NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Penyelamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Ethan Spencer Eko Argantara menolak keras perjodohan sepihak yang diatur keluarganya setibanya dia pulang dari New York. Baginya, menikahi gadis pilihan orang tua adalah hal konyol. Sialnya, sebuah insiden di department store mempertemukannya dengan Nayla Syakila Atmaja, gadis angkuh yang sukses memicu emosinya dalam pertengkaran dramatis, yang ternyata adalah sang calon tunangan.
Namun, rasa kesal Ethan berubah menjadi simpati ketika dia tahu Nayla menjadi target dari mantan tunangannya. Ethan membuang rasa gengsinya lalu melindungi Nayla
Di bawah satu atap dengan Nayla sebagai pasangan suami istri, Ethan siap melakukan apa saja demi melindungi miliknya.siapa pun yang berani menyentuh Nayla, harus berhadapan dengan dia.

"Tugasku adalah menjagamu, tapi obsesiku adalah memilikimu sepenuhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Gencatan senjata dari Nayla

Tidak bisakah kamu berganti pakaian di kamar mandi?" tanyanya parau. "Jangan sengaja..."

"Untuk apa?" sahut Nayla dingin. "Memiliki suami yang kasar dan mesum... sama saja bagiku di mana pun aku berganti pakaian."

Nayla mengancingkan kemejanya rapi. Matanya menatap tajam ke arah Ethan yang kini berdiri bersandar pada dinding dengan tubuh bagian atas yang telanjang.

Hati Ethan mencelos melihat bibir Nayla yang tampak bengkak dan sedikit lecet di sudutnya. Juga lehernya yang penuh bekas kemerahan, hingga gadis itu terpaksa melilitkan syal hitam untuk menutupinya.

"Aku sarapan dulu di restoran bawah. Mandilah kamu," ucap Nayla singkat.

Ethan terdiam. Dia tak sanggup berkata apa-apa saat melihat gadis itu sudah mengenakan sepatu dan bersiap melangkah pergi.

"Nayla..." panggilnya pelan.

Ethan melangkah mendekat, meraih tangan gadis itu dan berusaha mengusap rambutnya yang basah. Namun Nayla menunduk, enggan menatap wajahnya.

"Maaf soal semalam... aku khilaf. Maafkan aku jika kau——" Ethan memohon dengan nada penuh penyesalan.

"Dihukum pun percuma. Berdoa saja semoga aku tidak hamil dan kita cepat bercerai."

BAM!

Suara pintu kamar yang dibanting oleh gadis itu membuat Ethan mengacak rambut hitamnya yang sudah berantakan, frustrasi. dia sungguh tak bermaksud melakukan itu, mungkin tadi malam dia juga mabuk karena bir.

Sejak hari itu, Ethan benar-benar mengalami gencatan senjata, Nayla sepenuhnya mengacuhkannya. Jika biasanya gadis itu selalu mencari kesempatan untuk berdebat atau bertengkar dengannya, kali ini ia justru mendiamkannya seribu bahasa tak mau bicara dan sok tak kenal. Ethan frustrasi sendiri namun tak berdaya untuk marah.

Saat mereka berangkat kembali ke Jakarta dengan penerbangan terakhir malam itu, Nayla tetap saja mengacuhkannya. Diam, hanya diam, membuat pria itu semakin gemas.

"Kamu tidak makan malam? Lihat, aku sudah memesan steak daging untukmu."

Nayla memalingkan wajah, menatap ke jendela kecil pesawat, tetap bungkam. Kabin kelas eksekutif itu hanya berisi sepuluh kursi lebar lengkap dengan meja kabinet dan bantal empuk. Dengan napas pasrah, pria itu menyesap jus jeruknya.

"Baiklah, jika lapar makanlah. Aku takkan mengganggumu. Aku ke toilet dulu ya jangan menahan lapar sayang."

Nayla mempererat selimutnya, memiringkan tubuh menghadap jendela. Setelah langkah kaki Ethan menjauh dari kursinya, gadis itu baru berbalik buru-buru dan menghabiskan steak di depannya tanpa sisa, sebelum pria itu kembali. Dia lapar sekali tapi malas bicara pada Ethan yang memuakkan.

Sesampainya di Jakarta, hari sudah malam. Dengan langkah tegap dan tetap acuh, Nayla berjalan mendahului meninggalkan Ethan, membiarkan pria itu kerepotan mendorong dua koper besar mereka.

"Tuan Muda, Nyonya Muda — selamat datang." Pak Rejo, sopir pribadi Ethan, menyambut mereka sambil memuat barang-barang majikannya ke bagasi mobil.

"Terima kasih Pak, biar saya bawa sendiri koper saya."

Ethan yang hendak masuk ke dalam mobil hitam itu terkejut. Ia menoleh spontan ke arah Nayla yang masih tak mau menatapnya.

