NovelToon NovelToon
Hamka Putra Arwah Hidup

Hamka Putra Arwah Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

manekin misterius

‎"Bapak kunci saja lagi tokonya, mungkin iya kalau kami hanya salah lihat" ucap Liam lagi.

‎"Tapi temannya ini bagaimana? Mau bapak panggilkan ambulans den?" tanya satpam

‎"Tidak perlu pak nanti saya panggil papanya saja" jawab Esmeralda

‎Mereka menggendong Hamka ke luar mall, di tempat parkir Izhar langsung membuka mobil supaya Hamka bisa masuk. Liam dan Lintang melihat ke sekeliling tempat itu dan melihat banyak sosok sosok yang ingin mendekati Hamka, tapi Haris langsung keluar untuk berjaga sampai nanti Hamka sadar.

‎######

‎"Di mana ini?" gumam Hamka

‎Hamka tiba tiba terbangun di ruangan yang begitu gelap, dia tidak bisa melihat apapun di sana tapi dia bisa mendengar suara orang terisak di depannya. Bahkan ada suara seperti orang yang sedang makan karena terdengar suara dentingan sendok yang berbenturan dengan piring.

‎Prang.

‎"Kamu mau buat makanan itu asin dengan air mata kamu! Aku kan sudah bilang kalau aku kerja ke luar kota! aku itu sibuk Karina, kenapa kamu masih saja curiga padaku!" bentak suara laki laki yang bisa di dengar Hamka, dan mungkin dia memecahkan sesuatu seperti piring atau gelas.

‎"Kenapa laki laki itu kasar sekali, kalau Daddy tidak mungkin, Daddy selalu lembut pada mommy, papa.."

Hamka tiba tiba memanggil Haris tapi Haris tak kunjung datang dan tidak seperti biasanya yang selalu akan langsung ada di depan Hamka.

‎"Aku dapat foto kamu sama Imel mas, kalian berpelukan di pinggir pantai, jadi aku nggak bisa kalau berpikiran positif sama kamu" jawabnya

‎"Terus sekarang kamu maunya apa? Aku nggak selingkuh Karina" tanya lelaki itu

‎"Aku mau cerai mas, lagipula kan kita hanya nikah siri, kamu bisa menikah dengan Imel, aku sudah tahu semuanya, kalian sudah menentukan tanggal pernikahan kalian kan, kamu sudah melamar Imel dua bulan lalu pada kedua orang tuanya, saat kamu pamit mau membeli bahan pakaian ke luar kota satu minggu" jawab Karina

‎Tidak terdengar lagi suara Kemarahan dari lelaki itu, sekarang yang ada hanyalah keheningan yang bahkan suara sendok pun tidak terdengar oleh Hamka

‎"Kamu meminta seseorang memata matai aku?" tanya lelaki itu

‎"Kenapa kamu tidak berpikir mungkin Imel yang memberitahu aku?" tanya balik Karina

‎"Imel tidak seperti itu Karina, dia bahkan tidak tahu hubungan kita!" bentaknya

‎"Kalau begitu anggap saja aku memang menyewa seseorang untuk mengikuti mu, aku tidak akan menyangkal apapun lagi, aku sudah lelah mas, aku menyerah" jawabnya

‎Brak.

‎"Astagfirullah"

‎Suara gebrakan itu tiba tiba saja membuat tempat Hamka yang awalnya gelap menjadi terang, dia bisa melihat dua orang sedang duduk berhadapan di meja makan sebuah apartemen yang sederhana, si perempuan terlihat sembab tapi wajah cantiknya masih bisa di lihat Hamka dengan jelas, sedangkan si lelaki... Mata Hamka langsung terbelalak karena lelaki yang di lihat Hamka adalah teman dari Lucas yang pernah di kenalkan Lucas padanya, Bram.

‎"Mereka bisa lihat gue nggak ya" gumam Hamka

‎"Aku tidak akan menceraikan kamu Karina, kamu itu milikku! Kenapa hanya karena aku ingin menikahi perempuan lain kamu harus keberatan, yang penting kan posisi kamu di hatiku tetap yang pertama" ucap Bram langsung di tatap kesal Hamka.

