NovelToon NovelToon
Masih Kecil, Menikah

Masih Kecil, Menikah

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lunoxs

Ruhi amat sangat mencintai uang, karena itulah ia dipilih kakek Bizar untuk menikah dengan cucunya, Asraf.

Dua manusia berbeda generasi, mampukah mereka bersatu? atau malah berhenti ditengah jalan.

Kisah Ruhi dan Asraf di mulai...

✍🏻 revisi typo dan pemberian judul bab 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 - Kenapa Detaknya Kencang Sekali

Asraf menghentikan langkahnya tiba-tiba, Ruhi yang bingung pun akhirnya ikut berhenti juga.

"Kenapa?" tanya Ruhi, ia mendongak dan menatap Asraf yang lebih tinggi darinya.

Seketika itu juga Ruhi langsung menciut, entah kenapa tatapan Asraf kali ini membuatnya takut.

"Apa kamu tidak tahu, jika sedang bersama kekasihmu jangan membicarakan tentang pria lain," ucap Asraf, terdengar sangat dingin sekaligus aneh di telinga Ruhi.

Kekasih? kekasih apanya?

Ruhi memberanikan diri untuk kembali mengangkat wajah dan menatap mata elang itu

"Tapi kita tidak sedang terikat dalam hubungan apapun Om." jawab Ruhi apa adanya, meski mereka akan menikah, tapi itu nanti, bukan sekarang. Dan ikatan kekasih terjadi jika keduanya sudah menyatakan cinta dan sepakat untuk bersama. Sedangkan ia dan Asraf tidak seperti itu. Begitulah yang ada dalam pikiran Ruhi.

Asraf tercenung, beberapa saat kemudian ia baru sadar dengan ucapannya sendiri.

Benar juga? aku dan dia bukan sepasang kekasih. Batin Asraf cengo.

"Walau begitu, setidaknya kita harus saling menghargai. Aku tidak suka kamu selalu menyebut-nyebut nama Aksa."

"Aku juga tidak suka mendengar Om memanggilku gadis buduk."

"Itu lain ceritanya, lagipula yang aku ucapkan adalah kebenaran, kamu itu tidak cantik dan terlihat buduk."

Ruhi terdiam, benar-benar percuma berdebat dengan si tua ini. Malah semakin membuatnya kesal.

Tanpa babibu, Ruhi langsung kembali melanjutkan langkahnya, ia tidak peduli meski Asraf berulang kali memanggilnya untuk menunggu.

Berulang kali bicara tentang menghargai, tapi dia tidak pernah menghargai perasaanku. Kesal Ruhi dalam hati.

"Tunggu tunggu! kenapa langkahmu cepat sekali sih," cegah Asraf sambil menahan tangan Ruhi.

"Lepas!"

Bukannya melepas, Asraf malah menautkan jemari keduanya, kemudian kembali berjalan dengan ia yang memimpin.

Ruhi seperti diseret, ia hanya mampu memandangi jemarinya yang digenggam kuat oleh Asraf. Mendadak hatinya kembali teduh, diganti dengan detak jantung yang bergemuruh.

Hati Ruhi tak pernah tersentuh cinta, ketika rasa itu menyapa ia mudah sekali terlena.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Ruhi dan Asraf membeli 3 boxs ayam bakar untuk makan malam mereka, Randu masih harus memakan masakan rumah sakit. Karena itulah mereka hanya membeli 3 porsi.

"Kenapa Om mau ikut makan, kenapa tidak pulang saja?" tanya Ruhi, kini keduanya sudah berjalan kembali ke ruang rawat Randu.

Tangan keduanya masih bergandengan dengan tangan kanan Asraf membawa plastik ayam bakar dan tangan kiri Ruhi, membawa plastik 3 botol air mineral.

"Jangan mulai berdebat, aku sudah susah payah menahan malu menggandeng mu seperti ini. Aku ingin kita memulai hubungan, agar tidak terlalu aneh ketika sudah menikah nanti."

