NovelToon NovelToon
Jalan Dao Pendekar Mata Duitan

Jalan Dao Pendekar Mata Duitan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: momon Joy

Di Benua Tianyu, kekuatan adalah segalanya.

Para kultivator menghabiskan seluruh hidup mereka untuk bermeditasi, berburu harta surgawi, dan mengejar puncak Dao.

Keluarga-keluarga besar berlomba melahirkan jenius.
Sekte-sekte kuat mencari murid berbakat.

Namun di tengah dunia yang memuja kekuatan itu, lahirlah seorang anak yang cukup aneh.

Namanya Feng Bai hu
Anak bungsu dari empat bersaudara keluarga Fang, keluarga kalangan menengah ,
Ketiga kakaknya dikenal sebagai jenius yang rajin berkultivasi dan menjadi kebanggaan keluarga.

Sedangkan Feng Bai hu terkenal karena satu hal:

Malas.
Ia sering kabur dari sesi latihan.
Tidur saat kelas kultivasi.
Menghilang ketika guru mengajarkan teknik baru.
Bahkan pelayan keluarga lebih sering melihatnya di pasar daripada di ruang latihan.

Namun yang membuat semua orang kesal adalah kenyataan bahwa meskipun malas, kultivasinya selalu mampu menyamai bahkan melampaui para jenius seusianya.
ayo ,, ikuti keseuan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momon Joy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Kejadian kecil

Di saat Penatua Guo Rong masih sibuk dengan fikirannya,, tiba tiba Bai Hu meletakkan sebuah kotak kayu kecil di atas meja batu.

Hanya berukuran 20 cm namun saat penutup kotak itu di buka,.

Mata tetua Guo langsung menyipit memperhatikan isi kotak itu dengan seksama,,

"Ini...Tanaman Bintang Perak Biru ,berusia tidak kurang dari seratus lima puluh tahun," ujar Tetua Guo Rong.

"Tanaman ini cukup langka. Jika dijual mentah nilainya sudah cukup tinggi. Mengapa tidak kau jual saja Tuan muda ?" ucap Tetua Guo rong

Bai Hu menggeleng.

"Tidak ,, Aku membutuhkan Pil Penguat Tulang.

 bukankah lebih baik bekerjasama langsung dengan Alkemis,." ucap Bia Hu

Tetua Guo Rong tertawa kecil.

"kau ingin aku memurnikannya?"

Bai Hu hanya mengangguk sebagai jawaban,

Suasana menjadi hening beberapa saat.

Alkemis tua menatap tanaman spiritual itu dengan penuh minat.

"Apa tuan muda hanya punya satu tanaman saja?" Ucap Tetua Guo Rong memastikan

Bai Hu menanggapi "Tanaman Bintang perak biru ada lebih dari 40 batang yang ku miliki" Ucapnya dengan senyum menggoda

Tetua Guo Rong terkejut mendengarnya ,, "Risikonya tidak kecil. Jika gagal, bahan akan hancur.

Selain itu aku yang mengeluarkan api pil, tenaga jiwa, dan waktu juga merugi."

Ucapnya

Bai Hu sudah menduga keberatan itu.

"Lalu apa syarat yang tetua punya?"

Tetua Guo Rong mengangkat tiga jari.

"Tujuh puluh untukku, tiga puluh untuk Tuan muda."

Bai Hu langsung menggeleng.

"Tidak ."

"Oh?" Tetua Guo Rong tersenyum tipis. "Menurut Tuan muda berapa yang pantas?"

Bai Hu mengangkat Empat jari "Enam puluh untukku, empat puluh untuk Tetua." Ucap Bai Hu

Tawa keras langsung memenuhi ruangan.

"Tuan Muda,, Kau hanya memberikan satu bahan dan ingin mengambil enam puluh persen hasilnya?, apakah Tuan muda ingin aku bekerja cuma-cuma?"

Bai Hu tidak gentar,,

"Bintang Perak Biru adalah bahan utama untuk membuat Pil Penguat Tulang,,. Tanpa bahan ini pil tidak bisa dibuat. Tetua memang menyediakan keahlian dan beberapa bahan tambahan, tetapi bahan utama berasal dariku."

