NovelToon NovelToon
Urban Deity;The Sorvergein'S Return

Urban Deity;The Sorvergein'S Return

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:240
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

​Di dalam sebuah kamar sewaan yang sempit dan berbau lembap, seorang pemuda tiba-tiba tersentak bangun. Napasnya memburu, matanya yang tajam memancarkan kilatan cahaya keemasan sebelum akhirnya meredup dan berubah menjadi hitam pekat.

​"Ini... di mana?"

​Fang Yuan melihat kedua telapak tangannya. Halus, kurus, dan tidak ada bekas luka. Ini bukan tubuh kedagingan seorang Sovereign yang bisa menghancurkan galaksi dengan satu pukulan.

​Dia menoleh ke meja belajar. Sebuah ponsel jadul menunjukkan tanggal: 20 Juni 2016.

​Fang Yuan tertegun, lalu tawa pelan keluar dari tenggorokannya. Tawa itu semakin lama semakin keras, menggema di dalam kamar sempit tersebut.

​"Hahaha! Kesengsaraan Surgawi sembilan warna ternyata tidak menghancurkanku! Aku, Fang Yuan, Sang Penguasa Surgawi Cangqiong, justru kembali ke masa usiaku delapan belas tahun?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4.Tamu tak di undang

Seisi kelas 12-A menahan napas. Suara detak jarum jam dinding bahkan terdengar begitu nyaring di tengah keheningan yang mencekam. Gao Yang, yang biasanya bertingkah bak raja di koridor sekolah, kini mengerang di lantai dengan seragam yang kotor oleh darah dan debu. Di atas dadanya, kaki Fang Yuan mengunci pergerakannya tanpa ampun.

"F-Fang Yuan... lepaskan..." rintih Gao Yang, egonya hancur lebur bersama tiga gigi depannya yang patah.

Fang Yuan menatapnya sekilas, lalu menarik kakinya dengan santai. Dia sama sekali tidak berniat menghabisi nyawa semut seperti Gao Yang di tempat umum—bukan karena takut pada hukum manusia, melainkan karena mengotori tangannya sendiri adalah hal yang tidak efisien.

Tepat pada saat itu, pintu kelas digeser dengan kasar.

*BRAKK!*

Seorang wanita paruh baya dengan kacamata berbingkai hitam dan rambut disanggul rapi masuk dengan wajah merah padam. Dia adalah Ibu Wang, wali kelas sekaligus guru yang terkenal paling kejam dan selalu berpihak pada murid-murid kaya demi mendapatkan "dana sumbangan" tambahan.

"Apa-apaan keributan ini?!" pekik Ibu Wang. Matanya beralih dari Liu Peng yang pingsan di bawah papan tulis yang retak, lalu ke Gao Yang yang babak belur, dan akhirnya tertuju pada Fang Yuan yang berdiri tegak dengan tenang.

"Fang Yuan!!! Berani-beraninya kamu melakukan kekerasan di sekolah?! Lihat apa yang kamu lakukan pada Tuan Muda Gao dan Liu Peng!" teriak Ibu Wang, suaranya melengking tinggi hingga terdengar ke koridor luar. "Ikut saya ke ruang Kepala Sekolah sekarang! Kamu akan dikeluarkan hari ini juga!"

Murid-murid lain mulai berbisik. Beberapa dari mereka menatap Fang Yuan dengan pandangan kasihan. Di sekolah ini, menyinggung Gao Yang berarti mencari perkara dengan pihak yayasan.

Namun, Fang Yuan hanya merapikan kerah jas almamaternya yang berwarna biru tua. Rambut biru keputih-putihannya bergerak sedikit saat dia menoleh menatap Ibu Wang. Tatapannya begitu tajam, membuat kata-kata makian yang sudah di ujung lidah guru itu mendadak tertelan kembali karena rasa ngeri yang tiba-tiba menyerang tengkuknya.

"Keluar dari sekolah?" Fang Yuan tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh dengan nada meremehkan. "Bahkan jika pemilik yayasan sekolah ini berlutut memohon di hadapanku, tempat fana ini tidak akan pernah cukup untuk menampung keberadaanku."

"K-kamu... berandal tidak tahu diri!" Ibu Wang gemetar karena marah. Dia segera berbalik. "Ikut saya sekarang!"

Fang Yuan berjalan di belakang Ibu Wang dengan langkah santai, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana. Murid-murid di koridor yang melihatnya lewat langsung memberikan jalan, aura dominan yang memancar dari tubuh Fang Yuan membuat tidak ada satu orang pun yang berani menatap matanya secara langsung.

### Di Ruang Kepala Sekolah

Ruangan ber-AC itu terasa sangat dingin, namun atmosfer di dalamnya jauh lebih membekukan. Kepala Sekolah, seorang pria bertubuh tambun bernama Pak Zhao, duduk di balik meja eksekutifnya dengan dahi berkerut. Di sampingnya, Ibu Wang terus mengompori situasi dengan laporan yang dilebih-lebihkan.

