Bagaimana kalau tubuh laki-laki seorang pembunuh bayaran berakhir di tubuh perempuan yang tidak ia kenal. Bagaimana kisahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erika Ponpon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
“Sayang, nanti malam akan ada acara pertemuan para pembisnis kamu mau kan temani aku pergi ke acara itu.”ucap Raga pada Elora sambil merengkuh pinggangnya.
“Kenapa mas tidak mengajak kak Hazel kan dia istri mas, kalau mas ajak aku takutnya orang lain tahu kalau kita ada hubungan di belakang kak Hazel mas.”balas Elora.
“Dia tidak mau katanya sibuk entah sibuk apa, tenang saja nanti aku bilang kalau kamu di suruh Hazel untuk menemani kakak iparnya.” Raga mencium bibir sexy Elora.
Cup!
“Ahh.. mas aku ingin kamu siang ini, bagaimana kalau kita main sebentar di kantormu ini.”goda Elora sambil melepaskan kancing kemeja Raga.
Raga menggendong tubuh Elora lalu meletakkannya diatas meja CEO. “Kamu ini selalu membuatku bergairah beda dengan Hazel.”
Di tempat lain Hazel merasa jijik melihat rekaman kamera yang dia letakan di area ruangan Raga tanpa sepengetahuan Raga pastinya.
“Pasangan biadab! Bisa-bisanya merekan melakukan adegan yang menjijikan di kantor.”desis Hazel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kediaman Calvin seperti biasa anak-anak pewaris keluarga berkumpul di rumah Calvin, siapa lagi kalau bukan Razi, Kavian, dan Athan.
Mereka tak cuman berempat saja ada beberapa wanita penghibur yang di sewa oleh Calvin si casanova. Hanya Athan saja yang tidak menikmati wanita ja-lang dia malah asyik main game sambil di temani dengan sebotol soju.
Razi bermain gila dengan dua wanita dia sangat menikmati permainan yang hot dari dua wanita jala-ng tersebut.
Calvin baru saja selesai menuntaskan hasrat di kamar pribadinya, dia keluar hanya memakai kimono tanpa baju atasan sambil membawa segelas minuman beralkohol.
“Lo jadi datang nanti malam?”tanya Kavian datang dari arah kolam renang hanya memakai celana boxer.
“Lo tanya sama siapa dah.”sahut Calvin duduk di samping Athan.
“Ya sama lo bertiga siapa lagi.”balas Kavian.
“Gue datang sama Clesha.”balas Calvin sambil nyebat.
“Emang Clesha gak ada jadwal pemotretan Vin?.”Calvin gelengkan kepalanya.
“Terus gue datang sama siapa dong kalau kalian bawa pasangan.” Protes Razi yang duduk di sofa single dan di temani oleh 2 wanita jala-ng.
“Noh bareng Kavian pasangan lo kan Kavian kemanapun selalu saja berdua udah kayak upin ipin lo berdua.”gelak tawa Calvin.
“Sialan lo.”umpat Razi dan Kavian secara bersamaan.
“Emangnya Athan bawa pasangan? Menurut gue sih dia bakal datang sendirian, dia gak demen bawa wanita lain selain Galena.”tebak Kavian.
“Lo datang gak nanti malam Than?.”tanya Calvin pada Athan.
Namun sang empu tidak menanggapi pertanyaan Calvin malah fokus ke layar ponselnya yang sedari tadi sedang asyik main game genshin impact.
“Woi Than setan budeg lo ya, malah diem.”teriak Razi yang tidak sabaran.
Athan menoleh ke arah mereka sambil melepaskan earphone yang ada di telinganya. Ketiga temannya melotot melihat benda earphone berada di genggaman tangan Athan. Bahkan Kavian ingin melemparkan kentang goreng ke Athan.
“Pantas budeg telinganya aja di sumpelin.”kesal Razi.
“Apa?”tanpa dosa Athan bertanya pada ketiga temannya.
“Gak gak jadi Than, kesel aing mah.”dengus kesal Razi mengusir dua wanita jala-ng enyah dari hadapannya.
Athan mengerutkan dahi lalu menoleh ke Calvin.”Kenapa tuh Razi? Obatnya abis?”.
“Iya abis obatnya Razi makanya kumat hahaha.. jadi lo mau datang gak nanti malam atau lo mau ajak Galena.”balas Calvin melirik Razi yang masih kesal.
“Gue datang sendiri.”balas Athan.
“Kenapa gak lo ajak aja Galena mumpung dia ada di Indonesia Than.”saran Calvin.
“Bawa wanita sangat merepotkan gue gak suka.”alibi Athan.
Kavian datang kembali yang sudah berganti pakaian dengan membawa sebotol minuman soju.
“Dia gak mau bawa Galena karena di sana ada mantan terindahnya Athan.”sindir Kavian.
“Mantan? Siapa mantan gue Van?”tanya Athan perasaan dirinya tak mempunyai mantan.
“Hazel bukannya mantan lo.”bukan Kavian yang membalas tapi Calvin.
“Jadian aja kagak jangan ngaco lo.”bantah Athan.
“Iyakah?.”kaget Kaivan.
“Hazel nolak Athan mana mungkin mereka jadian hahaha seorang Athan preman kampus dulu di tolak primadona kampus.”tawa Razi.
Bugh!
Athan melempar bantal tepat di wajah Razi.
“Mampus”celetukan Kaivan.
“Sialan.”umpat Razi.
“Kalau ada Hazel berarti ada Raga dong kan mereka pasangan suami istri lo kagak cemburu Than, lebih baik lo ajak Galena deh biar lo kelihatan udah move on dari Hazel.”ucap Calvin dan diangguki oleh dua tuyul.
“Berisik lo pada, gue cabut”Athan langsung bangkit dan berjalan ke arah pintu.
“Lo mau kemana woi.”teriak Razi.
“Nyari nenek-nenek buat diajak nanti malam.”balas teriakan Athan yang sudah menjauh.
“Lah udah ganti selera dia.” Celetuk Kaivan.
“Gue shick shack shock nenek-nenek? Seleranya turun dratis cok.” Razi masih menatap pintu yang sudah di tutup oleh Athan tadi.
“Udah biarin sebahagia Athan aja kasihan dia udah lama jomblo.”imbuh Calvin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Asisten Radit datang menemui Hazel dengan membawa beberapa berkas perceraian Hazel dengan Raga.
Tok
Tok
Tok
“Masuk.”
Tap
Tap
Tap
“Ini nona berkas dari pengadilan agama, tinggal tandatangani saja dan persidangannya mulai besok pagi.” Ucap Radit meletakkan berkas di atas meja.
“Terima kasih Dit, oh ya besok tolong kirimkan ke pak Raga ya berkasnya dan jangan lupa carikan saya agen properti saya mau menjual rumah saya nantinya.”
“Baik nona,ada lagi nona?.”
“Tidak ada Radit sudah cukup itu saja.”
“Kalau begitu saya permisi nona.”
“Iya.” Radit keluar dari ruangan Hazel.
Hazel menatap nanar berkas perceraian yang berada di depan mata.
“Akhirnya gue bisa mewujudkan keinginan Hazel dari jeratan si brengsek itu, sebentar lagi masa kejayaan mu akan habis Raga, karma akan menjemputmu, demi sampah lo rela meninggalkan berlian laki-laki bodoh.”
udah ngerbut raga dari Hazel eh tapi malah bagus dong baj•ngan sama lacu•r sama sama cocok jadi satu
manuk diobral nang cangkeme wong wedok gak nggenah..
eh apa msh aktif jd pembunuh bayaran Thor?
koq gak pernah liat aksinya lagi..?