Ruhi mencebik, ucapan yang menyakitkan sekaligus menyenangkan.

"Tapi tidak usah gandeng-gandeng begini, bukannya romantis tapi malah buat aku susah jalan." ketus Ruhi dengan wajah cemberut.

Tapi inilah Asraf, tidak tahu bagaimana caranya mencintai. Pedomannya hanya 1, dapatkan tubuhnya, maka para wanita akan memberikan hatinya. Karena itulah, ia sering bersikap impulsif, tiba-tiba mendekap, memeluk dan mencium.

Ia berpikir dengan begitu, para wanita akan menjadi miliknya.

"Cerewet sekali." Balas Asraf, meski begitu ia tetap menggandeng Ruhi hingga sampai didepan ruang rawat Randu.

Semua orang makan malam dengan tenang, hanya Randu yang merasa tak nyaman, sesekali ia menelan ludahnya sendiri. Ingin sekali ikut makan ayam bakar itu.

"Cicip dikit Bu."

"Tidak boleh!" ketus Rina.

Dengan terpaksa, Randu kembali menelan bubur hambar makanan rumah sakit dengan aroma ayam bakar.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Aku pulang dulu, berikan nomor ponselmu," ucap Asraf, ia memberikan ponselnya pada Ruhi. Kini keduanya sudah berada di parkiran rumah sakit, tepat di samping mobil Asraf.

Ruhi memperhatikan ponsel milik tuan muda ini, ia merasa canggung untuk mengambilnya. Lebih tepatnya, ia tidak tahu cara memakainya.

"Ini," ucap Asraf lagi sambil menggerak-gerakkan ponsel itu.

"Tulis saja sendiri, biar aku sebut nomorku," jawab Ruhi sambil memalingkan wajah.

Asraf yang tidak peka pun hanya bisa menurut, "Berapa?" tanyanya setelah membuka layar ponsel.

Dengan perlahan, Ruhi mulai menyebutkan nomor ponselnya satu per satu dan Asraf langsung menelpon nomor itu.

"Ponselku di kamar Randu."

"Hem, baiklah, setelah naik langsung simpan nomorku."

Ruhi mengangguk.

Keduanya kembali terdiam, Ruhi bingung sendiri, kenapa orang ini tidak pulang-pulang.

"Ya sudah sana pulang," perintah Ruhi, bahkan tangannya membuat gerakan seolah mengusir.

Asraf masih terdiam, entah kenapa hatinya menolak untuk segera pulang. Ingin berlama-lama dengan si gadis buduk ini.

"Ruhi."

"Apa?"

"Besok aku kan menemui mu untuk membuat kesepakatan itu, sebelum kita menikah bukankah sebaiknya kita selesaikan itu dulu."

Ruhi tidak menjawab dengan suara, ia hanya membuat gerakan mengangguk sebagai jawaban.

"Pikirkan baik-baik apa mau mu dalam pernikahan kita nanti, dan aku pun akan melakukan hal yang sama. Ketika kedua orang asing menikah, memang harus buat kesepakatan seperti ini, agar tidak terjadi kesalahpahaman. Kamu mengerti kan?"

Lagi-lagi Ruhi mengangguk.

Entahlah, kenapa kini rasanya sulit sekali untuk menikah, tidak seperti dulu. Dengan gampangnya Ruhi menjawab Baiklah Baiklah, saya akan menikah.

Kini semuanya terasa lebih berat dan lebih takut.

Asraf mendekat, kemudian menjatuhkan satu kecupan di dahi Ruhi.

"Aku pulang." Pamitnya, setelah itu ia segera masuk ke dalam mobil.

Meninggalkan Ruhi yang mematung sendirian.

Setelah mobil Asraf menghilang, ia memegangi keningnya, kemudian turun memegangi dada.

