NovelToon NovelToon
Addicted

Addicted

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:254.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Arzeerawrites

Raihan, mahasiswa yang sempurna harus berurusan dengan seorang gadis yang memiliki kasta jauh lebih rendah darinya namun berprinsip kuat.

Rena sudah terbiasa disakiti oleh Raihan yang tak lain adalah suaminya. Namun bukan berarti Ia menjadi lemah dan tenggelam dalam kesedihan terus menerus. Ia bisa bangkit dan menjalani kehidupan seperti biasanya.

Saat Rena sibuk dengan dirinya sendiri, Raihan mulai menyadari seberapa penting kehadiran Rena dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arzeerawrites, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Addicted 18

Raihan bangun saat langit sudah terang. Waktu telah menunjukkan pukul delapan pagi. Matanya menangkap sosok Rena yang sedang bersiap di depan cermin. Gadis itu tidak lagi mengenakan pajamas tidurnya.

Rena melihat dari pantulan cermin saat suaminya duduk memperhatikannya dengan datar. Menilik penampilannya dari atas sampai bawah.

"Mau kemana?"

"Bekerja, aku ada shift pagi, hari ini."

"Apa? aku tidak dengar,"

"Bekerja di kafe," ulang Rena dengan suara yang lebih keras dari sebelumnya.

"Bekerja? yakin? kamu berdiri saja belum benar,"

"Kaki ku sudah baik-baik saja berkat kamu semalam. Terima kasih, sekali lagi."

Rena berbalik usai memoles bibir dengan lip balm dan menggunakan bedak yang sangat tipis di wajahnya. Menjadi waitress haruslah tampil menarik salah satunya dengan make up. Sebenarnya Rena sudah menarik sekalipun tidak menggunakan itu.

"Aku berangkat dulu ya,"

Rena keluar dari kamar dengan membawa sepasang flatshoes dan juga sling bag yang tersampir di bahu, Ia siap bekerja.

Raihan berdecih pelan melihat punggung gadis itu. Lalu Ia bangkit untuk mandi. Sebenarnya Ia ada kuliah jam delapan. Sekarang sudah waktunya, dan dia terlambat. Tapi Raihan bukanlah mahasiswa yang disiplin.

****

"Bagaimana dengan kehidupan anakku dan istrinya di sana?"

"Berjalan dengan baik, Tuan."

"Raihan tidak menyakiti Rena?"

"Menyakiti itu pasti, Tuan."

"Hmm maksudku secara fisik. Apa dia--"

"Tidak, kemarin Tuan muda mengikuti Nona Rena yang mengendarai motornya dengan kondisi kaki yang sakit,"

"Apa yang terjadi dengan Rena?"

"Kakinya terkilir dan penyebab nya aku belum tahu,"

"Okay, terima kasih."

Di balik kaca besar yang menampilkan pemandangan padatnya kota disebuah negara maju, berdiri seorang laki-laki yang tidak lain adalah Christ, ayah Raihan.

Meksipun Ia berada di tempat yang jauh dari Raihan, tapi putranya itu tetap mendapat pengawasan. Apalagi setelah memiliki istri, Christ tidak ingin anaknya semakin membabi buta. Itu bisa membuat nya malu lagi.

Christ menatap foto mendiang istrinya di atas meja. Foto itu selalu Ia bawa kemanapun Ia pergi.

Mendidik satu anak seorang diri tidak mudah untuk Christ. Terkadang, ia begitu merindukan istrinya. Andai saja sang istri masih hidup, Ia mungkin tidak akan sesulit ini. Sejak kematian sang istri, Raihan berubah seratus delapan puluh derajat. Raihan bukannya prihatin dengan Christ yang merupakan orangtua satu-satu nya, tapi malah memberontak karena menurut Raihan, Christ bukanlah ayah yang baik, Christ selalu memaksakan kehendaknya berbeda dengan Ibunya.

Pernikahan Raihan dengan Rena adalah salah satu dari sekian banyak bentuk keegoisan Christ selama ini. Walaupun tujuan lain Christ menikahkan mereka agar Raihan bisa sedikit merubah dirinya menjadi laki-laki yang bertanggung jawab, tidak lagi sibuk bersenang-senang, tapi tujuan utama Ia menikahkan Raihan dengan Rena untuk menepis omongan orang di luar sana yang mengatakan bahwa keturunan nya adalah lelaki brengsek. Ia malu ketika berita itu tersebar. Selama ini keburukan Raihan Ia tutupi rapat-rapat dari jangkauan publik yang luas walaupun orang disekitar mereka tak bisa lagi dibohongi.

