Indah berpikir jika rumah tangganya baik baik saja. Ternyata tidak. Sikap manis suaminya hanya untuk menutupi watak aslinya yang sudah mendua di belakang Indah.
Yang membuat Indah sangat sakit hati. Ternyata perselingkuhan Rama didukung keluarganya. Dan wanita selingkuhan itu juga sudah hamil.
Cerai adalah jalan terbaik tapi kehidupan Indah tidak tenang sampai disitu. Keluarga Rama terus meneror Indah seakan tidak ingin melihat wanita itu bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda manik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman Indah
Suara suara yang terdengar dari lantai bawah membuat Indah ingin tahu apa yang terjadi di Sana. Sebelum turun, Indah merias wajahnya dengan tipis. Untuk membalaskan sakit hatinya. Indah akan menunjukkan dirinya baik baik saja dengan pengkhianatan Rama. Indah menuruni tangga itu perlahan dengan berpegangan ke railing tangga. Telinganya dipasang baik baik untuk mendengar pembicaraan orang orang yang ada di ruang tamu itu.
"Indah sudah mengetahui. Apalagi yang harus ditunggu. Kita sudah bisa bergerak mulai dari sekarang mempersiapkan pernikahan Rama dan Giska."
"Aku juga berpikiran seperti itu Ellys. Ada juga baiknya. Indah mengetahui rencana pernikahan kedua Rama. Dengan seperti itu Kita tidak seperti bermain umpet mempersiapkan pernikahan ini."
"Ma, jangan berlebihan melakukan pesta pernikahan kak Rama. Pikirkan sedikit perasaan mbak Indah. Bagaimana kalau suatu saat nanti aku atau Mona yang mengalami pengkhianatan suami. Apa mama tidak merasa sedih. Pengkhianatan kak Rama dan Giska pasti sangat menyakiti mbak Indah ma. Tolong pahami sedikit perasaan mbak Indah."
"Kamu dan Mona tidak akan mengalami seperti yang dialami oleh Indah. Karena apa yang terjadi saat ini karena Indah yang mandul. Garis keturunan kita tidak ada yang mandul. Jadi tenang saja. Kamu tidak akan mengalami pengkhianatan suami nantinya," kata Tante Ellis sangat yakin.
Indah yang berhenti di anak tangga terakhir hanya bisa tersenyum sinis. Tante Ellis tidak sadar jika apa yang dialami oleh Indah saat ini. Dirinya juga mengalami. Entah apa yang terjadi dengan hidup wanita itu nanti jika mengetahui suaminya berselingkuh dengan keponakannya sendiri.
Indah mendekati ruang tamu itu. Dia menatap nyalang ke arah Rama dan Giska yang duduk tanpa jarak. Berani sekali mereka melakukan itu di rumah dimana sang istri sah masih tinggal di rumah ini.
"Ternyata ada rapat untuk mempersiapkan pernikahan pengkhianat dan pelakor," kata Indah sambil bertepuk tangan. Rama yang berpikir jika Indah masih di luar rumah terkejut dan spontan mengambil jarak dari Giska.
"Tetap lah duduk seperti tadi mas," kata Indah sinis. Tatapannya kini mengarah ke arah Intan adiknya Rama. Sejak awal mengetahui perselingkuhan suaminya. Indah mendengar Intan selalu membela dirinya. Indah menghargai sikap Intan itu.
"Duduk lah Indah. Kita membicarakan bersama sama pesta pernikahan suami mu dengan Giska," kata Tante Ellis. Wanita itu semakin tidak berperasaan mengajak Indah untuk membicarakan persiapan pesta pernikahan suaminya itu.
"Tante, tolong jaga perasaan mbak Indah," kata Intan cepat. Wanita itu yang terlihat paling gelisah di ruangan itu sedangkan Rama yang seharusnya menjaga perasaan istrinya hanya menundukkan kepalanya. Melihat sikap suaminya itu. Indah semakin kecewa apalagi melihat rambut basah Hendra dan Giska. Itu artinya ketika dirinya dan Mirna tiba di rumah satu jam yang lalu. Rama dan Giska sedang enak enak sehingga tidak menyadari kepulangan mereka.
"Diam Intan, jangan ikut campur. Ini urusan para orang tua. Pergilah ke dapur," kata Ibu Yanti. Intan beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah dapur.
"Ayo mbak. Hatimu akan semakin tersakiti jika masih berada diantara mereka," ajak intan ketika melewati tubuh Indah.
Benar kata Intan. Hatinya akan semakin sakit jika tetap bertahan di ruangan itu. Rama juga semakin tidak menghargai dirinya sangat berbanding terbalik dengan perkataan laki laki itu beberapa hari yang lalu yang akan mempertahankan pernikahan mereka.
Indah menatap wajah ibu Yanti dan tante Ellis. Saat ini dua wanita itu sedang menyakiti hati Indah. Dua wanita yang seharusnya mengarahkan Rama ke jalan yang benar. Tapi dua wanita itu lah yang mendukung Rama melakukan perselingkuhan dengan alasan keturunan.