"Kenapa detaknya kencang sekali?" gumamnya pelan, sepelan angin malam kali ini.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Asraf melaju dengan kecepatan sedang, mendadak aneh dengan hatinya sendiri.

Kenapa ia bisa selembut itu pada Ruhi?

Itulah satu-satunya pertanyaan yang bersarang di kepalanya saat ini.

Ruhi bukanlah siapa-siapa, hanya gadis kecil pilihan sang kakek. Dari wajahnya pun terlihat biasa saja, tidak ada yang spesial sedikitpun. Hidung tidak mancung, bulu mata tidak lentik, bahkan pipinya terlihat lebih chubby. Dan jangan lupakan, dia juga pendek dengan kulit badan yang tidak glowing.

Tapi entah kenapa, Asraf merasa sedikit tertarik pada gadis kecil itu.

Apa kini seleraku berubah? tanyanya dalam hati.

Ingin mencari kebenaran atas pertanyaan itu, akhirnya Asraf memutar kemudi. Bukan langsung pulang menuju rumahnya, melainkan ke Club malam milik salah satu temannya, Angga.

Suara musik DJ langsung menyeruak masuk ke telinganya ketika Asraf masuk ke Club ini dan bau Alkohol masuk tanpa permisi ke indra penciumannya.

"Woi Asraf, dateng juga lo kesini!" ucap salah seorang pria bernama Doni, ia lalu menarik Asraf untuk ikut ke mejanya.

Disana sudah ada Angga dan juga Sam lengkap dengan para wanita pendamping.

Asraf ikut duduk, tak lama setelahnya 2 wanita seksi menghampiri dan duduk disebelah kanan dan kiri Asraf.

"Tumben kesini bro? aman nggak nih? gue nggak mau ya kakek Bizar sampe tutup Club ini." ucap Angga sedikit berteriak, menyesuaikan dengan suara musik yang berdentum.

Asraf tidak menjawab, hanya menyeringai sebagai tanggapan.

Lalu ia menatap seorang gadis yang duduk disebelah kanannya, ia memperhatikan gadis ini lekat-lekat. Dari atas sampai bawah. Belahan kaki dan belahan dada yang terlihat sempurna. Paras cantik dengan kulit bersih.

Tanpa aba-aba, Asraf menyesap bibir wanita itu.

1
quile
sorry Thor... pas Baca sinopsisnya nya kirain Si ruhi namanya (Ruhi amat) jd nyangkanya Laki"..🤣🤣🤣 pas baca Bab 1 langsung melongo ehh masa iya laki di jodohin sama Laki🤭 ternyata salah pemahaman sayanya🤭
Nur Alifa
bagus
apajalah
🍁🍁🌾
Rita Juwita
luar biasa...
Atiah arini
good
Anjar Angel Part II
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ppkn Ibu
Luar biasa
LENY
DUH SEDIHNYA KAKEK MENINGGAL SEBELUM SEMPAT KETEMU ASRAF 😭😭
LENY
ASRAF MULUTMU TAJAM SEKSLI SUKA MENGHINA PANTAS AJA RUHI KESAL.
LENY
RANDU ADIK RUHI😊
!m_mah
alex mencurigakan 🤔
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
Luar biasa
Ida Sriwidodo
🤣🤣🤣😂😂😂
Nikma: Permisi kakak Auhor ...

Halo kak Reader, kalau berkenan mampir novelku juga 'Kesayangan Tuan Sempurna' yaa..
Terima Kasih😊🙏
total 1 replies
Ida Sriwidodo
Ahahahh... astagaa.. aslik ngakak baca part akhirnya
Krik.. kriik.. 🤣🤣😅😅
feri marlinda
Luar biasa
aliya
bagus
komalia komalia
mobil nya kena gempa
komalia komalia
aku udah nebak pasti boneka yang jadi pelampiasan nya
komalia komalia
dasar ruhi bodoh nya Hahaha
komalia komalia
aku penasaran sama bingkisan asraf apa ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!