NovelToon NovelToon
Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:154.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Aku tidak akan bersaing dengan masa lalumu. Sebelum kamu mendepakku, aku yang akan berjalan keluar."

Nayara tahu posisinya di kediaman Dewangga hanya sebatas hitam di atas putih. Melalui pernikahan kontrak dua tahun, ia menjadi tameng bagi Arkananta Dewangga untuk mempertahankan hak asuh anaknya, Kenzie, dari kejaran mantan istrinya, Saskia. Naya menjalani perannya dengan profesionalitas tinggi, sembari mengunci rapat hatinya di balik dinding es yang tebal.

Namun, situasi memanas saat Gisella—cinta pertama Arka—kembali dalam kondisi hancur. Dalih tanggung jawab membuat Arka kerap berpaling, memicu kelicikan Clarissa (saudara Saskia) untuk menjebak Arka hingga skandal kemesraannya dengan Gisella viral di media sosial. Foto viral ini menjadi senjata maut Saskia untuk merebut Kenzie kembali di sidang banding. Di depan mertua yang murka, Naya tampil anggun membela Arka demi menuntaskan tugas kontraknya.

Namun di balik layar, Naya menampar ego suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Sisi Lain Sang Pria Dingin-2

"Kamu tidak tahu seberapa berat rasanya menjadi seorang Dewangga, Naya," kata Arka, suaranya terdengar sunyi dan bergetar samar. "Semua orang melihatku sebagai sosok yang beruntung, punya kekuasaan, punya harta. Tapi bagi mereka, aku hanya sebuah bidak untuk mempertahankan nama besar. Bahkan ketika ibunya Kenzie pergi meninggalkan anak itu demi mengejar ambisinya sendiri, keluargaku tidak peduli pada hancurnya perasaanku. Mereka hanya peduli bagaimana caranya agar berita itu tidak merusak saham perusahaan."

Naya mendengarkan dengan saksama. Sikapnya yang tenang menghanyutkan justru menjadi ruang aman bagi Arka untuk menumpahkan beban yang selama ini ia kunci rapat-rapat di dalam brankas hatinya.

"Mereka ingin merebut hak asuh Kenzie karena menganggap aku tidak becus mengurus anak sambil memegang kendali bisnis," lanjut Arka, matanya menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong. "Itulah alasan utamaku membuat kontrak ini. Aku hanya ingin melindungi anakku. Aku tidak ingin Kenzie tumbuh besar di lingkungan dingin yang hanya menilai manusia dari angka dan pencapaian, seperti yang aku alami dulu."

Naya merasakan dadanya sedikit berdenyut perih mendengar pengakuan jujur itu. Di balik sikap kaku, angkuh, dan dinginnya Arka selama ini, ternyata ada seorang ayah yang sedang berjuang mati-matian demi masa depan anaknya. Sisi kemanusiaan Arka yang rapuh ini membuat pandangan Naya terhadap pria itu mulai sedikit bergeser.

Naya mengulurkan tangannya pelan, hampir menyentuh lengan Arka, namun ia segera menariknya kembali sebelum batas kontrak mereka terlanggar. Ia mempertahankan suaranya agar tetap stabil dan menenangkan.

"Anda adalah ayah yang baik, Tuan Arka. Tindakan Anda melindungi Kenzie sudah membuktikan hal itu," ucap Naya dengan ketulusan yang murni, tanpa ada kepura-puraan. "Dan selama dua tahun ke depan, Anda tidak perlu menghadapi mereka sendirian. Saya akan memastikan Kenzie mendapatkan benteng kasih sayang yang cukup di rumah, sehingga apa pun yang dikatakan orang-orang di luar sana tidak akan bisa melukainya."

Arka menoleh cepat, menatap mata bulat Naya yang jernih di kegelapan kabin mobil. Kalimat sederhana wanita itu mengalir seperti air sejuk yang menyiram hatinya yang gersang dan penuh luka lama. Rasa kesepian yang selama bertahun-tahun ini memeluk Arka, malam ini perlahan-lahan mulai terkikis oleh kehadiran Naya.

"Kenapa kamu begitu baik pada Kenzie? Padahal kamu tahu ini hanya kesepakatan?" tanya Arka, suaranya hampir berupa bisikan.

Naya tersenyum tipis, sebuah senyuman hangat yang murni. "Anak-anak tidak pernah memilih di rahim siapa mereka harus lahir, Tuan Arka. Kenzie tidak bersalah atas rumitnya dunia orang dewasa. Memberikan kasih sayang pada anak kecil tidak butuh kontrak atau bayaran. Itu hanya butuh hati nurani."