"Terima kasih Intan. Pergilah ke dapur. Aku juga ingin berbicara dengan mereka," kata Indah. Intan terlihat ragu meninggalkan Indah di ruang tamu itu. Tapi melihat anggukan kepala Indah. Intan akhirnya berlalu dari hadapan Indah.
Indah berjalan anggun menuju sofa kosong.
"Jadi sudah sampai dimana persiapan pernikahan suami ku ini dengan selingkuhannya," tanya Indah. Dia menegaskan jika Rama masih suaminya dan Giska adalah selingkuhan. Sedikit pun tidak ada rasa malu di wajah Giska mendengar perkataan Indah.
Ibu Yanti dan tante Ellis saling berpandangan. Harapan mereka tidak sesuai dengan kenyataan. Indah bersikap sangat tenang dan sebenarnya mereka berharap Indah akan keluar dari rumah itu setelah Giska tinggal di rumah itu.
"Indah. Kamu yakin sayang ikut berperan mempersiapkan rencana pernikahan ku?" tanya Rama senang. Di sebelahnya, Giska cemberut mendengar panggilan sayang dari Rama untuk Indah.
Sedangkan Indah ingin muntah mendengar panggilan itu.
"Tidak mas. Tapi aku menyarankan sebaiknya kalian secepatnya menikah. Kasihan calon istri mu itu. Dia sudah tidak sabar ingin menjadi Nyonya Rama."
"Benar yang kamu katakan itu Indah. Waktu itu tidak akan lama lagi kok. Tiga minggu lagi mereka akan melangsungkan pernikahan," kata Tante Ellis
"Terima kasih atas pengertiannya ya mbak," kata Giska pura pura tersenyum tulus tapi dalam hati, wanita itu mengutuk sikap tenang Indah. Giska menginginkan Indah menuntut cerai akan calon suaminya.
"Mas Rama, jika kamu ingin pernikahan mu dan wanita selingkuhan mu ini lancar. Terlebih dahulu ceraikan aku mas. Jika posisi ku masih berstatus istri mu. Aku tidak akan memberikan ijin kamu menikah dan perbuatan kalian ini bisa dilaporkan ke pihak yang ber...."
"Indah, sampai kapanpun aku tidak menceraikan kamu," potong Rama dengan cepat. Wajahnya memerah karena marah mendengar perkataan Indah.
"Kalau kamu tidak bersedia menceraikan aku. Usir wanita gatal ini sejauh mungkin mas. Apa kamu bisa?" tantang Indah dengan suara yang meninggi.
Ibu Yanti, tante Ellis dan Giska terlihat marah dengan perkataan Indah itu. Sampai kapanpun mereka tidak akan membiarkan Giska pergi karena calon penerus Rama ada di rahimnya.
Rama mengacak rambutnya kasar kemudian bersimpuh di hadapan Indah.
"Aku mohon sayang. Jangan meminta cerai. Ijinkan aku menikahi Giska."
"Setelah dia melahirkan, kamu akan menceraikannya begitu?. Lalu anaknya akan menjadi anakku. Itu rencana mu mas?" tanya Indah sinis. Sengaja dirinya bertanya seperti itu untuk mempermainkan hati Giska. Rama terlihat terdiam. Entah bagaimana dirinya menjawab pertanyaan istrinya itu. Andaikan hanya mereka berdua di ruangan itu. Sudah pasti dirinya menjawab iya.
Giska menatap Rama dengan tajam.
"Rama, mengapa kamu seperti itu. Tidak ada alasan kamu mempertahankan Indah. Sebaiknya Indah kamu ceraikan secepatnya!" kata Ibu Yanti.
"Dengar nasehat mama mas. Ceraikan aku sekarang juga. Aku ikhlas kamu ceraikan. Karena hal itulah bentuk restu ku akan pengkhianatan mu ini."
"Indah, tolong berikan aku kesempatan!" kata Rama memohon. Sungguh, dirinya tidak ingin berpisah dengan Indah karena dirinya juga sadar jika Indah adalah istri yang baik dan tulus selama mereka berumah tangga.
"Jika kamu masih memohon untuk tidak bercerai. Maka besok aku akan melaporkan perselingkuhan mu ke pihak yang berwajib dan perusahaan," ancam Indah.
Rama terlihat gemetar. Dia bisa melihat istrinya itu serius. Jika dirinya dilaporkan ke pihak yang berwajib bagaimana nasib pekerjaannya nanti.
banyak kok yg begitu thor
atau ksh pekerjaan di tmpt orng tua indah thor kasian intannyaa dia gk prnh makan nangka tapi dia yg kena getahny , gk lucu kan thor
berarti kelanjutan nya juga menjadi yg sangat saya nantikan kehadiran nya 👍👍🤗
kalau sy ngebut baca kaya gini, berarti cerita ini sangat-sangat udah bikin saya tertarik banget bacanya 👍👍👍🤗
ditunggu kelanjutannya 👍😘💞💞💞