NovelToon NovelToon
My Princess

My Princess

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Lissaju Liantie

Tidak ada kata tidak untuk dirinya, segala hal yang membuat dia tersenyum dan bahagia pasti akan aku lakukan, meski harus mengorbankan perasaan aku sendiri, karena dia adalah prioritas utama dalam hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lissaju Liantie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#017

"Abang ini bukan jalan ke sekolah aku? abang mau bawa aku kemana coba? abang nggak ada niat buat culik aku, terus jual semua organ dalam aku kan?" Tanya Zea ketika menyadari bahwa jalan yang di lewati Rakes bukanlah jalan menuju sekolahnya.

"Zea, dengarkan abang baik-baik! tutup mata kamu rapat-rapat, dan juga pegangan yang erat. Untuk saat ini, tolong turuti semua permintaan abang, jangan tanya apapun!" Jelas Rakes yang kembali menambah kecepatan laju motornya.

"Abang kira aku boneka yang bisa abang mainkan sesuka hati, berhenti sekarang!" Gumam Zea kesal.

"Zea tolong, dengarkan abang!"

"Turunkan aku! aku akan naik taxi aja."

"Zea, kamu lihat mobil di belakang? mereka mengejar kita!"

"Kita? abang aja kali, aku nggak mau tau pokoknya turunkan aku sekarang juga!" Teriak Zea yang semakin memberontak.

Ulah Zea membuat fokus Rakes terganggu, hingga dengan mudahnya mobil hitam yang tadi mengikutinya kini berhasil menghadang motor Rakes dari depan. Tepat dijalan bawah jembatan sana, motor Rakes di paksa berhenti, suasana jalan terasa begitu sepi, bahkan tidak ada satu kendaraan pun yang melintasi jalan tersebut, entah memang karena masih pagi atau mungkin semua ini karena ulah para penghuni kedua mobil yang berhenti persis di depan dan juga di belakang motor Rakes, membuat Rakes tidak bisa melarikan diri karena telah terkepung sempurna.

Empat lelaki kekar keluar dari mobil yang menghadang jalan Rakes, di susul dengan empat lainnya yang keluar dari mobil yang berada di belakang Rakes.

Mata Rakes terus menatap tajam kearah mereka secara bergantian.

"Haisssssh! kalian membuat pagi ku berantakan, sial!" Maki Zea sambil turun dari motor.

"Haaaaah! kamu memang sama persis seperti ayahmu! tidak kenal takut bahkan dalam keadaan terkepung sekalipun, ternyata benar, kalau aliran darah memang sangatlah kental." Cela salah seorang yang kian mendekat dengan stik bisbol yang digenggam erat di tangan kanannya.

"Siapa target kalian? aku atau cowok itu?" Tanya Zea sambil menunjuk kearah Rakes yang masih begitu tenang di atas motornya.

"Dua-duanya! kamu dan juga ******** itu!" Gumamnya lagi kali ini diiringi dengan tatapan sinis kearah Rakes.

"Apa sekarang kamu sedang menuntut balas karena aku membuat abang kebanggaan mu mendekam di penjara?" Tanya Rakes santai.

"Lebih dari itu, karena kalian telah berani menyentuh abang aku dan juga wilayah kami, maka dengan senang hati aku akan mengantarkan kalian berdua ke neraka yang sesungguhnya." Jelas Lelaki tersebut yang ternyata adalah adiknya Badai yang bernama Fildan yang merupakan penerus bisnis hitam yang di kelola oleh Badai selama ini.

"Kalian belum amnesia kan? yang mengacaukan wilayah kalian adalah kapten Iqbal, lalu kenapa menuntut balas pada aku? aaaah kalian pasti tidak punya nyali untuk mengusik dia kan? konyol!" Jelas Rakes lalu turun dari motornya lalu menatap tajam kearah Fildan.

"Jika aku bisa membuatnya menggila karena kehilangan putri dan calon menantu tersayangnya, lalu kenapa aku harus bersusah payah untuk menyentuh dia, bukankah untuk melawan monster yaitu dengan mengusik orang-orang tercintanya?" Jelas Fildan.

"Calon menantu? Kalian terlihat semakin konyol, cowok di depan kalian ini bukalah calon suami aku? kalian membuat aku tidak bisa berhenti tertawa!" Jelas Zea yang semakin tidak bisa menghentikan tawanya.

"Kamu pikir kami tidak tau dengan semua rancangan ayah mu itu? dia bahkan mem...."

"Cukup! aku lebih suka adu tenaga dari pada adu mulut!" Gumam Rakes yang seketika langsung menyela ucapan Fildan.

"Bisa lanjutkan lagi ucapan mu yang tadi?" Pinta Zea yang melangkah mendekati Fildan.

"Apa ini rahasia keluarga? tapi kenapa dunia tentara dan mafia tau tentang cerita ini?" Jelas Fildan yang semakin membuat langkah Zea kian mendekat padanya.

"Apa maksud kamu?" Tanya Zea yang tidak bisa mengerti dengan apa yang sedang ia dengar.

"Zea awas?" Teriak Rakes ketika melihat pergerakan mereka yang mulai menyerang Zea.

Dengan Cepat Zea mengelak, membuat stik bisbol yang diayun kearah wajahnya malah mengenai udara.

"Tunggu apa lagi serang mereka!" Perintah Fildan yang langsung membuat para anak buahnya bergerak lalu menyerang Zea dan Rakes.

"Jangan jauh-jauh dari abang!" Pinta Rakes dengan tangan yang langsung menangkis tinju yang mengarah ke wajahnya.

