NovelToon NovelToon
Sutra Naga Pembelah Surga

Sutra Naga Pembelah Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Jatuh dari puncak kejayaan menjadi lelucon sekota dalam semalam, nasib Ye Xuan tampaknya telah berakhir. Namun, keputusasaan itu justru menjadi kunci pembuka rahasia kuno yang tertidur di dalam sebuah liontin tua. Di bawah bimbingan jiwa naga kuno, Ye Xuan mempelajari rahasia kultivasi yang menyimpang dari hukum langit. Dari turnamen kota kecil hingga medan perang antar benua, Ye Xuan menelan setiap rintangan dan kesengsaraan ilahi. Dunia menganggapnya sampah, namun ia akan membuktikan bahwa dirinya adalah penguasa sejati yang akan membelah surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Tunduknya Sang Penatua

​Angin dingin yang berhembus di Puncak Awan Azure seolah membeku. Puluhan ribu pasang mata, baik dari murid elit di pelataran maupun para petinggi sekte di pintu Aula Giok, menatap tak percaya pada pemuda berjubah hitam yang berdiri kokoh di ujung Tangga Darah.

​Tuntutan Ye Xuan yang menggelegar bagaikan petir di siang bolong. Meminta seorang ahli Alam Inti Emas yang juga merupakan Tetua Sekte untuk berlutut? Ini bukan lagi sekadar arogansi, ini adalah penamparan wajah secara absolut!

​Wajah Penatua Zhao berubah dari merah padam menjadi ungu kegelapan. Urat-urat di dahi dan lehernya menonjol keluar, berkedut hebat menahan amarah yang hampir meledakkan paru-parunya.

​"Bocah tengik... kau mencari mati!" Suara Penatua Zhao mendesis seperti ular berbisa. Aura Alam Inti Emas yang mengerikan meledak dari tubuhnya, membentuk pusaran angin spiritual yang membuat pilar-pilar batu giok di pelataran retak.

​Namun, Ye Xuan tetap berdiri tegak. Dengan fisik Tulang Emas Primordial-nya, tekanan aura itu hanya terasa seperti hembusan angin kencang yang meniup ujung jubahnya. Tidak sedikit pun menggoyahkan fondasinya.

​Di saat ketegangan memuncak, sesosok gadis berbalut gaun putih melangkah maju dari barisan Tetua. Itu adalah Su Yan. Wajahnya pucat, namun ia mencoba mempertahankan ekspresi dingin dan angkuhnya yang biasa.

​"Ye Xuan, cukup!" teriak Su Yan, suaranya mengandung campuran antara ketidakpercayaan dan kepanikan. "Aku tidak tahu kebetulan apa atau teknik iblis macam apa yang kau gunakan untuk memulihkan dantian-mu hingga mencapai Pembentukan Fondasi. Tapi ini adalah Sekte Awan Azure! Penatua Zhao adalah Tetua terhormat! Berhentilah mempermalukan dirimu sendiri dan berlututlah meminta maaf. Mungkin sekte masih akan menerimamu sebagai murid luar!"

​Mendengar kata-kata itu, Ye Xuan perlahan memutar kepalanya, menatap Su Yan untuk pertama kalinya sejak ia tiba di puncak.

​Tatapan itu begitu dingin, begitu jernih, tanpa ada sedikit pun jejak cinta, benci, atau bahkan kemarahan. Itu adalah tatapan seseorang yang melihat kerikil tak berharga di pinggir jalan.

​"Su Yan," suara Ye Xuan sedatar air sumur kuno. "Tiga tahun lalu, saat kultivasiku hancur, kau datang ke klanku, membatalkan pertunangan kita, dan menginjak harga diriku demi mengejar 'masa depan'-mu di sekte ini. Saat itu aku menyadari, matamu lebih rabun dari kelelawar buta."

​Ye Xuan melangkah maju, auranya perlahan meningkat, menekan hawa dingin elemen es milik Su Yan hingga gadis itu terpaksa mundur selangkah dengan napas sesak.

​"Kau pikir kau siapa berani menceramahiku di sini? Murid luar? Bahkan jika posisi Master Sekte ditawarkan padaku hari ini, aku belum tentu menerimanya!" Ye Xuan mencibir. "Tutup mulutmu dan minggir. Urusanku bukan dengan pengkhianat sepertimu, tapi dengan anjing tua di sebelahmu itu!"