*****

Carra memasuki sebuah kafe yang menjadi hasil kesepakatannya bersama seorang wanita untuk mereka bertemu dan berbicara empat mata.

Ia melangkah kan kaki dengan pasti seraya mengedarkan pandangan. Setelah Ia melihat seorang wanita mengangkat tangannya untuk menyapa, Ia segera mendekat.

"Maaf aku terlambat. Aku baru saja selesai bekerja,"

"Tidak apa, diminum dulu. Aku sudah memesan ini untukmu,"

Carra tersenyum menerima satu gelas tinggi yang diangsurkan wanita yang tak lagi muda itu.

"Terima kasih, Nyonya."

"Sama-sama, jadi apa yang akan kamu katakan? maaf, aku tidak punya banyak waktu."

Carra mengangguk memahami. Wanita di depannya ini bukan orang sembarangan. Dia adalah istri dari pemilik kafe dimana Ia bekerja selama ini. Della, adalah wanita karir.

"Ada temanku sesama waitress yang berusaha menggoda suamimu, Nyonya."

Alis Della terangkat setelah mendengar kalimat yang lolos dari bibir Carra, waitress yang membawahi teman-temannya di salah satu kafe milik sang suami.

"Benarkah? ada yang mau dengan suamiku yang sudah tidak lagi muda itu?"

Carra tertawa seraya mengangguk. "Mau harta milik Tuan Xander, lebih tepatnya, Nyonya."

"Oh..." Della terperangah. Selama ini rumah tangga nya baik-baik saja. Oleh sebab itu Ia cukup terkejut begitu mengetahui bahwa ada yang mencoba mengusik rumah tangganya bersama Xander.

"Jadi siapa dia?" tanya wanita berkepala empat itu.

"Rena, perempuan penggoda itu Rena,"

*******

Meskipun Raihan sudah menikah bersama Rena, kebiasaan sebelum menikah akan tetap mendarah daging. Salah satu kebiasaan itu adalah mendatangi kelab yang berdampingan dengan rumah bordil milik Baretta yang entah sejak kapan sudah menjadi langganan nya. Di sanalah Ia bertemu dengan Rena.

"Setelah berabad-abad akhirnya kau datang lagi, Tuan tampan," Baretta menyapa Raihan yang Ia ketahui banyak uang itu karena bisa mengeluarkan uang tiga milyar untuk menutup mulutnya agar tidak lagi membahas kesalahpahaman yang sempat terjadi, tanpa mau memiliki Rena seperti apa yang sudah Ia tawarkan setelah transaksi bahwa Raihan bisa membawa Rena lalu melakukan apapun pada Rena karena Raihan sudah membeli Rena sayangnya Raihan menolak dan mengatakan bahwa Rena bukanlah seleranya. Sekarang entah dimana gadis yang bukan selera Raihan itu. Baretta rindu dengan uang yang tiap malam dihasilkan oleh Rena.

"Aku hanya ingin minum di sini,"

"Satu perempuan?"

"Tidak untuk malam ini,"

Baretta menghembuskan napas kesal. Ia kira malam ini akan dapat uang banyak dari Raihan setelah kepuasan diberikan oleh perempuan yang bekerja di rumah bordilnya.

Kalau hanya minum, uang yang diberikan Raihan tidak seberapa. Ah mungkin lelaki itu akan berubah pikiran setelah Ia menyuruh beberapa perempuan merayu Raihan, pikirnya begitu.

Baretta memanggil salah satu bartender yang bekerja di kelab nya. Lalu setelah lelaki bartender itu datang, Raihan langsung memesan minuman yang Ia inginkan saat ini.

"Champagne,"

"Baik, Tuan."

"Bawakan aku beberapa gelas,"

"Baik, Tuan."

******

Tok

Tok

Tok

"Permisi..."

Mendengar suara Rena dari luar kamarnya, Desca, salah satu maid yang bekerja di kediaman Raihan membuka pintu kamarnya.

"Ada apa, Nona?" tanya Desca dengan sopan. Perempuan itu memiliki usia yang tidak terpaut jauh dari Rena. Dia begitu menghargai Rena, sama seperti tiga maid yang lainnya. Tapi entah kenapa, hanya Desca yang membuat Rena nyaman mungkin karena yang lainnya terlalu kaku ketika bersamanya.

"Aku boleh tidur bersama mu?"

