NovelToon NovelToon
Story Of Euis

Story Of Euis

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Murid Genius / Fantasi Wanita / Dokter Genius / Chicklit
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yoanita Scofield

Bercerita tentang perjuangan perempuan bernama Euis untuk mengejar mimpinya menjadi seorang dokter onkologi.

Perjalanannya terasa berat karena Euis harus keluar dari rumahnya ketika memutuskan kuliah. Hal itu dikarenakan Bapaknya tidak mendukung Euis untuk menjadi seorang dokter.

Menurut Bapak perempuan tidak perlu bersekolah tinggi karena ujung-ujungnya akan berada di dapur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoanita Scofield, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kencan

Monic melihat Euis yang sedang mengobrol seru dengan Cindy.

Tidak ada lagi keresahan di wajahnya, Euis sudah kembali seperti sebelumnya.

Walaupun Monic tidak tahu masalah apa yang dialami oleh Euis kemarin, namun Ia cukup senang karena sekarang sahabatnya itu sudah kembali seperti semula.

" Jadi kamu akan jalan sama dia malem ini " Tanya Euis kepada Cindy.

" Iya, Dia ngajak Aku nonton " Jawab Cindy dengan wajah yang malu malu.

" Tapi Lo udah kenal banget emang sama itu Laki? " Monic yang sedari tadi hanya menjadi pendengar kini ikut dalam obrolan.

" Belum sih, kita match di tinder gitu " Jawab Cindy.

" Tapi udah lama kenal? " Tanya Monic.

Euis cukup mengerti dengan maksud Monic bertanya hal itu kepada Cindy, Euis juga tidak akan berani untuk bertemu dengan laki-laki yang baru Ia kenal di aplikasi dating.

" Lumayan, udah satu minggu ini kita intens komunikasi " Jawab Cindy ragu ragu.

" Yang bener aja Cin, baru kenal satu minggu terus Lo udah mau aja gitu ketemu sama Dia? itu Stranger tahu nggak? Seenggaknya Lo harus ngecek media sosialnya dulu " Ucap Monic dengan wajah serius.

" Dia nggak punya medsos katanya " Jawab Cindy.

" Bullshit banget! Dia bisa main tinder tapi nggak punya sosial media terus Lo percaya aja gitu? " Monik melipat tangannya, Ia benar-benar tidak habis pikir dengan Cindy yang begitu polos.

" Emang kenapa sih Kalau orang nggak punya sosial media Mon? Mungkin aja emang dia anti sosial gitu" Cindy mencoba membela laki laki yang bahkan belum Ia kenal.

" Nggak usah polos-polos banget lah Cin jadi orang, lo harus kenal itu cowok bener-bener sebelum ketemu. Lo nggak mau kan jadi korban pencabulan? "

" Tega banget sih Lo ngomong kayak gitu?! Apa salahnya coba Gue main tinder? semua orang juga main tinder kok dan baik-baik aja"

Cindy mengambil tasnya dengan kasar dan melangkah pergi meninggalkan Euis dan Monic.

Cindy benar benar marah dengan perkataan Monic yang menurutnya terlalu merendahkannya.

Cindy merasa Monic terlalu berprasangka buruk dengan orang lain.

" Kenapa Dia marah? Ucapan Gue kan benar " Monic terlihat heran dan tidak ada wajah bersalah sama sekali.

" Ucapanmu adalah fakta yang menyakitkan, apalagi di sampaikan dengan cara seperti itu Mon "

" Terserahlah Gue cuma mau Dia nggak jadi korban dari laki laki mesum. Tadi dia bilang mau ketemuan dimana dan jam berapa Is? "

Euis mengingat ingat " Pejaten Village jam tujuh malam, kenapa emang? " Tanya Euis.

" Mau Gue ikutin, feeling Gue nggak enak soalnya " Jawab Monic dengan wajah serius.

Begitulah Monic, walaupun Ia terlihat arogan. Tapi Monic begitu perhatian dengan sahabat sahabatnya itu.

Hari sudah menuju senja ketika Cindy sedang menepuk-nepukan bedak ke wajahnya.

Perlu waktu satu jam sampai akhirnya Cindy memilih menggunakan rok berwarna krem dengan top putih.

Ia sudah meminta Vicky teman yang Ia kenal dari tinder untuk menjemputnya di rumah namun Vicky menolaknya.

Ia beralasan akan lebih efisien jika kami bertemu langsung di Pejaten Village malam ini, karena area itu memang terkenal macet.

Cindy memesan kendaraan online lewat aplikasi, di maps aplikasi semua luas jalur berwarna merah.

Maklum saja, malam minggu memang di manfaatkan sebagian orang untuk melepaskan penat karena telah bekerja atau bersekolah selama lima hari penuh.

Setelah menunggu tida puluh menit taksi online pesanannya sudah tiba di depan rumah.

Bergegas Ia berpamitan dengan Tante dan Omnya yang sedang menonton TV di ruang tamu.

" Jangan malam malam pulangnya ya Cin " Ucap Tante ketika Cindy hendak keluar dari pintu.

" Iya Tante " Jawab Cindy.

Jika perjalanan normal, hanya butuh sepuluh menit untuk Cindy sampai di Mall Pejaten Village.

