NovelToon NovelToon
Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.

Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.

Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 : Serangan Mendadak

Namun sebelum Lin Feng sempat mengeluarkannya jimat pelindung dari Shen Yuan.

BRAK...

Sesuatu, atau seseorang menghantam formasi isolasi dari luar dengan kekuatan yang mengerikan.

Formasi itu bergetar hebat. Retakan-retakan tipis muncul di penghalang tak kasatmata yang sebelumnya kokoh.

BRAK...

BRAK...

Dua hantaman susulan menghujam tanpa ampun, hingga akhirnya formasi itu pecah seperti kaca rapuh yang dihantam palu.

Melalui serpihan formasi yang runtuh, sepuluh sosok berzirah kuil melompat masuk, mereka semua pasukan penegak hukum kuil yang di pimpin oleh Kapten Feng.

Namun yang paling mencolok meluncur dari belakang mereka dengan kecepatan tinggi adalah Tetua Qing.

Ia langsung menyerang kultivator formasi inti dari Sekte Bayangan Naga yang sebelumnya hampir menyerangin Feng.

“Lin Feng!” teriak Kapten Feng sambil berlari mendekat. “Kau tidak apa-apa?!”

Namun Lin Feng seperti tidak mendengar.

Matanya terpaku pada dua kultivator Ranah Formasi Inti yang kini saling berhadapan di tengah reruntuhan gudang.

“Tetua Qing dari Kuil Cahaya Suci,” ujar wanita Tua dari Sekte Bayangan Naga dengan nada yang jauh lebih waspada. “Aku tidak menyangka kau mampu menghancurkan Formasi Isolasi Tiga Lapis.”

“Aku juga tidak menyangka Sekte Bayangan Naga berani beraksi di tengah kota,” balas Tetua Qing dengan suara dingin.

“Mundur!” teriak wanita Tua itu kepada dua pembunuh yang masih mampu bergerak.

Tanpa ragu, keduanya langsung menggunakan teknik pelarian dan menciptakan kabut pekat dalam sekejap.

Namun Tetua Qing bergerak lebih cepat.

Qi cahaya mengalir deras dari tubuhnya, membakar kabut hitam itu hingga lenyap dalam satu tarikan napas. Ia lalu mengangkat tangan dan melepaskan Tombak Cahaya Suci, sebuah proyektil qi murni yang melesat dengan kecepatan mengerikan.

Whoosh...

Tombak itu menembus punggung salah satu anggota Sekte Bayangan Naga yang tengah melarikan diri. Ia langsung terjatuh ketanah dan tidak bernyawa.

Anggota Sekte Bayangan Naga yang satunya lagi berhasil melarikan diri dan menghilang kembali ke dalam bayangan kota.

Sementara itu, kultivator Formasi Inti wanita Tua menatap Tetua Qing dengan sorot mata penuh perhitungan. Hanya butuh satu detik baginya untuk mengambil keputusan.

Ia mengeluarkan sebuah benda dari tas penyimpanan nya, sebuah jimat teleportasi yang sangat langka.

“Lain kali,” ucapnya dingin sambil menghancurkan jimat itu.

Cahaya menyelimuti tubuhnya, Tetua Qing segera melepaskan serangan susulan, tetapi sudah terlambat.

Wanita itu menghilang dalam kilatan cahaya dan berteleportasi jauh dari kota. Keheningan seketika menyelimuti gudang yang telah hancur.

Barulah setelah itu Lin Feng membiarkan tubuhnya terjatuh, Namun Kapten Feng sigap menangkapnya sebelum tubuh itu menghantam tanah.

“Tiga mati, dua kabur,” lapor salah satu anggota pasukan penegak hukum. “Dan… Tetua, lihat ini.”

Ia menunjuk tiga anggota Sekte Bayangan Naga yang tergeletak tak bergerak, mereka yang sebelumnya dilumpuhkan Lin Feng dengan teknik Orkestrasi.

Satu per satu nadi mereka diperiksa.

“Mati. Mati. Dan yang ini… masih hidup, tapi tidak sadar.”

“Bagus,” kata Tetua Qing sambil melangkah mendekat. “Bawa yang hidup itu. Kita akan menginterogasinya nanti.”

Ia kemudian berjongkok di sisi Lin Feng yang masih berada dalam pelukan Kapten Feng.

"Maaf kami terlambat membantu, kami kira tidak terjadi apa apa." kata Kapten Feng dengan nada sedikit bersalah.

Lin Feng cuman menggelengkan kepalanya.

Tetua Qing kemudian mendekat ke arah Lin Feng. "Kau membunuh tiga anggota Sekte Bayangan Naga yang berada di Ranah Pembentukan Fondasi dan melukai seorang Formasi Inti. Untuk kultivator Ranah Pembentukan Fondasi Lapisan Ketiga sepertimu, itu… luar biasa.”

Ia mengeluarkan sebuah pil dari kantongnya. “Minum ini. Ini Pil pemulihan yang dapat menyembuhkan tulang rusukmu dan memulihkan sebagian Qimu.”

Dengan susah payah, Lin Feng menelan pil itu. Efeknya langsung terasa, rasa sakit perlahan memudar dan aliran qi mulai pulih.

