NovelToon NovelToon
BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: eka tresnawati

Ini zaman modern. Tak seharusnya orang tua Tasya menjodohkannya dengan laki-laki yang tak dia kenal. Bahkan orang tuanya pun tak mengenal lelaki itu dengan baik.

Hanya berdasarkan pertemanan ayah Tasya dengan ayah lelaki itu, membuat mereka terjebak dalam pernikahan.

Akankah benih cinta itu tumbuh? Bagaimana dengan pernikahan mereka?

Selamat membaca ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka tresnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesan Pertama

Entah kenapa Reza menjadi antusias.

Dia membayangkan wajah Tasya yang anggun dan senyumnya yang renyah membuatnya tersenyum sendiri.

'Semudah itukah aku move on darimu Cit?' Reza sumringah. Rasa sakit hatinya berkurang. Sekarang bertukar tempat menjadi dagdigdug di hatinya. Sebentar lagi dia akan berubah status menjadi seorang suami.

Di mainkan ponselnya dan teringat dia menyimpan nomor Tasya. Di carinya nama "Ukhti" dalam ponselnya.

"Assalamualaikum Sya, ini Reza. Kamu sudah yakin Sya menerima keputusan ini?" Reza menuliskan pesannya tanpa berbasa basi.

*Pesan terkirim. Sebuah laporan masuk di ponsel Reza.

Tasya sedang asyik merevisi laporannya. Dia tidak menyadari ada pesan masuk di ponselnya.

Satu jam kemudian

"alhamdulillah beres juga. Tinggal besok di print. Aahh.. Lelahnya" Tasya bicara sendiri

Diraih ponsel miliknya kemudian dia merebahkan diri. Di lihatnya ada satu pesan masuk dari nomor yang tidak di kenal.

"Hah? A Reza?" tiba-tiba saja jantungnya berdegup kencang. Dia salah tingkah seolah Reza ada di hadapannya

"Waalaikumsalam. Tasya sebetulnya masih belum yakin sih A. Tapi Tasya tidak mau mengecewakan Ayah, ibu dan Om Danu. Oya A Reza sendiri kenapa menerima keputusan ini? Padahal dari awal sudah sepakat kita menolaknya. Tapi belum apa-apa A Reza sudah menerimanya langsung. Sebel aku A" balas Tasya terhadap Reza

"Hei hei.. Kamu mau kurang ajar sama calon suamimu Sya! Aku menerima pernikahan ini biar bisa bebas membulymu Sya!" Reza tersenyum senang. Dia lupa kalau sedang meriang dan sakit hatinya

Jantung Tasya makin tidak karuan ketika membaca isi pesan Reza yang menyebut dirinya calon suami. Perasaan Tasya campur aduk.

"A Reza kok begitu🙁" Tasya membubuhi emoji sedih. Dia menjadi takut apa yang di ucapkan Reza menjadi benar.

"Haha.. Terbayang sekali wajahmu kalau sedang begitu Sya! Aku makin semangat ngerjain kamu nih" Ucap Reza sambil tersenyum sendiri.

Tasya tak membalas pesannya lagi. Dia membayangkan peringai Reza yang tidak pernah lembut terhadap Tasya. Hanya dengan membayangkan Reza begitu, dia ingin membatalkan keputusannya.

"Sya, calon suamimu lagi meriang nih. Masa kamu gak perhatian?" Reza sangat senang menggoda Tasya

Tasya membuka pesan dari Reza. Dia menghela nafas. Kesal sekali dengan tingkah laku Reza.

"GWS." Tasya sudah kesal dan malas menanggapi Reza. Dia tak mau memperpanjang lagi.

Reza makin tersenyum senang dengan isi pesan Tasya yang sangat singkat. Dia tahu betul wanitanya sedang cemberut disana.

***

Tiga Hari Kemudian

"Pa, apa kita tidak terburu-buru pak ke rumah Tasya besok?" tanya Reza yang mengikuti Papanya menyusuri sebuah Mall

"Kenapa memangnya? Sesuatu yang baik tidak boleh di tunda-tunda bukan?" jawab pak Danu sambil mengedarkan pandangannya

"Oh itu dia. Sudah sana, kamu harus milih mas kawin buat Tasya" ucap Pak Danu

"Tapi Pa.. " Belum selesai dia meneruskan kalimatnya, dia sudah di sambut oleh pelayan toko mas tersebut

"Selamat Siang Pak, ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang pelayan ramah

"Tolong carikan mas kawin untuk anak saya" ucap Pak Danu

"Sebelah sini Pak" pelayan menunjukan tempat cincin couple yang mereka punya

"Mba, saya mau beli kalung saja" Ucap Reza

"Kok kalung Za?" tanya Pak Danu heran

"Biar nanti Tasya sendiri yang milih mas kawinnya Pak. Ini buat besok saja Pa. Lagian kan kita gak tahu ukuran jari Tasya" jawab Reza

"Oiya. Ya sudah terserah kamu" ucap Pak Danu membenarkan

Para pelayan terkagum melihat ketampanan Reza.

"Ganteng banget Pak anaknya" ucap seorang wanita tua yang duduk di depan meja kasir seolah memperlihatkan dia pemilik tokonya.

"Haha.. Turunan dari saya Bu" ucap Pak Danu bangga

Kemudian mereka berbasa-basi. Setelah selesai memilih kalung untuk Tasya mereka keluar dari toko tersebut kemudian mencari buah tangan untuk keluarga Tasya besok.

1
Air
Luar biasa
Eni Fatar
bagus ceritanya mengingat saya di kampung thor
Titin Pbg
sumpah kk tak cari engga ada.. nyampai pusing kepala
Anonim
🤣🤣🤣😱🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣🤣
Anonim
🤣🤣🤣🤣🤣🙄🤣🤣🤣🤣🤣🤣
azkayramecca
abis baca anaknya dulu di apk lain ketagihan baca punya mbak author,the best deh kenapa gak dari dulu nemu ceritanya² ambu
Ambu: aaa terima kasih kaaakkk... 🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Vinanur
bagus
Ambu: terima kasih kak 🙏🙏🙏🥰
total 1 replies
Nazwan Faiq
the best
Cocom Chomaria
enak bacanya.... meski konflik masih santun
Indah Aulia
Bagus alur ceritanya, gak ngebosenin..good job thor
Syinta Azmi
resep nu karomennnn😁😁
Syinta Azmi
terimaksih ambuuu atas karyamuu🤩🤩🤩
tenny
ceritanya bagus & natural, konflik yg dibangun ga bertele2.
Syinta Azmi
apa yg Mami inget🙄
❀𝕴𝖒𝖆 𝕶𝖎𝖓𝖆𝖓𝖌𝖌𝖎❀
suara jeritan hati lala😅😅😅
❀𝕴𝖒𝖆 𝕶𝖎𝖓𝖆𝖓𝖌𝖌𝖎❀
ampelany kali😅😅😅
Syinta Azmi
yah Vano tembus kan tuhhhh😆🤣🤣🤣
Syinta Azmi
🤣🤣🤣🤣
bang Vano ampun DJ😆😆😆
Syinta Azmi
🤣🤣🤣🤣🤣
Syinta Azmi
yampun Vano Vano.....🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!