"Huh?"

Mata Desca mengerjap terkejut. Malam-malam seperti ini Rena datang ke kamarnya lalu mengatakan ingin tidur bersamanya. Apakah telinga nya salah menangkap kalimat dari bibir Rena?

"Aku tidak nyaman tidur di kamar luas itu sendirian,"

"Tuan muda belum pulang?"

"Belum,"

Raihan pulang malam lagi, membiarkan istrinya di kamar sendirian. Entah pulang atau tidak Tuan nya itu. Akhirnya Ia mempersilahkan Rena untuk masuk ke dalam kamarnya.

"Maaf, Nona. Kamar nya tidak senyaman--"

"Kamarmu bahkan lebih nyaman daripada kamar di rumahku yang kecil dan kumuh,"

Christ benar-benar memberikan yang terbaik untuk seluruh pekerjanya. Meskipun Ia merupakan sosok yang dingin tapi tetap memikirkan kenyamanan semua orang yang bekerja di istana nya.

"Silahkan tidur, Nona."

Desca menunjuk ranjang nya agar Rena berbaring di sana. Setelah Rena duduk dengan sungkan di ranjang, Ia melihat Desca mengambil salah satu kasur kecil lalu diletakkan nya di lantai.

Melihat itu, Rena langsung berkata

"Kamu mau tidur di sana?"

"Iya, Nona."

Rena langsung bangkit untuk menghampiri Desca yang bersiap untuk berbaring di kasur yang telah diletakkan di lantai.

"Tidak-tidak, aku saja yang di sini karena ini kamarmu. Kamu tidur di ranjang saja,"

"Tidak, Nona. Aku nyaman di sini,"

"Kamu tidur di ranjang..."

"Dan aku tidur di sini," lanjut Rena seraya menepuk kasur yang sedang diduduki Desca.

"Nona---"

"Desca, aku mohon jangan tidur di sini. Aku tidak pantas menempati tempat tidurmu sementara kamu tidur di sini,"

Melihat raut memohon Rena, akhirnya Desca berdiri dan itu membuat Rena tersenyum. Ia tidak mungkin menempati ranjang sementara pemiliknya malah tidur di bawah meskipun ada kasur lagi tapi rasanya kurang pantas.

"Nona ikut aku tidur di ranjang,"

"Tapi---"

"Ayo, Nona. Aku tidak boleh tidur di lantai, maka Nona pun seperti itu. Kita berdua tidur di ranjang, adil bukan?" Desca tersenyum mengatakannya. Ia mengulurkan tangan agar Rena mengikutinya ke ranjang.

Layaknya sahabat, mereka berbagi tempat tidur. Desca jadi ingat sahabat yang selalu bersamanya sebelum Ia memutuskan untuk menetap di rumah Christ untuk bekerja. Sifat Rena dan sahabatnya juga sama. Sangat menghargai orang lain.

 

Kapan lagi nyonya Rai tidur sama Desca. Btw Desca ini cewek ya gayyss. Ini si Rai kemana? Dia melanglang buana, bininya ditinggal sendirian wkwkwk.

MCH up ! MCH udh end gengss k**uyy ceki ceki ke lapak nya triple A**.

1
pia septiana
bagus 😊😊
Subiyanti Rsn
bagus,cuma kosa katanya kadang ada yg gemana?
Pe_fina
addicted buat dibaca nih😄
Seriani Yap
Up dong
Seriani Yap
Semangat
Seriani Yap
Up
Up
Seriani Yap
Up
unun muslimah
lanjutkan kk 💪😍
Seriani Yap
Semangat
Seriani Yap
Lanjut
Seriani Yap
Up lagi thor
Seriani Yap
Semangat trus ya thor
Seriani Yap
Please Up thor
nyimas aisyah
baru Tau Ada orang yg otaknya rusak sprti denrio . Crist hancurkan motor qdenrio masukkan k penjara jangan ganggu dear kasian dear dia jg susah krn denrio
Seriani Yap
Up
Seriani Yap
Semangat
Semangat
Semangat
Seriani Yap
Huh.. Denrio kok ga kapok ya..
Denrio ga seperti rayhan yg sudah bisa cari uang sendiri
Seriani Yap
Semangat
Ahmad Fauzi
kenapa jadi begini seh,ortu jadi ikut campur,Reihan juga mudah emosi seh,moga z opa Christ g ngelakuin hal buruk sama denrio
Seriani Yap
Semangat
Semangat
Semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!