(warning 21+) Ide konyol yang ku buat dengan Siska sahabatku sendiri yang kini membunuhku, aku pikir setelah aku dan kakakku merencanakan ide bodoh itu ayah akan mengerti dan membatalkan perjodohan kakakku. Tapi salah rencana yang aku buat malah membuatku dalam masalah besar. Kak Shena terlepas dari perjodohan nya dan aku yang jadi tumbalnya.
Amera Shesa Atmaja gadis 22 tahun kuliah di jurusan menejemen bisnis bercita-cita tinggi ingin merebut perusahaan Atmaja group dari tangan paman Dirga yang notabene adalah anak angkat dari ayahnya sendiri.
Namun naas sebelum berhasil merebut perusahaan ayahnya ia harus dinikahkan dengan pria angkuh bernama Kenandra Hutama Wijaya musuh besar sang kakak, sekaligus menjadi mempelai wanita pengganti sang kakak, bukan karena tidak bisa menolak perjodohan ini tapi hidup ayahnya yang menjadi taruhannya.
apakah Amera akan benar menikah atau akan membuat ide konyol lagi dengan Siska untuk mengacaukan pernikahan? cus baca yea kelanjutan
eng... ing... eng...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Samaira siswanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir ketahuan
Siska masih menunggu kedatangan sahabatnya, sebelum Amera pergi mereka sudah saling sepakat untuk saling bertemu di kampus. Juna terlihat dari jauh, ia nampak melihat Siska sendirian di kantin sedangkan waktu kuliah sudah hampir habis suasana kampus kembali sepi kecuali di ruang dosen yang masih ada rapat. Juna akhirnya menghampiri Siska.
"Hay… kok belum pulang," sapa Juna berbasa-basi. Ia tahu bahwa Siska pasti sudah janjian dengan Mera.
"Iya, menunggu Mera,"jawab Siska singkat ia tahu Juna yang selalu ingin tahu tidak akan berhenti disitu saja.
"Mera, sudah ku duga ," katanya santai dan mendudukkan pantat nya dibangku sebelah Siska.
"Ngapain ikut duduk," tanya Siska merasa terganggu.
"Ikut menemani mu,"Jawab Juna singkat.
"Katakan padaku ada masalah apa dengan Amera? Tanya Juna dengan tatapan seriusnya.
"Apa maksudmu? Tanya Siska bingung harus menjawab apa, ia tahu bahwa semua yang terjadi pada sahabatnya harus ia rahasia kan, Juna memang pria baik ia selalu ada ketika kami dalam kesulitan, namun untuk saat ini biarlah apa yang menimpa sahabatnya itu iya simpan sendiri, ia takut Juna akan bertindak macam-macam nantinya kita tahu sendiri bahwa Juna tergabung dalam suatu geng di kampus takutnya salah-salah ia akan membuat onar di central group kalau sampai tahu bahwa Amera akan dinikahi pemilik perusahaan itu.
"Biasa ada tugas kampus," jawab Siska akhirnya.
"Bohong, apa perlu aku suruh anak buahmu menyelidiki nya,"tantang Juna berusaha menakuti Siska agar dia mau membuka rahasia nya.
"Apa yang ingin kamu selidiki? Kata Amera curiga ia baru datang dan melihat Siska dan Juna dalam obrolan serius.
"Huh… untung saja kamu datang ,kalau tidak pasti cecunguk itu akan berhasil memeras ku," kata Siska lirih memelankan suaranya.
"Ok akan aku urus dia," jawabku akhirnya. Sedangkan aku masih bingung akan mengusirnya bagaimana. Juna memang pria keras kepala yang aku kenal, dia mengejarku sejak aku dibangku menengah atas ia begitu setia sampai sekarang mungkin kalau tidak terlibat dalam perjodohan ini pasti aku akan dapat menerimanya.
"Juna pulanglah, atau kalau tidak kami yang pergi ,"kata Amera akhirnya.
"Mera apa ada yang mengagumi? Apa pria yang menarikmu ke dalam mobil tadi ?
"Ayo jawab !" Ucap Juna dengan menatap Mera dalam-dalam ia tahu sikap Amera hari ini tidak biasa seperti biasanya ada hal besar yang ia sembunyikan danjuna tergelitik untuk mengetahui nya. Ia tidak mau hal buruk terjadi pada wanita pujaannya, walau sampai saat ini perasaannya belum terbalaskan ia tetap berusaha untuk meyakinkan Amera tentang ketulusan hati nya.
"Cukup."
"Berhenti mengurusi hidupku ," ucap Mera akhirnya.
"Kamu tidak berhak untuk tahu segala urusan pribadi ku. "Ucap Amera ketus dan menekan setiap ucapan nya.
"Ayo Siska kita tinggalkan dia," Amera dan Siska mencoba pergi dari Juna .
"Tunggu,"
"Apa pria tadi mengganggumu? Tidak sadar Juna mencengkram pergelangan tangan Mera terlalu kuat dan menimbulkan bercak merah pada pergelangan tangan nya.
