NovelToon NovelToon
Ditilang Cinta Polisi Ganteng

Ditilang Cinta Polisi Ganteng

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:308.9k
Nilai: 5
Nama Author: ririen curiens

Aisyah adalah gadis periang yang selalu datang terlambat kesekolah. Setiap pagi dia selalu membawa motor kesekolah meskipun tidak memiliki SIM. mungkin hari ini dia lagi apes hingga ketahuan polisi ketika menerobos lampu merah.

pritt...prritt... seketika aku diberhentikan oleh pak polisi yang sedang bertugas. Motorku didorong pak polisi masuk kesebuah pos polisi kecil. "Rudi, tolong kamu tangani bocah ingusan ini, habis melanggar lampu merah", kata pak polisi yang seumuran dengan ayahku.
"Baik pak".

Kulihat seorang polisi keluar dari Pos dengan badan yang tinggi dan kekar. badanku gemetaran melihatnya, takut ditilang. Namun saat dia menoleh ke arahku, "oh..... sungguh tampan sekali kulitnya begitu putih dan wajahnya yang babyface.

Kulihat lihat name tagnya Rudi Arga Pratama Aku hanya diam saja ketika dia berbicara. kisah ini berlanjut hingga membuatku sering ditilang sama Pak Rudi. dari situ cinta mulai muncul.

yuk simak cerita lengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririen curiens, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puncak Gunung

Semakin malam suhu udara semakin dingin hingga menusuk ke tulang-tulangku. Aku memakai jaket pemberian dari Mas Rudi.

Beruntung kita ke sini tidak hujan coba kalau hujan pasti suhu udara semakin dingin.

Malam ini aku susah sekali untuk tidur. Kulihat Novi dan Anggun sudah tidur terlelap.

Di sini yang terdengar hanya bunyi burung dan jangkrik saja. Aku memainkan handphoneku ternyata percuma karena tidak ada sinyal di sini. Padahal masih jam sembilan malam namun sudah banyak yang tidur.

Besok pagi sebelum subuh Mas Lukman memang menyuruh kita untuk berkumpul karena kita akan menaiki puncak gunung Penanggungan. Namun jika yang tidak ikut naik juga tidak apa-apa, Lumayan kan ada yang menjaga tenda.

Aku mendengar teman-teman yang cowok masih menyanyikan lagu bersama-sama, sepertinya seru sekali.

Aku keluar dari tenda dan menghampirinya ternyata kulihat ada Mbak Icha juga yang duduk bersama mereka.

"lo Syah kok nggak ikutan tidur sama mereka?", tanya Mbak Icha

"Aku nggak bisa tidur mbak. boleh kan ikut gabung di sini".

"yah boleh donk", sahut Mas Erik sambil tersenyum.

cie....cie.....ehemm (sahut teman-teman yang lain.

"Rik... Erik... gombalnya mau keluar nih", sahut Mas Lukman.

"Udah... udah ayo nyanyi lagi Mas", jawabku.

Hingga malam aku masih mengobrol dengan teman-teman. Aku melihat ke atas langit banyak sekali bintang-bintang dan di bawah gunung banyak sekali lampu lampu yang gemerlapan sungguh indah nikmat Allah ada di alam ini.

Aku melihat bintang jatuh. Jadi teringat doaku waktu di Bromo bersama teman-teman SMA waktu itu. Ternyata aku masih belum menemukan jodohku.

Aku menoleh ke samping tenda beberapa pendaki lain. Ternyata banyak sekali tenda-tenda yang sudah berdiri.

Sebenarnya dari tadi aku merasa seperti ada yang memperhatikanku. Hembusan angin membuatku semakin merinding. bulu kuduk ku mulai berdiri semua.

Aku berpamitan kepada teman-teman untuk tidur lebih dulu. suasana mulai hening karena mas Erik dan Mas Lukman mulai berhenti bernyanyi.

