NovelToon NovelToon
Satu Hati Dua Rasa

Satu Hati Dua Rasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Badboy / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:223.7k
Nilai: 5
Nama Author: Novita.R.

Di Mohon Untuk Bijak Dalam Membaca🤗
Happy Reading's🌹

"Viana, gue udah berkali-kali bilang sama lo untuk jauhi Ansel! Karna Ansel itu bukan laki-laki yang baik, dan dia juga mempunyai niatan yang gak baik buat lo!" ~Nara Lathesia

"CUKUP NARA! Sekali lagi gue bilang, Ansel gak pernah punya niatan buruk sama gue! Dan perlu lo ingat, jangan pernah lo ikut campur tentang hidup gue! Lo urus aja hidup lo sendiri!" ~Viana Agata

"Gua bukan hanya mempermainkan perasaan Viana, tapi gue juga akan hancurkan persahabatan lo itu! Lo udah salah melawan bahkan menantang gue Nara." ~Ansel Abryan Wihama.

Persahabatan antara Nara dan Viana sudah terjalin sejak lama. Tetapi persahabatan yang selama ini mereka jaga agar tetap baik-baik saja itu sirna ketika sosok Ansel datang dikehidupan keduanya. Perbedaan pendapat diantara Nara dan Viana menjadi pemicu awal keretakan persahabatan mereka.

Niat jahat Ansel untuk merusak persahabatan Nara dan Viana berhasil, tetapi dirinya justru terjebak dalam kubangan yang ia buat sendiri. Ia malah jatuh hati dengan salah satu sahabat itu.

Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya? Apakah Nara dan Viana akan mengenyampingkan ego mereka untuk tetap mempertahankan persahabatan mereka? Atau akan tetap hancur?

Yuk ikuti kisahnya😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita.R., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 18

#Happy Reading's🌻

.

.

.

Setelah selesai makan siang, semuanya pun kembali berkumpul di ruang tamu.

"Mah, yah... Bagaimana keadaan bunda sama ayah Viana di bandung?" Tanya Viana kepada kedua orang tua Nara.

"Alhamdulillah, mereka sehat nak. Mereka juga titip salam buat kamu dan mereka juga tadinya mau ikut kesini, tapi ayah kamu lagi sakit." Jelas Ranty.

"Sakit? Ayah Viana sakit apa Mah?" Sela Nara.

"Ayah nya sakit kanker paru-paru nak... Baru aja kemarin ayahnya keluar dari rumah sakit karna kondisinya ngedrop. Jadi sekarang dia harus banyak-banyak istirahat." Jawab Dani.

"Apa? Kanker paru-paru? Vi, kenapa lo gak ngasih tau gue kalo ayah lo sakit paru-paru?" Nara terkejut mendengar penjelasan ayahnya.

"Maafin gue Ra, gue belum bisa cerita ini sama lo..." Viana menundukan kepalanya sedih.

"Kenapa? Lo gak percaya sama gue lagi? Kenapa lo nyembunyiin ini sendiri?" Nara sedikit menaikan nada bicaranya dan mengerutkan kedua alisnya.

"Gu... Gue... Gue gak mau lo tau masalah gue." Jawab Viana.

"Kok lo gitu sih? Lo anggap gue apa Viana!? Lo anggap gue patung hidup yang selalu dampingi lo, gitu?" Nara emosi mendengar jawaban Viana. Dan Viana hanya terdiam bisu saja, Ia bingung ingin menjelaskannya bagaimana.

Viana selama ini tidak pernah bicara tentang ayahnya yang sakit paru-paru. Nara tak menyangka, mengapa Viana menyembunyikan ini darinya. Padahal, jika ada apa-apa Nara selalu bercerita kepadanya.

Tetapi apa? Viana selalu menutupi masalahnya. Nara sedikit kecewa pada Viana. Dan Nara juga sudah menganggap kedua orang tua Viana, sebagai orang tuanya juga. Jadi tak heran jika Nara kesal pada Viana.

"Jawab Viana!!" Bentak Nara.

"Nara!! Lo bisa gak sih, sekali aja ngertiin gue! Gue juga punya privasi sendiri, yang gak bisa di ungkapin ke siapa pun! Termasuk lo!!" Viana juga tersulut emosi, mendengar Nara membentaknya didepan keluarga Nara.