"Nyonya Muda~~"

"Saya akan pulang ke rumah Pak Denis dengan taksi. Kau antarkan saja Tuan Muda mu pulang. Hati-hati." Ethan langsung mencengkeram lengan gadis itu. Matanya menatap tajam ke arah Nayla yang hendak menghentikan taksi lewat.

"Masuk ke mobil, Nayla Dirgantara. Jangan kekanak-kanakan, atau aku benar-benar akan marah."

"Saya tidak takut, Pak Ethan. Dan panggil nama saya dengan benar. Cih — sejak kapan nama saya jadi Dirgantara? Nama saya Atmaja!"

"Naik sekarang ke mobil, atau aku yang akan memaksamu. Lihat, Pak Rejo sedang melihat kita."

Nayla melirik ke arah sopir tua itu yang tampak terkejut melihat majikannya sedang bertengkar ramai di bandara, sementara tangan Ethan masih mencengkeram tangan istrinya erat.

"Kamu mau pulang kesana lalu melapor pada Abang kamu, lalu dia akan marah pada orang tuaku, hah? Lalu besok mereka akan——"

"Baiklah... jangan dilanjutkan." Nayla melepaskan tangannya paksa, lalu naik lebih dulu ke dalam mobil Mercedes E-Class di bangku belakang dan langsung menutup pintunya.

"Pak, tolong masukkan juga koper istriku ke bagasi."

"Baik, Tuan Muda silahkan." Ethan menghela napas panjang. Ia memang bersalah kemarin karena berani melanggar perjanjian mereka. Namun dalam pernikahan, bukankah kewajiban istri adalah melayani suaminya? Ethan merasa berhak melakukan itu pada istrinya sebagai suami.

***

Yohana menyambut gembira pasangan pengantin baru itu begitu mereka melangkah masuk. "Ya ampun, kalian akhirnya pulang? Selamat datang, Bagaimana bulan madunya? Menyenangkan tidak?"

"Tentu saja, Mom. Kami bersenang-senang di sana. Iya kan, Sayang?"

"Nayla, kenapa, Nak? Apa kamu sakit?"

Nayla hanya tersenyum tipis. Ia tak sanggup menampilkan wajah bahagia karena hatinya sebenarnya sedang tertekan.

"Maaf, Mommy. Mungkin istriku sedikit lelah karena perjalanan jauh. Kami ingin beristirahat dulu."

"Ah, baiklah. Maafkan Mommy ya kalau merepotkan kalian, hehe. Selamat beristirahat."

"Tidak apa-apa, Mom. Kami ke kamar dulu."

Yohana mengangguk sambil memeluk bahu menantunya. Pelayan di rumah keluarga Dirgantara segera menyambut untuk mengambil jaket dan tas tangan Nayla. Gadis itu membungkuk hormat sebentar ke arah mertuanya, lalu berjalan menuju tangga.

"Kamu dan Nayla kenapa? Raut wajahnya sedih sekali. Ya ampun, kalian tidak sedang bertengkar kan?" tanya Yohana saat Ethan hendak menyusul naik ke lantai atas.

"Tidak ada apa-apa, Mom. Dia hanya lelah."

"Benarkah?"

"Mommy... berhenti mengurusi hidupku. Sekarang aku sudah menikah dan aku bukan anak kecil lagi."

"Ya ampun, iya, mommy tahu. Baiklah, jaga menantuku baik-baik ya. Awas saja kalau kamu menyakitinya." Yohana begitu menyayangi menantunya, hingga Ethan meringis membayangkan bagaimana reaksi ibunya jika tahu wanita itu justru meminta agar pernikahan mereka segera dibubarkan.

Keesokan paginya, saat Ethan bangun dan bersiap untuk berangkat ke kantor, karena mulai hari ini ia kembali sibuk dengan urusan perusahaan, dia mendapati Nayla tidak ada di tempat tidur. Bahkan kasur gulung yang biasa ia gunakan sudah rapi tersimpan di dalam lemari pakaian.

Entah apa jadinya jika ayah dan ibunya tahu ada kasur gulung di kamar pengantin baru itu. Yang jelas, sejak semalam sikap dingin istrinya semakin menjadi-jadi. Ia tak mau sedikit pun berbicara padanya.

Bagi Ethan, lebih baik jika Nayla mengajaknya bertengkar seharian daripada didiamkan seperti ini terus.

Tok... tok... tok...

"Masuklah!" seru Ethan, yang masih sibuk mengikat dasinya dan sedikit kerepotan karena tak bisa berkonsentrasi, pikirannya terus melayang, terutama soal sikap Nayla.

"Tuan Muda, hehehe~ kopi espresso pagi ini ditaruh di mana?"

"Taruh di meja nakas saja!"

Reina adalah salah satu pelayan di rumah orang tuanya. Dulu, wanita itu pernah menjadi sasaran pelampiasan Ethan, bukan sampai berkencan atau tidur bersama, namun tubuh pelayan itu pernah dibelai dan digerayangi oleh Tuan Mudanya yang saat itu belum dewasa

1
Ananda Boy
lanjutin kak, wahhhh buku baru😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!