Aku tidur di samping Novi dan Anggun. Aku berada di pojokan tenda. Aku masih merasa merinding takut jika ada sesuatu yang menarikku keluar seperti di film horor.

Membayangkan itu semakin membuatku tidak bisa tidur. ingin sekali rasanya keluar menikmati malam dan langit-langit yang indah.

Tlelett.... tlelett.... tlelett....

Alarm handphoneku terus saja berbunyi, hingga membangunkanku. ternyata sudah jam tiga pagi.

Aku bergegas bangun namun ternyata Novi dan Anggun sudah bangun duluan dan berkumpul di perapian.

Aku menghampiri mereka yang sudah berkumpul. Malu rasanya karena cuma aku yang telat bangun.

Mas Lukman mulai memberi pengarahan kepada kita semua. Setelah semua selesai mas Lukman memimpin doa dan kita mulai berangkat.

Ternyata Anggun nggak mau ikut naik ke atas karena dia takut nggak kuat. Akhirnya Mbak Vira juga tidak ikut jadi Anggun dan Mbak Vira yang menjaga tenda kita.

Aku berjalan beriringan bersama Novi. Rasanya masih ngantuk sekali. Meskipun dilarang membawa apa-apa selain dari handphone oleh Mas Lukman namun aku tetap membawa minuman karena takut jika aku kehausan di atas.

Kita melewati jalan berbatu tajam yang terus naik menuju puncak. Sedikit takut karena suasana juga masih gelap.

Aku tak membayangkan nanti bagaimana aku harus turun. beruntung banyak teman-teman yang membantu saat naik melewati bebatuan.

Akhirnya setelah 2 jam lebih perjalanan sampai juga di puncak Gunung. meskipun sudah pagi namun kita masih tetap bisa melihat pemandangan dari atas gunung.

Subhanallah sungguh indah pemandangan dari atas sini. Aku benar-benar berada diatas awan. Aku berada di ketinggian 1653 Mdpl. Semakin pagi kota dibawa yang tertutup awan mulai terlihat indah.

Ini baru gunung penanggungan apalagi jika melihat surga diatas awan dipuncak gunung Semeru yang begitu tinggi.

Aku berfoto-foto bersama teman-teman BEM disini. Aku juga sempat berfoto dengan Novi. sayang sekali Anggun tidak ikut kesini.

"Eh Syah sepertinya aku tadi melihat Siwon".

"Siwon apaan sih Nov, Siwon itu yah dikorea ngapain kesini".

"Maksudnya itu pak Rudi".

"Halah mana mungkin coba. Kamu itu halu Nov".

"Siapa tahu demi cinta dia menghampirimu".

Masa' iya sih Mas Rudi ke sini, ah... sungguh jantungku tiba-tiba bergetar. aku menoleh ke kanan dan kiri namun aku tidak menemukannya.

Semakin lama semakin banyak pendaki yang sampai dipuncak ini. lelah sekali rasanya, ingin turun dan istirahat ditenda namun yang lain sedang asyik berfoto.

Aku beristirahat duduk diatas sini sambil menikmati pagi. Novi sedang Asyik mengambil gambar.

Tiba-tiba seseorang dari belakang menghampiriku dan berkata.

"Indah sekali yah Pagi disini Syah".

Seketika aku menoleh dan berkata. "Lo Siwon...... Eh salah ha.... ha... ha.... maksudnya Mas Rudi".

Ah malunya aku, salah ngomong gara-gara Novi selalu memanggilnya Siwon.

"Mas Rudi sejak kapan disini?", tanyaku penasaran.

"Sejak tadi malam. tadi malam kamu nggak tidur kan hingga larut malam".

"Lo Mas tadi juga nginep dibawah?", lalu naik kesini sama siapa?".