Alkemis tua mengetuk meja dengan jarinya.

Mata keduanya saling bertemu.

Beberapa saat kemudian, Tetua Guo Rong menghela napas panjang.

"Baiklah. Lima puluh lima untuk Tuan muda."

Bai Hu menggeleng lagi.

"Tidakk,, Enam puluh untuku jika tidak Aku akan mencari Alkemis lain " ucap Bai Hu penuh Ancaman

Tetua Guo terdiam jika proses berhasil, dari tanaman itu setidaknya bisa dihasilkan lima hingga enam Pil Penguat Tulang kualitas menengah. Empat puluh persen hasil masih merupakan keuntungan yang sangat layak.

"Baiklah. Enam puluh persen pil menjadi milik tuan muda, empat puluh persen milikku."

Senyum Tersungging di wajah Bai Hu,, ia menangkupkan kedua tangan.

"Terima kasih, Tetua kalau begitu suruh beberapa orang untuk mengambil bahan ke kediamanku tetua."

"Tunggu dulu."

Tetua menyeringai.

"Jika tingkat keberhasilan di bawah perkiraanku dan hanya menghasilkan satu atau dua pil, pembagiannya tetap enam puluh banding empat puluh berdasarkan jumlah pil yang jadi."

"Ya tetap seperti itu " Ucap Bai Hu memberi jawaban

"Baiklah Tuan muda dapat kembali ke sini dalam satu minggu untuk mengambil hasilnya,, aku akan mengarahkan beberapa murid untuk mengambil barangnya ," ucap Tetua Guo Rong dengan penuh semangat,,

Saat Bai Hu melangkah keluar dari paviliun alkimia, senyum tipis muncul di wajahnya.

Ia tahu bahwa menemukan alkemis yang bersedia menerima pembagian enam puluh untuk pemilik bahan dan empat puluh untuk alkemis bukanlah hal mudah. Namun dengan nilai Bintang Perak Biru yang tinggi, ia berhasil mendapatkan kesepakatan terbaik yang bisa diharapkan ,

Tak lama setelah menyelesaikan urusan ,, Bai Hu memutuskan untuk kembali kerumah ,,

"Tuan Muda Bai Hu ,, "" ucap Seseorang memanggil dari kejauhan

Bai Hu menoleh mencari sumber suara,,

hingga ia menemukan 3 orang anak sedang berjalan dan melambai padanya ,,

Mereka adalah anak sebaya dari keluarga cabang sama sepertinya ,,

Feng Liang

Feng Cun

Feng Biao

"Ada apa? " ucap Bai Hu datar

Feng Liang memandang dengan sinis "Hehe Tuan muda bay , tidak biasanya kau berkeliaran dirumah ,, bukanya kau lebih suka di pasar yang bau itu " ucap Feng liang penuh privokasi

" yaa betul sekali yang Liang katakan,, bukanya tuan muda bay lebih suka hidup di pasar , "

Ucap Feng Cun menimpali

*"Hahahahahahaah"* terdengar suara tawa dari ketiga anak itu ,,

Bai Hu yang sedari tadi diam cukup kesal di buatnya " apa kalian sakit jiwa? dasar anak manja" ucap Bai Hu tanpa embel embel dan berlalu pergi begitu saja ,,

"... "

Ketiga anak itu terdiam ,, mereka terkejut mendengar Ucapan Bai Hu,,

Sesaat setelah mereka sadar , mereka menemukan bahwa Bai Hu sudah tidak terlihat ,,

"katakan padaku apa tadi Tuan muda Bai Hu mengatakan kita sakit jiwa? , katakan padaku bahwa aku salah dengar" Ucap Feng Liang

" Ya aku juga mendengar Tuan muda mengatakan itu , " Feng Cun menimpali

"Ah sudahlah, Ini salah kalian sendiri , bukankah kita hanya ingin mengajaknya berlatih bersama , kenapa kalian malah memprovokasinya " Ucap Feng Biao Penuh keluhan,,

