NovelToon NovelToon
Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

seorang pemuda berusia 25 tahun tampak sedang rebahan dengan posisi super tidak estetis di atas bangku kayu panjang.
Dia adalah Kevin Wahyu Wijaya. Lulusan sarjana manajemen dari salah satu universitas swasta di Depok yang gelarnya saat ini hanya berguna sebagai alas tikar saat piknik keluarga.

"Kevin! Lu kagak ada niat nyari kerja apa? Itu si Doni anak RT sebelah udah keterima kerja di SCBD, tiap hari pake kemeja rapi. Lah lu? Dari pagi sampai ketemu pagi lagi kerjaan lu cuma mabar Mobile Legends sambil ngetek di warkop gua!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter: 18

Wajan stainless-steel milik Kevin berdentang nyaring di bawah temaram lampu neon Warkop Berkah.

Dengan Kecepatan Tangan Pengocok Wajan, dia tidak lagi sekadar memasak; dia sedang melakukan pertunjukan sirkus kuliner.

Dua butir telur yang dilempar ke udara berputar sempurna sebelum mendarat di atas gunungan nasi, berpadu dengan kepulan asap beraroma magis yang seketika menusuk hidung.

Di meja nomor satu meja kayu paling panjang yang biasanya dipakai bapak-bapak untuk main gaple dua kubu kecantikan yang bertolak belakang kini duduk berhadapan.

Viola melipat kedua tangannya di atas meja, punggungnya tegak memancarkan aura nona muda yang tak tersentuh.

Sementara Nabila duduk dengan daster rumahan motif bunga-bunga yang sederhana, namun tatapan matanya lurus dan tajam, menunjukkan bahwa di warkop ini, dialah penguasanya.

"Jadi... Mbak ini siapanya Kak Kevin?"

tanya Nabila membuka percakapan, suaranya terdengar manis namun memiliki intonasi yang dingin.

Viola menaikkan sebelah alisnya, tersenyum tipis yang terkesan meremehkan.

"Aku? Aku Viola. Mas Kevin itu supir pribadi sekaligus penyelamat keluarga aku."

"Dan kalau di sekolah... dia guru matematikaku. Kalau kamu sendiri? Cuma pelayan warkop di sini?"

Kalimat Viola barangkali terdengar santai, tapi bagi Nabila, itu seperti hantaman telak.

Guru matematika? Supir pribadi? Penyelamat keluarga? Nabila menoleh ke arah Kevin yang masih sibuk mengayunkan sutil.

Dia baru sadar betapa sedikitnya dia tahu tentang kehidupan luar cowok yang selama ini dianggapnya hanya pemuda pengangguran itu.

"Saya Nabila. Anak yang punya warkop ini,"

jawab Nabila, suaranya sedikit bergetar namun dia berusaha tetap tegar.

"Dan bagi saya, Kak Kevin itu bukan supir atau pekerja."

"Dia bagian dari keluarga kami. Dia selalu ada di sini setiap kali kami butuh bantuan."

Perang urat syaraf itu terhenti ketika sebuah nampan meluncur mulus di antara mereka.

Kevin berdiri di ujung meja, meletakkan dua piring nasi goreng yang masih mengepul hebat.

Aroma gurih yang berpadu dengan manisnya kecap premium berkilau di bawah lampu, dilengkapi dengan telur mata sapi yang kuningnya masih setengah matang sempurna.

"Nasi Goreng Lidah Dewa khusus untuk dua orang paling penting di warkop ini malam ini,"

potong Kevin dengan senyuman karismatik, mencoba memecah ketegangan.

"Dimakan selagi hangat.

"Mas gak mau denger ada yang berantem sebelum piringnya kosong."

Viola menatap nasi goreng di depannya dengan ragu.

Sebagai anak konglomerat, dia terbiasa makan di restoran bintang lima dengan standar kebersihan tinggi.

Makan di pinggir jalan dengan gerobak kayu adalah hal baru baginya. Namun, aroma yang keluar dari piring itu terlalu kuat untuk diabaikan.

Hormon kebahagiaan yang dimanipulasi oleh Resep Rahasia Kuliner Surgawi mulai bekerja bahkan sebelum sendok menyentuh lidah mereka.

Viola mengambil sendok, meniupnya perlahan, lalu menyuapkannya ke dalam mulut. Di saat yang sama, Nabila juga melakukan hal yang sama.

NYAM.

Seketika, waktu seolah berhenti di meja nomor satu.

Mata Viola yang biasanya memancarkan tatapan dingin mendadak melebar.

Sensasi rasa gurih yang kaya, tekstur nasi yang garing namun lembut di dalam, serta ledakan bumbu rahasia yang meletup di dinding mulutnya membuat pertahanan keangkuhannya runtuh seketika.

Jiwanya seolah dibawa terbang melintasi taman bunga yang menenangkan.

Di seberang meja, Nabila bahkan sampai memejamkan matanya, menikmati kelezatan yang belum pernah dia rasakan seumur hidup, bahkan dari masakan ibunya sekalipun. Air mata kebahagiaan hampir saja menetes dari sudut matanya.

"M-Mas Kevin... ini enak banget,"

bisik Viola tanpa sadar, melupakan imej elite-nya dan langsung menyendok suapan kedua dengan lebih cepat.

"Kak Kevin... sejak kapan Kakak bisa masak sekeren ini?"

tanya Nabila tak kalah takjub, melahap nasinya dengan lahap.

Kevin yang melihat kedua heroine-nya mendadak sibuk mengunyah dan melupakan permusuhan mereka hanya bisa bernapas lega di dalam hati.