"jika bertanya itu satu-satu biar saya nggak bingung jawabnya. Mas nginep kok, sampai puncak bayangan hampir magrib, lanjut buat tenda, setelah itu Mas nyari kamu tapi nggak ketemu karena banyaknya tenda yang sudah berdiri. Akhirnya istirahat hingga jam sembilan malam, Mas melihat kamu sama teman-teman mu bermain gitar. Ingin ku hampiri namun takut mengganggu".

"Pantesan seperti ada yang memperhatikan aku Mas. kamu kesini sama siapa?".

"Sama Pak Rizal. Mas diajakin Pak Rizal kesini katanya Anggun minta jemput. Ya sudah Mas ikut saja sekalian menemui kamu disini. Waktu naik ke puncak, Mas nebeng rombongan pendaki lain. Pak Rizal nunggu dibawah sama Anggun".

Ah... aku kok jadi deg deg an sih. jadi salah tingkah, aku bingung harus ngapain.

Kulihat Novi yang dari tadi tersenyum melihatku. Sesekali dia juga memfotoku. Pak Rudi hanya melihatku.

"Nov, sebenarnya Mas ngomong sama kamu tapi takut kamu marah".

Hatiku semakin deg deg an dan bergetar tak karuan.

"Apa Mas?", Tanyaku penasaran.

Lama kutunggu namun mas Rudi hanya mampu tersenyum kepadaku. hingga akhirnya Mas Lukman mengajakku untuk turun.

" Kamu cantik sekali Syah. Sebenarnya Aku su...suk.. Ah. Ayo Syah.... kita foto berdua yuk, sebelum turun?".

Ha...... jauh jauh naik kesini cuma pengen foto sama aku doank. ku kira akan mengatakan cinta. gumamku dalam hati.

"Maksudnya su..suk apa mas?", Jawabku.

"Udah nggak jadi. Mas bingung mulainya".

Padahal sudah berharap dia bilang su..ka tapi gagal, gumamku.

Aku meminta tolong kepada Novi untuk memfotokan kita berdua. Mas Rudi mengeluarkan handphonenya, dan diberikannya kepada Novi agar difoto juga menggunakan handphonennya.

Novi hanya tersenyum senyum melihat tingkah kita berdua yang tak jelas.

Aku menatap Mas Erik yang dari tadi juga menatapku.

Akhirnya kita semua turun, cukup susah turunnya karena memang jalannya tanah berbatu. Namun Alhamdulillah dibantu dengan Mas Rudi. Saat turun Aku memegang tangan Mas Rudi yang begitu halus. Padahal tadi Aku berharap dia mengatakan cintanya diatas gunung namun ternyata aku salah. Aku hanya Upik abu yang mengharapkan cinta pangeran berkuda he.. he.. he...

Kulihat Novi yang dibantu Mas Rudi ikut tersenyum malu, karena sering mengatai Mas Rudi Itu Siwon KW.

Setelah perjalanan panjang yang sangat menguras tenaga, akhirnya sampai juga aku ditenda.

Anggun yang asyik berpacaran sama Mas Rizal, tersenyum senyum melihat kita.

"Enak sekali yah makan berdua, nggak ingat sama temannya".

"Iyah donk, kamu kan juga sama Mas Rudi".

Novi berbaring didalam tenda, akupun ikut menyusulnya. rasanya kakiku ini pegal-pegal tak karuan.

Ku tengok Mas Rudi yang terlihat biasa saja tanpa terlihat lelah sedikitpun. Dia hanya Istirahat beberapa menit lalu kembali ke tendanya. Namun Mas Rizal dan Anggun masih tetap diluar tenda kita.

Aku memejamkan mata sesaat. hingga aku dibangunkan Mas Rudi.

"Syah.... Aisyah... Ayo bangun, ini sudah Mas buatkan mie".

"Ha... Iyah Mas terimakasih".

"Novi kamu bangunkan sekalian. Mas sudah buat tiga kok".

cie....cie.....ehemmm (sahut Anggun dan Mas Rizal sambil tersenyum)

Aku membangunkan Novi. Akhirnya kita makan bertiga.

