NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi Sang Dewa

Jalan Kultivasi Sang Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Adit

Di sebuah desa kecil yang terlupakan dunia, seorang anak pemburu hidup dalam kemiskinan sambil merawat ibunya yang sakit parah. Setiap hari ia mempertaruhkan nyawanya di hutan demi bertahan hidup, tanpa mengetahui bahwa takdir besar sedang menunggunya.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, sang ibu mengungkap rahasia yang selama ini disembunyikan—ayahnya masih hidup, dan berada di Dunia Atas, tempat para kultivator kuat menguasai langit dan bumi.
Dengan tekad untuk menemukan ayahnya dan mengubah nasibnya, pemuda itu memulai perjalanan kultivasi dari dunia paling bawah. Bersama teman yg ditemui Nya waktu dia masih kecil, ia menghadapi monster, sekte, pengkhianatan, dan perang antar dunia demi mencapai puncak kekuatan.
Sebuah perjalanan dari seorang pemburu desa… menuju penguasa langit tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 - Rencana Umpan Sang Buronan

Setelah meninggalkan desa tempat Xu Kong tinggal, Cang Xuan, Tuan Xin, Ling Yue, dan Xu Kong kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju wilayah Penguasa Benua Timur. Jalan yang mereka lalui membentang melewati hamparan hutan dan perbukitan rendah, sementara langit yang cerah membuat perjalanan terasa jauh lebih nyaman dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Matahari perlahan bergerak menuju barat, menandakan bahwa siang hari telah berlalu cukup jauh. Meski jarak yang harus mereka tempuh masih panjang, suasana di antara mereka terasa jauh lebih santai dibandingkan sebelumnya.

Dengan bertambahnya Xu Kong ke dalam kelompok, perjalanan yang tadinya hanya diisi percakapan antara Cang Xuan, Ling Yue, dan Tuan Xin kini menjadi lebih hidup. Cang Xuan sendiri terlihat cukup bersemangat karena bisa mendengar berbagai cerita baru dari Siluman Kera tersebut.

Sesekali ia mengajukan pertanyaan tentang Dunia Tengah, ras Siluman Kera, maupun berbagai tempat yang pernah dikunjungi Xu Kong sebelum terdampar di Dunia Bawah. Meski tidak selalu menjawab secara rinci, Xu Kong tetap melayani rasa penasaran pemuda itu dengan cukup sabar.

Di sisi lain, Tuan Xin berjalan santai sambil sesekali menyesap arak dari kendinya, seolah tidak ada satu hal pun di dunia yang mampu membuatnya terburu-buru. Ling Yue sendiri lebih banyak mendengarkan percakapan mereka sambil sesekali menambahkan komentar ketika topik yang dibahas menarik perhatiannya.

Angin sore berembus pelan melewati jalan yang mereka lalui, membawa aroma rerumputan dan pepohonan dari kejauhan. Untuk sementara waktu, tidak ada bahaya, tidak ada pertempuran, dan tidak ada masalah yang menghalangi langkah mereka.

Di sepanjang perjalanan, pembicaraan mereka perlahan beralih ke tujuan utama yang sedang mereka kejar. Semakin dekat mereka dengan wilayah Penguasa Benua Timur, semakin sering topik mengenai gulungan kuno dan rencana mereka setelah tiba di sana dibahas.

Xu Kong yang berjalan di samping Tuan Xin akhirnya mengungkapkan hal yang sejak tadi ada di pikirannya.

"Jika nanti kita sampai di tempat Penguasa Benua Timur, apakah kita akan merebut gulungan itu?"

Ia melirik ke arah lelaki tua tersebut sebelum melanjutkan, "Karena untuk merebutnya tidak semudah yang kalian bayangkan. Bukankah sudah kubilang sebelumnya? Aku pernah mencoba merebutnya dan akhirnya gagal."

Tuan Xin tidak langsung menjawab. Ia terlebih dahulu meneguk sedikit arak dari kendinya, lalu berkata dengan nada santai, "Itulah kenapa kita tidak akan merebutnya."

Ketiga rekannya langsung memperhatikan.

"Kita hanya akan menyalin isi gulungan tersebut."

Kemudian ia menambahkan, "Kita tidak ingin berurusan langsung dengannya jika tidak diperlukan. Jika memang terpaksa, maka aku akan mengalahkannya secepat mungkin."

Mendengar itu, Xu Kong langsung mendengus pelan.

"Kau terlalu meremehkannya."

Tatapannya terlihat serius.

"Aku pernah melawannya. Kekuatannya tidak lemah."

Namun Tuan Xin tetap terlihat santai.

"Mungkin dia kuat di Dunia Bawah."

Senyuman tipis muncul di wajahnya.

"Tapi di Dunia Tengah, kekuatannya hanya biasa saja."

Kemudian ia melirik Xu Kong.

"Kalau kau kalah darinya, berarti kekuatanmu masih berada di bawah rata-rata kultivator Dunia Tengah."

Kalimat itu langsung membuat Xu Kong mengerutkan kening.

"Pak tua."

Nada suaranya terdengar tidak puas.

"Suatu hari nanti aku akan membuktikan kalau aku tidak selemah itu."

Tuan Xin hanya tertawa kecil.

"Baiklah."

Ia mengangkat kendinya sedikit.

"Aku tunggu hari itu."

Suasana yang tadinya agak serius kembali menjadi lebih santai. Namun beberapa saat kemudian, Tuan Xin tiba-tiba mengangkat satu jarinya seolah baru teringat sesuatu.

"Oh ya."

Ketiga orang lainnya langsung menoleh ke arahnya.

"Aku punya rencana."

Cang Xuan, Ling Yue, dan Xu Kong langsung memperhatikannya dengan penasaran.