​"K-kau...!" Wajah Su Yan memerah karena malu dan marah yang luar biasa. Di depan seluruh sekte, ia baru saja disamakan dengan kerikil! Rasa menyesal yang tipis sempat muncul di hatinya saat melihat Ye Xuan menunjukkan kekuatan Pembentukan Fondasi, namun kini rasa itu tertutup oleh penghinaan.

​"BAJINGAN! KAU BERANI MENGHINA MURIDKU DAN SEKTE INI?!"

​Penatua Zhao tidak bisa menahan diri lagi. Harga dirinya telah diinjak-injak hingga rata dengan tanah. Ia mengangkat tangan kanannya. Qi Inti Emas yang luar biasa padat berkumpul, membentuk sebuah telapak tangan raksasa bersinar biru yang menutupi separuh langit di atas Ye Xuan.

​Telapak Penghancur Gunung!

​Ini bukan serangan peringatan. Ini adalah serangan mematikan yang ditujukan untuk menghapus eksistensi Ye Xuan secara permanen!

​Para murid di sekitar pelataran menjerit dan berhamburan mundur. Di bawah tekanan Inti Emas, bahkan kultivator Pembentukan Fondasi Puncak pun akan hancur menjadi kabut darah!

​Ye Xuan mendongak menatap telapak tangan raksasa itu. Mata hitamnya memancarkan kilatan keemasan yang buas. Sutra Naga Pelahap Langit berputar gila-gilaan, dan setitik Api Naga Gagak siap meledak dari dalam nadinya. Jika tua bangka ini ingin bermain nyawa, Ye Xuan siap membakar setengah nyawanya untuk memberinya pelajaran mematikan!

​Namun, tepat sebelum telapak raksasa itu menghantam...

​"HENTIKAN!"

​Sebuah suara yang sangat berat dan berwibawa menggema layaknya guruh surgawi. Suara itu tidak keras, namun langsung menembus jiwa setiap orang yang mendengarnya.

​Penatua Kepala, yang sejak tadi diam mengamati, tiba-tiba melambaikan lengan jubahnya dengan santai.

​TRANG!

​Seperti kaca yang dipukul palu dewa, telapak raksasa milik Penatua Zhao hancur seketika menjadi bintik-bintik cahaya spiritual yang tak berbahaya. Penatua Zhao sendiri terdorong mundur tiga langkah, memuntahkan setetes darah dari sudut bibirnya akibat serangan baliknya.

​"Penatua Kepala... mengapa Anda menghentikanku?! Anak ini mempraktikkan teknik iblis yang menyerap formasi suci kita! Dia harus dibunuh!" raung Penatua Zhao dengan tidak terima.

​Penatua Kepala melangkah maju, jubah abu-abunya berkibar pelan. Matanya yang tajam menatap Penatua Zhao dengan pandangan penuh kekecewaan.

​"Teknik iblis? Hmph. Dia memecahkan formasi dengan menahan gravitasi murni seratus ribu kati dan menyerap energi darah tanpa kehilangan akal sehatnya. Itu berarti fisik dan Hati Dao-nya sama-sama sekeras baja!" Penatua Kepala menegur dengan suara keras. "Seorang pemuda berusia delapan belas tahun yang telah mencapai Alam Pembentukan Fondasi Awal dan memiliki fisik tingkat monster. Dan kau ingin membunuh jenius tak tertandingi seperti ini hanya karena harga diri sempitmu?!"

​Penatua Kepala membalikkan badannya, menghadap puluhan ribu murid dan Tetua lainnya.

​"Sekte Awan Azure menjunjung tinggi kekuatan dan kehormatan. Aturan kita jelas: Siapapun yang berhasil menaklukkan Ujian Tangga Darah, tidak peduli latar belakangnya, secara otomatis diangkat menjadi Murid Inti Langsung dan berhak mengajukan satu permintaan yang tidak melanggar asas sekte!"

​Penatua Kepala lalu menatap Ye Xuan, sorot matanya melembut, menyiratkan niat untuk melindungi aset berharga ini. "Anak muda, kau membuktikan kualifikasimu. Apa permintaanmu?"

​Ye Xuan meredakan Qi Emas di tubuhnya. Ia menatap Penatua Kepala, lalu jari telunjuknya terangkat, menunjuk lurus ke wajah Penatua Zhao yang kini pucat pasi.