“Ayo kita kembali ke Kuil terlebih dahulu,” ujar Tetua Qing sambil berdiri. “Tetua Liu pasti sudah cemas. Dan kita perlu laporan lengkap.”

Kapten Feng mengangkat Lin Feng dengan hati-hati. “Apakah kamu bisa berjalan?”

“Beberapa menit lagi,” jawab Lin Feng. Pil itu memang bekerja dengan cepat tetapi epeknya tidak langsung.

Mereka pun meninggalkan gudang yang hancur, Pertempuran pertama Lin Feng telah berakhir. Dia bisa mengalahkan tiga kultivator Sekte Bayangan Naga yang berada di atas kultivasinya, tetapi iya harus membayar mahal dengan kondisinya saat ini.

Gedung Kuil Cahaya Suci berada dalam keadaan kacau saat mereka kembali.

Begitu melihat kondisi Lin Feng, pakaian robek, darah di tubuhnya, wajahnya yang pucat, tiba tiba Yue Lian langsung berlari mendekat dengan mata berkaca-kaca.

“Lin Feng!” suaranya hampir pecah. “Apa yang terjadi?!”

“Sedikit lebih sulit dari yang diperkirakan,” jawab Lin Feng dengan senyum lemah.

Tetua Liu sudah menunggu di pintu, bersama seorang tabib yaitu biksu tua yang langsung memeriksa kondisi Lin Feng.

“Tulang rusuk retak, luka dalam di punggung, dan kehabisan qi yang parah,” ucap tabib itu cepat. “Namun pil pemulihan sudah bekerja. Dengan perawatan lanjutan dan istirahat, dia akan pulih dalam tiga hari.”

“Bawa dia ke ruang pemulihan,” perintah Tetua Liu. “Dan Yue Lian, kau boleh ikut jika mau.”

Yue Lian mengangguk cepat, mengikuti saat Lin Feng dibawa ke ruangan yang dipenuhi formasi penyembuhan.

Setelah mereka pergi, Tetua Liu menatap Tetua Qing dengan serius.

“Laporan?”

“Tiga pembunuh mati, dua kabur beserta pemimpin mereka,” jawab Tetua Qing. “Namun kita mendapatkan satu hidup untuk diinterogasi. Dan Lin Feng…” ia tersenyum kecil, “anak itu berhasil membunuh dua anggota Sekte Bayangan Naga di Ranah Pembentukan Fondasi dan membuat satu tidak sadarkan diri..”

“Tapi ia juga hampir mati,” ujar Tetua Liu lirih.

“Hampir,” sahut Tetua Qing dengan tersenyum kecut. “Sekarang Sekte Bayangan Naga tahu, berani menyentuh Lin Feng berarti menantang Kuil Cahaya Suci.”

Tetua Liu mengangguk pelan. “Semoga itu cukup untuk membuat mereka berpikir ulang.”

Namun di dalam hatinya, ia tahu, Sekte Bayangan Naga bukan tipe yang mudah menyerah, apalagi kekuatan di belakang mereka sangat kuat.

Di ruang pemulihan, Lin Feng terbaring di atas ranjang empuk, dikelilingi formasi penyembuhan.

Cahaya hijau lembut meresap ke dalam tubuhnya, mempercepat proses pemulihan. Tabib telah memberi beberapa pil dan salep tambahan, lalu pergi.

Yue Lian duduk di sisi ranjang, menggenggam tangan Lin Feng dengan lembut.

“Kau membuatku sangat khawatir,” katanya dengan suara bergetar. “Saat aku mendengar laporan tentang distrik timur… aku takut kehilanganmu.”

“Maaf,” ucap Lin Feng tulus. “Aku tidak bermaksud membuatmu cemas.”

“Tapi sekarang kau aman,” Yue Lian tersenyum meski air mata masih menggantung di sudut matanya. “Itu yang paling penting.”

Lin Feng membalas genggamannya perlahan. “Terima kasih, karena sudah peduli padaku.”

“Tentu saja aku peduli,” jawab Yue Lian pelan. “Kau… kau penting bagiku.”

1
Ra_Lathia
waah keren, updatenya jgn lama² y thor
Anggera Lucke
bagus
Shu Qing
kasihan yue lian/Frown//Frown/
Fatih Al
👍👍
Shu Qing
Mantap thor
Budi Xiao
Luar Biasa
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur cerita nya bagus dan menarik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur cerita yang bagus
Celestial Quill: Terimakasih 🙏
total 1 replies
Dadan
lanjut🙏
naura
mantap 👍
Fatih Al
mantap thor👍👍👍
Fatih Al
mantap thor👍👍
Fatih Al
mantap thor💪
Green Boy
Semangat Thor, lanjut lagi💪💪
Celestial Quill
Jika kalian suka ceritanya, jangan lupa like ya. Kalian juga boleh meninggalkan komentar, saran, dan masukan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.

Dukungan kalian sangat membantu agar cerita ini bisa terus berkembang dan lebih sering update.

Terima kasih sudah membaca!
Optimus prime
belum kuat...masih lemah...berlatih dulu...aduh thor2...
Celestial Quill: siap🙏
total 1 replies
Green Boy
lanjut lagi thor
Green Boy
semangat thor💪💪💪
Green Boy
semangat thor💪💪💪💪
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!