Tuan Xin tersenyum.

"Saat kita tiba nanti, Xu Kong akan menjadi umpan."

"Apa?!"

Xu Kong langsung membelalakkan mata.

Namun sebelum ia sempat memprotes lebih jauh, Tuan Xin sudah melanjutkan penjelasannya.

"Kau adalah buronan."

Kemudian ia menunjuk ke arah Xu Kong.

"Dan kau juga pernah menantang Penguasa Benua Timur."

Nada suaranya terdengar penuh keyakinan.

"Begitu kau muncul di wilayahnya, perhatian mereka pasti akan langsung tertuju kepadamu."

Xu Kong yang awalnya terkejut perlahan mulai memahami maksud rencana tersebut.

Sementara mereka terus berjalan menyusuri jalan yang membentang di antara perbukitan dan pepohonan, Tuan Xin melanjutkan penjelasan mengenai rencana yang telah ia susun.

"Ketika perhatian mereka teralih, Cang Xuan dan Ling Yue akan mencari lokasi gulungan."

Tatapannya beralih kepada kedua pemuda itu.

"Kalian cukup menyalin isinya. Tidak perlu mencurinya."

Cang Xuan mengangguk pelan karena rencana tersebut memang terdengar jauh lebih aman dibandingkan mencoba merebut gulungan secara langsung. Namun setelah memikirkannya beberapa saat, ekspresinya perlahan berubah khawatir.

"Bukankah itu berbahaya untuk Xu Kong?"

Semua orang menoleh kepadanya.

"Kalau dia benar-benar muncul sebagai umpan, Penguasa Benua Timur dan pasukannya pasti akan mengepungnya."

Tatapannya beralih ke arah Xu Kong.

"Kalau semua pasukan menyerangnya bagaimana?"

Mendengar pertanyaan itu, Tuan Xin justru tersenyum santai.

"Aku belum selesai bicara."

Kemudian ia menunjuk dirinya sendiri.

"Aku akan berada bersamanya."

Kalimat itu langsung membuat Xu Kong mengangkat alis.

"Jika ada pasukan yang mencoba membantu Penguasa Benua Timur, aku yang akan menahan mereka."

Nada suaranya terdengar ringan, seolah sedang membicarakan sesuatu yang sangat sederhana.

"Dengan begitu Xu Kong bisa bertarung satu lawan satu tanpa perlu memikirkan gangguan dari orang lain."

Lalu ia menambahkan dengan santai, "Kalau situasinya tidak memungkinkan, aku sendiri yang akan turun tangan."

Mendengar itu, Xu Kong langsung tertawa keras.

"Hahaha!"

Senyumnya terlihat lebar.

"Rencana itu bagus."

Ia menganggukkan kepala dengan puas.

"Aku suka."

Di sisi lain, Ling Yue juga mengangguk setuju. Ia tahu bahwa jika Tuan Xin benar-benar ikut campur, maka kemungkinan besar tidak akan ada masalah yang tidak bisa diatasi.

"Aku setuju."

Melihat keduanya mendukung rencana tersebut, Cang Xuan akhirnya ikut menganggukkan kepala.

"Kalau begitu kita lakukan sesuai rencana."

Pembicaraan mereka berlanjut beberapa saat sebelum Xu Kong kembali mengajukan pertanyaan lain yang menurutnya lebih penting.

"Tapi bukankah kita membutuhkan lima gulungan untuk pergi ke Dunia Tengah?"

Tatapannya menyapu seluruh kelompok.

"Setiap penguasa benua memegang satu gulungan."

Cang Xuan langsung menjawab karena ia pernah membahas hal ini dengan Tuan Xin sebelumnya.

"Benar."

Kemudian ia melanjutkan, "Setelah menyalin gulungan Benua Timur, kita akan melanjutkan perjalanan menuju benua berikutnya."

Tuan Xin mengangguk pelan.

"Dan jangan lupa."

Nada suaranya menjadi sedikit lebih serius.

"Aku hanya akan menemani kalian sampai urusan di Benua Timur selesai."

Ketiga orang lainnya langsung memperhatikannya.

"Setelah itu kalian harus melanjutkan perjalanan sendiri."

Kemudian senyum tipis muncul di wajahnya.

"Kita akan bertemu lagi di Benua Tengah."

Mendengar itu, Cang Xuan tidak terlihat terlalu khawatir.

Sebaliknya, ia justru tersenyum.

"Kami akan baik-baik saja."

Tatapannya beralih ke arah Ling Yue dan Xu Kong.

"Ada Ling Yue dan Xu Kong."

Kemudian ia tertawa kecil.

"Apalagi mereka berdua jauh lebih kuat dariku."

Xu Kong langsung menyeringai bangga, sementara Ling Yue hanya tersenyum tipis mendengar pujian tersebut.

End Chapter 23

1
asri_hamdani
tangkap 1-2 kan bisa untuk ganjel perut lapar 🤔
.: karena menurut Cang xuan menangkap hewan hewan kecil seperti kelinci ataupun kucing hutan itu hanya membuang-buang waktu karena hewan tersebut memiliki pergerakan yg cukup lincah Apalagi walaupun berhasil menangkap dia hanya mendapatkan koin yg sedikit apalagi dia mempunyai waktu terbatas yaitu jangan sampai malam hari karena banyak monster abbys yg berkeliaran oleh karena itu daripada membuang buang waktu ke hewan yg memiliki nilai koin yg sedikit menurut Cang xuan lebih baik mencari hewan yg ukuran nya cukup besar dan mendapatkan koin yg lebih banyak dibandingkan harus bersusah payah menangkap hewan ukuran kecil
total 1 replies
Kevandra
B🌻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!