NovelToon NovelToon
KUNCI CADANGAN

KUNCI CADANGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mahrani

Sinta percaya pernikahan 10 tahun cukup buat bikin dia kenal Mas Arga luar-dalam. Sampai hari itu dia nemu kunci kuning polos di laci meja. Gantungan kulitnya lecet. Bukan kunci rumah mereka.

"Sayang, ini kunci apa?"
"Oh itu... kunci kantor lama. Lupa kebuang."

Sinta ngangguk. Tapi malamnya dia nggak bisa tidur. Wangi parfum asing di jaket suaminya, chat yang dihapus, dan "lembur" yang makin sering. Rasa curiga itu tumbuh kayak jamur.

Dia mulai nguntit. Dia ngitung lampu apartemen Lantai 7 Unit 704 nyala jam berapa. Dia ketemu "R" - cewek berdress hitam dengan senyum yang bikin darah Sinta dingin.

Semakin Sinta gali, semakin hancur dunianya. Ada kebohongan, ada anak yang mulai bertanya "Ibu kenapa nangis?", ada mertua yang bela anaknya, dan ada pilihan paling berat: memaafkan yang nyakitin, atau balas dengan cara yang lebih sakit?

karena kadang, yang paling dekat..... paling pandai menyimpan kunci cadangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahrani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Yang Ditinggalin

BEKASI.

Yaya umur 49. Ubannya udah banyak. Udah nggak jadi CEO. Nyerehin ke Ara.

Ara umur 29. Udah nikah sama Luna 9 tahun. Punya 2 anak. Jadi CEO Plester.

Raka umur 51. Pensiun. Tiap hari nemenin Yaya jualan sate di depan rumah.

Nenek Rayya udah wafat umur 116. 5 tahun lalu.

Naya umur 27. Guru SD. Belum nikah.

Rayya umur 25. Ini fokusnya.

Rayya sekarang cowok paling rame di keluarga. Badannya gede. Kerja jadi kepala cabang Plester Surabaya. Sifatnya: banyak omong, suka bercanda, tapi hatinya lembek banget. Mirip Kek Arga.

2 tahun lalu dia nikah sama cewek namanya Sella. Umur 24. Cantik. Influencer. 5 juta followers. Nikahnya mewah. Di GBK. Live 20 juta orang. Tagline: "Anak Keluarga Plester Nggak Akan Cerai."

Bulan Madu

Tiap hari upload. "Sarapan bareng istri ❤️" "Date night ❤️" "I love you 3000 Sella ❤️"

Rayya bangga banget. Sering video call Yaya: "Ma, Sella pinter masak Ma. Kayak Ma."

Yaya senyum. "Alhamdulillah Nak."

Awal Retak

Sella sibuk. Endorse. Syuting. Collab. Pulang jam 2 pagi.

Rayya nungguin di sofa. Ketiduran. Bangun-bangun Sella udah di kamar.

"Sayang capek ya?" tanya Rayya.

"Capek Ray. Jangan nanya mulu." Jawabnya ketus.

Rayya diem. Mikir: "Ah mungkin capek kerja."

HP

Rayya ngeliat HP Sella kebuka. Notif: "Kangen kamu 😘" dari nama cowok: *Dito.*

Jantung Rayya copot.

Malamnya dia tanya baik-baik. "Sel, Dito siapa?"

Sella langsung marah. "Emang kenapa? Temen kerja! Kamu cemburu? Parno banget sih! Kayak keluarga kamu aja yang tukang nuduh!"

Rayya diem. Nelen. "Oh iya maaf."

PULANG

Rayya pulang ke Bekasi jam 2 pagi. Koper 1. Mata bengkak.

Ngetuk pintu. Yaya yang bukain. Pake daster.

"Ray? Kok pulang Nak?"

Rayya langsung peluk Mamanya. Nangis kayak anak kecil. "Ma... Sella... Sella sama cowok lain Ma..."

Yaya nggak kaget. Nggak marah. Cuma ngusap punggung Rayya. "Masuk Nak. Mama bikinin sate."

Jam 3 pagi. Dapur. Bau sate.

Rayya cerita sambil nyuapin sate ke mulut. "Aku liat sendiri Ma. Di mobil. Aku ngikutin. Aku bodoh ya Ma?"

Yaya geleng. "Kamu nggak bodoh Nak. Kamu sayang."

Raka duduk di samping. Nggak ngomong. Cuma megang bahu Rayya.

Fase Marah

Rayya ngamuk di rumah. Pecahin gelas. "KENAPA GUE YANG DITINGGALIN MA?! GUE UDAH SETIA! GUE UDAH KAYAK KAKEK!"

Yaya biarin. Sampe Rayya capek sendiri. Jatuh di lantai.

Yaya duduk di lantai. Sebelahan. "Nak... dulu Kakek kamu juga ditinggalin. Sama rasa bersalahnya sendiri. Sakit. Tapi Kakek milih bangun."

"Terus aku harus apa Ma? Maafin? Lupa?"

"Enggak. Kamu nggak harus maafin sekarang. Kamu harus... sembuh dulu."

Fase Sepi

Rayya di kamar terus. Nggak kerja. Nggak mandi.

Naya tiap hari anterin makanan. "Kak, makan."

Rayya: "Nggak laper."

Naya taruh di depan pintu. "Ya udah. Nanti kalo laper makan ya."

