Zerrin Atalea Felix seorang gadis mafia yang meninggal dunia lalu berpindah jiwa atau biasa di sebut bertransmigrasi ke tubuh Claudia Ramirez seorang gadis kaya tapi begitu di benci oleh saudara kandung nya sendiri, hanya kedua orang tua nya lah yang menyayangi nya.. Claudia yang selalu di anggap sebagai pembully di sekolah nya, padahal kenyataan nya selama ini dia hanya selalu di jadikan kambing hitam oleh seorang yang iri pada nya. Kesalahan pahaman ini lah yang membuat Claudia akhir nya di benci secara berlebihan oleh kedua abang dan lelaki yang sudah dia cintai sejak lama beserta anggota genk nya yang merupakan anggota most wanted di kampus. Kelompok para cowok-cowok kaya, keren dan populer di kawasan sekolah.
Bagaimana kisah jiwa Zerin yang berada di tubuh Claudia selanjutnya, ikuti terus kisahnya ya 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝑁𝑜𝑣𝑖𝑒25, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: Hukuman yang Lebih Menyakitkan daripada Kematian
Setelah pertemuan besar yang menegaskan kembali kedudukannya sebagai pemimpin Klan Felix, Zerrin tidak membiarkan dirinya terbuai oleh kemenangan. Baginya, keadilan tidak selalu berarti membiarkan pelaku pergi begitu saja dengan hukuman ringan terutama bagi seseorang yang telah membunuh, mengkhianati, dan berusaha menghancurkan seluruh warisan yang dibangun selama turun-temurun.
Namun ia juga tidak ingin membunuh Marco dengan cepat dan mudah. Kematian yang instan justru akan menjadi jalan keluar yang terlalu murah bagi orang yang telah melakukan dosa seberat itu. Ia ingin Marco merasakan penderitaan yang sepadan dengan rasa sakit yang ia timbulkan, dan memahami betapa hancurnya apa yang telah ia lakukan.
Marco dibawa ke tempat pengasingan yang terletak jauh di dalam pegunungan, sebuah bangunan tua yang terbuat dari batu tebal, dikelilingi hutan lebat dan dijaga ketat oleh orang-orang yang paling setia. Tidak ada cahaya matahari yang bisa masuk dengan leluasa, hanya udara yang terasa dingin dan lembap sepanjang waktu.
Setelah urusan dengan Marco selesai dan stabilitas perlahan kembali ke Klan Felix, Zerrin mengira ia bisa bernapas lebih lega. Namun ia telah hidup cukup lama untuk mengetahui satu kebenaran tak terelakkan, ketenangan hanyalah jeda sebelum badai berikutnya datang. Kekuasaan selalu menarik perhatian mereka yang ingin merebutnya, dan keberhasilan selalu menimbulkan rasa iri di hati orang lain.
Di dunia klan, situasi memang terlihat membaik dari luar. Aturan yang sempat longgar diperketat kembali, keuntungan dibagikan secara adil, dan rasa hormat serta kepercayaan perlahan tumbuh kembali di antara anggota. Namun di balik kestabilan itu, benih persaingan baru mulai tumbuh.
Tiga minggu setelah penurunan kekuasaan Marco, muncul sosok yang mulai berani mengangkat kepalanya , Rico Santoso, kepala kelompok wilayah selatan. Selama masa kekuasaan Marco, ia adalah salah satu yang paling patuh dan mendapatkan keuntungan besar. Namun saat Zerrin kembali memegang kendali, banyak hak istimewa yang tidak sesuai aturan dicabut, membuat Rico merasa dirugikan dan tersinggung.
Ia tidak berani menentang secara terang-terangan karena melihat kekuatan dan dukungan yang dimiliki Zerrin, namun ia mulai menyusun kekuatan secara diam-diam, mengumpulkan orang-orang yang juga merasa kecewa dengan perubahan aturan, serta menjalin komunikasi rahasia dengan kelompok-kelompok luar yang selama ini menjadi pesaing Klan Felix.
Suatu malam, dalam pertemuan terbatas yang diadakan di markas utama, Rico mencoba menguji kebijaksanaan pemimpin barunya itu.
“Tuanku Zerrin,” katanya dengan nada sopan namun matanya menyembunyikan rasa curiga, “saya memahami keinginan untuk mengembalikan aturan lama, namun apakah tidak terlalu ketat jika kita membatasi akses ke jalur perdagangan baru? Jika kita terlalu berhati-hati, kita bisa kalah bersaing dengan klan lain.”
Zerrin menatapnya dengan pandangan tajam, seolah bisa menembus pikiran di balik kata-katanya. Ia sudah mendapatkan laporan dari Tuan Han tentang gerak-gerik Rico, dan tahu bahwa pertanyaan itu bukan sekadar keinginan untuk memahami, melainkan ujian untuk melihat seberapa jauh ia bisa memengaruhi keputusan.
“Rico, kehati-hatian bukanlah kelemahan,” jawab Zerrin dengan tenang namun tegas. “Jalur yang kau sebutkan itu melewati wilayah yang dikuasai oleh kelompok yang tidak dapat dipercaya. Mengambil risiko untuk keuntungan sesaat hanya akan membahayakan seluruh jaringan kita di masa depan. Aku tidak mengubah aturan untuk merugikan siapa pun, tapi untuk melindungi apa yang telah kita bangun.”
Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada yang lebih dalam, “Siapa pun yang merasa aturan ini menghalangi ambisinya, sebaiknya ingat apa yang terjadi pada Marco. Kekuasaan yang didapat dengan melanggar prinsip tidak akan bertahan lama.”
Wajah Rico sedikit berubah pucat mendengar peringatan itu. Ia mengangguk patuh, namun di dalam hatinya rasa tidak puas semakin membara. Ia menyadari bahwa pemimpin baru ini tidak hanya memiliki kebijaksanaan, tapi juga memiliki mata yang melihat segala sesuatu yang tersembunyi. Namun itu tidak membuatnya mundur , justru membuatnya semakin bertekad untuk mencari celah yang bisa dimanfaatkan.
Di sisi lain, kehidupan sebagai Claudia Ramirez di sekolah juga tidak berjalan semulus yang diharapkan. Setelah kebenaran terungkap dan nama baiknya bersih, ia mendapatkan rasa hormat dari kebanyakan orang. Namun di antara kerumunan yang menghormati, ada juga yang merasa tersaingi dan mulai melihatnya sebagai hambatan bagi ambisi mereka sendiri.
➴➵➶➴➵➶➴➵➶➴➵➶➴➵➶
Bersambung...