WARNING!! HANYA UNTUK DEWASA!!
Cecilia tidak menyangka, baru saja pindah jiwa ke tubuh wanita lain malah terjebak jadi simpanan Tuan Douglas yang dingin.
Cecilia pun berpikir untuk bisa kabur dari jeratan Tuan Douglas, semakin Cecilia menjauh maka semakin kuat juga Tuan Douglas ingin memilikinya.
"Kau hanya milikku sayang, sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ku!" Douglas
"Enak saja! Lebih baik aku mati saja daripada jadi simpanan!" Cecilia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Isi Pikiran Douglas
Di dalam ruang rapat utama yang megah dan kedap suara, belasan petinggi perusahaan duduk tegang di kursi masing-masing. Di ujung meja panjang, Douglas Michael Essen duduk dengan postur tegap. Namun, alih-alih mendengarkan presentasi bisnis, pikiran pria berdarah dingin itu justru berkelana jauh entah ke mana.
Seluruh isi kepala Douglas sejak pagi tadi hanya dipenuhi oleh satu bayangan yaitu Cecilia.
Wanita itu sama sekali tidak banyak bicara tadi pagi. Sikap bungkam dan tatapan kosong Cecilia seolah menjadi bentuk hukuman tak kasat mata yang paling menyiksa bagi Douglas. Bahkan, ketika direktur bagian keuangan sedang menjelaskan secara rinci alokasi dana yang harus dikeluarkan untuk proyek lini produk baru, Douglas tampak melamun dan tidak peduli sama sekali.
Ketika sang direktur keuangan selesai berbicara dan meminta persetujuan serta pendapat dari sang CEO, Douglas tetap bungkam seribu bahasa. Keheningan yang panjang itu seketika membuat seluruh orang di dalam ruangan dilanda kebingungan dan ketakutan yang luar biasa. Para staf dan manajer mulai saling lirik dengan cemas, berpikir bahwa mereka telah melakukan kesalahan besar hingga membuat sang pemilik perusahaan murka dan membisu.
Melihat situasi rapat yang semakin kaku dan mencekam, Logan asisten pribadi Douglas yang berdiri setia di dekat sudut ruangan merasa harus bertindak. Dengan hati-hati, Logan melangkah mendekat lalu menyenggol pelan lengan atasannya.
Douglas tersentak kecil dari lamunannya. Pria itu menoleh dan menatap tajam Logan dengan sorot mata mengintimidasi. Namun, sedetik kemudian, kesadaran Douglas kembali sepenuhnya. Ia melihat sekeliling, menyadari bahwa semua petinggi perusahaan sedang menatapnya dengan keringat dingin di pelipis mereka.
"Rapat hari ini diundur. Kalian semua boleh keluar," perintah Douglas dengan suara berat dan datar.
Tanpa membuang waktu sedetik pun, para staf keuangan dan manajer langsung membereskan berkas-berkas mereka, berhamburan keluar ruangan dengan napas lega seolah baru saja lolos dari eksekusi mati.
Kini, di dalam ruang rapat yang luas itu hanya menyisakan dua orang, Douglas dan Logan.
Logan merapikan tablet di tangannya, lalu menatap atasannya dengan alis terangkat tipis.
"Ada sesuatu yang mengganggu pikiran Anda, Tuan?" tanya Logan formal.
Alih-alih menjawab pertanyaan asistennya, Douglas terdiam sejenak. Alis tebalnya berkerut dalam, memperlihatkan sisi kebingungan yang sangat jarang ditunjukkan oleh seorang Douglas Michael Essen.
"Logan," panggil Douglas ragu-ragu.
"Bagaimana... cara membujuk seorang wanita yang tengah marah atau mendiamkanmu?"
Logan tertegun seketika. Pertanyaan itu terdengar sangat asing keluar dari bibir bosnya yang terkenal kaku, kejam, dan tidak peduli pada perasaan orang lain.
Di dalam benaknya, Logan langsung berpikir bahwa tuannya sedang menghadapi masalah dengan sang tunangan, Adara. Namun, logika Logan langsung membantah pemikiran itu. Hubungan Douglas dan Adara tampak baik-baik saja sejak kemarin. Bahkan, beberapa menit yang lalu, Logan sempat melihat sebuah notifikasi media sosial di mana Adara memamerkan foto sebuah tas branded mewah yang baru dibelikan oleh Douglas di akun pribadinya.