​"Permintaanku sederhana, dan ini sepenuhnya sesuai dengan kehormatan sekte," ucap Ye Xuan dengan senyum dingin. "Satu bulan lalu, Penatua Zhao bersumpah atas nama sekte di depan seluruh penduduk Kota Daun Gugur. Jika aku bisa melewati Tangga Darah hidup-hidup, ia akan bersujud dan memanggilku Tuan Muda."

​Keheningan total menyelimuti Puncak Awan Azure. Tidak ada yang berani bernapas.

​"Sekte yang besar harus memegang kata-katanya, bukan begitu, Penatua Kepala?" tambah Ye Xuan tajam.

​Penatua Kepala memejamkan matanya sejenak, menghela napas panjang. Ia tahu ini akan mempermalukan seorang Tetua, tetapi potensi Ye Xuan terlalu mengerikan untuk disia-siakan. Jika sekte mengingkari janjinya, hati pemuda ini tidak akan pernah menetap di Awan Azure.

​"Penatua Zhao," suara Penatua Kepala berubah menjadi perintah absolut. "Hutang harus dibayar. Janji harus ditepati. Lakukan."

​"P-Penatua Kepala?! Anda menyuruh saya berlutut pada seorang bocah?!" Mata Penatua Zhao melebar, seluruh tubuhnya gemetar hebat.

​"Lakukan sendiri, atau aku yang akan mematahkan kakimu dan memaksamu berlutut atas nama Master Sekte." Aura Alam Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul) samar-samar bocor dari Penatua Kepala, langsung menekan jiwa Penatua Zhao hingga ia tak bisa bergerak.

​Di bawah tekanan mutlak dari Tetua tertinggi, dan di hadapan puluhan ribu pasang mata, pertahanan mental Penatua Zhao akhirnya runtuh.

​Dengan wajah yang terdistorsi oleh rasa malu dan kebencian yang mendalam, lutut Penatua Zhao perlahan menekuk.

​BRUK.

​Lutut sang utusan sekte, ahli Inti Emas yang ditakuti, menghantam lantai giok putih hingga retak. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam, seluruh tubuhnya bergetar layaknya daun di tengah badai.

​"T-Tuan... Tuan Muda..." bisik Penatua Zhao dengan suara serak, darah menetes dari bibirnya yang ia gigit terlalu keras.

​Melihat pemandangan itu, Su Yan mundur hingga punggungnya menabrak pilar batu. Kakinya lemas. Mantan tunangan yang selama ini ia sebut sampah, yang ia campakkan demi status, kini berdiri tegak di puncak sektenya, sementara Tetua yang merekrutnya sedang berlutut di bawah kaki pemuda itu.

​Tamparan tak kasat mata ini mendarat sangat keras di wajah Su Yan, menghancurkan seluruh kebanggaan konyolnya tanpa sisa.

​Ye Xuan menunduk menatap Penatua Zhao. Tidak ada senyum kemenangan yang berlebihan, hanya tatapan dingin yang dipenuhi keangkuhan sejati.

​"Sangat patuh," ucap Ye Xuan datar. "Ingat baik-baik hari ini, Zhao. Di dunia ini, jangan pernah menilai kedalaman naga dari genangan air yang dangkal."

​Ye Xuan kemudian memalingkan wajahnya, sepenuhnya mengabaikan Penatua Zhao dan Su Yan seolah mereka adalah udara kosong. Ia menangkupkan kedua tangannya ke arah Penatua Kepala dengan hormat yang sewajarnya.

​"Murid Ye Xuan, berterima kasih atas keadilan Penatua Kepala."

​Penatua Kepala mengelus jenggot putihnya dan tertawa terbahak-bahak, tawanya memecah ketegangan di puncak gunung.

​"Hahaha! Bagus! Mulai hari ini, kau adalah Murid Inti dari Sekte Awan Azure! Pergilah ke Paviliun Pendaftaran untuk mengambil token dan jubahmu. Aku sangat menantikan badai seperti apa yang akan kau bawa ke sekte ini, Ye Xuan!"

1
Divka
bgus
Divka
bgus...smg ye xuan nnt mampu melindungi temen dan rekannya...berbuat baiklah sedikit🤣
Deutsch
mantap thor
Gia Uw
keren cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!