"Ayah lo juga udah gue anggap ayah gue Viana... Kenapa lo nyembunyiin ini dari gue!?"

"Hey-hey... Kenapa jadi ribut gini!? Nara, mungkin Viana punya alasan sendiri kenapa Viana gak cerita sama kamu..." Ranty berusaha untuk melerai keduanya.

"Tapi mah..."

"Haish... Kalian ini, biasanya gak pernah ribut! Kenapa cuman masalah ini di perpanjang..." Ujar Mario menyela Nara.

Baru kali ini ia mendapati Nara dan Viana bertengkar dari sekian tahunnya. Biasanya kedua kakaknya itu selalu bercanda gurau bersamanya. Walaupun ada saja masalah, tetapi mereka tidak pernah memperpanjang masalahnya.

"Hah sudahlah... Kalian saling memaklumi saja satu sama lain. Kalian kan udah lama bersahabat, jadi kalian harus saling mengerti satu sama lain. Jangan egios, persahabatan lebih penting dari segalanya... Walaupun ada masalah yang berat ataupun yang ringan, kalian harus lalui itu semua bersama. Maupun itu tentang cinta, ataupun hal lainnya, kalian harus tetap saling mendukung satu sama lain. Ingat, Jangan egois! Kalian mengerti?" Nasihat Ranty. Sudah kebiasaan Ranty menasihati kedua anaknya, terutama Viana juga.

"Iya kami mengerti..." Serentak Nara dan Viana.

"Vi, gue minta maaf tadi udah bentak lo..." Ucap Nara.

"Iya Ra, gak apa-apa... Gue juga minta maaf, gue gak seharusnya nyembunyiin ini semua. Gue janji, gue bakal kasih tau semuanya..." Viana menjukurkan jari kelingkingnya pada Nara.

"Janji..." Nara pun membalas uluran kelingking Viana. Dan mereka tersenyum satu sama lain, tak terkecuali kedua orang tua Nara dan Mario. Mereka pun ikut senang melihat keduanya akur kembali.

"Yasudah, ini sudah sore. Kita pulang sekarang... Jagalah kesehatan kalian, dan tetap akur seperti ini. Ingat pesan mamah mu tadi." Pamit Dany.

"Inget tu kak Nana, kak Viana... Gak boleh ribut lagi!! Malu sama bocah 5 tahun... Mau balik lagi ke umur 5 tahun? Mah, kutuk mereka jadi umur 5 tahun... Eh jangan-jangan, itu tertalalu enak kalo di kutuk jadi bocah umur 5 tahun! Gimana kalo kak Nana di kutuk jadi badak afrika? Dan kak Viana di kutuk jadi onta gurun? Hahaha..." Gurauan panjang Mario.

"Hahaha... Rio... Mau gak kakak jahit mulut kamu pake jarum baju?" Nara memancarkan aura membunuh.

"Dan mau gak, kak Viana buldosher muka kamu sampe rata?" Ujar Viana yang tak kalah menyeramkannya.

Mario yang melihat aura yang tak enak dari kedua kakaknya, ia langsung lari.

"Sini kalo berani... Wleee!!" Mario mengejek Nara dan Viana.

"Berani ya sama kita... Ra! Ayo tangkap kadal ijo itu..."

Dan terjadilah kejar mengejar dari ketiganya. Ranty dan Dani yang melihat anak-anaknya itupun hanya menggelengkan kepalanya, dan tertawa melihat kekonyolan ketiganya. Sudah lama sekali, mereka tidak melihat ketiganya berkumpul.

"Hahahah... Hahaha... Kak Ana, kak Viana... Udah cukup! Ini geli kak... Hahaha." Mario di gelitiki Nara dan Viana. Melihat Mario yang sudah K.O, mereka berdua menghentikannya.

"Ck, kalian curang! Masa satu lawan dua! Gak adil..." Gerutu Mario dan mendudukan dirinya di sofa dekat kedua orang tuanya.

"Hahaha... Rasain! Makanya gak boleh ngatain kita kayak gitu lagi..." Ucap Viana.

"Dasar bocah tengil..." Nara, Viana dan Mario tertawa lagi.

"Apa udah puas bermainnya? Ini udah sangat sore... Papa, mama dan Rio harus pulang sekarang." Ujar Dani.

"Iya pah, hati-hati dijalan..."