"Pak Zhao, anak ini sudah keterlaluan! Dia memukul Tuan Muda Gao hingga giginya rontok dan merusak fasilitas kelas! Ayah Tuan Muda Gao adalah investor terbesar untuk pembangunan gedung olahraga baru kita! Kita harus segera memanggil polisi dan memecat Fang Yuan!" tuntut Ibu Wang berapi-api.

Pak Zhao menatap Fang Yuan yang duduk di sofa tamu dengan posisi menyilangkan kaki, sama sekali tidak menunjukkan raut wajah takut atau menyesal.

"Fang Yuan, apa kamu tahu seberapa besar masalah yang kamu timbulkan?" Pak Zhao mengetuk-ngetuk mejanya. "Keluarga Gao bisa menghancurkan masa depanmu hanya dengan satu jentikan jari. Jika kamu tidak bisa memberikan kompensasi medis dan meminta maaf secara publik, saya terpaksa—"

*TOK! TOK! TOK!*

Pintu ruangan diketuk dengan tergesa-gesa sebelum Pak Zhao menyelesaikan kalimatnya. Sekretaris sekolah masuk dengan wajah pucat dan napas terengah-engah.

"P-Pak Kepala Sekolah... di luar... ada tamu agung yang datang!" ucap sekretaris itu terbata-bata.

"Siapa? Mengapa kamu panik begitu? Katakan padanya saya sedang sibuk mengurus kasus kriminal sekolah!" bentak Pak Zhao kesal karena interupsinya.

"Itu... Tuan Besar Su Tianhai dari Konsorsium Su! Beliau sendiri yang datang bersama iring-iringan mobil hitam di depan gerbang!"

*DEG!*

Mendengar nama itu, Pak Zhao langsung berdiri dari kursinya hingga kursinya terjungkal ke belakang. Wajah tambunnya mendadak dibanjiri keringat dingin. Su Tianhai?! Mantan petinggi militer yang menguasai setengah dari sektor bisnis di Provinsi Jiangnan? Tokoh legendaris yang bahkan walikota pun harus mengantre berhari-hari hanya untuk menemuinya?!

"C-cepat! Sambut beliau!" Pak Zhao langsung berlari menuju pintu, mengabaikan Ibu Wang yang melongo kebingungan.

Namun, sebelum Pak Zhao sempat mencapai gagang pintu, pintu tersebut sudah terbuka lebar dari luar.

Dua pria berjas hitam berbadan tegap berdiri di sisi pintu, memberikan jalan bagi seorang pria tua yang berjalan dengan langkah tegap, mengenakan setelan jas abu-abu yang sangat berkelas. Di sampingnya, seorang gadis muda cantik dengan rambut dikuncir kuda dan rok mini hitam modis berjalan mendampingi. Mereka adalah Su Tianhai dan Su Ruyi.

"T-Tuan Besar Su! Sebuah kehormatan luar biasa Anda sudi mengunjungi sekolah kecil kami!" Pak Zhao langsung membungkuk hampir sembilan puluh derajat, tangannya gemetar saat mencoba menjabat tangan Su Tianhai.

Ibu Wang yang menyadari siapa yang datang juga langsung merapikan pakaiannya dan ikut membungkuk hormat, mencoba mencari muka di depan raksasa Jiangnan tersebut.

Namun, Su Tianhai bahkan tidak melirik Pak Zhao maupun Ibu Wang. Sepasang matanya yang tajam langsung memindai sekeliling ruangan, dan begitu melihat Fang Yuan yang masih duduk dengan santai di sofa sambil memainkan ponsel jadulnya, wajah tegas Su Tianhai langsung berubah menjadi penuh rasa hormat yang mendalam.

Di depan mata Pak Zhao dan Ibu Wang yang hampir melompat keluar dari kelopaknya, Su Tianhai berjalan cepat mendekati sofa, lalu membungkuk hormat di hadapan seorang murid SMA berseragam biru tua itu.

"Tuan Muda Fang! Maafkan kelancangan saya karena lancang mencari Anda ke sekolah tanpa pemberitahuan sebelumnya," ucap Su Tianhai dengan nada yang sangat rendah hati, bahkan terkesan sangat takzim.

Su Ruyi yang berdiri di belakang kakeknya juga ikut membungkuk, meskipun wajah cantiknya sedikit memerah karena harus melakukan ini di lingkungan sekolah.

Suasana di dalam ruang Kepala Sekolah seketika membeku. Pak Zhao dan Ibu Wang merasa seolah-olah petir di siang bolong baru saja menyambar kepala mereka hingga mati rasa.

*Tuan Besar Su Tianhai... membungkuk dan meminta maaf pada Fang Yuan?!*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!