"Kamu so sweet sekali Syah, aku dibuatkan mie juga. Tahu saja jika aku lapar", celetuk Novi

"Bukan aku yang buat Nov, tapi Mas Rudi yang buatin kita".

Novi tersenyum malu atas perkataannya tadi.

"Calon suami idaman Lo Syah. Apa kamu nggak tertarik". celetuk Anggun

Aku hanya memanyunkan mulutku dan tetap melanjutkan makan.

Setelah beberapa jam Istirahat, kita bersiap-siap untuk pulang. Mas Rudi memintaku untuk menunggunya. Tepat pukul 13.00 Wib kita memutuskan untuk turun gunung dan pulang.

Tasku yang berat dibawakan Mas Rudi. Ah.... hatiku tergoda melihat sikap Mas Rudi. Aku mulai berkhayal tentang Mas Rudi.

Aku tetap pulang dengan Novi menggunakan motor. Namun Anggun ikut satu mobil bersama Mas Rizal dan Mas Rudi.

Sebenarnya Mereka membawa mobil agar kita juga ikut bareng sekalian namun motorku ditaruh mana, akupun kasihan dengan Novi.

1
falea sezi
wih Penanggungan mojokerto kn kebetulan q jg mojokerto
Rahma Waty
aku punya ipar beda 10 th dg suaminya. malah langgeng
Eka Yuni
Buruk
Ririen Curiens: terima kasih kakak yg baik, semoga saya bisa menjadi lebih baik lagi drpda panjenengan
total 1 replies
Eka Yuni
Kecewa
Mama lilik Lilik
Aisyah nya kok gitu sich🤦
Mama lilik Lilik
Rizal mungkin ya Thor kok Rudi Mulu yg sama anggun😀
Ririen Curiens: authornya ngantuk Kak hihihihi
total 1 replies
Mama lilik Lilik
kok Novi bukannya anggun??
evita vita
berhenti berharap sya,,seolah perasaanmu dipermainkan
Ririen Curiens
kak, baca novel baru mungkin suka juga. "Terpuruk Dalam Cinta".
Sunarmi Narmi
Kata siapa...teori..selagi si istri nyaman dgn gaya yg aman buat bumil..tiap hari jg ngak mslah Thor...hamil anak" ku dulu pngen nya tiap hari
Angga Berbatock: beruntungnya si suami 🤭😁😅
total 2 replies
Sunarmi Narmi
Ah..mlm buka apem bnyak yg koment...semangat thor 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ririen Curiens: Iyah kak, pada doyan 😂
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Syah..mending kamu menyingkir dulu..agar hatimu tdk sakit dn memberi ruang buat Rudi..smga segera pulih..dri pda nyesek
Qaisaa Nazarudin
Ketagihan ya mas 😜😜
Qaisaa Nazarudin
PMS kali, gak mungkin darah perawan segitu banyaknya ye kan??😂
Ririen Curiens: 😂😂 biar tahu klu masih prawan kak mangkanya dibanyakin hihihihi
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Nah tuh kan sembuh Amnesia nya,Semoga aja ya..🤲🏻🤲🏻
Qaisaa Nazarudin
Nah itu benar,Biarkan dia yg berjuang,Kalo dia masih juga mengingati Mia takut dia bakal balikan sama Mia, Setelah Mua resmi bercerai..
Qaisaa Nazarudin
Rasanya lebih bahagia loh nerima surat cinta dr lewat WA ,Tringat aku jaman remaja dulu waktu nerima surat cinta dr doi,Senyum2 sendiri saat bacanya,Suratnya malah di kasih bedak biar wangi,Juga kertas dan amplopnya gambar love2 gitu..Aaahh seneng sekali 😂😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Waah Aisyah doyan banget kenak tilang 🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Waah lamarannya di depan umum nih 😀😀
Qaisaa Nazarudin
Cih modusnya Aa Rudi 😂😂😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!