NovelToon NovelToon
Kesalahan Semalam Menjadi Takdir

Kesalahan Semalam Menjadi Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:742
Nilai: 5
Nama Author: Siti Muarofah

Raina, wanita mandiri yang sudah bercerai, mencari pelarian di malam yang kelam. Di tengah kebingungan karena mabuk, ia tanpa sengaja menghabiskan malam bersama Dika—seorang mahasiswa muda tampan yang ternyata merupakan pewaris tunggal keluarga kaya raya.

Perbedaan usia, masa lalu yang kelam, serta penolakan keras dari orang tua Dika menjadi tembok tinggi yang memisahkan mereka. Namun takdir seolah punya rencana lain, menumbuhkan cinta tulus di antara dua dunia yang berbeda.

Mampukah sebuah kesalahan semalam, berubah menjadi takdir cinta yang abadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Muarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

 

Bab 11: Pelukan yang Menyembuhkan Luka

Udara malam yang sejuk menyelinap pelan masuk lewat celah jendela yang sedikit terbuka, membawa aroma wangi bunga melati dari halaman rumah. Di dalam kamar itu, suasana yang tadinya penuh kebingungan dan rasa malu kini berubah menjadi hening yang hangat, hening yang penuh rasa aman.

Setelah kata-kata itu terucap, Raina tidak lagi merasa harus menjaga jarak, tidak lagi merasa harus memasang tembok pertahanan di depan dirinya. Tubuhnya yang selama ini selalu tegang dan siap menghadapi segala kemungkinan buruk, perlahan melemas sepenuhnya.

Dika tidak langsung bertanya lebih banyak, tidak menuntut cerita, dan tidak terburu-buru ingin tahu segalanya. Ia justru mempererat pelukannya sedikit, namun tetap lembut, seolah memastikan wanita itu merasa terlindungi sepenuhnya. Tangan besarnya yang hangat bergerak perlahan mengusap punggung Raina, gerakan yang berulang, tenang, dan menenangkan, persis seperti cara seseorang menenangkan hati yang sedang gemetar ketakutan.

"Kau tidak perlu buru-buru," suara Dika terdengar rendah, lembut, dan sangat tulus dari atas kepala Raina. "Kau boleh bicara pelan-pelan nanti, atau bahkan diam saja dulu sesukamu. Aku ada di sini. Aku tidak akan ke mana-mana. Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian."

Kalimat sederhana itu terasa begitu kuat di telinga Raina. Selama bertahun-tahun, kalimat seperti itu adalah hal yang paling mustahil ia dengar. Orang-orang di masa lalunya selalu menuntut, selalu menyalahkan, selalu memintanya menjadi sempurna tanpa pernah bertanya apa yang ia rasakan. Setiap kali ia mencoba mengeluarkan keluh kesah, ia hanya akan dijawab dengan cemoohan atau dibiarkan menangis sendirian dalam kegelapan kamar.

Namun di sini, di dalam pelukan pemuda yang jauh lebih muda darinya, ia merasa dihargai. Ia merasa menjadi manusia biasa yang juga boleh lelah, boleh sedih, dan butuh tempat bersandar.

Raina menutup matanya rapat-rapat, membiarkan rasa hangat dari tubuh Dika merambat ke seluruh tubuhnya yang kaku. Hatinya yang selama ini tertutup rapat perlahan mulai terbuka sedikit demi sedikit, menyadari bahwa tidak semua orang akan menyakiti hatinya.

"Terima kasih..." bisik Raina dengan suara yang masih bergetar pelan, matanya mulai berkaca-kaca. "Terima kasih sudah tidak memaksaku. Terima kasih sudah tidak memandangku rendah."

Dika menunduk perlahan, lalu mencium ubun-ubun Raina dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang yang tulus.

"Raina, dengar aku baik-baik," ucap Dika dengan suara tegas namun tetap lembut. "Kau tidak perlu berterima kasih hanya karena diperlakukan dengan baik. Diperlakukan dengan hormat, dihargai, dan didengarkan itu adalah hakmu sebagai manusia. Itu hal yang paling dasar yang pantas kau dapatkan setiap hari, bukan sesuatu yang harus kau rasa berterima kasih."

Jantung Raina berdegup kencang mendengar kata-kata itu. Rasanya ada beban berat yang selama ini menindih dadanya perlahan terangkat. Selama ini ia selalu berpikir bahwa kebaikan adalah anugerah langka yang harus ia syukuri berlebihan, padahal itu seharusnya hal yang wajar.

Dika mengangkat wajah Raina perlahan dengan kedua tangannya, menatap mata wanita itu lekat-lekat. Di mata Dika tidak ada rasa ingin tahu yang kasar, tidak ada rasa jijik, dan tidak ada penghakiman sedikit pun. Yang ada hanya kelembutan yang tulus, rasa kagum, dan rasa iba karena melihat betapa dalamnya luka yang disembunyikan wanita itu.

"Siapa pun yang pernah menyakitimu, siapa pun yang pernah membuatmu merasa tidak berharga, mereka salah," ucap Dika pelan namun tegas. "Mereka tidak tahu siapa dirimu yang sebenarnya. Mereka tidak tahu betapa kuat dan betapa mulianya hatimu."

Raina tidak bisa lagi menahan air matanya. Butiran bening mulai mengalir jatuh membasahi pipinya yang halus. Bukan air mata kesedihan yang menyakitkan, melainkan air mata kelegaan yang luar biasa. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ada seseorang yang memahami, ada seseorang yang berada di pihaknya.

Dika tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia hanya membiarkan Raina menangis sepuasnya di pelukannya, membiarkan semua rasa sakit yang terpendam selama bertahun-tahun keluar perlahan. Ia mengusap air mata di pipi wanita itu dengan lembut, lalu menariknya kembali masuk ke dalam pelukan yang hangat dan melindungi.

Malam itu mereka tidak banyak bicara. Mereka hanya duduk berdekatan, merasakan kehadiran satu sama lain. Dika membiarkan Raina menyadari bahwa ia tidak lagi sendirian di dunia ini. Bahwa ada seseorang yang siap mendengarkan semua cerita kelamnya tanpa takut, tanpa lari, dan tanpa menghakimi.

Perlahan rasa takut di hati Raina mulai hilang, digantikan oleh keberanian yang perlahan tumbuh. Ia mulai merasa percaya bahwa ia bisa membuka dirinya kembali, bahwa ia berhak mendapatkan kebahagiaan, dan bahwa tidak semua akhir cerita harus menyakitkan.

Di dalam keheningan malam itu, di antara dua hati yang baru saja menemukan satu sama lain, Raina menyadari satu hal penting: mungkin malam itu adalah awal dari perjalanan penyembuhan yang belum pernah ia impikan sebelumnya.

Ia tahu, besok atau nanti, ia akan siap menceritakan semua luka masa lalunya. Dan ia tahu, Dika akan selalu ada di sana, menemaninya melewati semuanya.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!