NovelToon NovelToon
Skandal Dengan Pacar Bos

Skandal Dengan Pacar Bos

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Percintaan Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:113.7k
Nilai: 5
Nama Author: Gresya Salsabila

"Kau tangan kananku. Apa yang kau lakukan dengan kekasihku?"

"Maaf, Tuan, saya dan Anne saling mencintai. "

Raksa Saskara tak bisa mengelak saat skandalnya diketahui oleh atasan—Nero Morvion. Raksa sadar, segala perbuatan memang ada konsekuensi yang harus diterima, termasuk selingkuh dengan Keanne Syahira Dirgantara—calon tunangan Nero.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresya Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Buruk

Di tempat yang berbeda, tepatnya di dalam sebuah rumah mewah yang ada di pusat Kota Surabaya. Nero duduk di atas sofa kamarnya, memandangi pesan dari Anne yang ia terima sejak beberapa saat yang lalu.

'Maaf, aku nggak bisa keluar malam ini. Ada banyak kerjaan yang harus kuselesaikan. Lain waktu aja ya.'

Untuk pertama kalinya, Anne menolak ajakannya dengan alasan sibuk. Setelah sekian lama malah sering menuntut waktu dari dirinya.

"Kamu beneran sibuk atau aslinya masih kecewa, Sayang?" gumam Nero seorang diri.

Sesaat ia pandangi lagi pesan tersebut, berikut dengan kalung yang rencananya akan dia berikan pada Anne malam itu juga.

Sementara itu, Anne juga merenung di kamar apartemennya. Ada beberapa hal yang rasanya begitu mengganjal dalam perasaannya sekarang ini. Ia terjebak dalam dua cinta, antara Nero dan Raksa. Kedua lelaki itu sama-sama memiliki tempat di hati Anne.

Barusan saja, dia menolak ajakan Nero juga bukan karena sibuk, melainkan karena tidak nyaman untuk pergi bersama. Alasannya pun sangat jelas, yakni Raksa. Padahal, lelaki itu hanya memberinya pesan untuk menghubungi jika nanti sudah pulang. Namun, tanpa dipinta Anne malah memilih menolak dan menghabiskan malam di apartemen—sendiri.

"Bisa dibilang dia nggak melakukan apa-apa, tapi kendali diriku mengarah sendiri ke dia. Ada apa dengan hati ini? Apa benar cinta telah banyak berubah?" batin Anne sambil mengembuskan napas panjang. Baru dia sadari, berperang dengan hati ternyata cukup rumit. Bahkan sampai sejauh ini, belum bisa ia kira bagaimana nantinya akhir kisah yang telah ada.

_______

Penolakan demi penolakan yang telah dilakukan oleh Anne setiap kali diajak jalan, nyatanya tak membuat Nero menyerah. Meski totalnya sudah tiga kali ajakan ditolak halus oleh Anne, tetapi Nero masih berusaha berpikir positif. Tak sedikit pun ada curiga terselip dalam hatinya, sekadar menduga bahwa Anne masih dihinggapi rasa kecewa.

Kini, terhitung sudah dua minggu penuh sejak pertama kali Anne tak menyambut baik niat Nero. Lantas sekarang, tanpa memberi kabar terlebih dahulu, tiba-tiba Nero muncul di apartemen Anne.

Sontak saja Anne merasa terkejut. Apalagi, pagi itu dia masih asyik teleponan dengan Raksa. Untungnya Anne bisa mengakhiri dengan cepat. Jadi, Nero tidak sampai memergoki. Yang lelaki itu tahu, kekasihnya baru selesai ganti baju dan belum sempat bersiap. Tak ada yang lain.

"Kamu ... tiba-tiba aja ke sini, nggak bilang-bilang dulu." Anne sedikit melayangkan protes, sembari menata sarapan yang barusan dibawa oleh Nero.

"Kejutan dong." Nero menjawab sambil tersenyum lebar. Lantas, mengambil tempat di depan Anne.

"Ya, kejutan sih. Tapi, kalau misalkan kamu ngomong dulu, aku kan bisa siap-siap. Sekarang lihat, aku belum dandan. Baru ganti baju doang. Kamu harus nunggu lama kalau mau berangkat bareng."

"Nggak masalah. Aku punya banyak waktu untuk menunggu kamu."

Mendengar jawaban Nero, Anne mendadak kehilangan kata-kata. Hingga akhirnya ia tak bisa bicara dan sekadar mengalihkan perhatian dengan menuangkan air untuk Nero.

Pada kesempatan itu, Nero pun memberikan kalung yang dibawa dari London tempo hari. Anne tak lagi menolak. Kalung itu diterima dengan baik meski belum tentu kapan akan menghiasi lehernya. Kalung kerang yang dari Raksa masih terasa berharga bagi Anne, belum ada sedikit pun niat untuk melepas dan menggantinya dengan yang lain.

"Kamu akhir-akhir ini sibuk ya, Sayang?" tanya Nero setelah kalung berpindah ke tangan Anne.

Anne mengangguk dan bibirnya mengulas senyum masam. "Iya."

Hening. Nero tak lagi menyahut. Anne pula malah fokus dengan batinnya sendiri, yang berencana mengembalikan kalung itu berikut dengan hadiah lainnya, andai nanti ada sesuatu dengan hubungan mereka. Sampai beberapa saat berlalu, hanyalah denting sendok beradu dengan piring yang menjadi pengisi suara di antara mereka.