Arka terpaku, menatap Naya dengan debaran aneh yang makin kuat menjalar di dadanya. Wanita di hadapannya ini benar-benar berbeda. Dia tidak bisa dinilai dengan standar dunia luar yang biasa Arka temui. Di balik kesederhanaannya, ada kekuatan jiwa yang begitu megah.

Arka buru-buru memalingkan wajahnya, menyalakan kembali mesin mobil untuk menyembunyikan kekacauan perasaannya yang mulai melanggar batas aturan yang dia buat sendiri.

"A-ayo kita pulang. Ini sudah larut," ujar Arka agak gugup, mencoba mengembalikan kendali dirinya yang sempat hilang.

Naya kembali bersandar di kursinya, mengangguk pelan. "Baik."

Mobil kembali melaju menembus malam. Sepanjang sisa perjalanan, tidak ada lagi kata yang terucap. Namun, ada sesuatu yang telah bergeser di antara mereka. Tembok pembatas yang dingin dan kaku itu kini tidak lagi sekokoh sebelumnya. Tanpa mereka sadari, luka yang mereka bawa masing-masing mulai menemukan titik temu di dalam keheningan malam yang sunyi.

***

Beberapa hari kemudian...

Suara rintik hujan yang menghantam kaca jendela terdengar teratur di tengah sunyinya malam. Udara di dalam rumah besar Dewangga terasa lebih dingin dari biasanya. Jam di nakas kamar Nayara baru menunjukkan pukul dua dini hari, namun wanita itu sudah terjaga dengan napas yang memburu.

Sebuah suara rintihan tertahan menembus celah pintu penghubung dari kamar sebelah.

Naya segera menyingkap selimutnya, menyambar kardigan panjang, dan bergegas membuka pintu kamar Kenzie. Lampu tidur berbentuk bintang di sudut ruangan memancarkan cahaya remang, memperlihatkan tubuh mungil di atas ranjang yang tampak menggelisah.

"Kenzie?" Naya mendekat dengan langkah setengah berlari.

Ia menyentuh kening bocah itu, dan seketika tangannya tersentak pelan. Panas. Kulit Kenzie terasa seperti terbakar. Napasnya pendek-pendek dan wajahnya memerah sempurna.

"Mama ...." Kenzie mengigau lirih, kedua tangannya yang gemetar menggapai-gapai udara. "Mama, panas ...."

"Ssst ... Mama di sini, Sayang. Mama di sini," Naya langsung mendekap tubuh Kenzie, merengkuhnya dalam pelukan hangat.

Tanpa membuang waktu, Naya meraih termometer dari laci nakas dan menyelipkannya di ketiak Kenzie. Angka digital itu bergerak cepat dan berhenti di 39,5 derajat.

Kepanikan sempat menyergap dada Naya, namun ia segera menekan perasaannya. Sifat tenangnya yang biasa ia gunakan untuk menghadapi orang dewasa, kini menjadi senjata utamanya untuk tidak kehilangan akal sehat.

Naya membaringkan Kenzie kembali, lalu setengah berlari keluar kamar menuju pintu utama kamar Arka yang terletak di lorong utama. Naya tahu ia melanggar aturan dengan mengetuk pintu itu di tengah malam, namun kesehatan Kenzie jauh lebih penting dari perjanjian konyol apa pun.

*Tok! Tok! Tok!*

Naya mengetuk cepat namun terukur. "Tuan Arka? Mas Arka!"

Hanya butuh beberapa detik sebelum pintu jati itu terbuka. Arka berdiri di ambang pintu, tampak masih mengumpulkan kesadarannya. Rambutnya berantakan, mengenakan kaus polos tipis dan celana tidur panjang. Wajahnya mengeras, bersiap memarahi siapa pun yang berani mengusik istirahatnya.

"Naya? Ada apa? Ini jam—"

"Kenzie demam tinggi, suhunya hampir empat puluh derajat. Dia mengigau," potong Naya lugas, nada suaranya tegas tanpa bergetar, namun raut cemas tergambar jelas di matanya.

Seketika, sisa kantuk Arka menguap tanpa sisa. Wajah pria itu berubah pucat. "Apa?! Biar aku panggil dokter keluarga!"

Arka berbalik masuk untuk mengambil ponselnya, lalu menyusul Naya setengah berlari menuju kamar Kenzie.