"Juna, lepaskan tanganku kamu menyakitiku," rinti Mera yang kesakitan.
"Oh maaf kan aku sayang, ini tidak sengaja ,"Juna berusaha menjelaskan namun setelah terlepas dari genggaman juna Siska dan Mera keburu pergi meninggalkan nya. Seperti ada hal yang memang benar disembunyikan oleh mereka sehingga mengundang rasa penasaran Juna untuk menyelidiki nya.
"Akan aku cari tahu sendiri itu janjiku, ucap Juna lirih setelah berjanji pada dirinya.
"Kamu ikuti kemana mereka berdua pergi," perintah Juna kepada seorang anak buahnya.
"Baik bos,"
Kedua orang suruhan itu segera pergi mengikuti kedua gadis itu meninggal kan parkiran kampus.
"Siapa yang mengganggu gadisku akan berurusan dengan ku."ucap Juna sengit.
"Dan kalian berdua cari pria yang membawa gadis itu sampai dapat.
"Baik bos," dan akhirnya kedua anak buahnya pergi.
***
Kediaman keluarga Atmaja.
"Akhirnya kalian berdua datang, ucap ayah menyambut kehadiran aku dan juga Siska.
"Kalian duduklah dulu kita tunggu kakakmu pulang, ucap ayah akhirnya.
"Seperti nya akan ada hal serius yang akan disampaikan oleh ayah, tanyaku ragu-ragu kepada ayah. Ayah sibuk melihat arloji di pergelangan tangan nya itu adalah kado pertama dariku untuk ulang tahun ayah, ayah selalu setia memakainya.
"Kita tunggu kakakmu dan Gilang dulu.
Setelah tiga puluh menit akhirnya orang yang ditunggu datang juga Shena Gilang sudah datang dan duduk dimeja makan bersama.
"Baiklah kalian semua sudah berkumpul ayah akan akan mengumumkan pernikahan kalian, ucap ayah sangat antusias dan terlihat bahagia semua harapan nya akan segera terwujud sebelum akhirnya ia akan meninggalkan.
"Kalian berdua akan sama-sama ayah nikahkan dua Minggu lagi, ucap ayah mengawali kalimatnya.
"Ayah harap kalian sudah siap .
"Cepat sekali ayah," sanggah Shena cepat ia lupa akan posisi nya sekarang.
Ayah terlihat bingung dengan sanggahan anak sulungnya itu, bukannya seharusnya dia yang harus senang karena akan segera menikah sebelum perutnya menjadi besar.
"Amera yang ingat kejadian kemarin mencoba mengingat kan sang kakak, ia berusaha menginjak kaki kakaknya agar ia segera sadar akan perbuatan nya sebelum ayah mulai curiga dengan sikapnya.
"Kakak ingatlah, Amera mencoba memberi isyarat melalui matanya.
"Kenapa kamu Shena, apa kamu belum siap menikah mau sampai kapan kalian ingin menundanya, ayo cepat katakan!
"Jangan sampai orang lain tahu bahwa kamu hamil diluar nikah.
Mendengar hal itu Shena begitu terkejut, ia lupa akan ide konyol itu. Ide yang sekarang membuat adik dan dirinya dalam masalah besar. Ia mengerti tadi Amera dan Gilang sudah memberinya kode untuk tetap diam namun malah dia sendiri yang keceplosan sehingga mengantarkan dirinya pada kecurigaan sang ayah.
"Apa kamu benar-benar hamil? Atau hanya pura-pura untuk menghindari perjodohan ini Shena, tanya ayah yang mulai curiga.
"Tidak ayah, ucap Shena terkejut ayahnya begitu mudah cepat curiga padanya.
"Bukan begitu maksudku ayah, kata Shena tergagap ia bingung akan membuat alasan apa untuk ayahnya.
"Paman maafkan Shena, mungkin Shena masih belum siap dan terbiasanya untuk hidup bersama ku. Aku juga belum menghubungi orang tuaku yang masih diluar negeri Paman, Namun setelah ini saya pastikan akan menghubungi mereka. Gilang mencoba membantu Shena agar dirinya tidak salah bicara lagi. Namun masalah besar yang ia dapatkan ayah malah semakin marah padanya.
"Kau benar-benar tidak tahu malu, selama ini aku begitu mempercayaimu tapi kenapa kamu malah merusak kepercayaan ku? Ucap ayah dalam kemarahannya.
"Setelah ini cepat hubungi keluargamu kamu sebelum itu aku tidak akan melihatmu lagi. Ucap ayah memperingatkan dan meninggalkan meja makan, kini tinggal kami bertiga yang duduk diam di sana.
"Amera persiapkan dirimu, ayah berharap banyak padamu. Ucap ayah sebelum masuk kedalam kamar nya. Sedangkan aku hanya tunduk termenung menerima nasibku.
Salam dari "Sayap Pelindungmu"
#KeceParah
aku mampir!
mampir di novelku ya..
GADIS TIGA KARAKTER
Jangan lupa untuk singgah di novel aku ya
Mari, saling mendukung 🤗