NovelToon NovelToon
KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Romantis
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Aldara, wanita yang hatinya baru saja remuk redam ditinggalkan kekasih demi wanita lain, berusaha menyembunyikan kesedihannya di balik senyum tenang agar tidak dikasihani orang lain. Ketika dipanggil oleh kenalannya, Siska, untuk bertemu di kafe langganan, ia tidak menyangka bahwa kunjungannya kali ini akan menjadi titik balik hidupnya. Di sana ia diperkenalkan kepada Aries—seorang pemuda pendiam namun memiliki pesona tersendiri. Pertemuan yang awalnya terasa biasa saja perlahan membuka jalan bagi sebuah kisah baru yang akan menyembuhkan luka lama dan mengajarkan Aldara arti cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 012: Menghadapi Biang Keributan

Keesokan harinya, baru saja Aldara membuka pintu rumahnya untuk menyambut pagi, ia langsung terkejut mendapati sosok Mondol berdiri di depan pagar rumahnya dengan raut wajah penuh amarah. Tanpa rasa takut sedikit pun, Aldara tetap berdiri tegak dan memandang pria itu dengan tenang.

“Ngapain kamu datang ke rumahku? Seingatku, aku tidak punya urusan apa pun denganmu,” ucap Aldara dengan nada datar dan tegas.

Mendengar jawaban itu, Mondol makin meluap emosinya. Ia menunjuk tajam ke arah Aldara sambil berteriak, “Apa kata lo? Tidak ada urusan? Lo ada urusan dengan gue! Lo lah yang menghasut Sheina agar berani meninggalkan gue dan melawan gue, kan? Jangan pikir gue tidak tahu rencana Lo!”

Aldara hanya tertawa sinis mendengar tuduhan yang tidak berdasar itu. “Sheina pergi dan meninggalkanmu bukan karena hasutanku, tapi semata-mata karena ulahmu sendiri. Wanita mana yang tidak akan pergi jika kelakuan kamu seperti itu, Pria arogan dan suka menghina, memaki, dan tidak tahu cara menghargai orang lain,” balasnya dengan nada menusuk namun tetap tenang. “Satu lagi, pergilah dari rumahku sekarang juga sebelum aku berteriak memanggil tetangga dan menuduhmu sebagai pencuri yang masuk sembarangan.”

Wajah Mondol memerah menahan amarah yang tertahan, namun ia sadar tidak akan mendapat apa-apa jika terus memaksa. Ia menggeram kesal, lalu pergi dengan langkah tergesa sambil mengumpat dalam hati. Ia tidak menyangka Aldara adalah wanita yang keras kepala.

Setelah kepergian Mondol, Aldara kembali masuk sebentar untuk membersihkan diri dan bersiap-siap. Hari ini ia berencana pergi ke rumah Abang Chepot untuk mengobrol dan berbagi kabar. Tak butuh waktu lama, ia pun tiba di kediaman sahabatnya itu. Begitu melangkah masuk, ia melihat Abang Chepot sedang duduk santai ditemani oleh Anha, kekasihnya yang juga sudah sangat akrab dengan mereka semua.

“Abang…!” panggil Aldara sambil tersenyum lebar. Ia lalu meledek, “Cieee, lagi berduaan saja nih. Romantis sekali pagi-pagi begini.”

Abang Chepot hanya tersenyum malu sambil menggelengkan kepala. “Apaan sih, Dede. Kamu ini selalu saja punya cara untuk mengganggu,” jawabnya santai. “Ngomong-ngomong, datang hari ini sama siapa? Sendirian saja?”

“Ya sendirilah, Abang. Mau sama siapa lagi kalau bukan sama diri sendiri,” jawab Aldara sambil duduk di kursi kosong.

“Siapa tahu ditemani oleh Aries, pacarmu itu,” ledek Chepot lagi.

Aldara terkekeh pelan. “Jam segini dia sudah masuk kerja, mana mungkin bisa ikut. Ngomong-ngomong, Abang, rasanya kita harus segera membereskan masalah dengan Mandol ini. Tadi pagi dia sudah datang ke rumahku, berteriak-teriak dan menuduh seenaknya saja seperti orang yang tidak waras.”

Mendengar itu, raut wajah Chepot berubah serius. Ia terdiam sejenak sebelum menjawab, “Benar juga katamu. Kita tidak bisa membiarkan dia terus mengganggu. Aku pun tidak rela melihat Anha atau siapa pun yang kita sayangi nanti ikut dihina dan diperlakukan sembarangan olehnya.”

Mereka berdua mulai berpikir dan berdiskusi mencari cara yang tepat agar kelakuan Mondol bisa dihentikan tanpa harus menimbulkan keributan yang lebih besar. Sementara itu, di tempat lain, Sheina terlihat sibuk memasukkan barang-barang ke dalam koper. Ia memutuskan untuk pergi ke luar kota selama beberapa hari, menenangkan pikiran dan menjauhkan diri dari jangkauan Mondol. Ia yakin, dengan menjauh sejenak dan membiarkan situasi reda, masalah ini akan segera menemukan jalan keluarnya sendiri.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!