Cindy langsung menggunakan lift dan menekan lantai empat untuk menuju bioskop XXI.

Malam ini bioskop terlihat ramai oleh pengunjung, banyak pasangan muda mudi berkencan dengan menonton bioskop.

" Aku ada di sebelah kiri dari pintu masuk tepat depan XXi cafe pakai kaos putih " Cindy membaca chat yang di kirimkan oleh Vicky.

Matanya mencari cari sosok dengan ciri yang Vicky ucapkan.

Dan Cindy menemukan Vicky yang sedang melambai kepadanya.

Dengan langkah yakin Cindy menghampiri Vicky yang sedang tersenyum kepadanya, Ia cukup senang karena Vicky menggunakan foto aslinya.

" Udah lama ya? " Tanya Cindy begitu Ia tiba tepat di hadapan Vicky.

" Enggak kok aku baru sampai juga, ini udah aku belikan tiketnya nggak apa-apa kan kalau menonton film ini? " Vicky menyodorkan tiket bioskop, Cindy membaca judul film barat bertema romantis.

" Oke kok " Jawab Cindy sambil tersenyum

Sepanjang mereka menonton, Vicky juga tidak melakukan hal aneh. Mereka fokus menonton film sambil memakan popcorn caramel.

" Andai Monic tau kalau kecurigaannya tidak terbukti " Pikir Cindy dalam hati.

Walaupun begitu, Monic yang khawatir sedang menunggu Cindy di restoran yang berada tepat di sebelah bioskop.

Ia menggunakan topi dan kacamata hitam berserta masker untuk membuat penyamarannya makin sempurna.

Ia bertekad akan mengikuti Cindy sampai Ia tiba dengan selamat di rumahnya.

Tindakan Monic bukan tanpa alasan, beberapa orang terdekatnya pernah menjadi korban dari oknum aplikasi dating ini, dan Ia tidak ingin Cindy menjadi salah satu korbannya.

Mungkin bagi sebagian orang pelecehan terhadap perempuan bukanlah sesuatu yang serius.

" Ah cuma di pegang aja kok"

" Ah nggak usah munafik deh, suka juga kan di digituin? "

Dan hal hal merendahkan lainnya. Namun untuk korban pelecehan perlu waktu berhari hari, berminggu mingu, berbulan bulan atau mungkin bertahun tahun agar bisa berdamai dengan semua itu.

Bahkan salah satu saudara Monic masih rutin pergi ke psikolog untuk mengobati traumanya.

Maka Monic memilih untuk menjadi stalker untuk Cindy hari ini, Ia hanya ingin Cindy pulang dengan selamat tidak lebih.

Setelah dua jam menunggu, Cindy dan teman laki lakinya keluar dari bioskop, Dengan langkah seribu Monic mengikuti dari belakang.

Mereka menuruni eskalator, semula Monic berfikir bahwa keduanya akan makan di restoran dalam mall, namun ternyata mereka menuju parkiran.

Dengan langkah cepat Monic menuju mobilnya, membuka pintu mobil Honda Civic miliknya dan menunggu mobil teman laki laki Cindy keluar dari parkiran.

Mata Monic bersiaga, Ia tidak boleh kehilangan jejak Monic.

" Emang di Ancol ada apa Vic malem begini? " Tanya Cindy polos.

Sebagai seorang perantau, Cindy belum terlalu mengenal Jakarta.

Ia tau Ancol karena melihat iklan yang berseliweran Di Tv atau media cetak lainnya.

Yang Cindy tau Ancol adalah tempat wisata, namun menurut Vicky jika malam banyak bazar makanan di sana.

Dengan tidak curiga, Cindy mengikuti Vicky dan mobil merekapun beranjak pergi dari parkiran Mall.

1
Dedeh Herawati
belum. up pdhl udah lm
Ida Lestari
semangat author 💪🤩
Nayla Wijaya
lanjut atuh thor....seru inih ceritanya... 🥰🥰
Ida Lestari
semangat....
Rosmiana 22
lanjut
Nayla Wijaya
flow nya ringan belum ada konflik yg greget .... semangat thor..... aku tunggu kelanjutan nya
Lina Zascia Amandia
Sukses Neng Euis...
Widya Pertiwi
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Lina Zascia Amandia
Euis ke antosan heula, euleuh, euleuh, saha eta..... wkwkwwk... jadi ingat lagu Euis yang berasal dr Jawa Barat.
HotCupid
Keluarkan semua babmu Thor! Mata ini masih kuad membacanya!
Ida Lestari
semangat author 💪
Ida Lestari
alur cerita nya rapi, tulisannya juga rapi, cerita mengalir secara ringan. sejauh ini sebagai pembaca saya menikmati sajian ini. semangat author 💪
Garang Anggriawan
Aku terhibur baca ceritanya kak, monggo dilanjuuut~
Galuh Kuncoroweni
makin seruuuu
Galuh Kuncoroweni
ceritanya menarik bikin penasaran
Galuh Kuncoroweni
tambah penasaran Thor sama kelanjutan ceritanya.. tak sabar menunggu
Galuh Kuncoroweni
Semangat nulisnya thor..ga sabar nunggu kelanjutannya
scofield: Halo, terima kasih untuk dukungannya. Terus ikutin Euis ya Kak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!