Sistem, lu emang beneran dewa soal ginian. Nasi goreng lu bisa mendamaikan perang dunia, batin Kevin bersyukur.

Ding!

[Operasi Penjinakan Harem Berhasil 50%! Rating Kedamaian Meja: Meningkat. Poin Hubungan Viola: +5. Poin Hubungan Nabila: +5.]

Malam itu berakhir dengan Viola yang terpaksa pamit pulang karena hari sudah semakin larut, meskipun matanya sempat melirik Nabila dengan pandangan yang tidak lagi meremehkan, melainkan menganggapnya sebagai rival yang tangguh.

Nabila sendiri kembali membantu Kevin membereskan gerobak setelah para pelanggan bubar, meski pikirannya masih dipenuhi teka-teki tentang siapa sebenarnya Kevin Wijaya.

Kamis berganti menjadi Jumat malam. Malam yang dinantikan oleh komplotan ibu-ibu julid komplek.

Suasana sekitar Warkop Berkah malam itu terasa agak berbeda.

Sejak pukul 21:00, Kevin menyadari ada beberapa pasang mata yang mengintai dari balik semak-semak dan rumah kosong di seberang jalan.

Mpok Lela, Bu RT, dan beberapa orang pria berbadan tegap dari RT sebelah tampak bersiap-siap dengan membawa Senter, sapu lidi, dan kamera ponsel yang sudah dalam posisi merekam.

"Jeng Lela, beneran malam ini? Si Kevin dari tadi cuma masak nasgor biasa tuh,"

bisik Bu RT, nyamuk-nyamuk GDC mulai menggigit lengannya.

"Sabar, Jeng! Biasanya jam-jam segini nih makhluk halusnya keluar buat nyerahin setoran uang!"

"Liat aja itu celengan gerobaknya udah penuh duit ratusan ribu. Pasti hasil ngepet!"

balas Mpok Lela dengan mata berapi-api, penuh kedengkian karena warung kelontong miliknya sendiri sepi pembeli minggu ini.

Sementara itu, Kevin yang sedang mengelap wajan panasnya tersenyum dingin.

Indra Pengecap Tingkat Dewa miliknya tidak hanya tajam soal rasa, tapi juga membuat kepekaan sensorik sekitarnya meningkat. Dia tahu persis rencana mereka.

Ding!

[Acara Penggerebekan Babi Ngepet Dimulai!]

[Misi Sampingan: Balikkan Keadaan dan Permalukan Mpok Lela di Depan Umum!]

[Fasilitas Sementara Aktif: Ilusi Optik Dimensi Rendah (Pengguna dapat menciptakan proyeksi bayangan hewan sesuai keinginan dalam radius 5 meter).]

"Oh, dikasih fasilitas proyeksi bayangan?"

Kevin menyeringai licik di balik topinya.

"Kalau mereka mau liat babi ngepet, mari kita kasih mereka pertunjukan babi ngepet kualitas bioskop 4D."

Tepat pukul 23:30, saat warkop sudah sepi dan hanya menyisakan Kevin yang sedang menghitung uang di bawah lampu temaram, Mpok Lela memberikan komando.

"SEKARANG! SEEERRRBUUUUUU!" teriak Mpok Lela histeris, melompat keluar dari balik pohon mangga.

"GEREBEK! TANGKAP BABI NGEPETNYA!"

seru barisan ibu-ibu dan beberapa warga yang terprovokasi, langsung mengepung gerobak Kevin dengan sentolop yang menyala terang benderang menyorot wajah Kevin.

Kevin berpura-pura terkejut, mengangkat kedua tangannya.

"Eh? Ada apa ini, Mpok? Bu RT? Kok malam-malam bawa pasukan kayak mau tawuran?"

"Halah! Gak usah belagu lu, Kevin!"

"Lu dapet uang banyak dari mana dalam seminggu?"

"Ruko Margonda, terus nasgor laris gak wajar! Lu pasti melihara babi ngepet, kan?!"

tuduh Mpok Lela dengan telunjuknya yang hampir mengenai hidung Kevin.

"Warga sekalian! Ayo geledah rumahnya! Cari lilin pesugihannya!"

Namun, sebelum ada warga yang melangkah menuju rumah Kevin, tiba-tiba lampu jalanan komplek berkedip-kedip dramatis.

Hawa di sekitar gerobak mendadak menjadi sangat dingin.

OEEEEEKKKK! OEEEEEKKKK!

Sebuah suara lengkingan babi hutan yang sangat nyaring dan menyeramkan mendadak terdengar dari arah... belakang tubuh Mpok Lela sendiri!

#NOTE

Apakah proyeksi babi ngepet ciptaan Sistem Kevin akan membuat Mpok Lela pingsan di tempat?

1
Tri Wahyuni
iya maaf kak ada kesalahan untuk penamaan karakternya, Skrang sudah di perbaiki,makasih udah ngasih tau ya kak👍
ラマSkuy
wait bukannya di bab sebelumnya nama ayahnya Viola itu Herman ya kok dibab ini jadi Wijaya 🤔🤔
ラマSkuy
awalan yang menarik untuk di baca Thor semangat terus berkarya 👍
Hentri Gunawan
lanjut Thor walupun beda dr yg kemarin
Tri Wahyuni: iya maaf ya soalnya kak soalnya kena revisi total
total 1 replies
Tri Wahyuni
jangan lupa kasih likenya ya kak
Hentri Gunawan
lanjut lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!