Begitu sampai di samping ranjang, Arka melihat putranya meringkuk lemah. "Kenzie ... jagoan Papa, hey." Arka menyentuh pipi Kenzie, dan kepanikannya makin memuncak saat merasakan suhu tubuh anaknya yang tidak wajar. Tangannya gemetar saat mencoba menghubungi dokter keluarga, namun panggilan itu masuk ke kotak suara karena cuaca buruk dan jam yang terlalu larut.

Bersambung...

1
Engkar Sukarsih
dasar Kunti kampret 🙄🙄🙄main peluk" aja laki orang.arka kamu ko lembek banget jadi laki diam aja bukan suruh Heri bawa lagi ke Sentul tu kunti🙄🙄🙄
Engkar Sukarsih
kenapa sih...itu kuntilanak ginsul bisa keluar 🤬🤬🤬 katanya di jaga ketat,ko bisa kecolongan we🤔🤔🤔
Fa Yun
tuh keluar aslinya wanita rubah gak tau maluu,Uda lihat arka sifat wanita yg kamu tolong 😕
Fa Yun
terlambat sudah penyesalanmu Arka, paling kasian sama Kenzie kalo Naya pergi 😕
Yayang Coedil
minta d ulek tuh wanita jadijadian🤭
Mulaini
Arka sifat asli Gisella sudah kelihatan dan kamu mau membelanya dan memilih dia atau memilih mempertahankan Naya yang sudah berkali² membela mu.
Mulaini
Arka kamu sudah tahu tapi tetap kamu lakukan jadi ya memang kamunya gak bisa mempertahankan Naya.
Lia Rahmawati
greget banget sama ceritanya,hayo lah Thor bikin si Naya pergi jauh sejauh mungkin sama ibunya,biar si arka menyesal 😡
Wiek Soen
arka buka matamu klo yg kamu tolong itu ulaaaarrrr😡😡😡
Wiek Soen
Giselle perempuan sampah berhati tamak serakah, menjijikan sekali
Rarik Srihastuty
dasar wanita ular, gimana arka orang yg katanya cuma minta perlindungan nekat secara terang2an mau jd pelakor rumah tanggamu. apa tindakan tegasmu arka? para pembaca sedang menunggu
Wiek Soen
makanya arka jangan bodoh ,nolong boleh tp lihat dulu yg di tolong,yg di tolong gigit kok ko GK rasa ,dasar dongoook,kok esmosi aq...sama arka
Ummee
dasar Gisella... kita lihat apa Arka terbuai tipu daya Gisella
Bagong
demi Alloh segala,,,,,,tahu g kambing bertelur aja lebih masuk akal
Zalmah Adiwi
perempuan 'GILA'..sampe segitux dia pny otak..🤦‍♀️🤣🤣🤣🤣
Zalmah Adiwi
mmng wajar klo naya terluka..
Eni Istiarsi
ayolah Arkaaa... mikiiiir!.. pake logikamu, jangan cuma kedepankan perasaan bersalah dan kasihan pada Giselle yang nyatanya cuma memanfaatkan mu
Kar Genjreng
ihhh wanita menjijikan dan laki laki bodohhhhh padahall sudah di nasehatin orang tua nya dan di kasih tau siapa gisel ahh tapi memang CEO ceroboh nanti kalau sudah di kuasai barulah menyesal sampai ujung dunia,,,lihat harusnya dari kelicikan nya jadi apa bedanya siska satu sama kan bedanya siska bisa memberikan Kenzie walaupun saat ini sedang di perebutkan,,,, kalau Ak jadi Arka berusaha mati Matian buat mempertahankan Nayara Kenapa sudah terlihat wanita itu tidak ambisius tidak tamak tidak jahat terhadap putranya dan bisa membela dan m memberikan ide agar tidak kehilangan proyek trilyunan tidak membuang uang untuk shopping,,,tapi terserah biar tersesat kembali apabila tidak bisa mengusir Gisele,,salam waras gemes mommy sama arka jadi laki laki ko lihat mana wibawanya sebagai pemimpin kalah sama wanita abal abal,,👍🤭🤭
Rahmawati
jijik bgt sm gisel😡
Mamah Nisa
tuuh arka....buka matamu...buka otak dan pikiranmu....sdh tau blm liciknya mantanmu itu...pantesan bu ambar ga suka sm mantanmu itu...karena ibumu sdh tau yg sebenarnya siapa gisela ...wanita rubah....
arkaaaa....masih blm ke buka juga pikiranmu...
sorry mom....esmosi jd nya ...belain mantan sampe segitunya...guwwedek sy mom....
lanjut mom...makin seru....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!