Hari ke-30. Rayya keluar. Kurus 10kg. Ke ruang tamu.

Di tembok masih ada tulisan Rayya umur 15: "RUMAH INI BOLEH RETAK. TAPI NGGAK BOLEH KOSONG."

Dia nyentuh tulisan itu. Nangis lagi. Tapi pelan.

Surat Cerai

Kurir dateng. Surat cerai dari Sella. Alasannya: "Tidak cocok. Suami terlalu mengekang."

Padahal Rayya nggak pernah ngekang.

Rayya tanda tangan. Tangannya gemeter. Sama kayak Kek Arga 66 tahun lalu.

Abis tanda tangan, dia ke kamar Nenek Sinta. Yang sekarang jadi museum kecil. Ada foto Kek Arga + Nenek Sinta. Ada plester emas.

Rayya bisik ke foto: "Kek... sakit banget Kek... Lebih sakit dari patah tulang..."

Di belakangnya ada suara: "Iya Nak. Sakit."

Yaya. Bawa 2 gelas kopi.

"Mama juga dulu sakit pas tau Papa selingkuh. Sakitnya nggak ilang. Tapi... jadi tumpul."

Bangkit Pelan-Pelan

Rayya balik kerja. Tapi minta pindah ke cabang paling kecil. Di desa. Ngajarin ibu-ibu bikin plester dari kain perca.

Tiap sore dia duduk di bawah pohon melati. Nulis.

Judul catatannya: "DIARI ANAK YANG DITINGGALIN"

Isinya: "Hari 1: Masih sakit. Hari 10: Udah bisa ketawa. Hari 30: Udah bisa masak buat diri sendiri."

Video dia ngajarin nenek-nenek bikin plester viral. Bukan karena sedih. Tapi karena tulus.

Komentar: "Mas, makasih. Aku juga habis dicerai. Liat Mas jadi semangat."

Pertemuan

Sella dateng. Ke Bekasi. Sendiri. Kurus. Nggak pake make up.

"Tolong... boleh ngomong?" Sella di teras. Gemeter.

Rayya keluar. Duduk jauh. "Ngomong."

"Aku... aku salah Ray. Aku takut. Takut nggak sehebat keluarga kamu. Takut jadi beban. Jadi aku cari pelarian. Maaf."

Rayya diem lama. Terus ngomong: "Aku udah nggak marah Sel. Aku capek marah. Aku cuma... kecewa. Kecewa karena kita janji 'keluarga plester'. Ternyata kamu yang pertama lepas."

Sella nangis. "Aku bisa balik nggak?"

Rayya geleng. Pelan. "Nggak Sel. Plester kalo udah ditempel di tempat salah, terus dicopot... lengketnya udah beda. Kita... udah selesai."

Sella pergi. Rayya nggak nahan.

Malamnya Yaya nanya: "Nyesel Nak?"

Rayya jawab: "Nyesel Ma. Nyesel karena nggak dari dulu bilang 'aku sakit'. Tapi nggak nyesel udah lepas."

1 Tahun Kemudian. 2102.

Rayya umur 26. Udah balik gemuk. Udah ketawa lagi.

"RUMAH SINGGAH PLASTER"

Buat cowok-cewek yang habis dicerai. Dikasih tempat tinggal 3 bulan gratis. Diajarin masak. Diajarin bikin plester. Diajarin nangis bareng.

Yang pertama daftar: 200 orang.

Acara pembukaan: Rayya pidato. Nggak pake teks.

"Aku Rayya Permana. Aku anak dari keluarga yang jual plester. Aku juga korban. Istri aku selingkuh. Aku ditinggalin."

"1 tahun lalu aku ngerasa dunia kiamat. Tapi Mama aku bilang: 'Nak, kiamat itu kalo kamu milih mati di dalam luka'."

"Jadi aku milih hidup. Dan aku milih nempelin orang lain juga."

Dia angkat plester. "Ini bukan plester buat nempelin kertas. Ini plester buat nempelin kamu ke diri kamu sendiri dulu. Baru ke orang lain."

200 orang nangis. Tepuk tangan.

Malam Itu di Rumah Bekasi

Semua kumpul. 17 cucu. Ara + Luna + 2 anaknya. Naya. Yaya. Raka.

Rayya masak sate. Sendiri. Udah jago.

Yaya liatin dari jauh. Terus bisik ke Raka: "Pa... inget nggak 25 tahun lalu Rayya yang paling bandel?"

Raka ketawa. "Iya. Yang suka pecahin vas."

"Sekarang dia yang nempelin orang paling banyak."

Rayya denger. Dia nyamperin. Peluk Yaya dari belakang. "Makasih Ma. Udah nggak nyerah sama aku."

Yaya balik peluk. "Mama nggak pernah nyerah Nak. Karena kita... keluarga plester."

Di langit, bintang 2 biji paling terang. Bintang Arga + Sinta.

Rayya nengok ke atas. "Kek... liat ya... cucumu udah bisa nempelin orang lain juga..."

Angin tiup. Pohon melati wangi.

Di tembok, ada tulisan baru di bawah tulisan Rayya umur 15:

Tulisan Rayya umur 26: "DITEMPEL LAGI. 2102. LUKANYA TINGGAL BEKAS. TAPI KELUARGANYA MASIH UTUH."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!