
…
Yuna sama sekali tidak keluar dari kelasnya, saat jam istirahat, dia terus menatap ponselnya, di layar menampilkan chat nya dengan Davian, beberapa kali Davian mengirim pesan tapi Yuna tidak juga membalasnya, hanya melihat saja. Yuna mengetikkan sesuatu tapi ragu untuk mengirimkannya, hingga tiba-tiba sebuah tepukan di bahunya membuat dia terkejut dan jarinya refleks mengirimkan pesan itu pada Davian.
*
*
Sementara itu, Davian melemparkan berkas yang diberikan Reza. Sejak datang aura Davian berbeda dengan biasanya hingga semua karyawan menatapnya takut, bahkan Reza yang selalu ada di samping pria itu, harus terus mengelus dada dengan amukan Davian. Padahal menurut Reza tidak ada kesalahan fatal yang dirinya lakukan.
Setelah melempar berkas Davian, mengambil ponsel dan mengeceknya, lagi-lagi keponakan kesayangannya tidak juga membalas pesan yang ia kirimkan. Mengingat jika Ayuna berboncengan dengan seorang pria amarah Davian kembali meluap. Dia tidak ingin Ayuna dipengaruhi oleh pergaulan yang bisa menjerumuskannya. Pergi ke bar, arena balap hingga masuk rumah sakit, itu seperti bukan Yuna nya.
Terlebih sekarang Yuna dekat dengan seorang pria, bagaimana jika pria itu berniat buruk dengan Yuna? Sepertinya Davian sudah terlalu membebaskan Yuna, hingga Yuna bisa seperti sekarang ini.
Davian mengetuk-ngetukkan jarinya di meja. Memikirkan cara agar Yuna tidak lepas dari pengawasannya. Karena bagaimanapun Davian harus benar-benar menjaga Yuna seperti amanat terakhir kakaknya.
"Tuan maaf ada yang bisa saya bantu?" Tanya Reza memberanikan diri daripada dirinya harus menjadi patung disana hanya menatap bos nya yang tampaknya sedang berpikir keras.
Davian menatap Reza, dia kira pria itu sudah pergi dari tadi. Davian yang kebetulan sudah menemukan cara pun meminta Reza mendekat, dan mengatakan perintahnya agar Reza segera melakukannya. Setelah mendapat perintah dari Davian, barulah Reza pamit undur diri dan pergi melaksanakan perintah Davian.
Davian kembali melihat ponselnya dan dia tersenyum melihat status Yuna yang sekarang sedang online. Bahkan kini pesan yang Davian kirimkam sedari tadi pagi kini dibaca oleh Yuna.
Tapi Davian kembali gelisah saat Yuna tidak juga membalas pesannya. Davian kembali mengirimkan pesan dan langsung terbaca, menandakan jika Yuna sedang menatap layar yang isinya adalah chat an Yuna dengannya. Tapi sayangnya Davian harus kecewa karena lagi-lagi keponakannya tidak juga membalas pesan darinya.
Davian terdiam, mengingat-ingat apa saja yang dia lakukan hingga membuat Yuna nya begitu marah. Tapi dipikirkan selama apapun dia sepertinya tidak pernah melakukannya. Davian benar-benar bingung, alasan kenapa Yuna nya bisa marah padanya.
Davian yang sedang melamun, buru-buru mengecek ponselnya, saat mendengar nada suara yang menandakan jika dirinya kini mendapatkan pesan masuk dari seseorang.
Matanya berbinar saat nama Yuna lah yang muncul, tapi sesaat saja, Davian mengerutkan dahi bingung saat membaca pesan dari Ayuna yang mengira jika gadis itu mungkin saja salah kirim.
Davian akan menghubungi Yuna tapi urung saat sekretarisnya masuk dan mengatakan padanya jika rapat sebentar lagi akan di mulai, membuat Davian menghela nafas berat dan terpaksa bangkit dari kursi kebesarannya dan pergi untuk rapat, masalah pesan yang Yuna kirim, dia akan menanyakannya nanti.
*
*
"Winda," ucap Ayuna dengan suara pelan, tadinya dia akan marah pada orang yang mengejutkannya, tapi melihat jika Winda lah orangnya, Ayuna buru-buru menelan amarahnya. Takut jika dia kembali memarahi Winda, maka temannya itu akan semakin membencinya.
"Makanlah!" Kata Winda meletakkan makanan di meja dan hendak pergi tapi Ayuna buru-buru menahannya.
"Winda aku benar-benar minta maaf," ucap Yuna dengan rasa bersalahnya karena sudah menuduh temannya itu yang tidak-tidak.
"Aku tau kamu bukan orangnya, Om Davian sudah mencari tahu dan menemukan siapa sebenarnya orang yang sudah menjebakku"
Winda langsung menoleh, dia menatap Ayuna intens saat menengar ucapan yang baru saja di dengarnya. Jujur dirinya juga penasaran siapa pelaku yang sebenarnya, yang membuat persabahatan dirinya dan Yuna jadi renggang karena itu.
Yuna yang tahu jika Winda ingin tahu siapa pelakunya, kemudian mengambil ponsel yang sedari tadi di meja. Untungnya dia sudah meminta om nya foto orang itu dan dia akan menunjukkannya pada Winda.
Tapi belum juga menunjukkan pada Winda, Ayuna tiba-tiba terlihat panik, dia baru ingat jika dia tadi tanpa sengaja menekan tombol kirim pada pesannya ke Davian.
"Bagaimana ini?" Gumamnya sambil menggigit kukunya saat membaca apa yang dia kirimkan.
"Aku mencintaimu dan aku ingin jadi kekasihmu."
Mengingat pesan itu, membuat Yuna kini hanya bisa mengacak rambutnya frustasi, apalagi saat melihat pesan itu yang statusnya sudah terbaca.
Apakah cinta baru akan mampu bertahan saat cinta pertama memiliki kenangan dan ruang tersendiri? Cari jawabannya di MY OWN KOREAN DRAMA
Chris McKenzie akan membawa kalian mengarungi indahnya cinta pertama dan bagaimana akhirnya dia dipertemukan dengan cinta baru. Siapa yang akhirnya dapat memenangkan aktris Korea Selatan Christina MacKenzie? Mantan bosnya atau member boyband GuBoy? Well.... kalian harus mengikuti kisahnya agar mengerti.
baru nyimak💪💪💪