"Aku hanyalah wanita biasa yang tak rela suamiku berpoligami"-Maryam Azzahra-
Poligami menjadi penyebab renggangnya ikatan suci pernikahan antara Maryam dan Faiz. Sampai suatu saat Damar Langit datang membawa getaran lain di hati Maryam yang membuatnya bimbang antara bertahan dan melepaskan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Jayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berhutang Penjelasan
Langit membawa Maryam ke suatu tempat sepi di area gedung setengah jadi. Mereka saling terdiam untuk waktu lumayan lama, terdiam dalam pemikirannya masing-masing.
Hingga Langit tak sabar lagi untuk meminta penjelasan dari Maryam terkait ucapan Faiz di restoran tadi.
"Lo berhutang penjelasan sama gue," kata Langit dingin
"Penjelasan yang mana, Pak?"
"Kejadian di restoran tadi. Lo bilang gak akan bercerai tapi nyatanya suami lo sendiri bilang lo ngajuin cerai. Bisa lo jelasin sama gue? Kenapa lo nutup-nutupin ini semua?" Langit menampakkan kekecewaannya, ia memukul stir berulang kali atas sikap Maryam. Langit kesal karena memang ia belum berhak atas apa yang ada pada diri Maryam.
Maryam tak lekas menjawab, ia memalingkan wajahnya ke luar jendela mobil.
"Maryam, gue lagi ngomong sama lo," tegas Langit
"Maaf Pak, ini semua tidak ada hubungannya dengan Bapak. Saya berhak untuk tidak menceritakannya karena ini masalah pribadi saya!"
"Gue tahu ini bukan hak gue buat tahu masalah lo. Tapi setidaknya ada seseorang yang bisa lo andalkan. Lo gak bisa sok kuat sendirian padahal hati lo nangis. Emangnya lo tahan lihat suami lo sama istri mudanya kaya tadi?" kata Langit sambil menunjuk-nunjuk dada Maryam.
Maryam berusaha menghindar saat tangan Langit meremas lengan atasnya dengan kuat.
"Tolong Pak, jangan bersikap seperti ini. Saya tidak mau ada orang lain yang melihatnya. Saya masih istri orang, tidak pantas bagi saya berduaan dengan Bapak,"
Mendengar ucapan Maryam, Langit sadar dan melepaskan tangannya. Ia memukul stir kemudi dan mengerang kesal. Dinyalakanya mesin mobil dan pergi dari tempat itu.
Sudah pukul 14.00 siang, Langit memutuskan mengantar Maryam pulang dari pada kembali ke kantor akan menimbulkan banyak pertanyaan dari rekan-rekan sesama divisinya.
"Tapi Pak, nanti Bu Agnes marah sama saya karena belum kembali," tolak Maryam
"Jadi lo mau dia tambah tanya-tanya lo sudah pergi dari mana? Nanti gue bikin alasan buat lo." kata Langit ketus.
Maryam pasrah, Langit bukan tandingannya untuk diajak berdebat. Pria dingin seperti Langit tidak suka dibantah.
***
Keesokan harinya, Maryam diberondong banyak pertanyaan dari Agnes dan rekan satu divisinya. Pasca ia menghilang saat jam makan siang kemarin.
"Saya ada urusan mendadak, Bu. Maaf banget karena tidak memberitahukan ibu sebelumnya," ucap Maryam dengan penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa, Maryam. Justru saya dan teman yang lain ingin minta maaf sama kamu karena tidak peka dengan masalah yang sedang kamu hadapi. Pasti hal ini sangat berat bagi kamu," Agnes mengambil kursi untuk duduk di sebelah tempat Maryam.
Giliran Maryam yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Anet, Anindya dan Dini ikut nimbrung mengerumuni tempat Maryam.
"Loh ada apa ya? Ko kalian memasang wajah seperti itu," ditatapnya satu persatu teman-temannya
"Justru kami ingin meminta penjelasan dari kamu, kenapa kamu menutupi masalah kamu seperti ini Maryam. Pasti ini bukanlah hal mudah bagi kamu," ungkap Dini. Anindya yang sudah tahu memberikan kode lewat matanya agar Maryam membuka ponsel. Ternyata ada berita di kabar online jika Faiz sudah mempunyai istri baru.
"Jadi kalian sudah tahu semuanya?" tanya Maryam canggung
"Iya kami tahu. Kami malah bertemu dengan suami kamu di Mall. Aku kira dia sedang bersama temannya tapi diperhatikan mereka lengket satu sama lain," ujar Anet di amini Dini.
