Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
Wanita berjubah hitam yang memimpin penyerangan itu, satu-satunya yang masih sadar meski terhuyung akibat gelombang energi misterius Ryden, mencoba melarikan diri merangkak menjauh dari reruntuhan gudang.
Namun Elira, dengan keberanian yang mengejutkan dirinya sendiri, segera mengambil tali yang tergeletak di dekatnya dan mengikat pergelangan tangan wanita itu sebelum sempat kabur sepenuhnya.
"Kau tidak akan pergi ke mana-mana," ucap Elira tegas, meski suaranya masih sedikit gemetar dari ketegangan pertarungan yang baru saja mereka lalui.
Ryden, meski masih lemas kehabisan tenaga, tersenyum bangga menyaksikan keberanian yang ditunjukkan Elira.
"Kau semakin kuat," gumamnya pelan, mencoba bangkit berdiri dengan bantuan dinding gudang yang setengah runtuh di sekitar mereka.
Mereka menyerahkan wanita berjubah hitam itu, bersama Toma yang pengkhianatannya terbongkar, kepada Komandan Brakel yang segera datang setelah menerima laporan tentang kekacauan di gudang tua tersebut. Interogasi singkat mengungkap bahwa kelompok ini memang sisa-sisa organisasi yang belum sempat tertangkap saat penggerebekan markas utama, beroperasi secara terpisah dengan tujuan balas dendam sekaligus menangkap Ryden untuk dijual kepada pihak yang lebih besar dalam jaringan mereka.
"Informasi tambahan ini akan sangat membantu penyelidikan kami tentang Pulau Nol," ucap Brakel, mengawasi timnya membawa para tahanan baru itu. "Kalian berdua benar-benar menjadi berkah tak terduga bagi keamanan pelabuhan ini."
Setelah semua urusan dengan Angkatan Laut selesai, Ryden dan Elira akhirnya bisa kembali beristirahat, meski kali ini dengan pengalaman baru yang membuka wawasan penting tentang kekuatan tersembunyi yang mulai berkembang dalam diri Ryden. Mereka menghabiskan dua hari berikutnya benar-benar beristirahat penuh, memulihkan stamina yang terkuras habis dari rangkaian pertarungan berat berturut-turut.
"Aku masih penasaran dengan kekuatan aneh yang muncul waktu itu," ucap Ryden suatu sore, duduk di tepi dermaga sambil memeriksa layar Sistemnya yang menunjukkan progres skill keempat kini stabil di angka lima puluh dua persen.
"Rasanya seperti sesuatu yang jauh berbeda dari kemampuan dasar Rift Rift no Mi yang biasa kugunakan."
"Mungkin itu memang bagian dari skill rahasia yang disebutkan Sistemmu sejak awal," Elira berkomentar, duduk di sampingnya sambil menikmati angin sore yang sejuk. "Mungkin kekuatan itu memang butuh kondisi tertentu untuk muncul—seperti tekanan ekstrem, atau keinginan kuat untuk melindungi seseorang."
Ryden mempertimbangkan teori sederhana namun masuk akal itu, menyadari betul bahwa setiap kali kekuatan anehnya menunjukkan tanda-tanda perkembangan signifikan, selalu terjadi dalam situasi di mana ia berusaha melindungi orang lain—baik itu penduduk desa di pulau bercuaca ganjil, maupun kini Elira sendiri dalam pertarungan melawan sisa-sisa organisasi rahasia itu.
"Kalau begitu," Ryden tersenyum tipis, menatap Elira dengan rasa terima kasih yang tulus, "sepertinya aku berhutang banyak perkembangan kekuatanku padamu."
Elira tersipu mendengar pengakuan itu, mengalihkan pandangan ke arah laut yang mulai berubah warna keemasan ditimpa cahaya senja. "Aku hanya senang bisa berguna, meski aku tahu aku masih jauh lebih lemah dibanding dirimu."
"Kau tidak lemah," Ryden menegaskan serius. "Keberanianmu tadi, mengikat penjahat itu sendirian meski kau ketakutan—itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan orang lemah."
Percakapan hangat mereka terhenti oleh notifikasi kecil yang muncul di sudut penglihatan Ryden, menandai hari baru yang akan segera dimulai.
[SISTEM LOGIN HARIAN]
Rank Hadiah Hari Ini: B
Item: Peta Parsial Grand Line (Wilayah Tengah)
Efek: Menunjukkan beberapa lokasi tersembunyi, termasuk :
petunjuk samar tentang keberadaan Pulau Nol
Mata Ryden membelalak membaca detail item itu, sebuah kebetulan yang terasa terlalu tepat waktu untuk diabaikan begitu saja.
"Elira, lihat ini," ucapnya, menunjukkan detail peta yang baru saja ia terima. "Sistem baru saja memberiku petunjuk tentang lokasi Pulau Nol."
Elira mengamati peta itu dengan seksama, matanya berbinar penasaran bercampur waspada. "Apakah ini berarti kita akan mencoba mencari markas utama organisasi itu?"
Ryden menatap horizon yang mulai gelap, mempertimbangkan langkah besar yang mungkin akan mengubah arah perjalanan mereka secara signifikan.
"Belum sekarang," jawabnya akhirnya, "kita masih perlu memulihkan diri sepenuhnya, dan mempersiapkan diri lebih matang sebelum menghadapi organisasi sebesar itu secara langsung. Tapi cepat atau lambat, aku merasa jalan kita akan menuju ke sana."
Malam itu, ketika mereka berdua akhirnya kembali beristirahat, pikiran Ryden dipenuhi berbagai kemungkinan tentang petualangan besar yang menanti di depan—sebuah organisasi misterius yang harus dihadapi, kekuatan tersembunyi yang baru mulai menunjukkan potensinya, dan hubungan yang terus berkembang dengan orang-orang yang kini menjadi bagian penting dalam perjalanan panjangnya di dunia One Piece yang penuh kejutan ini.