Disisi lain Bai Hu yang telah meninggalkan mereka telah merubah arah tujuannya , melangkahkan kakinya ke arah pasar,,

Sebenarnya dalam hati, Bai hu telah memutuskan untuk memperdalam kultivasi setelah menerima teguran dari ayahnya ,, atau lebih tepatnya agar ia dapat hidup lebih tenang dan bebas tanpa di paksa untuk duduk diam selama berjam-jam oleh ayahnya,,,

Selain itu ia juga ingin pergi keluar untuk mencari keuntungan ,, jika ia memiliki kultivasi yang dangkal ia takut keuntungan yang dia cari akan berubah menjadi kerugian,,

Saat ini Bai Hu terlihat sangat santai,, menoleh kanan dan kiri penuh perhatian,, memperhatikan setiap barang dagangan yang di pajang oleh penjual,,

setelah berkeliling hampir seluruh pasar , ia tak mendapatkan apapun selain cemilan yang iya beli sekedar untuk mengganjal perut,,

Saat Bai Hu mulai bosan dan berniat pulang, ia berjalan santai melewati persimpangan pasar yang ramai.

Namun tiba-tiba—

Brukk!

Sosok seorang anak kecil keluar dari gang sempit di samping jalan dan langsung menabrak tubuh Bai Hu.

Anak itu terpental beberapa langkah sebelum jatuh terduduk di tanah.

Keranjang bambu yang dibawanya terlempar. Buah-buahan liar, akar obat, serta beberapa jamur gunung berserakan ke segala arah.

Bai Hu menunduk menatap anak itu.

"Hei, kau tidak apa-apa?" tanya Bai Hu.

Anak itu segera mengangkat kepala.

"A-aku baik-baik saja... M-maaf, aku tidak sengaja..." jawabnya dengan suara pelan.

Setelah berkata demikian, ia buru-buru bangkit.

Namun saat melihat isi keranjangnya yang berserakan di tanah, wajahnya langsung memucat.

"Tidak! Tidak! Tidak! Habis sudah..." Ucap anak itu

Dengan panik ia memunguti satu per satu akar obat, Buah-buahan liar dan jamur gunung yang berserakan ,,

Beberapa orang lewat hanya melirik sekilas sebelum melanjutkan perjalanan mereka.

Bai Hu menghela napas lalu ikut berjongkok.

"Biar ku bantu " ucap Bai Hu pelan,

Bai Hu membantu anak itu membereskan kembali barang yang berserakan,

saat itu bai hu tanpa sadar melihat ada sebuah batu kecil berwarna putih polos transparan sebesar ibu jari di antara barang yang berserakan,,

"Apa Batu ini milikmu?" Tanya Bai Hu

A-aaku menemukan batu itu di gunung saat mencari beberapa Buah ,, karna ku fikir itu sedikit bagus jadi aku membawanya" Ucap lirih anak itu

Bai Hu menoleh,,

"Apakah ini di jual? "

Anak itu terkejut

"A-ambil saja untuk kamu , jika kamu suka, tapi bisakah kau membiarkan aku pergi sekarang " ucap Anak itu dengan ragu-ragu

Bai Hu heran melihat anak itu berbicara dengan badan gemetar seakan takut Bai Hu akan marah dan meminta ganti rugi,,

" Baiklah , Terima ini untuk harga batu ini " ucap Bai Hu sembari memasukan uang 10 koin perak kedalam keranjang , Setelah itu Bai Hu pergi begitu saja

Melihat Bai Hu ,, Anak itu terdiam beberapa saat hingga tak berselang lama ia kembali bergegas pergi dengan terburu-buru "Terimakasih" Gumam anak itu

Bersambung..

1
REY ASMODEUS
atau jadi tetua agung? 🤣🤣🤣🤣
omes
kocak novel yang sangat mengocakan 🤣🤣🤣
makasih sudah buat novel fantasi timur komedi gw harap lanjut
Gege
coba MC belajar alkemis kan bisa tuh Thor.. jadi kuat jadi hebat bisa kayah rayah dan engga mati muda...🤣
Joy: bisa juga itu,, terimakasi untuk masukanya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!