"Kamu sendiri ... apa nggak sibuk? Nggak biasanya ada waktu buat ngajak jalan, apalagi menyempatkan ke sini pagi-pagi begini," tanya Anne, berusaha membuka obrolan lagi. Sekilas, ia menatap ke arah Nero, yang ternyata juga kerap menatapnya.

"Aku mulai ngurangi kerjaan."

Anne kembali tertegun. Apa yang dikatakan Nero sama persis dengan apa yang dikatakan Raksa tempo hari. Katanya, Nero banyak menolak tawaran kerja sama demi meluangkan waktu untuk dirinya. Jika dulu, Anne pasti bahagia. Namun, lain halnya dengan sekarang. Perubahan sikap Nero yang seperti itu justru menjadi beban tersendiri baginya.

"Kenapa begitu? Harusnya selagi menguntungkan, nggak perlu dikurangi dong. Itu kan juga untuk masa depan kita," sahut Anne setelah beberapa saat terdiam.

Kini, berganti Nero yang tertegun. Rasanya tak percaya bahwa kalimat barusan keluar dari bibir Anne, yang biasanya selalu menuntut waktu dan kebersamaan darinya.

"Aku udah banyak berpikir sekarang. Apa yang kamu katakan itu memang ada benarnya. Hidup butuh uang. Jadi, nggak seharusnya aku menomorsekiankan pekerjaan. Apalagi menuntut kamu untuk selalu ada, padahal kami sendiri sedang memperjuangkan masa depan kita," lanjut Anne, yang kemudian membuat Nero makin mengatupkan bibir.

Anne telah berubah. Dia yang dulu banyak menuntut, kini malah memberinya kebebasan. Seharusnya, Nero bahagia karena Anne lebih pengertian—sebuah hal yang ia damba sejak lama. Akan tetapi, kenyataannya tak demikian. Alih-alih bahagia, ia malah merasa kosong, seakan ada sesuatu yang perlahan hilang dari diri Anne.

"Lagi pula ... jalan kita masih panjang. Masih ada tiga tahun tersisa sebelum aku menyandang kepala tiga. Waktu yang cukup lama untuk kita bersenang-senang tanpa membebani asmara dengan hubungan yang serius." Anne kembali bicara, dan lagi-lagi menjadi beban tersendiri bagi Nero.

Tanpa Nero sadari, Anne pun bergelut dengan bebannya sendiri. Di satu sisi ia merasa bersalah sudah mengatakan itu semua kepada Nero—yang aslinya hanya dusta. Namun, di sisi lain juga membenarkan apa yang ia katakan, karena cinta berhak memilih mana yang terbaik. Jika Nero berhenti berubah, maka banyak waktu bagi dirinya untuk memahami dua hati yang belum bisa ia pilih—untuk saat ini.

"Anne, kenapa kamu tiba-tiba berubah begini? Aku masih ingat dulu kamu selalu menuntut waktuku, kenapa sekarang nggak lagi?" tanya Nero dengan serius. Saking seriusnya, ia sampai meletakkan garpu dan sendok yang tadi asa dalam genggaman.

"Aku___"

Belum sempat Anne menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba ponsel Nero berdering nyaring. Mau tidak mau, mereka menjeda obrolan sejenak. Tanpa beranjak dari tempat duduknya, Nero menjawab telepon yang ternyata dari Raksa.

"Tuan! Gawat, Tuan! Kabar buruk, Tuan!"

Begitu sambungan telepon terhubung, Raksa langsung menyambutnya dengan ucapan yang sangat serius, seolah ada masalah besar yang sedang menghampiri.

"Ada apa, Raksa? Katakan dengan jelas!" jawab Nero.

"Ada apa ini? Apakah ada hubungannya dengan tawaran Chandra waktu itu?" batin Anne. Dia ikut kesulitan menelan ludah kala mendengar obrolan serius antara Nero dengan Raksa.

Bersambung...

1
neni onet
Nero pasti ga nidurin, dia pasti cuma drama dan akhirnya akan benar2 jatuh cinta 😄
neni onet
jangan bilang Raina diperk*s* sama Nero🫣
neni onet
baru kali ini aku mendukung perselingkuhan, bermainlah yang rapi biar reader ga senam jantung 😄
Erni Fitriana
thot keren karyamy😘😘😘😘
Erni Fitriana
paati topeng y thor raina n nerro
Erni Fitriana
aku percaya sama thor...👍🏾👍🏾👍🏾
Erni Fitriana
walahhhh...kenapa raaa???
Erni Fitriana
apakah brtan bisa dipercaya sa????
Erni Fitriana
raksa..salut abang yg sangat cinta n kasih terhadap adiknya...
Erni Fitriana
poor raina.....author baik banget udah mau bikin buku khususan nero-raina...love u author😘😘😘
Erni Fitriana
nero...pada saat raina sadar n sdh pintar..giliran kamu gantian junhkie baluj ngwjar cinta raina...inhat kata" raimon
Erni Fitriana
😔😔😔😔😔😔berasa sedihnya sape ke reader's saaaaa
Erni Fitriana
neroooooooo😡😡😡
Erni Fitriana
thor ceritamu😘😘😘😘😘😘😘😘
Erni Fitriana
sekecil apa ra???
Erni Fitriana
raina😫
Erni Fitriana
jodoh ditangan author raaa
Erni Fitriana
RAINA SAAAAA....RAINAAAAA
Erni Fitriana
aduh raina😖😖😖😖
Erni Fitriana
aduhhhhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!