Nara dan Viana menyalami Ranty dan Dany. Dan setelah itu, kedua orang tua Nara beserta adiknya kembali ke bandung menggunakan mobil pribadi.

Setelah kepergian keluarga Nara, mereka berdua membersihkan seluruh rumah yang berantakan. Dan setelah membersihkan semuanya, Nara dan Viana duduk kembali di sofa.

"Ra... Gue minta maaf." Ucap Viana menghadap ke arah Nara.

"Gue juga minta maaf ya sama kejadian tadi... Gak seharusnya gue marah-marah di depan keluarga gue." Nara merasa bersalah pada Viana.

"Gue ngerti kenapa lo marah sama gue... Gue tau lo udah anggap ayah gue sebagai ayah lo, tapi kenapa gue gak cerita sama lo? karna gue gak mau lo juga ikut terbebani masalah ini. Apalagi, ayah akhir-akhir ini selalu ngedrop. Bunda selalu nutupin masalah ini juga dari gue Ra... Tapi gue tau ini semua dari orang tua lo. Orang tua lo ngasih tau gue gimana kondisi ayah selama ini. Gue juga tau kenapa bunda nutupin masalah ini... Ya, alasannya sama Ra.... Alasannya sama kayak alasan kenapa gue gak mau nyeritain ini semua sama lo." Jelas Viana dengan nada yang gemetar.

Nara yang mendengar penjelasan Viana pun ikut terbawa suasana, ia Menitikan air matanya. Ia sedih, dan ia juga kecewa! kecewa karna ia terlalu egois. Egois karna selalu ingin tahu masalah sahabatnya Viana. Nara mengerti, sangat mengerti. Ia tau jika Viana butuh sebuah privasi yang tak mungkin Viana ceritakan kepada siapapun, termasuk dirinya.

"Hiks... Maaf Vi... Maafin gue... Gue terlalu egois Vi... Maaf." Nara menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya, ia menangis karna merasa bersalah pada Viana.

"Udah Ra... Jangan nangis, gue juga salah kok. Gue salah karna gue gak ceritain ini semua sama lo. Gue juga minta maaf... Hiks...." Viana memeluk Nara. Kedua terhanyut dalam kesedihan dan rasa bersalah.

.

.

.

.

"Racun yang paling mematikan didalam sebuah hubungan itu adalah ke egoisan. Dan obat yang paling mujarab untuk ke egoisan itu adalah kepercayaan."

Jadi, apa kalian pernah di posisi Nara? yang dirinya merasa jika persahabatan itu saling berbagi perasaan? maupun itu berbagi kebahagiaan ataupun kedukaan?

Atau kalian pernah di posisi Viana? yang dirinya merasa jika persahabatan juga memiliki privasi, yang tak bisa di ceritakan oleh siapapun?

.

.

.

TBC

1
Syifa
bagus ceritanya tentang (nara dan viana)👍
Buna_Qaya
segini dulu
Buna_Qaya
mampir nyicil lagi kak sambil nunggu yang satu nya up
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
salam hadirku kakak
Buna_Qaya
Nyicil segini dulu kak ya
Buna_Qaya
Saya juga gak sudi jadi ibu kamu, cik cik cik ayam
Buna_Qaya
Anak rektor kek anak traktor kek
hajar aja Nara
SaNi
Mecicil ya toor saya bacanya....
biar kaya kreditan kulkas😁🤭
Ayoe Soediyono
mewek thorrrrrr😭😭😭😭😭😭
Senajudifa
hadir lg novi
Senajudifa
kutukan cinta mampir dgn membawa like dan favorit y
Aumy Re
mampir baca thor
senangat berkarya 💪
Yuni Triana
semangat Thor

Mampir ya buat semua
*Dinding Pemisah
*Pulang Malu Tak Pulang Rindu
Yuni Triana
Mampir Thor..

Salam dari Dinding Pemisah dan Pulang Malu Tak Pulang Rindu
Win
Hadir kak😁

mampir juga dong

"Pernikahan impian."

Makasih 😁
Mutiara Rafflesia
bodo amat ama viana.. gue skip pas bagian viana.. males baca ama cerita tu orang..gedek gua.. heheheehhe
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike sampai sini dulu ya 😍
Elisabeth Ratna Susanti
mampir 😍
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike sampai sini dulu 😍
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!