Mengandung adegan dewasa, jadi mohon bijaklah dalam membaca ya ...!
Menceritakan tentang ketidak percayaan diri mengundang pernikahan yang tanpa diduga, pernikahan paksa dengan CEO Tampan yang posesif bernama, Xander.
Xander merasa sudah jatuh hati kepada seorang wanita cantik bernama, Sasya. Tetapi, akibat ketidak jujuran sang kakak, Sasya menjadi terjebak dalam ikatan yang tidak diinginkannya, sebab yang harus menikah dengan Xander adalah kakaknya yang bernama Rasya, bukan dengan dirinya.
Naas-nya, Sasya terpaksa menjalani pernikahan dengan Xander dan harus memutuskan hubungan dengan kekasihnya, akibat adanya ancaman.
Bagaimanakah cerita selanjutnya dari Sasya dan Xander?
Ikuti terus alur cerita selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Menik Kumalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 17 (Sasya Ditemukan)
Di tengah genting-gentingnya, seketika Cyrill mempunyai ide yang cemerlang....
***
Cyrill langsung menyuruh Brylee yang mengemudi untuk kembali ke rumahnya terlebih dahulu.
"Ngapain kok malah mau balik ke rumah loe?" tanya Brylee.
"Iya kita kan masih bantuin Sasya yang hilang," sahut Abel.
"Iya, iya gue tau! Tidak usah banyak bacot deh, ke rumah gue dulu buruan! Gue mau ngambil sesuatu biar si Sasya cepet ketemu," jawab Cyrill.
Sesampainya di rumah Cyrill, ia langsung bergegas mengambil sesuatu di dalam rumahnya lalu membawanya ke dalam mobil.
"Sesuatu yang loe maksud itu laptop, Rill?" tanya Abel sembari mengernyitkan keningnya.
"Mau loe apain tuh laptop?" tanya Brylee.
"Gue mau melacak ponsel milik Sasya, agar nemuin dia lebih cepat," jawab Cyrill sambil mengutak-ngatik laptop yang dibawanya.
"Wihh keren, pinter juga ya loe. Gue lupa kalo loe calon hacker bro haha ...," sahut Brylee.
Abel yang sedikit mengerti tentang hal semacam itu, ikut membantu Cyrill dan langsung menghubungi Sadam.
"Halo gimana? Sasya sudah ketemu?" tanya Sadam tanpa basa-basi.
"Gue minta nomor ponsel Sasya, ponselnya masih nyala dan aktif, kan? Cyrill mau nemuin Sasya lewat ponselnya bro," ujar Abel kepada Sadam.
"Kenapa loe baru kepikiran itu sih? Enggak dari tadi aja," ketus Sadam.
"Tadi kami juga panik, gak ada pikiran mau melacak ponsel Sasya. Sudahlah cepat kirim nomornya bro biar cepat ketemu juga si Sasya," jawab Abel.
Setelah Sadam mengirim nomor ponsel milik Sasya, Cyrill pun langsung beraksi. Tidak menunggu lama posisi Sasya saat ini diketahui oleh Cyrill. Mereka pun langsung memberitahu Sadam dan langsung ke tempatnya. Sadam dan Surya yang ternyata dekat dengan lokasi Sasya saat ini, bergegas mencarinya ke tempat tersebut.
Di lain tempat, Sasya yang sedari tadi kedinginan karena bajunya basah kuyup, terlihat wajahnya sudah pucat. Ia merasa pusing dan mulai tak sadarkan diri kembali.
Setelah itu, Sadam dan Surya pun menemukan Sasya yang ada di suatu ruangan seperti gudang dengan keadaan diikat, bajunya basah dan tak sadarkan diri. Sadam langsung melepas ikatannya lalu menggendong Sasya ala bridal style ke dalam mobil dan bergegas untuk membawanya ke rumah sakit terdekat, dengan diikuti Surya dan teman-temannya yang baru sampai di tempat tersebut.
Setibanya di rumah sakit pukul tiga dini hari, Sadam dan lainnya sangat kawatir menunggu dokter yang sedang memeriksa keadaan Sasya. Surya segera menghubungi sang istri untuk mengabarinya, kalau Sasya sudah ditemukan dan sekarang sedang berada di rumah sakit. Tanpa basa-basi lagi, Rasya dengan Sita langsung bergegas ke rumah sakit dengan diantar oleh Pak Jay.
***
"Gimana keadaan Sasya, Pa?" tanya Sita yang baru sampai di rumah sakit tersebut bersama Rasya.
"Masih diperiksa dokter di dalam, Ma. Sudah Mama tidak perlu cemas dan kawatir, pasti Sasya akan baik-baik saja," ujar Surya yang menenangkan istrinya yang mulai menangis.
"Saya mewakili keluarga Sasya berterimakasih kepada kalian telah membantu kami menemukan Sasya, hari sudah mulai pagi jika kalian mau pulang untuk beristirahat tidak apa-apa. Biar kami yang menunggu Sasya di sini. Sekali lagi kami berterimakasih kepada kalian semua," ucap Rasya sopan kepada teman-temannya Sadam yang ikut serta membantu mencari dan menemukan Sasya.
"Kita senang bisa membantu mencari Sasya dan ikut senang pula bisa menemukan Sasya, Kak. Tidak usah sungkan kepada kami, karena kami juga merupakan teman baik dari Sasya," balas Cyrill tak kalah sopan yang angkat bicara mewakili teman-temannya. Lalu mereka berpamitan untuk pulang. Sadam yang awalnya hendak menemani Sasya pun dilarang Sita, dan menyiruhnya untuk ikut pulang beristirahat dengan teman-temannya itu. Sadam pun menuruti perkataan Sita.
Setelah menunggu beberapa saat, dokter yang memeriksa Sasya pun keluar dan mengatakan ....
smoga seru.
Vote Done.
Semangat