"Maryam, jadi status hubungan kamu sekarang bagaimana?" tanya Agnes
"Saya masih berstatus istri sah dari Mas Faiz dan kami belum bercerai," jelas Maryam
Agnes menghela nafas beratnya, ia kasihan atas masalah yang menimpa Maryam.
"Jadi kamu dipoligami?"
Maryam mengangguk sebagai jawabannya.
"Ya Allah, kamu menyimpan masalah yang besar seorang diri," Agnes memeluk Maryam, ia menangis karena merasa kasihan dengan nasib yang menimpa bawahannya itu.
"Tidak apa-apa Bu, In sha Allah saya bisa menjalaninya dengan ikhlas."
Di balik dinding ruangan itu, seseorang sedang tersenyum puas dengan masalah yang menimpa diri Maryam.
***
"Apa ini?" Langit melempar ponsel milik Willy sembarang ke atas meja. Ia membaca sebuah artikel tentang anak dari mantan menteri yang terpergok sedang bersama dengan wanita lain, yaitu Faiz dan Kanaya. Dalam artikel itu disebutkan jika Faiz dan Kanaya sudah menikah secara siri dan mengungkap jika istri pertamanya telah dipoligami.
Dalam artikel lain nampak seorang pria yang bukan suaminya masuk ke rumah Maryam dalam keadaan gelap. Pria lain itu tak lain adalah Langit.
"Saya sedang berusaha mencari informasi dari mana media mendapatkan kabar ini Pak," ujar Willy mengambil kembali ponselnya.
"Lo cari tahu siapa yang diam-diam ambil foto gue dari belakang. Setahu gue gak ada orang lain di sana. Suasana perumahan itu juga sepi tidak ramai,"
"Saya akan memberikan kabar secepatnya pada anda,"
"Maryam jangan sampai tahu! Kalau tahu pasti dia akan jaga jarak dari gue," pinta Langit
"Baik Pak," Willy undur diri dari hadapan Langit untuk segera menjalankan perintah dari atasannya itu.
Suasana kantor mendadak ramai, semua divisi hampir membicarakan gosip tentang Maryam. Malah gosipnya seakan dilebih-lebihkan, menyebut jika Maryam yang telah lebih dahulu selingkuh jadi Faiz pun memutuskan menikahi wanita lain.
"Kamu yang sabar ya, namanya juga gosip. Aku yakin orang yang mengenalmu dengan baik tidak akan menuduhmu asal," Anindya mengusap-usap punggung Maryam kala perempuan itu tengah menangis di kubikelnya. Mau tak mau, Maryam akhirnya menangis juga. Kedekatannya dengan Langit justru membawa masalah baru dalam pernikahannya.
"Kita makan siang saja ya, kamu pasti laper. Ayo kita ke kantin," ajak Anin, disertai anggukan tanda setuju dari Maryam.
Maryam dan Anindya berjalan berdua di koridor kantor yang menghubungkan jalan menuju kantin di lantai dasar. Mereka tanpa sengaja berpapasan dengan Langit dan Willy.
Maryam tak sedikitpun melirik ke kanan kirinya. Pandangannya kosong lurus ke depan. Dalam benaknya ia harus menjauhi Langit sebisa mungkin sebelum masalah besar menimpanya lagi.
Orang lain memang tidak tahu jika pria itu adalah Langit. Tapi apa jadinya jika mereka tahu. Yang ada Maryam akan di cap sebagai perempuan penggoda.
Langit mendengus kesal atas sikap Maryam padanya barusan. Ia mengambil ponselnya dan mengusap layar ponselnya mencari-cari nomor Maryam di kontak
"Sial, gue kan gak tahu nomornya. Will, kirim nomor kontak Maryam." pinta Langit. Tanpa menunggu Willy mengirimkan nomor kontak Maryam ke nomor Langit.
Langit mengetikan sebuah pesan untuk Maryam.
Damar Langit : Temui gue di rooftop, gue ingin bicara berdua sama lo.
Tring
Langit membuka pesan yang diterimanya.
Maryam Azzahra : Maaf Pak, saya tidak bisa.
Langit menggeram kesal membaca balasan dari Maryam. Ia meremas ponsel miliknya dengan sekuat tenaga.
***
Bersambung...
...Berikan dukungan kalian pada author dengan cara klik komen, like dan vote sebanyak-banyaknya...
penasaran akan mamfir
rela harga diri diinjak2
klu org SDH dak suka kenapa masih memaksakan diri?
laki2 macam apa
ayo Maryam cerai aja cari laki2 yg mencintaimu