Kesimpulannya jelas, Douglas tidak memiliki masalah apa pun dengan tunangannya.
Logan lantas menarik kesimpulan lain. Masalah ini pasti berkaitan dengan wanita simpanan yang disembunyikan di mansion yaitu Cecilia.
Logan sendiri baru mengetahui fakta mengejutkan beberapa hari lalu, saat Douglas tiba-tiba memilih menginap di apartemen pribadi selama beberapa hari. Saat Logan mengantarkan berkas penting ke apartemen itu, ia sempat terkejut melihat raut wajah atasannya yang tampak sangat keruh dan kalut. Saat itu, Douglas tanpa sadar mengaku bahwa Cecilia mengalami keguguran karena dirinya memaksa wanita itu berhubungan badan secara berlebihan, bahkan mengabaikan permohonan Cecilia untuk berhenti.
Terkadang, Logan benar-benar tidak mengerti cara kerja otak bosnya sendiri. Douglas sudah memiliki tunangan sah yang cantik jelita, tetapi ia malah menyekap dan menjadikan wanita lain sebagai simpanan. Lebih parahnya lagi, pria itu tega mengurung Cecilia hanya karena sang simpanan berniat memutuskan hubungan dan kabur darinya.
Meskipun Logan menganut prinsip untuk tidak pernah ikut campur urusan asmara atasannya, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, ia merasa cukup kasihan pada Cecilia. Wanita malang itu harus terkurung dalam jerat obsesi gila yang dimiliki oleh Douglas.
Logan menduga kuat bahwa Douglas sebenarnya menaruh rasa dan kepedulian pada Cecilia, tetapi sang tuan muda terlalu arogan dan bodoh untuk menyampaikannya dengan benar, sehingga ia memilih menyiksa wanita itu secara fisik maupun mental.
"Jika wanita itu memilih diam dan tidak merespons, Tuan..." ucap Logan hati-hati, memulai analisisnya.
"Biasanya hal itu terjadi karena rasa terluka yang sudah mencapai batasnya. Mungkin... yang dia butuhkan bukanlah barang mewah atau bujukan biasa. Bisa jadi, wanita itu sangat menyukai kebebasan."
Brak!
Mendengar kata kebebasan terucap dari bibir asistennya, amarah Douglas langsung tersulut seketika. Pria itu menggebrak meja rapat dengan keras, lalu menatap tajam Logan dengan mata biru yang menyala penuh ancaman.
"Kebebasan katamu?!" desis Douglas murka, suaranya menggelegar dingin.
"Kamu benar-benar pria yang kolot dan bodoh, Logan! Asal kamu tahu saja, Cecilia tidak akan pernah kuberikan kebebasan! Sampai kapan pun, wanita itu adalah milikku selamanya!"
Setelah meluapkan kemarahan tiba-tibanya, Douglas menyambar jas kerjanya yang tersampir di kursi, lalu berbalik badan melangkah pergi meninggalkan ruangan dengan langkah lebar dan penuh amarah.
Logan berdiri terpaku di tempatnya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali, menatap punggung atasannya yang sudah menghilang di balik pintu.
"Jelas-jelas dia sendiri yang meminta pendapatku tadi... tapi begitu aku beri pendapat yang masuk akal, malah dibilang kolot dan dimarahi!" batin Logan mengeluh dalam hati.
"Sejak awal Anda memang tidak berminat dengan jawaban saya Tuan, Anda hanya ingin memperjelas bahwa Ada tidak bisa ditolak," guman Logan.
Logan menghela napas berat yang sangat panjang, memijat pelipisnya yang mendadak pening. Rasanya, mengurus puluhan proyek perusahaan multinasional jauh lebih mudah ketimbang harus menghadapi drama percintaan atasannya yang menyimpang soal perasaan dan sangat egois itu.
Bersambung...
Agak-agak emang Douglas, saran author nih Logan, lebih baik kamu tinggalkan dia aja deh.😒
ati2 cecil🤭🤭🤭
ati2 doughlas klo cecilia kabur🤣🤣🤣🤣
thor plis kasih doughlas pelajaran dong,jdi gemes nih🤣🤣🤣🤣
mungkin methong kedua kali cil baru bebas