‎"Aku tidak ingin jadi yang pertama tapi di anggap selingkuhan kamu oleh masyarakat nantinya mas, dari segi manapun aku yang rugi, aku tidak punya kekuatan hukum sebagai istri pertama kamu, aku juga tidak bisa menikah dengan orang lain karena meski dalam KTP aku masih single, kenyataannya aku adalah istri kamu" ungkap Karina

‎"Jadi kamu bercerai dariku karena ingin menikah secara resmi dengan lelaki lain!" kesal Bram

‎"Terserah mas berpikir apa, yang penting aku ingin bercerai" jawab Karina

‎Bahkan setelah ketahuan selingkuh saja Bram masih bersikap angkuh pada Karina, dia yang selama dua tahun ini jadi istrinya bahkan belum pernah Bram belikan hadiah, maskawin yang di dapatkan Karina juga hanya berupa seperangkat alat sholat dan cincin lima gram dari uang gaji pertama Bram.

‎Prahara mulai muncul setelah bisnis Bram sukses, dia jadi lebih sering tugas ke luar kota bersama Imel asisten pribadinya, Karina bukan tidak tahu, tapi pura pura tidak tahu karena masih berharap Bram tidak lupa janjinya untuk meresmikan pernikahan mereka, tapi kenyataan pahit harus Karina terima saat dua bulan lalu Imel mengirimkan video lamaran Bram di rumah orang tua Imel, bahkan Imel di berikan cincin berlian.

‎"Kalau begitu kamu juga harus pergi dari sini, ini apartemen milikku, pergi sekarang juga" ucap Bram membuat Hamka semakin geram.

‎"Aku akan bersiap" jawab Karina yang bahkan tidak protes, hatinya benar-benar sudah mati rasa untuk Bram, bahkan untuk sekedar menatap wajah suaminya itupun Karina sudah tidak mau.

‎Grep

‎"Aahh,, lepas mas!" pekik Karina saat rambutnya di Jambak Bram

‎"Kamu sudah berani pergi dariku rupanya, padahal aku sangat mencintai kamu Karina" kesal Bram

‎"Cinta itu tidak untuk di bagi mas, lepaskan aku, kamu bisa bahagia dengan Imel, toh kamu juga kan tidak pernah membelikan apapun untukku sejak kita menikah, aku juga tidak membuat kamu rugi, aku tidak pernah meminta nafkah yang berlebihan dari kamu" ucap Karina semakin membuat Bram marah karena apa yang dikatakan Karina memang benar.

‎Bugh. Bugh. Bugh.

‎"Hei!" Hamka memekik mencoba menolong Karina yang di benturkan Bram ke tembok, tapi tangan Hamka sama sekali tidak bisa menyentuh mereka.

‎"Aakkhh!"

‎"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi Karina, kamu itu milikku, jika aku tidak bisa bersama kamu lagi, maka orang lain juga tidak boleh" bisik Bram saat kesadaran Karina sudah mulai hilang.

‎"Dengan begini kamu tidak akan minta cerai lagi dariku, kamu juga tidak akan bisa kemana mana" gumam Bram memeluk tubuh Karina yang entah masih hidup atau tidak.

‎"Tubuhmu ini akan selalu bersamaku bahkan meski Imel berada di sampingku, kamu akan tinggal bersamaku" gumamnya lagi mengambil sesuatu di tasnya dan menyuntikkan itu ke tubuh Karina.

‎"Kamu akan aku jadikan manekin di toko pakaian kita, kamu akan selalu bersamaku setiap hari, dan aku bisa melihat kamu setiap hari di sana" bisik Bram menyeringai ke arah Hamka yang terlihat datar.

‎######

‎"Allahuakbar!"

‎Hamka terbangun dari pingsannya dengan keringat dingin yang sudah memenuhi tubuhnya, teman temannya langsung memberikan air minum untuk Hamka dan membersihkan keringatnya, bahkan nafas Hamka terlihat tak beraturan seperti sudah kembali dari sebuah pelarian.

‎"Lo nggak apa apa kan?" Tanya Liam khawatir

1
Tri Handayani
ah kasihan sekali izhar😇😇😇
Ridwan01: iya kak kasihan dia 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt thor
Ridwan01: siap kak terima kasih 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt💪
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Ridwan01
Selamat datang di dunia Hamka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!