Sebelum baca ini di anjurkan baca dulu novel "Dia lelakiku dan Mengejar cintamu.Sejak putus dari Abian, Mira sangat terluka. Dia baru tau bahwa mereka adalah saudara tiri. Abian mengetahui hal itu saat akan melamar Mira. Namun Abian tidak memberi tahu Mira. Untuk melupakan Mira, Abian menerima perjodohan rekan bisnisnya.
Mira sangat marah saat tau bahwa dia dan Abian ternyata adalah saudara tiri melalui ibu tirinya. Hatinya memberontak sekali. Namun setelah Mira mencoba melupakan Abian. Ia tidak bisa sepenuhnya melupakan. Ada sedikit dendam yang tersisa di hatinya. Mira ingin menjadi wanita kaya dalam waktu cepat. Agar ia bisa menunjuk kepada Abian bahwa hidupnya lebih baik tanpa Abian.
Namun cara instannya malah membuat dia terjebak cinta sendiri. Dia jatuh hati kepada suami kontraknya. Namun suaminya sangat mencintai pacarnya. Mira sangat terluka ketika cintanya bertepuk sebelah tangan. Ketika rumah tangganya hampir kandas dia bertemu dengan Amar adiknya Galuh cinta keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Sikumbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
Mira terbangun dari tidurnya saat jam telah menunjukkan pukul 9 pagi. Ia segera menuju kamar mandi. Mira sudah tidak menemukan keberadaan suaminya di kamar.
"Kenapa dia nggak bangunin sih." gerutunya.
"Apa aku berangkat kerja aja ya, di rumah aku juga bingung mau ngapain, nanti nggak boleh makan pula di rumah." ucap nya dengan pelan.
"Nggak di bolehkan makan sama siapa?" tanya seseorang mengagetkan Mira.
Mira membalikkan badannya dan di sana dia menemukan keberadaan Zaki.
"Kamu kenapa masih di sini? bukannya kamu udah berangkat?"
"Aku dari tadi di sini duduk, kamu aja yang nggak liat aku." ucap Zaki dengan tenang.
"Tapi benaran tadi aku tidak melihat kamu di sini."
"Aku di sini dari tadi."
"Jadi kamu tadi liat aku ganti baju di sini?" tanya Mira dengan wajah yang sudah memerah.
"Nggak, lagian liatpun nggak akan menarik, sekarang jangan mengalihkan pembicaraan, siapa yang larang kamu makan?"Tanya Zaki dengan menekan.
"Kamu salah dengar, nggak ada yang larang kok." ucap Mira mencoba mengelak.
"Kamu kenapa dia aja ketika aku mau ganti baju, kamu curang banget." ucap Mira lagi kesal.
"Aku sudah bilang tidak ada yang menarik dari tubuh kamu."
"Meskipun tidak menarik bukan berati kamu boleh melihatnya, hari ini aku mau pergi kerja."
"Emang kamu sudah sembuh."
"Udah." jawab Mira sambil mengambil tasnya.
"Harus pulang sebelum aku pulang."
"Nggak janji."
"Kamu masih istri aku meski di atas kontrak, kamu wajib patuhi aku sesuai dengan kontrak kita."
Mira tetap berlenggang tanpa menjawab ucapan Zaki lagi. Ia sudah malu ketika tau Zaki melihatnya ganti baju. Apalagi laki-laki itu dengan santainya bilang bahwa tubuhnya tidak menarik sama sekali.
"Aku semenarik ini dibilang nggak menarik, kamu aja yang matanya burik, sukanya sama yang palsu." gerutu Mira saat menuruni tangga.
"Aduh aduh amboi, jam 10 baru keluar dari kamar, putri tuan raja bangunya siang." sindir mertuanya yang sedang duduk di ruang tengah.
"Maaf ma, aku ....."
"Siapa yang mama kamu." potong mertuanya.
"Kenapa Zaki bisa menikahi dia ya ma?"Tanya Andin sengaja melontarkan pertanyaan seperti itu.
"Aku pamit ma, kak, permisi." ucap Mira pergi begitu saja.
Ia tidak tau bagaimana berbicara dengan mama mertuanya dan kakak iparnya. Antara mereka jelas ada jarak yang begitu jauh.
Mira naik ojek online yang sudah di pesanannya. Ia menuju ruko tempatnya mencari rezeki.
"Kamu udah mulai kerja?" tanya Tiwi ketika Mira masuk kedalam tokonya.
"Demi mencari sesuap nasi." jawab Mira dengan senyum.
"Suami katapun, belajarlah untuk menaklukkan dia."
"Emang harus?"
"Harus, lumayan buat investasi."
"Gimana caranya, aku nggak suka dia, begitupun sebaliknya."
"Nggak mungkin kamu nggak suka dia, kamu belum tau aja apakah kamu suka atau tidak."
"Sok tau kamu." jawab Mira berjalan menuju ke kamar lamanya. Ia ingin merehatkan diriny sejenak dari hiruk pikuknya kota ini.
Ditempat lain nampak seorang lelaki sedang mengintrogasi semua pelayan. Semua pelayan berdiri dengan ketakutan.
"Siapa yang melarang?" tanyanya dengan emosi.
"Kamu ini apa - apaan sih Ki, marah - marah sama mereka, emang istri kamu ngadu apa?" ucap mamanya datang ketika tau ada pelayan yang sedang di interogasi oleh anaknya.
"Apa mama yang melarang Mira makan?"
"Kok kamu nuduh mama gitu, mama nggak ada melarang dia makan, mama hanya melarang pembantu bawa makanan kekamar agar dia turun, bisa makan dan mengobrol dengan mama, tapi kamu malah menuduh mama yang macam-macam." ucapnya pura - pura bersedih.
"Ada apa ini?" terdengar suara papanya Zaki membuat semua orang yang berdiri di sana tampak gugup.
padahal udah di ancam papa Zaki, klo tetap jahat seperti itu di suruh pergi...
ngenes amat😢😢