Perkelahian terjadi, Rakes dan Zea terus membalas setiap serangan yang mengarah secara membabi buta, ketujuh lelaki sangar tersebut seolah tidak mengenal lelah, mereka terus saja melancarkan serangan demi serangan, sedangkan sang bos hanya memperhatikan pertandingan yang sedang terjadi.

"Haissss kalian semua benar-benar menyebalkan, baik akan ku akhiri sekarang juga, akan ku habisi kalian semua yang telah membuat aku absen hari ini!" Gumam Zea penuh kekesalan bersamaan dengan kaki kanannya yang mendarat tepat di wajah salah satu lawannya hingga membuat tubuh lelaki tersebut tersungkur di aspal.

Menyadari satu temannya telah lumpuh membuat yang lainnya semakin brutal.

"Baiklah, ayo kita akhiri sekarang juga!" Seru Rakes.

Serangan Rakes yang secepat kilat dalam sekejam membuat empat orang lawannya lumpuh seketika, dilanjutkan dengan satu orang lagi yang tersungkur di jalan karena tinju Zea yang mendarat di perutnya, hingga membuat lawan yang masih tersisa satu orang lagi segera melangkah mundur menjauhi Rakes dan Zea yang menatap horor padanya.

"Haiiiis, apa yang kalian lakukan cepat serang mereka!" Gumam Fildan yang begitu murka melihat para anggotanya tumbang.

"Ayo maju!" Seru Zea sambil memamerkan kedua tinjunya.

"Awas kalian, tunggu pembalasanku yang sesungguhnya, akan ku bunuh kalian tanpa ampun! camkan itu!" Tegas Fildan dan langsung lari memasuki mobilnya lalu segera meninggalkan lokasi tersebut.

Melihat sang bos yang melarikan diri, para pasukan pun segera kembali ke mobil meski harus menahan rasa sakit di sekujur tubuh mereka.

Zea dan Rakes hanya menatap kepergian mereka tanpa ada inisiatif untuk mencegah apalagi menyerang kembali, mereka membiarkan para musuh melarikan diri begitu saja.

"Calon menantu?" Tanya Zea sambil menatap intens wajah Rakes tepat setelah mobil para musuh berlalu.

"Jangan dengarkan omong kosong mereka!"

"Kenapa begitu berusaha keras untuk membohongi aku?"

"Jangan kemakan sama pancingan mereka, kamu nggak lebih mempercayai mereka dari pada abang kan?"

"Teruslah berbohong dan aku juga akan melakukan apapun sesuai keinginan aku!"

"Zea..."

"I love you!" Seru Zea dengan mata yang menatap lekat mata Rakes yang membulat sempurna karena mendengar ucapannya.

"Dulu abang yang melamar aku, dan sekarang aku yang melamar Abang. Mau kah Abang menjadi suami aku?" Lanjut Zea.

Pernyataan Zea sontak membuat Rakes salah tingkah dan cepat-cepat membuang pandangannya kearah lain.

Rakes melangkah mundur menjauhi Zea, keduanya terdiam membisu hingga akhirnya Zea kembali melangkah mendekati Rakes.

"Abang menolak aku? nggak masalah aku cukup sadar diri kok, aku tidak secantik kak Una, aku bukanlah cewek feminim yang santun, lemah lembut, keibuan, aku bukan calon istri yang seperti abang idamkan selama ini, aku tau betul itu. Tapi aku masih bisa jadi adik abang kan?"

"Kenapa hanya diam? apa abang mulai jijik dengan kebobrokan dan juga sifat bar-bar aku? ya udah kalau gitu aku pulang naik taxi aja." Lanjut Zea setelah diam sesaat namun tidak mendapat respon apapun dari Rakes.

Rakes masih saja terdiam di posisi semula, mulutnya sama sekali tidak mengeluarkan suara sedikitpun bahkan matanya hanya menatap aspal, hingga akhirnya Zea memutuskan untuk melangkah mundur menjauhi Rakes lalu berbalik dan kemudian melangkah meninggalkan Rakes yang tak kunjung juga memberi respon atas pernyataan yang baru saja ia lakukan.

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE ya 😉😉

Stay terus sama My Princess 😘😘😘

KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️

1
Yosi Eprina
judul cerita elsiana dan Iqbal ap y kak?
Lissaju Liantie: Cinta Elsaliani
total 1 replies
Oma Umi
zea princesnya rakes ya....
JeliTa
naah kan bener firasat ku, Roger cuma bersandiwara selama ini, dia bergerak sendirian...
JeliTa
sepertinya Roger cuma bersandiwara untuk melindungi Zea n Rakes....
sehun
chanyeol donk kadikan rakes
kai baru marvel
Rand Yani
👍👍
Harniah Harny
cinta mati
Sal Sabila
😍😍
Sal Sabila
menegangkan....
Harniah Harny
bikin baperrr..... cerita yang menegangkan...
Harniah Harny
keren ceritanya.... jangan lupa mampir di karyaku juga ya..
Lissaju Liantie: makasih😊
siap, udah mampir kok😉
total 1 replies
Sal Sabila
wuiiiiih kerennya keterlaluan banget😘😘
Sal Sabila
gila atau tidak waras? hmmmm🤨🤔🤔
Sal Sabila
waktu@ Rakes yg mengamuk, bakal di sikat habis nih kayaknya
Sal Sabila
tishu mana tishu😭😭
mengandung bawang banget
Happyy
😘😘😘😘😘
Sal Sabila
seru tambah seruuuuu
Sal Sabila
tambah seru aja, jalan crita@ emang best gk banyak bom yg meledak sna sini, seruuuuuuu
Sal Sabila
lucu aja sama pertemanan mereka😁
denisa ajja
akhirnya aku brthan sampai tamat juga. ti tunggu lanjutan cerita azan n uzun y jga crita trbaru lain nya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!